
Setelah bersiap siap dan membawa barang yang di butuhkan, alana, galuh dan ibu rani sedang menunggu jemputan dari pengacaranya.
''Maaf kan aku mas jordi, gak ada cara lain untuk membentengi anak anak kita, aku gak mau kedua anak kita di bawa oleh keluarga kamu dan aku harus masuk kedalam keluarga prayoga kembali, galuh dan alana sudah setuju, semoga kamu tenang di alam sana mas jordi, kami sayang kamu. ''
Gumam ibu rani saat memasukkan surat suratnya kedalam tas dan memasukkan semua album kenangan.
Ibu rani keluar dari kamar dengan tas berisikan barang barang berharga dan tanpa membawa pakaian, alana dan galuh membawa pakaian dan barang yang penting bagi mereka.
''Ibu, terus warungnya gimana?? kita akan pergi ke kota loh. ''
ucap alana dengan nada bingung dan ibu rani langsung tersenyum.
''Kamu jangan khawatir alana, ada ibunya meta yang akan meneruskan semuanya, dia udah setuju dan skalian menjaga dan merawat rumah juga selama kita pergi. ''
ibu rani menjawab semua kegelisan alana dan alana bernafas lega.
''Galuh mau pakai motor ajah yah ibu, motor ini di belikan ibu dengan uang tabungan kan, boleh galuh bawa kan ibu motornya?? ''
ucap galuh yang tiba tiba menghampiri dengan tas di pinggungnya.
''Nanti motor di bawa kesini oleh orang suruhan ibu yah, sekarang kita berangkat dan langsung ke kantor pengacara. ''
jawab ibu rani dan galuh mengangguk, tak berselang lama pintu di ketuk.dan ternyata sopir suruhan pengacara yang datang.
''Permisi nyonya, saya di minta menjemput anda dan kedua anak anda. ''
ucap supir dan ibu rani langsung mengangguk dan meminta kedua anaknya untuk mengikuti supir, karena ibunya alana akan berbicara pada mamahnya meta untuk menitipkan rumah dan warungnya untuk di kelola mamahnya meta.
Alana hanya bisa melamun dan bingung dengan masalah yang di hadapinya, teguh adalah cinta pertamanya dan dia harus merasakan patah hati.
Galuh yang memperhatikan kakaknya melamun langsung menghadang jalan kakaknya.
''Ya ampun galuh, ngapain ngehadang kakak jalan?? ''
''Habisnya galuh perhatikan kakak jalannya gak bener, mata sama kaki beda arah. ''
''Beda arah apanya, ini arah menuju ke mobil. ''
''mobil apaan kak, jalan kita lurus ini kakak malah masuk ke rumah orang. ''
Alana terdiam dan langsung tersadar dan memperhatikan sekitarnya, alana langsung menunduk.
''Bego banget sih aku, jalan dari rumah ke jalan raya tinggal lurus, kenapa bisa belok?? ''
ucap bingung alana dan gak pernah menyangka dirinya bisa sampai terkecoh.
''Alana, galuh, kalian kenapa malah disini sih, ayo kita berangkat. ''
ucap ibu rani yang menghampiri kedua anaknya, Karena saat ibu rani ke mobil, kedua anaknya tidak ada dan ibu rani mencarinya dan menemukan kedua anaknya sedang berdebat di halaman rumah orang lain.
__ADS_1
''Ibu libat kak alana, jalan dari rumah ke jalan raya tinggal lurus, tapi kakak malah belok ke halaman rumah orang, kakak mulai linglung dan butuh psikiater. ''
Adunya galuh pada ibunya karena alana sangat membuat khawatir.
''Stop, ayo kita berangkat sekarang, keburu kesorean loh nantinya. ''
ucap ibu rani sambil merangkul alana dan membawanya menuju mobil.
Ibu rani meminta alana duduk di dalam mobil dan alana pun patuh lalu duduk dan galuh duduk di depan.
Mobil langsung berjalan menuju kantor pengacara keluarga prayoga, sepanjang perjalanan alana hanya melamun dan menatap jalanan di sampingnya.
''Kamu baru mengenal cinta dan kamu juga baru merasakan patah hati, ibu yakin kamu kuat dan bisa melalui semuanya alana, kamu akan semakin dewasa dengan pengalaman hidup kamu sekarang, yakinlah tuhan akan membuat hidup kamu lebih baik alana, ibu minta sama kamu alana, bertahanlah dengan semua cobaan ini, tuhan memberikan cobaan kepada hambanya gak akan melebihi kemampuan hambanya. ''
ucap ibu nya alana dan alana langsung menatap wajah ibunya dan alana langsung memeluk ibunya dan menangis tersendu sendu.
''Sakit bu, hati alana sakit banget ibu. ''
tangis alana begitu pilu dan ibu rani merasakan alana begitu dalam merasakan sakit di hatinya, ibu rani bingung harus bagaimana membantu alana melewati masalah hatinya.
''Stop kakak, masih banyak laki laki di dunia ini dan kakak jangan menangisi satu laki laki dong, ayo bangkit kak dan kita harus bersatu, agar kita gak terpecahkan. ''
ucap galuh yang kesal karena kakaknga begitu lebay dengan masalah hatinya, alana langsung melepas pelukan dari ibunya, ibu rani menghapus air mata alana dan merapihkan rambutnya alana.
''Kamu anak ibu dan ayah, keturunan ibu rani dan ayah jordi itu hebat dan tangguh, ibu yakin kamu akan mampu melewati semua masalah ini, ada ibu dan galuh yang akan menjaga kamu alana, kamu jangan merasa hidup sendiri yah. ''
ucap ibu rani dan alana menganggukkan kepalanya dan membuat ibu rani tersenyum.
Ibu rani menggandeng tangan kedua anaknya dan saat ini ibu rani berada di tengah tengah anaknya, ibu rani langsung masuk dan di sambut oleh seorang wanita yang akan membawanya menuju ruangan pengacara keluarganya.
Setelah di minta masuk, ibu rani dan kedua anaknya masuk dan duduk di sofa, pengacara tersenyum saat melihat rani dan kedua anaknya.
''Langsung pada intinya, saya berterimakasih karena nyonya rani mau kembali dan membawa pewaris untuk menurunkan semua aset dari tuan anggara, saya senang bertemu dengan nyonya dan kedua anak nyonya, ini semua berkas sudah saya buatkan dan ini sudah menurunkan semua aset atas nama galuh prayoga dan alana risyana, silahkan nyonya pelajari dan saya akan mempersiapkan kekuatan hukum agar nyonya dan kedua anak nyonya terbebas dari keluarga diningrat. ''
ucap pak hadoko pengacara keluarga ibu rani dan ibu rani langsung mepelajari semua berkasnya dan benar sajah ada tulisan tangan dari mendiang ayah nya dan tertulis jelas kalau semua harta turun setelah rani melahirkan anak laki laki, karena anak laki laki akan memperkuat waris.
''Galuh, kamu harus siap untuk di latih mengendalikan perusahaan, kamu laki laki dan kamu harus kuat, kakak kamu gak akan ibu libatkan, menata hatinya ajah kakak kamu sudah kewalahan apalagi menata perusahaan, ibu berharap pada kamu dan kamu jangan takut ibu akan ajarkan kamu dan kamu juga akan sekolah bisnis nantinya. ''
ucap ibu rani keoada kedua anaknya, alana tidak menimpal dia hanya diam dan melamun, galuh langsung terdiam dan mau tidak mau harus menerima semuanya sekarang, demi ibu dan kakaknya.
''Baik ibu, galuh akana berusaha lebih baik lagi dan gak mengecewakan ibu dan kakeknya galuh, biarkan kakak seperti ini dan kalau di paksakan nanti malah bahaya. ''
''Benar galuh, ibu senang mendengarnya dan kita juga harus membantu kakak kamu untuk melalui semuanya, ibu takut kakak kamu malah depresi. ''
''Ibu jangan takut, kak alana akan bisa melalui semuanya dan galuh yakin itu. ''
Obrolan galuh dan ibunya terhenti saat pak handoko menghampiri dengan membawakan surat kuasa untuk melindungi klien nya.
''Semua sudah selesai, besok pagi saya akan jemput nyonya dan tuan muda di rumah utama. ''
__ADS_1
ucap pak handoko setelah galuh menandatangani berkasnya dan pak handoko menatap bingung pada gadis sebelah nyonya rani.
ibu rani yang mengerti tatapan pak handoko pun langsung berbicara dan memberitahukan alana tidak apa apa.
''Pak handoko, putri saya sedang patah hati, makanya seperti ini. ''
''Oh begitu yah, saya kira nona alana terpaksa datang kemari, makanya raut wajahnya terlihat kosong, ternyata sedang patah hati. ''
jawab pak handoko dan ibu rani hanya tersenyum lalu menerima berkasnya.
''Untuk sekolah tuan muda, sebaikanya di lakukan kuliah di rumah sajah, saya akan siapkan dosen bisnis terbaik. ''
''Kenapa harus di rumah?? ''
''Biar fokus tuan nantinya, anda akan di latih menjadi pemimpin dalam bisnis. ''
''baiklah, yang terpenting belajar ajah. ''
setelah mengobrol, ibu rani pamit menuju rumah nya dan di antarkan sopir nya.
Sepanjang perjalanan ibu rani terdiam, dia akan kembali ke rumah nya dahulu yang begitu mewah dengan segala fasilitasnya.
''Ibu kok ikutan melamun seperti kakak. ''
ucap galuh yang menatap kakak dan ibunya yang melamun.
''Ibu bukan melamun, ibu memikirkan bagaimana nanti setelah ibu masuk kedalam rumah yang ibu tinggalkan dua puluh lima tahun lalu. ''
jawab ibu rani dan galuh langsung terdiam karena dia sendiri memikirkan nya pun sulit.
''Sudahlah bu, galuh yakin ibu akan bisa melalui semuanya, sekarang kita harus memikirkan cara dulu, agar kakak mau bangkit dan melupakan laki laki itu. ''
ucap galuh dan ibu rani baru menyadarinya dan menoleh pada alana yang sedang menatap jalanan di luar mobil.
''Galuh untung kamu ingatkan, ibu sampai lupa kalau ada alana di dalam mobil ini. ''
''makanya ibu juga jangan melamun yah, kita sama sama bantu kakak untuk bangkit. ''
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.................................