
Beberapa bulan kemudian....
Tak terasa kandungan alana saat ini memasuki usia sembilan bulan, bahkan HPL pun tinggal satu minggu lagi, alana saat di jaga ketat oleh ibu rani dan omah ajeng, bahkan mamah nya raihan kadang ikut menginap di kediaman diningrat.
Alana sering merasakan kontraksi palsu dan membuat raihan selalu panik karena alana pasti berteriak kesakitan.
Saat ini alana sedang meminta di buatkan fasta oleh ibu rani dan ibu rani langsung membuatkannya spesial untuk alana.
''Ibu....perut lana sakit sekali dan ini terus terusan bu, malah semakin sering. ''
ucap alana sambil berteriak dan membuat ibu rani langsung menghampiri dan meminta bibi melanjutkan masakannya.
''Sebentar ibu telphone raihan dulu yah dan menanyakan harus bagaimana. ''
ucap ibu rani dan alana langsung mengangguk.
Alana saat ini sedang berjalan jalan di ruang keluarga dan membuat ibu rani semakin tidak tenang.
''Kamu tunggu disini yah sayang, ibu mau ambil perlengkapan babby dan pakaian kamu. ''
ucap ibu rani dan alana mengangguk.
''Ya tuhan, kenapa sakit sekali sih dan ini sakitnya melebihi sakit datang bulan, kak raihan mana lagi kenapa belum pulang. ''
ucap alana sambil memgang perut nya yang sangat menonjol.
Dari pintu masuk omah dan opah datang, omah langsung khawatir melihat wajah alana.
''Mana ibu kamu alana?? ''
ucap omah sambil menghampiri alana dan meminta alana untuk duduk.
''Ibu lagi ambil perlengkapan babby dan pakaian ganti aku omah, kak raihan lagi di jalan mau pulang. ''
ucap bunga sambil meringis menahan sakitnya.
Dari arah pintu masuk raihan datang dengan galuh dan raihan langsung memeriksa keadaan alana.
''Sakit kak....''
ucap alana sambil menangis dan raihan terus mengelus perut alana.
''Ayo kita ke rumah sakit sekarang, barang barang udah ibu siapkan. ''
ucap ibu rani saat menghampiri alana dengan membawa dua tas di tangannya dan galuh mengambilnya satu.
Raihan langsung menggendong alana menuju mobil dan perlahan mendudukannya di dalam mobil.
__ADS_1
Mobil di kemudikan sopir dan raihan menjaga alana di sampingnya sambil mengusap punggung alana yang merengek karena panas punggung.
Galuh sudah meminta triyan mengatur ruangan persalinan alana, namun raihan sebelumnya memang sudah menyiapkan nya dan triyan hanya mengiyakannya tanpa berkomentar.
Dua puluh menit sampai di rumah sakit, alana berjalan dan di gandeng oleh raihan, raihan yang mengurus persalinan alana dan raihan melihat pembukaan di mulut rahim alana dan sudah sempurna bahkan ketuban pun sudah pecah, raihan dengan setia terus membimbing alana dan tak butuh lama alana melahirkan babby berjenis kelamin laki laki.
''Bayi yang tampan dan sempurna. ''
gumam raihan sambil membawa bayinya ke alana dan menidurkan bayinya di dada alana.
''Diem yah sayang, biar babby boy nya mengenali bunda nya dulu. ''
ucap raihan saat menidurkannya di dada alana dan menutupnya dengan kain putih.
''Kak, aku nyangka bisa melahirkan babby selucu, semungil dan setampan ini. ''
ucap alana dengan senyum di bibirnya.
Setelah beberapa menit raihan membawa babby nya untuk di bersihkan dan alana di rawat oleh bidan dan suster pasca melahirkan.
Setelah semua penanganan alana selesai, alana langsung di pindahkan menuju ruang rawat yang sudah di sediakan oleh raihan atas bantuan triyan.
Semua keluarga begitu bahagia dengan kelahiran babby boy pertama keluarga raihan dan alana.
''Teguh, kamu kenapa menceraikan istri kamu, bukan nya kemarin kalian baik baik ajah?? ''
ucap wibowo dan teguh terdiam.
''Dia bukan wanita suci papah, dia bekas laki laki lain dan teguh sangat kecewa dengan itu, sekarang jangan ganggu urusan teguh lagi karena teguh sudah tidak menginginkan wanita itu lagi. ''
ucap teguh yang begitu murka karena kenyataan yang pahit, istrinya sudah tidak bersegel saat teguh menyentuhnya.
''Apa arti itu semua teguh, yang penting dia mencintai kamu dan menerima semua. ''
''Bagi papah gak berarti, tapi bagi teguh semua sangat berarti, andai di awal dia menjelaskan, teguh gak akan sekecewa ini. ''
ucap teguh sambil beranjak dan keluar dari rumahnya.
''Andai alana bukan saudariku, bukan keturunan keluarga diningrat, mungkin saat ini aku bahagia menjadi suaminya, wanita suci yang polos dan baik hati. ''
ucap teguh saat mengemudikan mobilnya.
Di rumah sakit saat ini....
__ADS_1
Alana sedang kesal karena ASI nya gak keluar dan terpaksa babby nya di berikan susu formula, raihan terus meyakinkan alana, kalau susu formula juga bagus dan raihan yang akan mengawaasinya.
''Kalian udah menyiapkan nama belum untuk putra pertama kalian?? ''
ucap opah noto dan raihan menggelengkan kepalanya.
''Kalian kebangetan, cucu ibu belum di berikan nama, ayo fikirkan nama yang bagus untuk babby kalian. ''
ucap ibu rani dan raihan juga alana mengangguk.
''Raihan udah siapkan nama, tapi takut gak sesuai dengan babby nya, makanya mau ganti ajah dan nanti saat di rumah akan di fikirkan. ''
''Sebutkan siapa namanya rey?? ''
ucap mamahnya raihan dan raihan langsung menatap alana dan alana mengangguk.
'' RAFQY KHAIRIL AL FATIH ''
ucap raihan dan membuat semua tersenyum.
''Kak namanya bagus dan di panggil rafqy deh, sesuai denga wajah anak kita. ''
ucap alana dan semua mengangguk setuju.
''terimakasih alana risyana, sudah mau menjadi istri dan menjadi ibu dari anak aku, semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecil kita, aku sayang kamu alana sangat sayang. ''
ucap raihan sambil mencium kening alana dan alana tersenyum lalu memeluk erat tubuh raihan.
.
.
.
.
''kebahagiaan sempurna itu ketika nama kamu dan aku menjadi kita dan di persatukan dengan satu ikatan cinta yaitu PERNIKAHAN. ''
MOHON MAAF CERITANYA DI TAMATKAN.....
TERIMAKASIH KEPADA YANG SUDAH MENDUKUNG, MAMPIR UNTUK MEMBACA CERITANYA,'' DOA DALAN KESENDIRIAN '', LIKE DAN HADIAHNYA DAN VOUTE NYA TERIMAKASIH.
T
__ADS_1
Dukungannya terima kasih kakak semua.....
TAMAT.