Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 58


__ADS_3

Pagi hari di sibukan dengan alana yang penuh derama, dia gak mau pakai supir dan galuh ngotot pakai supir, ahirnya ibu rani menengahi agar alama mengemudi sendiri.


''Kamu janji ke ibu, harus ngabarin kemanapun kamu pergi, jangan buat kami khawatir. ''


ucap ibu rani dan alana mengangguk setuju.


Alana menjulurkan lidah nya pada galuh dan langsung lari menuju mobil kesayangannya.


''Kalau bukan kakaknya galuh udah galuh kirim ke pedesaan dia. ''


ucap kesal galuh sambil tersenyum melihat tingkah konyol alana.


''Udah jangan ribut masalah kakak kamu, biarkan dia bebas dan awasi dia dari jauh, itu akan membuat ibu tenang. ''


ucap ibu rani sambil masuk kedalam mobilnya dan menuju perusahaan.


Alana memang gadis yang pintar dan cerdas, tapi dia gak mau ikut campur mengenai perusahaan, alana lebih suka kuliner yang dia perdalam dan pelajari.


Dua puluh menit kemudian alana sampai di parkiran cafe dan melihat masih belum penuh parkiran dan hanga motor karyawan.


Alana masuk kedalam cafe dan melihat asti sedang membantu merapihkan meja cafe.


''Pagi ibu asti.....''


ucap salam alana sambil tersenyum dan membuat asti kaget karena alana menghilang selama lima hari.


''Kamu kabur kemana alana?? ''


jawab asti sambil menatap alana dan alana langsung tersenyum.


''Bukannya jawab salam aku, kamu malah marah marah ajah, udah ahh aku mau ke dapur kasih bom buat kalian semua. ''


ucap alana sambil berjalan melewati asti dan asti langsung mengikuti alana.


Alana memberikan resep makanan dan minumannya kepada koki dan meminta asti memasukan kedalam daftar harga dan menu, asti langsung menuju meja nya dan mengerjakan kerjaannya.


Alana ikut membantu merapihkan meja dan berbaur dengan karyawan lainnya, alana punya ide dan maju ke depan cafe dan menyalakan musik nya, alana menyetel musik melow dan melanjutkan kembali membantu merapihkan cafe.


Alana ikut duduk kursi samping asti setelah selesai membantu merapihkan cafe, alana mengeluarkan leptop dan membuka daftar menu yang akan dia siapkan minggu depan.


''Kamu kemana ajah alana?? aku sama meta khawatir loh sama kamu. ''


ucap asti yang melihat alana sibuk dengan layar monitor leptop nya.


''Aku lagi menata hati ajah, maaf udah membuat kamu dan meta khawatir, aku udah berusaha lupa tapi sakit sekali asti, mungkin cinta pertama dan patah hati pertama, makanya sulit lupa. ''


jawab alana sambil bersandar pada kursi dan menatap asti yang sedang menatapnya.


''Kamu harusnya ajak aku sama meta kalau mau menata hati, kami juga pengen jalan jalan loh alana, seru kayanya tuh kalau liburan. ''


''Kamu itu malah sibuk liburan, aku lagi fokus ke cafe yang semakin ramai, apalagi setelah ada ice cream, jadi tambah sibuk. ''


ucap alana sambil tersenyum senang.


''Iya benar banget, kamu mengadakan menu ice cream dan sekarang banyak bocah datang. ''


''Bagus dong, menu ice cream disini kan aku buat semenarik mungkin, jadi cafe ini bukan hanya untuk orang dewasa atau pasangan kekasih, tapi cafe ini juga bisa untuk sebuah keluarga yang punya anak masih kecil dan doyan ice cream. ''


''Iya bagus juga sih, cafe jadi ramai pengunjung dan setiap weekend penuh sesak sekali, kayanya kamu harus memperbesar cafe dan lahan parkirnya deh, gak ketampung soalnya alana. ''


Alana langsung diam dan berfikir dengan ucapan asti dan akan di bicarakan nanti dengan ibu dan galuh.


''Nanti aku bicarakan pada galuh dan ibu dulu deh, aku takut salah ambil langkah. ''


ucap alana dan asti mengangguk.


Asti langsung meminta pegawai untuk menempelkan menu baru di daftar menu nya dan asti langsung ke meja kasir memasukan daftar harga menu baru nya.


Satu jam lagi cafe akan buka pintu, alana langsung masuk ke ruangannya dan membuka komputer kerjanya, handphone alana berdering dan ada pesan masuk dari nomer baru, alana membukanya dan membalas percakapan pesannya.


💬 ''Pagi alana......''


💬 ''Siapa yah???????? ''

__ADS_1


💬 ''Saya raihan. ''


Alana langsung diam dan tidak membalas pesannya raihan dan membuat raihan menelphone alana.


''Hallo alana.....kenapa gak membalas pesan saya?? ''


''Kan aku udah tahu kalau ini nomer pak dokter, terus harus gimana jawabnya?? ''


''Setidaknya balas dengan apa gitu kata kata atau mau puisi boleh. ''


Alana mendengarny langsung tersenyum, laki laki yang menelphone nya sungguh aneh.


''Saya akan ke cafe dan kamu tunggu yah. ''


ucap raihan sambil menutup panggilannya dan alana langsung kesal karena dia belum menjawab mau atau gak nya menghampiri raihan.


Cafe di luar langsung ramai karena memang sekarang hari sabtu dan semua libur, benar yang di sebutkan asti kalau di dominasi keluarga membawa anak anak.


''Hai alana.....''


''kak triyan, alana kira siapa main masuk tanpa ijin dulu dan menghampiri alana. ''


''Kakak udah ketuk pintu, tapi kamu malah ga merespon dan kakak masuk ajah deh. ''


ucap triyan dan duduk di sofa, alana langsung menghampiri dan duduk di samping triyan.


''Kakak dengan siapa datang kesini?? ''


''Kakak sama pacar kakak, ayo kakak kenalkan kamu sama dia. ''


ucap triyan dan alana menyetujuinya, alana ikut menghampiri pacar dari kak triyan.


''Alana....''


ucap alana saat triyan mengenalkan dengan pacarnya.


''Gladis....''


jawab pacar triyan sambil tersenyum dan triyan langsung meminta kedua wanita nya duduk.


ucap triyan dan membuat gladis tersipu malu.


''Kakak jangan gitu sama kak gladis, dia kan jadinya malu loh kak. ''


ucap alana dan triyan hanya tersenyum.


''Kak gladis suka ice cream disini?? ''


tanya alana saat gladis menikmati ice cream nya.


''Suka banget alana, asalnya mom dan dadd suka kesini ngajakin adik nya kakak, pas kakka di ajak terus pesan ice cream nya, langsung suka banget, ice cream nya beda dengan yang lain, susu dan buahnya kerasa banget, pokonya enak deh, ini apalagi ice cream kotak kotak dengan rasa pisan dan toping keju, enak banget alana dan kakak suka. ''


jawab gladis dengan senangnya dan membuat alana juga triyan tersenyum.


''Makasih kakak, alana senang karena ice cream nya di sukai orang orang termasuk kakak, ice cream disini spesial karena membuatnya manual dengan tangan dan tanpa mesin. ''


ucap alana dan gladis tersenyum.


''Pantesan ice cream nya bisa di bentuk, ada yang di gulung yah, ada kotak kotak dan gak di cetak kaya cup centong ajah kan. ''


ucap triyan dan alana mengangguk.


''Iya kak benar, aku dapat mesin nya juga ini jauh dan mas willi yang kasih mesin itu, pegawai yang mengerjakannya juga khusus ada dua orang satu sift dan mungkin harus nambah juga, banyak pesanan ice cream sekarang, apalagi weekend. ''


ucap alana dan triyan langsung mencoba ice cream nya.


Dari arah pintu raihan datang dan tersenyum saat alana tak sengaja menatapnya, raihan langsung menghampiri alana dan menyapa triyan.


''Siang dokter triyan.....''


ucap raihan dan membuat triyan kaget.


''Eh....saya gak salah lihat yah, kamu dokter raihan kan?? style nya berbeda soalnya. ''

__ADS_1


jawab triyan sambil tersenyum.


''Iya dokter ini saya raihan, saya mau bertemu alana makanya kesini. ''


ucap raihan dan triyan manatap alana yang pura pura tidak mengerti.


''Udah lihatnya jangan gitu, silahkan kakka lanjutkan makannya, kak gladis alana kesana yah. ''


ucap alana dan pamit sambil menunjuk meja yang diduduki oleh raihan karena raihan pamit menuju meja pesanannya.


''Kamu sibuk yah, saya ganggu dong. ''


ucap raihan saat alana menghampirinya dan duduk dihadapannya.


''Gak kok, tadi nemenin kak triyan sama pacarnya ajah, karena pacar kak triyan pengen kenal sama aku. ''


jawab alana dan raihan mengangguk.


''Ada menu baru di cafe ini ternyata. ''


ucap raihan saat membuka menu makanannya.


''Alana, apa kamu keberatan saya kesini dan meminta kamu menemani saya?? ''


ucap raihan tiba tiba dan alana langsung tersenyum.


''Gak lah, aku senang malah karena ada pelanggan juga kan yang masuk ke cafe. ''


''kita makan yah, kamu pasti belum makan siang kan, saya sudah pilihkan menu makanan untuk kita berdua sekarang. ''


ucap raihan dan langsung menuju kasir untuk pemesanan dan pembayaran, alana terpaksa menerima semuanya.


Asti terus menatap alana penuh selidik dan alana langsung mengedipkan matanya saat menatap asti dan membuat asti tertawa karena alana konyol sekali menurutnya.


''Kenapa kamu tertawa begitu, ada yang lucu?? ''


tanya raihan saat menghampiri alana dan duduk di hadapan alana melihat alana tertawa.


''Itu ibu menejer lihatin, terus aku kedipin ajah mata dan jadinya aku tertawa deh. ''


jawab alana dan raihan langsung tersenyum.


''Kamu gak apa apa alana, kita makan di pas jam kerja kamu dan kalau menejer kamu marah bagaiman?? ''


ucap raihan dan alana langsung tersenyum karena raihan belum mengetahui siapa alana.


''Paling aku nantinya di pecat deh. ''


jawab alana dan membuat raihan cemas.


''Yasudah saya mau menghampiri menejer nya dan meminta ijin ke dia, agar kamu bisa makan disini dengan saya, tunggu yah. ''


ucap raihan sambil menuju meja asti dan alana terlambat untuk menarik raihan.


''Aku jadi dongkol gini jadinya, kenapa laki laki ini begitu polos dan manis yah, dia gak tahu kalau aku bos nya deh kayanya. ''


gumam alana sambil terus tertawa karena melihat raihan sedang berbicara dengan asti dan asti merasa bingung dan menatap terus ke alana, alana hanya mengangkat bahu nya saat asti menatap ke arahnya.


.


.


.



.


.


.


.

__ADS_1


..............


__ADS_2