
Alana dan meta saat ini sedang menunggu willi menjemput di cafe dan beberapa menit kemudian willi datang menjemput, alana dan meta langsung menuju mobil.
Dari arah jauh raihan melihat alana dan meta masuk mobil dan tak lama raihan kembali pulang lagi.
''Alana pakai pakaian seksi sekali, berarti harus pakai mobil buat jemput dia pulang nanti. ''
gumam raihan yang memutar kembali motornya.
Raihan selama ini memakai motor agar lebih cepat kemanapun dia pergi dan mengetes wanita di sampingnya, ternyata alana wanita yang menerima semuanya tanpa menomersatukan harta dan tahta.
Raihan kembali ke rumah sakit dan niatnya untuk mengajak alana makan di cafe di urungkan.
Alana saat ini sedang di sebuah restoran duduk dengan meta dan juga willi, tak lama teguh datang dan ikut gabung.
''Maaf udah nunggu lama. ''
ucap teguh saat menghampiri alana dan alana hanya tersenyum.
''Langsung ke intinya mas dan aku gak mau basa basi lagi, berapa yang harus aku bayar untuk lelang cafe nya dan kenapa mas menutup cafe itu?? ''
ucap alana dan teguh hanya tersenyum.
''Kamu tahu kan alana, semenjak kamu pergi cafe jadi sepi karena semua koki di cafe gak bisa membuat makanan yang kamu buat, padahal kamu sudah memberitahukan tatacara semuanya dengan lengkap, tapi hasilnya gak memuaskan konsumen saya dan semenjak kamu membuka cafe juga, cafe saya sepi sekali, dengan sangat terpaksa saya menutup cafe dan memberikan upah terahir dan bonus juga pada semua karyawan, kalau kamu mau mengelola cafe arla silahkan aku kasih ke kamu dan gak usah membayarnya, mas kasih untuk kamu. ''
''Masa ngasih sih, semua yang ada di cafe sangat mahal mahal loh, apa semudah itu memberikannya dan tanpa syarat apapun, aku juga mau mengganti nama cafe nya menjadi smile cafe mas, kalau mas mau memberikannya tanpa persyaratan, aku sangat berterimakasih sekali kalau begitu. ''
''Iya alana itu gratis tanpa syarat, paling sesekali saya akan minta makan gratis disana, bolehkan?? ''
''Silahkan dan akan terbuka lebar juga, mulai besok akan aku renovasi juga mas cafe nya. ''
ucap alana sambil tersenyum dan teguh begitu senang melihat senyuman alana yang meneduhkan hatinya.
''Kenapa saat pernikahan saya kamu gak datang alana??, padahal saya mau ngajak kamu kabur. ''
ucap teguh dan alana hanya tersenyum kaku mendengarnya.
''Mas teguh jangan ngaco yah kalau bicara, gak enak terdengar orang lain yang ada disini. ''
jawab alana dan teguh langsung tersenyum.
''Ini kunci semua cafe, kelola cafe dengan baik yah karena saya senang berbisnis kuliner. ''
ucap teguh dan memberikan kuncinya langsung ke alana.
''Makasih mas teguh, aku akan mengelola nya dengan sangat baik, lihat nanti ajah. ''
''Alana kamu wanita yang aku sayangi sekarang, nanti dan mungkin selamanya, walaupun kisah kita hanya singkat tapi aku begitu senang karena pernah menjadi yang spesial untuk kamu. ''
gumam teguh sambil menatap alana yang sedang memakan makanannya.
__ADS_1
Meta dan willi hanya menjadi pendengar dan memakan makanan yang di pesankan oleh alana.
Satu jam kemudian alana dan teguh selesai makan dan mengobrol, alana pamit dan teguh mengiringinya menuju pintu utama restoran.
''Nona tunggu disini, saya ambil mobil ke parkiran bawah, permisi tuan teguh. ''
ucap willi saat di pintu utama dan alana mengiyakannya dan teguh memgangguk.
''Kamu tambah cantik ajah alana, sekarang lebih fresh yah dan dewasa. ''
ucap teguh dan alana hanya tersenyum, meta merasakan cinta yang begitu besar dari teguh untuk alana.
Mobil willi sudah ada di depan alana, meta langsung masuk, saat alana pamit teguh menarik alana dan membawa alana kedalam pelukannya.
''Makasih udah mau bicara dengan mas, jalankan cafe dengan baik yah semoga sukses. ''
ucap teguh saat alana dalam dekapannya, alana terdiam dan begitu berkecambuk perasaannya, aroma yang paling alana sukai begitu tercium dan tidak ada perubahan.
Teguh melepaskan pelukannya dan alana langsung pamit dan teguh menutup pintu mobilnya saat alana sudah masuk dan duduk di dalam mobil.
Di mobil saat ini alana meneteskan air matanya, karena dia merasakan sakit di hatinya, walau bagaimanapun teguh adalah laki laki pertama yang alana sayangi dan cintai, semua susah untuk di lupakan dan sangat membekas, walaupun ada raihan saat ini namun nama teguh begitu melekat.
Meta dan willi hanya bisa saling melirik melihat alana sedang menangis, meta juga tahu kalau alana akan bisa melewati masalahnya.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di cafe dan willi memparkirkannya, meta keluar duluan namun alana langsung memerintahkan willi untuk merenovasi cafe.
''Mas wiilli ini kunci cafe nya, kamu renovasi mas cafe arla dan ganti nama depannya, saya mau disain dan semuanya di samakan dengan cafe smile saat ini, peralatan semua tolong lengkapi, karena menu makanan akan di samakan, untuk karyawan nya mas willi bisa menghubungi karyawan lama, nanti saya akan bantu dari teman saya yang pernah kerja di cafe arla. ''
''Makasih mas willi dan saya masuk kedalam cafe dulu yah, ingat jangan pakai uang ibu lagi, ini kartu untuk di pergunakan semua kebutuhan. ''
ucap alana sambil memberikan kartunya dan willi menerimanya.
Alana keluar dari mobil dan masuk kedalam cafe, langkah alana begitu pelan dan alana merasakan sesuatu yang hilang di hidupnya, ntah apa itu.
''Kenapa aku merasakan sesuatu yang hilang di hidup aku, tapi apa itu. ''
gumam alana sambil masuk dan duduk di meja cafe.
Alana memesan ice cream roll dengan toping buah serut segar dan memesannya tiga cup besar.
Alana menelphone nomer asti dan meminta menghampiri meja nya saat ini, meta juga di minta mengikuti asti.
Tak lama pegawai langsung menyajikan tiga ice cream roll di meja dan alana langsung memakannya.
''Ayo di makan ice creamnya, aku traktir kalian biar aku ada teman curhat. ''
ucap alana dan kedua sahabatnya saling menyenggol dan langsung memakan ice cream nya.
''Nanti kalau cafe buka, kalian salah satu urus yah cafe nya, biar berjalan baik dulu. ''
__ADS_1
ucap alana dan kedua temannya langsung kaget.
''Kamu kenapa malah ke kita, kamu suruh rangga sama rido ajah, mereka berpengalaman dan kenal dengan teman teman nya saat di cafe itu kan, kan kamu bilang mau meminta karyawan lama masuk lagi, pasti rangga atau rido punya kontak telphone nya. ''
ucap meta dan alana langsung tersenyum.
''Kamu memang meta yang hebat, aku gak kefikiran kesitu, yaudah besok ajah aku bicarakan dengan kak rangga dan kak rido, kamu bilang sama tetangga kamu yah meta, jangan kerja dulu dan kamu jelaskan semuanya yah kalau cafe arla di beli sama cafe smile. ''
''Siap bu bos cantik, itu masalah gampang dan jangan takut yah. ''
jawan meta dan alana memanyunkan bibirnya.
''Alana kamu bilang mau minjem pakaian kenapa masih pakai pakaian ini?? ''
ucap asti dan alana menepuk jidatnya.
''Lupa asti, kamu meta obrolin masalah cafe jadi bleng deh. ''
''Loh ko ke aku, mana aku tau kalau kamu mau pinjam pakaian, kamu datang langsung comot makanan aku loh dan gak bicara tentang maksud kedatangan kamu. ''
''Yasudahlah, biarkan aku pakai pakaian ini dan biarkan paha aku kemana kemana deh, itung itung memberikan amal. ''
ucap alana dan membuat kedua temannya reflek memukul lengan alana secara bersamaan.
''Kalian mukul aku kompakan sekali yah. ''
kesal alana dan kedua temannya tertawa tawa.
''Habisnya kamu ngaco alana, masa paha kemana mana di bilang amal, aneh kan kamu. ''
''Iya jangan mukul barengan dong, kompak sekali kalau urusan menganiaya aku. ''
''Lebayyyy......''
ucap kompak asti juga meta dan membuat mereka bertiga langsung tertawa.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..
.