Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu


__ADS_3

Alana saat ini sedang mengobrol dengan keluarganya di ruang keluarga, alana duduk di samping raihan dan terlihat begitu manja dan menempel pada raiha, ibu rani hanya geleng geleng melihat tingkah alana.


''Gimana persiapan pernikahan triyan, udan selesai belum rani?? ''


tanya opah noto di sela sela obrolannya.


''Semua sudah rampung ayah dan tinggal menunggu triyan dan gladis akad ajah, semua nya WO yang mengurus. ''


jawab ibu rani dan opah noto pun merasa lega mendengarnya.


''Syukur lah kalau sudah rampung, ayah takut belum selesai ajah, pernikahan kan minggu depan. ''


''Jangan khawatir opah, semua sudah aman dan tinggal menunggu akad ajah. ''


ucap galuh dan opah noto tersenyum mengangguk.


''Rey, kamu gak sibuk kan di rumah sakit?? ''


tanya opah noto.


''Gak terlalu opah, kenapa emangnya?? ''


jawab raihan dan opah noto langsung mengutarakan keinginannya.


''Kalau gak keberatan, opah mau kamu ikut turun di perusahaan seperti triyan, perusahaan sangat berkembang, hanya galuh dan triyan yang menjalankannya, opah paling sesekali ikut andilnya, emang sudah ada ibunya alana di perusahaan cabang, tapi tetap galuh kewalahan, kamu bisa kan ikut membantu?? ''


ucap opah noto dan raihan langsung tersentak kaget.


Opah noto mengetahui kalau raihan juga pernah belajar bisnis setelh sekolah kedokterannya selesai, namun raihan lebih memilih terjun dunia kedokteran di bandingkan bisnis.


''Galuh sudah sering mengajak kak raihan untuk ikut andil di perusahaan, tapi kak raihan selalu menolah, apalagi minta kak alana ikut malah ceramah. ''


ucap galuh dan alana langsung protes.


''Enak ajah bilang lana ceramah, kamu ajah yang pemikirannya ceramah, lana gak mau ikut ke perusahaan, lana sibuk cafe. ''


protes alana dan galuh langsung diam.


''Galuh, kalau kakak kamu ikutan di perusahaan nantinya malah mengacau, gimana raihan kamu mau kan ikut andil di perusahaan, kalau galuh sedang keluar kota atau ke luar negeri, kamu bisa hendle kerjaan galuh. ''


ucap ibu rani dan raihan terdiam dan nampak berfikir.

__ADS_1


''Boleh gak raihan memikirkannya dulu, raihan janji akan secepatnya memberikan jawaban. ''


jawab raihan dan semua menyetujuinya.


''Kamu jangan takut, rumah sakit saat ini kan miliknya triyan dan nanti bisa di atur semuanya. ''


ucap omah ajeng yang ikut berbicara.


''Baik omah, raihan akan memikirkannya, soalnya raihan suda lama sekali gak berurusan dengan bisnis. ''


''Semua akan normal seiring jalannya waktu rey, kamu jangan takut. ''


ucap ibu rani dan raihan mengangguk.


Alana sudah merasakan kantuknya dan alana pamit untuk istirahat, raihan pun mengikutinya dan ikut pamit pada semua keluarga.


Setelah sampai ke kamar raihan terlebih dahulu bersih bersih dan alana duduk sambil memainkan handphone nya.


''Bersih bersih dulu sayang, jangan main handphone dulu yah. ''


ucap ardian yang baru keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian tidurnya.


Alana malam ini sengaja memakai pakaian tidur transparan tanpa dalaman, dia ingin menguji suaminya namun naas, raihan sibuk melamun dan alana langsung kesal melihatnya.


Alana langsung merebahkan tubuhnya dan membiarkan raihan yang sedang melamun, alana langsung tertidur pulas, raihan langsung ikut merebahkan tubuhnya dan menium kening alana terlebih dahulu dn tak lama raihan langsung terlelap.


Pagi hari menjelang.....


Raihan membuka matanya dan kaget melihat pakaian tidur alana yang super transparan dan semalam raihan tidak menyadarinya.


Raihan yang tergoda langsung menyerang alana dan alana langsung kaget karena raihan saat ini sedang bermain dengan tubuhnya, alana hanya bisa pasrah dan menerima semua perlakuan raihan, rasa kesalnya langsung terhempaskan karena perlakuan raihan yang begitu membuatnya terlena, raihan langsung melakukan penyatuannya di pagi hari dan sampai dua jam dia baru menyelesaikannya.


Raihan langsung ambruk di samping alana dan menetralkan nafasnya yang masih tersengal.


Alana langsung di gendong oleh raihan dan di bawa menuju kamar mandi untuk mandi bersama, raihan dengan telaten memandikan tubuh alana dan memainkan apapun yang dia sukai di bagian tubuh alana.


Selesai mandi alana dan raihan memakai pakaian kerjanya dan langsung keluar dari kamar menuju meja makan, karena saat ini sudah pukul delapan tiga puluh.


''Kalian ini baru turun dan sarapan, ini sudah siang loh, kamu gak praktek rey?? ''


ucap ibu rani karena anak dan menantunya baru turun untuk sarapan, alana hanya tersenyum dan melanjutkan sarapannya.

__ADS_1


''Raihan jam sembilan mulai prakteknya ibu, jarak dari rumah ini ke rumah sakit hanya sepuluh menit dan alana juga kan gak akan raihan antarkan. ''


jawab raihan dan ibu rani mengangguk.


Alana dan raihan sarapan berdua karena yang lainnya sudah sarapan, setelah sarapan raihan pamit duluan dan alana mengantarkannya ke depan rumah.


''Jangan cemberut ajah yah sayang, nanti malam kakak janji akan lebih peka yah, nanti malam gak usah pakai pakaian yah. ''


ucap raihan sambil mengecup bibir alana dan berhasil membuat alana berteriak.


''Kakak mesum sekali sih. ''


teriak alana dan raihan langsung tertawa dan masuk kedalam mobilnya.


Alana langsung masuk kedalam rumah dengan menggerutu dan membuat ibunya hanya tersenyum.


''Jangan marah marah ajah, jelek loh nantinya, senyum dong sayang. ''


ucap ibu rani dan alana langsung pamit ke cafe.


''Barengan ibu ajah, ibu mau ke kantor soalnya, nanti pulangnya kamu di jemput raihan. ''


ucap ibu rani dan alana mengangguk.


.


.


.


.



.


.


.


................................

__ADS_1


__ADS_2