Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 47


__ADS_3

Ibu rani membawa kedua anaknya untuk mendekat dan galuh sudah siap dengan semua yang akan terjadi kalau terjadi sesuatu.


Opah noto langsung berjalan menghampiri dan langsung terduduk bersimpuh dihadapan ibu rani dan kedua anaknya.


Ibu rani langsung membantu opah noto untuk berdiri.


''Untuk apa melakukan semua ini, saya bukan tuhan yang harus di patuhi. ''


ucap ibu rani dan membuat opah noto langsung meneteskan air matanya.


''Maafkan ayah rani, ayah sangat menyesal dengan semua penderitaan yang kamu dan jordi alami, ayah baru sadar kalau semua perlakuan ayah sangat kejam dan tuduhan itu sangat salah, ampuni ayah dan ibu nya jordi, kamu boleh menghukum ayah dengan apapun kamu mau tapi ayah mohon sama kamu, ijinkan alana untuk bertemu dengan ibu, maafkan kesalahan ayah dan ibu yang jahat ke kalian saat dulu. ''


ucap opah noto sambil menakupkan kedua tangannya dan memohon.


''Rani sudah memaafkan semuanya dan melupakan semuanya, rani kesini mau menjenguk ibu dan membawa kedua cucunya juga. ''


''Terimakasih rani. ''


ucap opah noto dan langsung membawa ketiganya duduk di kursi tunggu di luar ruangan karena triyan belum keluar dari ruangan.


Teguh terus menatap alana dan dia ingin sekali menghampiri dan bertanya pada alana, namun saat ini waktunya tidak mendukung.


Riyan datang dengan ayahnya dan menghampiri alana.


''Alana, kenapa kemarin lusa malah pergi begitu ajah, saya mau ganti rugi soal menabrak mobil itu. ''


ucap riyan namun saat alana akan menjawabnya, triyan keluar ruangan dan langsung meminta alana masuk kedalam.


Alana, galuh dan ibu rani langsung masuk di ikuti oleh triyan.


Alana langsung kaget melihat tubuh omah ajeng yang di penuhi alat alat medis dan tubuh omah ajeng juga menjadi kurus sekali.


Alana langsung menangis dan merasa bersalah dengan semuanya, ibu rani mengelus lengan alana dan meyakinkan alana untuk menghampiri omah ajeng dan alana langsung menatap galuh dan galuh menganggukan kepalanya tanda setuju.


Alana mendekat dan langsung memegang tangan omah ajeng, tanpa di duga, sentuhan alana langsung bereaksi, omah ajeng menggerakan tangannya.


''Omah ini alana, maafkan alana yah karena baru sampai kesini untuk menghampiri omah, omah bangun yah biar bisa melihat alana. ''


ucap alana di telinga nya omah ajeng dan alana sampai menangis melihat keadaan omah ajeng saat ini.


''Tadi pagi omah udah gak mau makan dan saat saya menghampiri kamu, omah langsung koma. ''


ucap triyan saat menghampiri alana.


Galuh dan ibu rani mendekat, ibu rani mengelus rambut omah ajeng, wanita yang dulu menyayanginya dan dia marah ketika fatma memfitnahnya.


''Segeralah sadar bu, kami ada disini sekarang, bukannya ibu ingin bertemu dengan kedua cucu ibu. ''


ucap ibu rani dan membuat alana langsung memeluk ibunya dan menangis, ibu rani terus menguatkan alana dan mengelus kepala alana.


''Sudah jangan nangis yah, kita doakan supaya omah ajeng sadar dan kembali sehat, jangan nangis lagi yah sayang. ''


ucap ibu rani sambil melepas pelukannya dan menghapus air mata alana.


omah ajeng membuka matanya dan triyan senang melihatnya, triyan memegang denyut nadi omahnya dan stabil.

__ADS_1


Alana langsung memeluk omah ajeng dan omah mengelus kepala alana, omah ajeng meminta rani dan galuh mendekat dan ahirnya mereka berempat langsung berpelukan.


''Maafkan omah, terimakasih kalian mau kesini menjenguk omah. ''


ucap omah ajeng di sela sela pelukannya dan semua melepas pelukannya.


''Ibu segera pulih yah, maafkan rani kalau rani punya salah ke ibu. ''


''Ssssttttt....jangan bilang gitu, ibu yang minta maaf dan maaf untuk semua kesalahan ibu yang terlalu percaya dengan ucapan fatma, maafkan ibu. ''


ucap omah ajeng dan ibu rani kembali memeluk omah ajeng, alana langsung memeluk galuh dan menangis di dada nya galuh, galuh hanya mengelus kepala alana dan tidak berani berbicara apapun.


Triyan ikut menangis bahagia, keluarga omah ajeng menjadi bersatu kembali, triyan keluar ruangan dan memanggil opah noto.


Opah noto langsung masuk dan menatap istrinya yang sudah sadar kembali, rani melepas pelukannya agar opah noto bisa menghampiri omah ajeng.


''Ahirnya kamu sadar ajeng, mas senang melihatnya dan kamu harus sehat kembali yah, katanya mau ketemu alana dan sekarang alana ada disini. ''


ucap opah noto dan omah ajeng mengangguk tersenyum.


Semua keluar ruangan, hanya tinggal alana dan triyan, omah gak mau di tinggal alana dan triyan tidak bisa mencegah nya selama membuat omahnya pulih.


Triyan mulai melepas semua alat yang menempel di tubuh omah ajeng, yang tertinggal hanya infus dan oksigen.


''Triyan lepas selang hidungnya, hidung omah jadi sakit soalnya kalau bernafas. ''


ucap omah ajeng dan triyan langsung melepaskan selang oksigennya.


''Infusnya gak boleh di lepas yah omah, omah kan belum pulih benar dan makan omah juga gak benar. ''


''Omah mau makan gak?? biar alana yang suapi yah. ''


ucap alana dan omah ajeng langsung mengangguk senang.


Triyan langsung membawakan makanan nya dan alana langsung menyuapinya, omah ajeng di benarkan brangkar tidurnya agar kepalanya lebih tinggi oleh triyan dan alana sibuk menyuapi omahnya yang begitu lahap makannya.


alana mengelap makanan yang sisa pada dagu dan bibir omah ajeng, triyan langsung duduk di samping omah dan menggenggam tangan omah ajeng.


''Triyan kamu kok jadi kusut begitu penampilannya, sana di rapihkan dulu. ''


ucap omah ajeng yang melihat triyan tak seperti biasanya.


''Iya nanti setelah omah sehat, baru triyan akan merapihkannya. ''


''Kamu itu aneh, gak malau dengan alana?? ''


''Kenapa bawa bawa alana, apa hubungannya?? ''


ucap alana yang tak terima omahnya membawa namanya.


''Kamu kan wanita loh sayang dan triyan pria, emang triyan gak malu gitu, di depan wanita cantik penampilan seperti gelandangan. ''


ucap omah ajeng sambil tersenyum dan triyan senang melihatnya.


''Triyan itu cucu nya omah?? ''

__ADS_1


tanya alana karena penasaran, karena ibunya bilang kalau mendiang ayah jordi anak tunggal.


''Triyan sudah omah anggap cucu omah sendiri, triyan omah rawat dari dia masih usia sepuluh tahun, saat kedua orang tuanya kecelakaan dan tiada. ''


jawab omah ajeng dan triyan langsung menundukan kepalanya.


''Maaf kak triyan, alana gak bermaksud ko. ''


ucap alana yang tidak enak hati karena masa lalu triyan di ungkap oleh omah ajeng.


''Gak apa apa alana, saat ini yang paling penting adalah, omah pulih dan bisa pulang. ''


jawab triyan dan alana mengangguk tersenyum.


''Sebentar yah alana mau ke ibu sama galuh dulu yah omah. ''


ucap alana sambil beranjak dari kursi namun omah ajeng menahan tangan alana dan menggelengkan kepalanya.


''Biar kakak yang keluar manggil ibu kamu sama galuh untuk masuk yah. ''


ucap triyan yang mengerti dengan situasinya dan triyan langsung memanggil galuh dan ibunya alana untuk masuk.


''Rani, boleh kan alana bermalam disini dengan menemani ibu?? kalau kamu mau juga sekalian kamu sama galuh ikut menemani. ''


ucap omah ajeng saat ibu rani masuk dengan galuh.


''Maaf omah, galuh dan ibu pulang ajah dan gak baik kalau yang nginep banyak banyak, omah di temani kak alana ajah yah, kasian ibu juga kalau harus bermalam di rumah sakit. ''


jawab galuh dan omah ajeng pun menyetujuinya.


''Ibu cepat pulih yah, biar bisa pulang kembali ke rumah dan gak di rawat lagi, rani sama galuh pulang dulu karena sekarang sudah malam juga, alana yang akan menjaga ibu disini. ''


ucap ibu rani dan omah langsung mengangguk dan berterimakasih pada rani.


Ibu rani dan galuh pamit dan alana mencium tangan ibunya sebelum ibunya keluar ruangan, triyan ikut keluar mengantar galuh dan ibunya.


Diluar saat ini hanya ada opah noto, riyan dan teguh yang menunggu dan yang lainnya sudah pulang, setelah ibu rani dan galuh tak terlihat, triyan meminta semua masuk, karena ruangan omah ajeng sangat luas dan tidak akan membuat sumpek.


Teguh terus memperhatikan alana yang sedang mengorol sambil tersenyum dengan omah ajeng, riyan yang melihat nya langsung menyenggol lengan teguh dan membuat teguh langsung kesal.


.


.


.



.


.


.


..................

__ADS_1


__ADS_2