Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 46


__ADS_3

Setelah puas bermain alana duduk di samping triyan dan membiarkan meta juga asti bermain main dengan mainan baru bagi mereka.


Triyan menyodorkan air minum dan alana menerimanya.


''Terimakasih.... ''


ucap alana saat menerima botol minum dan meminumnya.


''Kamu gak berniat menjenguk omah ajeng?? ''


ucap triyan dengan hati hati takut alana marah.


''untuk apa aku menjenguknya. ''


jawab alana keus dan triyan mengembuskan nafasnya.


''Omah ajeng dan opah noto itu sangat menyayangi kamu loh, bahkan omah mau makan setelah di rayu kalau kamu akan datang, kamu sudah mengetahui siapa omah ajeng dan opah noto?? ''


''Sudah lah kak, aku gak mau membahas masa lalu yang kelam, yang membuat ibu harus berjuang dan ayah meninggalkan kami selamanya, tiap hari ayah selalu di ancam oleh keluarganya, hingga ayah meninggal karena tertekan. ''


''Aku bukan mau membela omah dan opah, mereka adalah kakek dan nenek kandung kamu alana, maafkan kesalahan mereka, kasihan mereka di masa tua nya harus menderita, omah ajeng sudah satu bulan di rawat setelah dia lelah menari keberadaan kamu, biarin kamu tidak memberikan maaf tapi satu kali sajah alana, datang dan berikan semangat agar omah bisa sembuh, tubuh omah sangat kurus sekarang, omah selalu memanggil nama kamu dalam mengigau nya. ''


alana tidak menjawab ucapan triyan dia hanya diam dan asik memperhatikan asti dan meta yang sedan tertawa tawa dengan mainan nya yang di sewa oleh alana.


triyan tidak berani berbicara karena takut membuat alana tersinggung.


''Meta, asti......ayo pulang, ibu aku udah nunggu di rumah soalnya. ''


ucap alana dengan teriakannya dan membuat asti dan meta langsung mengembalikan mainannya dan menghampiri alana.


''Ayo kita pulang sebelum galuh marah ke kit loh, lihat galuh menelphone terus. ''


ucap asti sambil memeperlihatkan handphone nya dan alana tersenyum.


''Bilang sama omah, aku, ibu dan galuh akan datang dan terimakasih sudah ikut bermain dengan kami bertiga, aku pulang dulu kak. '


ucap alana pada triyan sebelum menyusul meta dan asti yang terlebih dahulu meninggalkannya.


Triyan tersenyum dan dia langsung menuju mobilnya untuk ke rumah sakit, karena dia akan memberitahukan pada omah ajeng.


Alana langsung mengantarkan temannya dulu baru dia menuju rumahnya, sepanjang pejalanan alana hanya fokus dengan ucapan triyan, alana sedikit iba dan mengkhawatirkan keadaan omah ajeng.


Sepuluh menit kemudian mobil sampai di rumah dan alana memparkirnya, setelahnya alana masuk kedalam rumah dan menyapa ibunya.


''Mandi dan siap siap yah, galuh udah kesal nunggu kamu tuh dan lebih baik kamu percepat yah. ''


ucap ibunya alana saat alana mencium tangannya dan alana langsung menuju kamarnya.


Galuh menghampiri ibunya karena mendengar suara kakaknya.


''Mana kak alana bu?? ''


''Kakak kamu lagi mandi, ada apa?? ''


''Ibu tahu tidak, kak alana menggunakan mobil dan sepertinya menabrak atau di tabrak, bagian belakangnya penyok, lihat ini tagihannya bengekelnya. ''

__ADS_1


ucap galuh sambil memperlihatkan nota tagihan dari bengkel langganannya.


''Kamu mau perhitungan dengan kakak kamu?? ''


ucap tegas ibu rani dan membuat galuh terdiam, karena bukan itu yang di maksud oleh galuh.


''Bukan itu maksud galuh bu. ''


''Terus apa kalau bukan perhitungan ke kakak kamu?? ''


''Maksud galuh, kak itu alana kecelakaan bu dan gimana kalau kakak kenapa kenapa dan galuh akan menyiapkan sopir untuk mengantarkan kakak kemanapun dan kakak dilarang mengemudikan mobilnya sendiri, galuh gak mau kakak kenapa kenapa dan nota itu buktinya takutnya ibu gak percaya, karena galuh langsung membawa ke bengkel mobilnya. ''


Ibu rani terdiam dan memikirkan ucapan galuh, alana bukan anak yang mau terlihat mewah dengan segala pasilitasnya, alana paling gak mau di atur.


''Dengarkan ibu baik baik, biarkan kakak kamu mengemudikan mobil sendiri, dia gak akan setuju dengan semua keinginan kamu, cukup pantau dia sajah dan pastikan kakak kamu selamat, itu sudah cukup, alana bukan wanita yang mengumbar pasilitas mewahnya,


''Benar juga bu, bagaimana sekarang?? ''


ucap galuh dan ibunya mengangkat bahunya tanda tidak ingin ikut campur.


Tak lama alana menghampiri dengan style nya dan membuat galuh kaget melihat kakaknya.


''Kamu kenapa galuh, melihat kakak sampe segitunya, pakaian kakak jelek yah atau kakak gak cantik?? ''


ucap alana dan membuat galuh menggelengkan kepalanya.


''Sudah sudah, kita berangkat sekarang jangan debat lagi dan kamu galuh siapkan mobil, kamu yang mengemudikannya tanpa sopir, pakai mobil yang biasa, ibu mau ambil tas dulu. ''


ucap ibu rani menengahi obrolan kedua anaknya dan galuh langsung keluar dari rumah menyiapkan mobilnya.


Galuh menyalakan mobilnya dan menghampiri alana lalu ikut duduk di samping kakak nya.


''Kakak keelakaan dimana?? ''


tanya galuh dan alana langsung mengerutkan dahinya.


''Siapa yang kecelakaan, perasaan gak deh. ''


jawab alana masih belum mencerna ucapan galuh dan tiba tiba alana langsung diam dan menatap galuh.


''Ya ampun galuh, kakak baru ingat loh, belakang mobil ketubruk sama mobil orang dan kakak gak kecelakaan galuh, kakak lagi malas debat makanya langsung pergi ajah deh, males berurusan sama laki laki itu. ''


ucap alana dan membuat galuh langsung menatap kakaknya.


''Siapa emangnya laki laki itu, sampe bilang males segala kak?? ''


'Dia laki laki yang sudah membuat kakak menderita dan istirahat kakak jadi terganggu, dia juga anak dari seorang wanita yang udah jahatin ibu, makanya kakak malas berurusan dengan dia, nyari aman dan langsung pergi ajah kabur. ''


ucap alana dengan nada kesal dan galuh langsung menghela nafasnya.


''Ayo kita berangkat sekarang, keburu malam loh, kalian malah bergosip di teras. ''


ucap ibu rani yang menghampiri kedua anaknya.


''Kita gak bergosip bu, cuma berdiskusi. ''

__ADS_1


jawab alana yang langsung menyusul ibu dan galuh yang berjalan menuju mobilnya.


Di rumah sakit saat ini......


triyan sampai di rumah sakit dan berjalan menuju ruangan omah ajeng, triyan kaget saat melihat banyak orang sudah berkumpul di luar ruangan omah ajeng.


''Triyan kamu kemana ajah sih, kita butuh kamu dan kamu malah gak ada. ''


ucap teguh saat melihat triyan sedang menghampirinya.


''Maaf om, tadi triyan habis bertemu seseorang, memangnya omah kenapa?? ''


jawab triyan dan teguh langsung meminta triyan masuk kedalam.


''omah baik baik ajah kan, ini triyan. ''


ucap triyan saat omah ajeng sedang di kelilingi oleh dokter dan suster, omah ajeng sedang tidak sadarkan diri.


''Dokter, nyonya ajeng dinyatakan koma dan kita tidak bisa melakukan apapun, karena bantuan alat nyonya ajeng bisa bernafas dan tetap hidup, tapi ini tidak baik untuk tubuhnya kalau terus di bantu oleh alat medis. ''


ucap dokter yang menangani omah ajeng dan triyan terdiam sejenak.


''Biarkan omah ajeng di bantu alatnya dan jangan ada yang berani melepaskannya. ''


jawab riyan dengan nada tegas dan semua patuh lalu meninggalkan ruangan.


''Omah sebentar lagi alana akan datang, dia bilang mau datang dengan galuh dan mba rani juga, omah bertahan yah dan omah kuat, triyan yakin omah akan sembuh. ''


ucap triyan sambil menggenggam tangan omah ajeng.


Di liuar ruangan saat ini sedang terjadi ketegangan, ibu rani di himpit oleh kedua anaknya sedang menatap orang orang yang berada di luar ruangan omah ajeng.


Opah noto bernafas lega melihat orang yang di tunggu tunggu ahirnya datang, fatma, omah ratih, teguh, riyan dan wibowo, kaget melihat ibu rani datang dengan kedua anaknya.


''Jadi alana anak dari rani dan jordi. ''


gumam fatma dalam hatinya yang tersentak kaget.


.


.


.


.



.


.


.


.

__ADS_1


...............


__ADS_2