Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 38


__ADS_3

Satu jam kemudfian mobil sampai di sebuah rumah yang mewah dan megah, rumah yang dulu menjadi tempat berteduh ibu rani dengan mendiang ayahnya.


Galuh yang mengetahui kesedihan di raut wajah ibunya langsung merangkul ibu dan kakaknya, ibu rani bersyukur karena ada galuh yang menjadi penguatnya saat ini, alana yang sedang terpuruk tidak bisa di andlkan untuk saat ini......


Saat ibu rani dan kedua anaknya melangkah masuk, semua pekerja rumah sudah berbaris rapih menyambut kedatangan nyonya rumah keluarga ini setelah puluhan tahun pergi.


''Selamat datang nyonya rani......''


ucap mba mus kepala pelayan rumah keluarga prayoga dengan hormat nya.


''Terimakasih mba mus, terimakasih karena sudah menjaga rumah ini dengan baik sampai saya kembali lagi ke rumah ini. ''


jawab ibu rani dan mba mus mengangguk dan menggenggam tangannya ibu rani.


Para pekerja langsung membawa barang barang milik ibu rani dan kedua anaknya


''Ini namanya alana anak pertama saya dan ini galuh anak kedua saya mba. ''


ucap ibu rani saat mba mus menatap kedua anaknya dan mba mus langsung mengangguk.


''Saya turut berduka atas meninggalnya tuan jordi, saat itu saya di beritahukan oleh pak handoko. ''


ucap mba mus dan ibu rani hanya mengangguk dan tersenyum.


''Makasih mba mus, siapkan makan malam nya yah dan kamu atur semuanya kembali, saya dan kedua anak saya akan tinggal disini kembali. ''


ucap ibu rani dan mba mus langsung menuju pekerjaannya.


''Kamu pilih sendiri kamarnya galuh, ibu yakin kamu akan bisa memilihnya, sekarang ibu harus mengurus bayi ibu yang lagi patah hatinya. ''


ucap ibu rani sambil merangkul alana yang hanya diam dan tidak berkomentar, galuh hanya menghembuskan nafasnya melihat kakak nya yang sedang patah hati.


''Yaudah galuh mau ke kamar ajah dan ibu sabar yah urusin kakaknya. ''


jawab galuh sambil berlalu mencari kamar untuk di gunakan olehnya.


''Sayang, kamu gak komentar tentang rumah kita sekarang?/ kamu dulu sering merengek ke ayah karena pengen punya rumah yang besar dan ada kolam renangnya, kamu bilang bosan berenangnya di kolam yang banyak orangnya, sekarang terwujud sayang, kamu memiliki rumah impian kamu. ''


ucap ibunya alana dan alana langsung melihat sekitar rumahnya saat ini, alana hanya tersenyum tipis dan merebahkan kepalanya di paha ibunya, ibu rani langsung membelai kepala alana, ibu rani bisa merasakan bagaimana hati yang sedang patah dan terluka.


''Kamu maunya bagaimana sayang, bicarakan pada ibu yah, agar ibu mengerti dan ibu akan kabulkan semua yang kamu inginkan alana. ''


ucap ibu rani sambil membangunkan alana dari pangkuannya dan menatap wajah alana yang sedang bersedih dan berkaca kaca.


''Alana mau tinggl di kosan yah bu dan alana mau kerja seperti biasa di cafe, boleh kan?? ''


ucap alana dan membuat ibu rani melototkan matanya dengan permintaan alana.

__ADS_1


''Sayang, kalau kamu kembali ke cafe nantinya kamu bertemu teguh lagi dan kamu gak akan bisa melupakan teguh kalau begitu. ''


''Pliis bu boleh yah dan alana janji hanya satu minggu dan nanti ibu buatkan cafe yah buat alana kelola, boleh yah bu ijinkan alana, alana belum bisa menerima kenyataan ini bu. ''


''Kenyataan apa maksud kamu?? ''


ucap heran ibu rani karena alana begitu keras seperti dirinya dahulu.


''Kenyataan kamu dan teguh adalah saudara, benar begitu alana?? ''


ucap ibu rani kembali dan alana menggelengkan kepalanya.


''Terus kenyataan apa alana, yang jelas donng. ''


''Kenyataan kalau kita itu orang kaya dan penuh kemewahan, alana belum terbiasa dan alana mau tinggal di kosan ajah sampai alana bisa menerima semuanya, boleh kan ibu?? ''


Ibu rani menghela nafasnya karena begitu aneh dengan alana yang belum menerima kemewahan saat ini dan ibu rani terpaksa harus ijinkan agar alana bisa menata hati kembali yang sedang patah hati.


''Ibu akan ijinkan, tapi janji kamu akan sembuh dari patah hati kamu itu dan jadi kan obat bukan penenang selama kamu tinggal di kosan, ibu akan siapkan cafe untuk kamu kelola sayang, janji yah hanya seminggu kamu kerja di cafe nya teguh?? ''


ucap ibu rani dan alana langsung tersenyum bahagia dan memeluk ibunya dengan erat.


''Kalau dengan kamu tinggal di kosan membuat kamu bahagia dan melupaka masalah kamu, ibu ijinkan sayang, karena ibu ingin yang terbaik untuk kamu alana, kamu putri kesayang ibu yang sangat berharga. ''


gumam ibu rani sambil mengelus punggung alana yang sedang memeluknya begitu erat, dari arah tangga galuh hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan keputusan kakaknya yng belum bisa menerima semua kenyataan ini, galuh sebenarnya juga sama belum bisa menerima semua ini, namun saat ini hanya galuh yang bisa melindungi ibunya dan kakaknya, galu terpaksa harus tangguh dan kuat.


ucap galuh yang pura pura merajuk menghampiri kakanya yang sedang berpelukan dengan ibu rani.


''Kamu kan cowok galuh, kamu yang wajib dan harus menerima semuanya, kalau kakak belum mau sekarang, kakak mau tinggal di kosan dulu sementara ajah kok, sampai kakak bisa menerima semuanya. ''


jawab alan dengan nada kesal dan galiuh hanya tersenyum dan mengacak rambut kakak nya.


''Galuh bercanda kak, galuh janji kan kalau galuh akan melindungi kakak dan ibu, galuh ijinkan kakak tinggal di kosan tapi galuh gak ijinkan kakak kerja di cafe lagi. ''


''Gak bisa galuh, ibu udah ijinkan kakak kerja selama satu minggu sambil nunggu cafe kakak selesai. ''


ucap alana kesal pada galuh yang seolah olah galuh adalah ayahnya alana.


''Iya galuh, ibu sudah ijinkan kakak kamu, kan sambil menunggu cafe nya dulu selesai, baru deh kakak kamu keluar dari tempat kerjanya. ''


ucap ibu rani dan alana langsung tersenyum dan memeluk lengan ibunya.


''Galuh heran banget ke kamu kak, hidup di kasih kemewahan malah ingin hidup di kosan, sebenarnya kakak ini maunya kita bagaimana, kakak gak cape kerja banting tulang untuk membantu kuliah galuh dan melunasi hutang ke rentenir, stop kak sekarang kakak nikmatin hidup dan biarkan galuh sekarang yang akan membahagiakan kakak dan ibu, kalian berdua nikmatinm hidup ajah yah, galuh yang akan berusahab sekarang. ''


ucap galuh dengan semangat dan nasda tegasnya dan berhasil membuat ibu rani dan alana senang dan langsung memeluk galuh bersamaan.


''Terimakasih galuh.....''

__ADS_1


ucap kompak ibu dan kakaknya bersamaan dan galuh mengangguk dan membalas pelukan dua wanita yang paling disayanginya saat ini.


''sana pilih kamar kakak yah dan jangan lupa mandi kak, badan kakak bau keringat loh. ''


ucap galuh saat melepas pelukannya dan alana langsung memukul lengan galuh karena tak terima dengan ucapan adiknya yang ngasal.


alana langsung menuju kamarnya untuk bersih bersih dan bersiap makan malam, ibu rani pun masuk kedalam kamarnya dahulu untuk di tempatinya.


''Kamar ini tidak berubah dan tetap sama seperti saat dulu aku pergi dari rumah ini. ''


ucap ibu rani saat sampai di dalam kamarnya dan menata bingkai foto yang di bawa olehnya.


Makan malam pertama di rumah keluarga ibu rani.....


Alana duduk dan memakan makanannya karena dia paling terahir gabung untuk makan malam, selama makan tidak ada obrolan dan hanya makan dengan keheningan, setelah selesai makannya, semua berkumpul di ruang keluarga dengan memakan cemilan dan menonton tivi seperti biasa, alana tidur beralaskan paha ibunya dan ibu rani sibuk menghubungi asistennya untuk menyiapkan cafe yang alana inginkan.


''Sayang cafe nya akan selesai dalam waktu sepuluh hari, ibu minta kamu hanya tujuh hari kerja di cafenya yah dan kamu harus fokus dengan cafe kamu, nanti asisten ibu yang akan menghubungi kamu, apa sajah yang kamu butuhkan dan kamu harus bicarakan dengan detail ke asisten ibu, ngertikan alana?? ''


uap ibu rani dan membuat alana langsung duduk dan menghadap ke ibunya lalu memeluk ibunya, galuh hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan kakaknya.


''Ibu memang terbaik, makasih yah. ''


ucap alana dsan ibunya hanya tersenyum lalu mengajak galuh ke ruang kerja untuk memberitahukan semuanya yang harus galuh pelajari.


''Rasain loh harus memutar otak, weeeek.... ''


ucap alana sambil menjulurkan lidahnya, galuh hanya membalas dengan memanyunkan bibirnya karena dia merasa senang melihat kakaknya gak melmaun lagi dan patah hati.


.


.


.


.


.



.


.


.


.

__ADS_1


..........................


__ADS_2