Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu


__ADS_3

Saat ini raihan sedang menyaksikan alana memakan telur dadar dengan berbagai macam toping yang di buatkannya.


Raihan hanya mengelap sisa sisa makanan di dagu dan sudut bibir alana..


''Laper banget yah sayang?? sampe lahap gitu makannya, pelan yah nanti tersedak loh. ''


ucap raihan dan alana hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan alana langsung menuju kamar dan membersihkan mulutnya, raihan langsung merapihkan bekas makan alana dan masak raihan.


Setelah selesai di dapur raihan segera menuju kamarnya dan alana sedang meminum obat sebelum tidur.


Raihan langsung merebahkan tubuhnya dan alana pun ikut merebahkan tubuhnya, tak lama merebahkan tubuh, raihan dan alana tertidur pulas.


Tiga bulan kemudian....


Di kediaman keluarga raihan sangat ramai, karena acara empat bulanan kehamilan alana di adakan di rumah mamahnya raihan, perut alana sudah membuncit saat ini karena usia kandungan alana sudah empat bulan, alana semakin bulat karena alana tidak membatasi makanannya.


Raihan dan alana duduk berdampingan di acara, keluarga alana semuanya hadir dan membuat acara syukuran semakin lengkap.


''Kak, kaki aku pegal loh, boleh selonjoran gak?? ''


ucap alana dan raihan langsung meluruakan kaki alana agar nyaman dan alana langsung tersenyum senang.


Dua jam kemudian acara selesai dan rumah mamahnya raihan perlahan mulai kosong dan tinggal keluarga inti yang berkumpul.


Alana saat ini sedang memakan lontong kari yang di siapkan oleh mamahnya raihan, raihan makan satu piring berdua dengan alana, karena alana ingin di suapi.


''Rey, tambah lagi lontong dan kuah karinya, itu sudah mau habis loh. ''


ucap mamahnya raihan dan raihan mengangguk.


''Selesai ini habis baru nambah lagi mamah. ''


ucap raihan dan mamahnya mengangguk.


''Gak mau nambah lagi perut lana kenyang, kakak ajah yah nambah buat di makan kakak sendiri. ''


ucap alana dan raihan mengiyakannya dan gak protes lagi.


Seluruh keluarga alana pamit setelah selesai acara dan menikmati jamuan makan nya, alana dan raihan menginap karena ini hari sabtu dan seperti biasa akan menginap.


''Anak kamu kayanya cowok deh rey, terlihat dari perutnya alana soalnya. ''


ucap mamahnya raihan saat alana pamit menuju kamar mandi.


''Raihan gak akan mematok anak nya cewek atau cowok, yang penting sempurna, lahirannya selamat dua duanya mamah, itu sudah cukup. ''


''Bagus kalau gitu, pokonya mau cewek atau cowok harus di syukuri yah. ''

__ADS_1


ucap mamahnya raihan dan raihan langsung membantu merapihkan karper karpetnya, sedangkan alana saat ini sedang menuju tempat kost lama nya karena meta dan asti sesudah ikut acara empat bulanan langsung menuju kosan lamanya.


Di kosan saat ini begitu ramai karena teman lama semua mengobrol dan menerima bingkisan dari ibu kost.


''Gak nyangka ucapan si ibu kost terjawab, pengen jadiin alana mantu dan benar kan jadi mantunya juga. ''


ucap teman kost alana dan alana hanya tersenyum.


''Anak ibu kost kan ganteng dan dokter lagi, beruntung kamu lana mendapatkannya. ''


''Dia yang beruntung dapatin aku, kamu ma kebalik ajah kalau bicara. ''


protes alana dan membuat meta tertawa.


''Di iyain ajah, nanti bumilnya nangis loh. ''


ucap meta dan alana langsung cemberut.


''Di kosan ini banyak kenangan lama yah, aku ingat dulu kalau pagi pagi suka ramai untuk nyari sarapan dan malam nyari nasi goreng, masa masa yang gak pernah bisa di lupakan. ''


ucap alana dan semua mengangguk.


''Benar lana, kadang sih jadi ingin kembali di masa itu lagi tapi gak mungkin. ''


ucap meta dan asti hanya diam menatap sekelilingnya.


ucap raihan yang menyusul alana ke kosan mamahnya karena alana sedang mengobrol dengan teman laki laki kebanyakannya dan membuat raihan cemburu.


Alana langsung pamit pada semua, asti dan meta pun pamit pulang.


''Lagi seru loh kak, kenapa di susulin segala?? ''


ucap alana dan raihan merangkul pinggang alana.


''Karena gak baik kamu kumpul kumpul sama cowok gitu, banyak lagi cowoknya. ''


''Kakak aneh deh, dulu saat lana kost malah setiap hari berkumpul gitu sambil makan. ''


''Itu dulu yah dan sekarang beda loh sayang, udah nurut ajah jangan protes dengan suami kamu ini. ''


ucap raihan sambil membawa alana masuk kedalam kamarnya.


Alana duduk di sofa dan menerima obat yang di berikan oleh raihan dan alana meminumnya.


''Nanti senin kita USG yah, biar tau babby di dalam perut kamu ini, soalnya sudah empat bulan dan sudah sempurna semuanya. ''


ucap raihan dan alana mengangguk.


''Sayang, memang kamu dulu gak pernah ketemu kakak yah saat kamu kost di kosan mamah?? ''

__ADS_1


ucap raihan sambil duduk di samping alana.


''Gak pernah, tapi kalau foto kakak yang di ruang tamu pernah lihat kan lana kalau bayar kost suka kesini ke rumah mamah, malah kalau lana masak makanan besar pasti lana kirim ke mamah, lana juga kost hanya enam bulan karena jati diri keluarga ketahuan dan lana langsung kuliah di autralia saat itu. ''


ucap alana dan raihan mengangguk.


''Dulu kakak pernah pulang dan mamah memberikan kakak makanan yang di berikan anak kost, kakak langsung makan dan rasanya enak, kayanya itu makanan dari kamu deh sayang. ''


''Iya mungkin, kan lana gak tau juga sih kak, emang cuma lana yang ngasih makanan ke mamah waktu itu, kan masih banyak yang kasih. ''


''Cuma satu gak ada lagi kata mamah dan itu masakan kamu loh. ''


''Dasar jodoh yah, sekarang aku jadi menantu ibu kost kak, pertamana sih gak sangka bisa jadi menantu ibu kost, karena lana kira kakak bukan anaknya ibu kost, galuh malah gak kasih tahu, padahal galuh tahu semuanya dan malah menutupinya. ''


''Kakak juga baru tau pas kamu bagi bagi mie ayam, kakak syok juga dan bahagia, karena mamah emang pengen kamu jadi mantunya. ''


ucap raihan dan Alana tersenyum.


''Kak, kakak gak menyesal gitu melepas gelar dokter dan ikut gabung di perusahaan, gak terpaksa kan?? ''


ucap alana dan raihan tersenyum.


''Semua emang sudah keputusan kakak, gak menyesal, gak dengan keterpaksaan, kakak sebelum jadi dokter emang udah di perusahaan saat di semarang, setelah pindah ke kota ini, baru deh jadi dokter. ''


ucap raihan sambil memegang tangan alana dan tersenyum.


''Lana juga pernah di ajak ke perusahaan tapi gak mau, lana lebih suka di dunia kuliner. ''


''Kalau bisa saat babby sudah lahir, kamu jangan fokus ke cafe yah, fokus ke babby dan kakak. ''


ucap raihan dan alana memanyunkan bibirnya.


Raihan langsung mencium bibir alana dan raihan tersenyum setelahnya karena alana semakin cemberut.


.


.


.



.


.


.


..........

__ADS_1


__ADS_2