Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 21


__ADS_3

Alana berjalan mengikuti riyan menuju kedalam perusahaan, sepanjang jalan menuju ruangan alana tak henti hentinya berdecak kagum dengan isi di dalam perusahaan yang begitu mewah.


Riyan mengetuk sebuah pintu bertuliskan presdir dan langsung membuka pintunya setelah mendengar suara mempersilahkannya masuk.


''Ayo masuk, malahan melamun di luar, norak sekali yah kamu. '' ucap riyan saat alana masih berdiri mematung di luar ruangan dan membuat riyan kembali menghampirinya.


''Dasar laki laki jutek. '' gerutu alana.


''Selamat siang tuan, saya alana dari cafe dan resto ARLA, mau mengantarkan makan siang. '' ucap alana saat seorang yang di panggil opah oleh riyan menghampirinya.


''Terimakasih alana, karena kamu menyempatkan untuk datang dan mengantarkan langsung makanan untuk saya kesini, silahkan duduk yah. '' jawab opah noto dan alana mengangguk.


Alana langsung menghidangkan makanannya di meja saat opah noti dan riyan duduk.


''Silahkan di nikmati hidangan nya tuan, semoga makanannya pas dengan selera tuan. '' ucap alana setelah selesai menata makanannya.


''Jangan panggil saya tuan, panggil saya opah noto, seperti riyan memanggil saya. '' ucap opah noto dan alana langsung kaget.


''Jawab iya ajah alana dan jangan menolak, itu akan membuat kamu rugi dan menyesal. '' ucap riyan mengancam karena ekspresi alana yang membuatnya kesal.


''Riyan jaga bicara kamu, ayo alana duduk dan sekalian ikut makan yah. '' ucap opah noto yang tak terima riyan memarahi alana.


''Saya sudah makan tu, ehh.... maksud saya opah noto, silahkan dinikmati makanannya. '' ucap alana yang hampir menyebutkan nama tuan namun berhasil riyan cegah dengan riyan melototinya.


''Dasar laki laki gila, bisanya hanya melototkan matanya sajah, andai punya kekuatan dan berani udah aku congkel tuh mata. '' gumam alana dalam hatinya.


''Ayo kita makan sama sama, kenapa malah melamun alana, biarkan riyan begitu nanti opah akan cabut investasinya. '' ucap opah noto dan berhasil membuat riyan menghela nafasnya.


''Alana sudah makan opah, opah sama tuan riyan ajah yang makan, oh iya, boleh kah alana berkeliling di gedung ini?? '' ucap alana.


''Boleh, tapi hati hati kesasar yah dan kamu harus kembali keruangan ini satu jam lagi dari sekarang. '' jawab opah noto dan alana langsung senang.


Alana langsung pamit dan keluar ruangan opah noto, alana mulai berjalan menyusuri lorong.


''Megah sekali yah perusahaan ini, bergerak di bidang apa yah?? '' ucap alana sambil celingukan.


''Itu bukan kak triyan, kok bisa ada disini yah. '' ucap alana saat melihat triyan sedang berjalan.


alana langsung berlari kecil dan menyusul triyan.


''Kak triyaaan.....'' ucap alana saat sudah dekat dengan triyan.


Triyan langsung membalikan tubuhnya dan kaget saat melihat alana ada dihadapannya dan tersenyum riang menyapanya, triyan langsung membalas senyumnya dan menghampiri alana.


''Kamu lagi apa disini alana?? '' tanya triyan.


''Lana lagi anterin makan siang buat opahnya si laki laki arogan kakak, lana gak tahan sama pelototan matanya, makanya lana jalan jalan keluar ruangan ajah, kakak sendiri lagi apa disini?? '' ucap alana.

__ADS_1


''Kaka baru selesai meeting dan mau ke tempat produksi, kamu mau ikut dengan kakak?? '' ucap triyan.


''Boleh emangnya kalau alana ikut?? '' tanya alana.


''Boleh dong, siapa yang melarang kamu berkeliling, saya akan langsung pecat. '' jawab triyan sambil tersenyum dan alana langsung tertawa.


''Kakak ini bisa ajah, ayo kita keliling kak. '' ucap alana mengajak triyan dengan semangat dan triyan langsung di gandeng oleh alana.


''Kamu adalah pewaris perusahaan ini alana, gak akan ada seorang pun yang berani melarang kamu. '' gumam triyan dalam hatinya sambil berjalan digandeng alana.


Alana di ajak keliling semua divisi dan berkeliking di divisi produksi juga, alana hanya tersenyum.


''Sayang alana sekolahnya tata boga, bukan masalah perusahaan, alana gak ngerti masalah kerjaan di hadapan alana saat ini. '' ucap alana dan triyan langsung mengacak rambut alana.


''Rusak rambut aku kakak, aku gak bawa topi lagi. '' ucap alana sambil cemberut.


''Kamu lucu alana, makanya saya gemas sama kamu, kamu cocoknya sama om teguh soalnya, sama sama satu jurusan. '' ucap triyan.


''Jurusan apa, kaya angot ajah ada jurusan. '' ucap alana.


''Maksudnya sama sama satu tipe, suka masak dan gemar dengan masakan alias tata boga. '' ucap triyan dan alana tersenyum.


''Iya lah, kalau pak teguh ambil jurusan militer pasti udah jadi tentara, kakak ini aneh. '' ucap alana.


''Tapi om teguh punya perusahaan juga, bergerak di bidang alat alat konstruksi. '' ucap triyan.


''Benarkah?? '' tanya alana.


''Lana aneh deh, pak teguh masih muda tapi kenapa di panggil om, kakak sama si tuan arogan sama sama memanggilnya om, emang kalian keponakannya pak teguh yah?? '' ucap alana dan triyan langsung mengerutkan dahinya.


''Maksud aku itu tuan riyan. '' ucap alana kembali dan membuat triyan tertawa.


''Si riyan emang rese yah, kamu sampai panggil tuan arogan ke dia. '' ucap triyan sambil tertawa.


''Stop kak, gak ada yang lucu, dia kan pria aneh yang suka marah marah dan itu namanya arogan. '' ucap alana kesal..


''Sudah sudah, kita ke ruangan opah noto yah alana, nanti dia marah karena kamu terlalu lama jalan jalan berkelilingnya. '' ucap triyan dan alana mengangguk.


Triyan langsung membawa alana kembali ke ruangan opah noto.


''Siang opah.....'' ucap triyan saat masuk keruangan opah noto dan membuat riyan dan opah noto mengerutkan dahinya, karena triyan formal.


''Sudah kenyang kelilingnya?? '' tanya opah noto.


''Sudah opah, makasih udah ijinkan alana keliling dan kak triyan ngajakin alana, makanya alana gak nyasar. '' jawab alana dan opah noto langsung tersenyum.


''Duduk dulu, opah mau kasih keritikan untuk makan siang dan minumannya juga. '' ucap opah noto sambil menepuk sofa kosong di sampingnya.

__ADS_1


Triyan langsung menuntun alana dan mendudukannya di samping opah noto, alana gak menolak dan mengikuti triyan.


''Makanannya sangat enak dan pas, minumannya juga sangat segar sekali, kamu belajar masak dan membuat minuman dari mana?? '' ucap opah noto.


''Lana belajar masak dari ibu dan bikin minuman juga dari ibu, tapi ibu bilang rahasia membuat minuman ini dari ayah dan ibu mengajarkannya ke alana, karena galuh kurang pintar memasak, mungkin karena dia cowok jadi gak suka masak, ibu juga bilang saat awal pernikahan dengan ayah, mereka berdua kompak membuat sebuah warung makan dan minum, tapi setelah empat tahun mereka membuka warung makan, alana lahir dan ayah mulai sakit sakitan, ibu terpaksa kerja di sebuah kantor dan alana di asuh ayah di rumah, lana tiap hari di ajarkan membuat berbagai macam minuman kata ibu, tapi alana lupa, jadinya ibunya alana yang mengajarkan semua tehnik memasak dan membuat minuman. '' jawab alana.


''Ternyata hidup kamu begitu sulit jordi, andai dulu gak mendengarkan ibu kamu, mungkin kalian akan hidup dengan kemewahan. '' gumam opah noto dalam hatinya.


''Opah kok melamun, gak baik buat kesehatan jantung opah kalau banyak melamun. '' ucap alana.


''Kamu itu ngedoain opah noto sakit jantung yah, ngavo kalau bicara. '' ucap riyan dan membuat opah noto menepuk pahanya riyan.


''Pelankan suara kamu ke alana, mau opah cabut investasinya?? '' ucap opah noto dengan nada marah dan triyan hanya tersenyum melihatnya.


''Kasian kamu, sekarang lana ada yang membela. '' ucap alana dan riyan langsung geram.


''Pulang sendiri kamu ke cafe, saya gak akan mengantarkan kamu. '' ucap riyan.


''Opah yang akan antarkan alana dan kamu gak usah repot repot. '' ucap opah noto dan alana langsung senang karena dia ada yang membela.


''Kalau riyan memarahi kamu atau macam macam ke kamu alana, bilang ke opah dan nanti opah yang kasih pelajaran. '' ucap opah noto.


''Siap opah, gara gara tuan riyan opah, alana jadi koki dan sekarang jadi super sibuk, padahal kerja di cafe pak teguh enaknya kerja jadi pelayan dan pramusaji, sekarang harus panas panasan di dapur. '' ucap alana.


''Yasudah kamu keluar dari cafe dan kerja di perusahaan opah yah. '' ucap opah noto.


''Gak mau, lana sukanya di cafe kalau lana kerja disini, gak nyambung sama keahlian, lana kan sekolah tata boga bukan bisnis manajemen. '' jawab alana.


''Kan alana bisa belajar dulu baru kerja disini. '' ucap opah noto dan alana menolaknya.


''Alana pamit ke cafe lagi yah opah, makasih untuk pujian masakannya. '' ucap alana.


''Biar opah yang antar kamu ke cafenya teguh. '' ucap opah noto dan alana langsung senang.


''Syukurlah, setidaknya gak perlu ngeluarin uang buat ongkos. '' gumam alana dalam hatinya.


Alana langsung pamit pada triyan namun tidak pada riyan karena alana masih kesal dengan dia.


.


.



.


.

__ADS_1


.


...........


__ADS_2