
Setelah selesai makan siang bersama keluarganya, alana langsung di antarkan pulang oleh galuh, karena raihan harus kembali ke rumah sakit untuk menangani pasiennya.
''Langsung pulang yah jangan kemana kemana dulu, ngerti kan sayang?? ''
ucap raihan saat mengantarkan alana menuju mobil galuh.
''Kamu jangan khawatirkan alana, opah yang akan menjaganya. ''
ucap opah noto saat menghampiri mobil.
''Iya opah, raihan titip istrinya raihan yah, kalau nakal jewer ajah. ''
ucap raihan dan alana cemberut.
Opah noto masuk kedalam mobil karena galuh sudah masuk terlebih dahulu, alana masuk kedalam mobil dan raihan menutup pintunya.
Tak lama setelah mobil galuh tak terlihat, raihan segera masuk mobil dan menuju rumah sakit untuk memeriksa pasien yang di tanganinya dan salah satunya adalah teguh.
Hanya butuh waktu lima menit raihan sudah sampai di rumah sakit dan raihan bersiap menuju ruangan ruangan pasiennya.
Raihan dengan telaten memeriksa semua pasien yang di tanganinya dan yang terahir di tangani adalah teguh, raihan masuk kedalam ruangan rawat teguh, saat ini keadaan teguh sudah stabil saat raihan memeriksanya.
''Gimana keadaan suami saya dokter?? ''
tanya istri nya teguh setelah raihan selesai memeriksanya.
''Keadaannya sudah membaik, kita tunggu dua hari ke depan kalau semua baik, tuan teguh di perbolehkan untuk pulang, dengan catatan luka di kepalanya jangan di buka selama satu minggu, nanti saat kontrol baru di lepas dan di ganti di rumah sakit. ''
jawab raihan dengan keramahannya dan istrinya teguh mengangguk, sedangkan teguh hanya diam dan tidak bersuara.
Raihan langsung keluar ruangan teguh dan kembali keruangannya, karena pemeriksaan teguh itu, pemeriksaan terahir raihan hari ini dan raihan akan menuju pulang.
Di ruang rawat teguh saat ini.....
Istrinya teguh dengan setia merawat teguh, memang tidak ada penolakan dari teguh, namun teguh hanya diam dan tidak mau berbicara, bahkan di tanya pun tidak menjawab.
''mas teguh, emangnya kamu gak cape kalau pernikahan kita seperti ini terus, aku sabar menunggu kamu selama ini mas, buka hati kamu buat aku istri sah kamu mas, alana adalah saudari kamu dan keturunan diningrat, semua mustahil kalau kamu ingin memiliki alana saat ini mas, alana juga sudah menikah kan dan bahagia dengan suaminya. ''
''Jangan campuri urusan saya, kamu fokus sajah menjadi istri yang baik. ''
ucap teguh dan membuat istrinya menghela nafas.
''Baik kalau kamu mau nya begitu mas, tapi ingatlah mas suatu saat akan ada masa dimana, orang yang ada di samping kamu akan pergi dari sisi kamu kalau kamu bersikap egois mas. ''
ucap istri nya teguh sambil keluar dari ruangan teguh.
Istrinya teguh menangis sesegukan merasakan sakit di hatinya, ingin sekali meninggalkan galuh namun dia bertahan demi keluarganya.
Di kediaman diningrat saat ini....
__ADS_1
Alana langsung berlari dan masuk ke kamar mandi di dekat dapur, alana memuntahkan semua isi perutnya, galuh terus memijat pundak alana dan galuh meminta bibi membuatkan teh hangat.
''Ayo kita ke ruang keluarga, biar kakak bisa duduk dan minum teh hangat yah. ''
ucap galuh dan alana mengangguk.
Alana langsung duduk dan merebahkan kepalanya di sandaran sofa, dia merasakan perutnya mual saat turun dari mobil.
''Galuh, tolong ambilkan obat di dekat ranjang di dalam kamar kakak yah, kakak lupa gak minum obat siang ini, makanya mual dan muntah. ''
ucap alana dan galuh langsung mengangguk dan menuju kamarnya alana.
Alana saat ini begitu lemas dan perutnya kembali mual, alana langsung menuju kamar mandi kembali dan opah noto yang membantunya.
''Opah telphone raihan yah supaya cepat pulang, kamu muntah muntah gini soalnya, bahaya sayang. ''
ucap opah noto dengan nada khawatirnya dan alana menggelengkan kepalanya.
Galuh langsung ke kamar mandi lagi dan melihat kakaknya pucat dan lemas, galuh langsung menggendong alana menuju sofa dan tubuh alana di rebahkan di sofa.
''Minum dulu teh hangatnya biar mulutnya gak pahit kak, ayo galuh bantu. ''
ucap galuh sambil mengangkat kepala alana dan alana menurut.
Omah ajeng datang dan kaget melihat wajah alana yang pucat, omah ajeng langsung menghampiri dan panik.
''Galuh siapkan mobil, kita bawa alana ke rumah sakit, lihat wajah alana sangat pucat. ''
Opah noto saat ini sibuk mrnghubungi raihan dan memintanya cepat pulang dan raihan langsung patuh untuk segera pulang.
Dengan telaten galuh memberikan obat untuk di minum alana, alana pun meminumnya.
''Pindahkan ke kamar ajah biar nyaman galuh tidurnya. ''
ucap opah noto dan alana menggelengkan kepalanya.
''Galuh bantu ke kamar mandi, perut kakak mual lagi tapi kaki kakak lemas sekali. ''
Ucap alana dan galuh langsung menggendong alana menuju kamar mandi.
Galuh memegang tubuh alana dan omah ajeng memijat punggung alana agar merasa lebih baik dan nyaman.
Setelah alana memuntahkan kembali isi perutnya, alana benar benar terkulai lemas dan hampir pingsan, galuh menggendong kembali alana dan menidurkannya di sofa.
Raihan datang dan langsung menghampiri alana, raihan tersentak kaget melihat tubuh lemas alana dan wajah yang pucat.
''Sayang, kamu baik baik ajah kan?? ''
ucap raihan sambil memeriksa keadaan alana saat ini.
__ADS_1
''Kakak itu malah nanya baik baik ajah, lihat kak alana muntah muntah udah tiga kali, wajahnya sudah pucat dan tubuhnya gak ada tenaga, masih nanya baik baik ajah, bukannya cepat tangani. ''
ucap kesal galuh dan omah ajeng menenangkannya, sedangkan raihan hanya bisa diam dan mengecek keadaan alana.
Raihan merasakan kembali ada hentakan dari perut alana dan langsung membawanya ke kamar mandi, alana kembali memuntahkan isi perutnya dan saat ini cairan bening bercampur kuning yang keluar.
Raihan mengelap mulut alana setelah membasuhnya dengan air, alana langsung di gendong dan di bawa menuju kamar karena saat ini alana pingsan.
Galuh, omah ajeng dan opah noto langsung mengikuti raihan ke kamarnya.
''Alana lupa meminum obatnya yah?? ''
ucap raihan sambil memeriksa denyut nadinya.
''Tadi alana bilang gitu rey, tapi sudah di minum obatnya setelah dua kali muntah tadi. ''
jawab opah noto dan raihan mengangguk.
Omah ajeng mengoleskan minyak aromatherapy di sekitar kening dan hidung alana, galuh begitu khawatir dan duduk di samping kakanya yang pingsan, sedangkan raihan saat ini sedang menyiapkan obat untuk di minum alana ketika sadar.
''Alana pingsan karena kelelahan, tapi sebentar lagi siuman kok, jangan khawatir yah galuh. ''
ucap raihan sambil menepuk bahu galuh dan galuh hanya diam tanpa menjawabnya.
Beberapa menit kemudian alana sadar dan raihan menghampirinya, denyut nadi alana kembali stabil dan raihan langsung memberikan obat untuk di minum alana.
''Kedepannya, jangan sampai lupa minum obat yah sayang, kehamilan kamu akan sulit nantinya, sebenarnya karena obat itu kamu bisa makan banyak dan gak merasakan mual dan muntah. ''
ucap raihan dan alana mengangguk.
Alana langsung menangis dan raihan langsung membawa kedalam pelukannya.
Omah ajeng, opah noto dan galuh meninggalkan kamar alana dan kembali ke ruang keluarga, raihan terus memeluk alana dan menenangkannya.
''Sssttt....jangan nangis terus sayang, nanti dede di dalam perutnya jadi cengeng loh. ''
ucap raihan sambil mengelus kepala alana, alana saat ini hanya sesegukan di dadanya raihan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
................................