
Tiga puluh menit alana melihat triyan dan suster melakukan tindakan pada laki laki itu dan semua selesai dan laki laki itu membuka matanya dan kaget melihat dokter triyan, suster dan saat melihat alana dia kaget alana melambaikan tangannya dan tersenyum.
''Dokter raihan baik baik ajah atau merasakan sesuatu yang aneh?? ''
ucap triyan saat laki laki itu terdiam.
''Kenapa saya ada disini dan apa yang terjadi?? ''
ucap raihan dan triyan langsung berbalik melirik alana.
''Kamu tanya ke alana ajah kenapa bisa ada disini. ''
ucap triyan dan alana langsung protes.
''Kakak kenapa aku sih, dia yang mengalami kenapa jadi nanya ke aku. ''
''Kan kamu yang tadi ngeu gep dokter raihan dengan suster amira. ''
ucap triyan sambil tersenyum dan alana memanyunkan bibirnya.
''Begini dokter raihan, kamu di kasih obat penenang oleh suster amira dan suster itu melakukan hal di luar nalar mungkin ke anda, alana melihatnya dan mendobrak pintunya. ''
ucap triyan dan alana langsung protes tak terima dengan ucapan triyan.
''Stop kakak, bukan mendobrak tapi membuka pintunya, enak ajah bilang dobrak. ''
''Makasih dokter triyan, suster dan mba alana karena sudah membantu saya. ''
ucap raihan dan semua mengangguk.
''Lebih baik dokter raihan pulang ajah dan memulihkan kondisi nya, biar nanti dokter lain yang akan menggantikan anda. ''
ucap triyan dan dokter raihan mengangguk setuju.
Triyan langsung pamit dan membawa alana menuju pulang karena obat sudah di dapatkan untuk omah ajeng.
Di dalam mobil saat ini hanya ada kesunyian, alana hanya diam dan triyan memberanikan diri untuk bertanya.
''Kamu tadi melihat adegan apa ajah alana?? ''
tanya triyan saat alana hanya diam dan tidak berbicara seperti biasa.
''Alana aneh dengan dokter itu kak, bisa yah kena tipu daya wanita, tadi alana tuh kaget saat si cewe duduk di pangkuan dan dokter itu di berikan buah dada nya, si cewenya malah desah desah gitu, pokonya jiji banget kakak, ada yah wanita begitu. ''
ucap alana dan triyan langsung tertawa.
''Kakak kenapa malah ngetawain aku sih, nyebelin banget deh, aku aduin omah loh. ''
ucap alana cemberut dan triyan mengacak rambut alana.
''Dikit dikit ngadu, kakak cuma kaget ajah loh, pasti kamu dongkol banget tuh saat melihat adegan di luar nalar itu, pasti itu. ''
ucap triyan sambil tertawa dan alana memukul lengan triyan dan kesal.
Tak lama mobil sampai di rumah omah ajeng dan alana langsung masuk dan kesal dengan triyan, alana tidak mendengarkan panggilan triyan dan langsung masuk.
''Sayang, kamu kenapa kesal begitu wajahnya??. ''
ucap omah ajeng saat alana masuk kedalam rumah dalam keadaan wajah yang terlihat kesal dan kusut.
Triyan masuk dan tersenyum saat melihat alana kesal, omah ajeng langsung memanggil triyan dan menanyakan ada apa dengan alana.
''Omah tau gak, alana habis melihat live adegan di luar nalar. ''
ucap triyan sambil tertawa dan membuat alana memukul lengan triyan karena kesal.
''Omah kak triyan bikin aku dongkol ajah, itu kan gak sengaja dan aku menyelamatkan kehormatan seorang laki laki yang sedang diperkosa sama wanita yang sangat agresif. ''
ucap alana dan omah ajeng mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti.
''Gini omah, ada dokter spesialis bedah dan kandungan baru di rumah sakit, dia laki laki yang benar benar baik banget dan sangat menghormati wanita, dia ganteng banget omah dan di sukai banyak suster juga dokter wanita, kasihan banget dia di jebak dan di paksa melakukan hal vulgar dengan memberikan obat yang membuat dia gak sadar, alana malah melihat adegan itu dan mendobrak pintunya. ''
ucap triyan menjelaskannya dan alana langsung protes.
''Bukan dobrak kakak, alana membuka pintunya karena memang terbuka sedikit tadi tuh. ''
''Alana gak di jahatin wanita itu kan?? ''
tanya omah ajeng dan alana langsung diam.
__ADS_1
''Alana di dorong kasar sama dia dan triyan tepat waktu datangnya dan membuat alana gak jatuh. ''
ucap triyan dan omah langsung kesal dan marah.
''Pecat wanita gila itu, seenaknya banget jahatin cucu omah, lihat omah ada yang luka gak?? ''
ucap omah marah dan langsung memeriksa keadaan alana.
''Alana baik baik ajah omah, tadi ada kak triyan yang menangkap alana saat di dorong wanita itu. ''
jawab alana dan omah mengangguk lega mendengarnya.
''Kalian berdua istirahat yah, ini sudah malam dan jangan banyak mengobrol lagi. ''
ucap omah ajeng dan alana langsung pamit menuju kamar yang di sediakan oleh omah ajeng lengkap dengan pakaian nya.
Triyan membawa omah ajeng ke kamar dan memberikan obat untuk di minum omah ajeng, setelah selesai triyan baru menuju kamarnya.
''Triyan, kamu sudah membawa obatnya?? ''
tanya opah noto saat triyan keluar dari kamar omah ajeng.
''Sudah opah dan omah juga udah istirahat, opah jangn malam tidurnya dan cepat istirahat. ''
ucap triyan dan opah noto langsung masuk menuju kamarnya.
Di sebuah rumah yang tidak terlalu mewah, dokter raihan memasuki rumahnya.
''Loh raihan kamu kok pulang lagi, bukan nya kamu kebagian piket malam?? ''
ucap seorang ibu yang kaget melihat anaknya pulang kembali setelah dua jam.
''Raihan tadi ada masalah sedikit mamah, jadinya di bolehkan buat pulang dan ada yang menggantikan raihan juga di rumah sakit. ''
''Yasudah kamu istirahat yah, biar besok tubuh kamu juga jadi fresh. ''
ucap si ibu dan raihan langsung menuju kamarnya.
Di dalam kamar raihan terus kefikiran wanita yang melambaikan tangannya dan tersenyum kepadanya, wanita yang sama dia temui di cafe dan raihan langsung tersenyum mengingat kejadian saat wanita itu tersenyum dan wanita itu kesal.
''Apa wanita itu adiknya dokter triyan atau dia istrinya dokter triyan gitu?? ''
ucap raihan sambil merebahkan tubuhnya dan tak lama dia tertidur.
Pagi hari menjelang......
Alana masih betah dengan selimbutnya, dia benar benar sangat lambat dalam hal bangun pagi, omah dan opah gak mempermasalahkannya, karena alana adalah cucu yang paling disayanginya.
''Tumben belum ada keributan omah. ''
ucap triyan yang menghampiri meja makan dengan style kerja nya.
''Yang buat keributan masih bobo nyenyak, ayo kamu sarapan dulu sebelum pergi ke rumah sakit. ''
jawab opah noto dan triyan langsung memakan sarapannya.
''Rumah ini jadi hangat karena ada alana dan rumah ini jadi hidup sekarang. ''
ucap omah ajeng sambil tersenyum senang.
''Udah makan makanannya dan jangan mengobrol. ''
ucap opah noto dan membuat omah ajeng juga triyan langsung memakan makanannya.
Alana membuka matanya dan kaget saat melihat jam sudah pukul tujuh, alana langsung masuk kedalam kamar mandi dan langsung menggosok giginya tanpa mandi.
''Pagi semuanya......''
ucap alana saat menghampiri meja makan dan tersenyum sumringah, opah noto sampai geleng geleng kepala melihat cucunya.
''Anak gadis kenapa baru bangun jam segini??, belum mandi lagi. ''
ucap triyan protes melihat alana.
''Ayo sayang sini gabung sarapan pagi. ''
ucap opah noto dan membuat semua kaget alana langsung duduk di samping opah noto.
''Makan jangan ada yang protes. ''
__ADS_1
ucap opah noto dan semua langsung makan termasuk alana.
Omah ajeng senang melihat alana dan melihat suaminya yang sekarang berubah karena cucunya alana.
Selesai sarapan semuanya, triyan pamit terlebih dahulu dan saat menghampiri alana, triyan menjepit dan menarik hidung alana dan membuat alana menjerit.
''Triyaaan, kamu iseng sekali. ''
ucap omah ajeng saat alana menjerit dan mengusap hidung alana.
''Omah kalau hidung alana copot gimana?? ''
ucap alana dan omah langsung tersenyum.
''Mana ada hidung copot, kamu itu ngarang ajah yah sayang. ''
ucap opah noto sambil tersenyum.
''Kamu mandi jangan lupa dan hati hati nanti saat ke cafe yah, opah pamit sayang. ''
ucap opah noto dan alana mengangguk dan mencium tangan opah noto.
Alana masuk kembali dan duduk di samping omah ajeng, omah ajeng senang melihat alana yang ceria, cerewet dan manja tapi alana juga sangat dewasa.
''Ibu kamu bilang loh ke omah agar kamu cepat menikah dan menemukan pendamping. ''
ucap omah ajeng dan alana langsung memanyunkan bibirnya.
''Omah jangan ikutin permintaan ibu, alana belum mau menikah dulu. ''
''Kenapa, apa kamu masih mencintai teguh?? ''
''Gak omah, alana udah melupakan rasa itu pada mas teguh, sekarang alana lagi fokus ke cafe ajah. ''
ucap alana dengan datar dan omah ajeng lega mendengarnya.
''Sana mandi, masa anak gadis belum mandi, tau gak sayang, opah paling gak suka kalau ada yang makan memakai piyama tidur dan belum mandi, tapi tadi opah gak marah sama kamu, itu artinya opah sangat menyayangi kamu sayang. ''
ucap omah ajeng dan alana mengangguk lalu tersenyum, alana langsung menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap menuju cafe.
Di cafe saat ini......
Meta sudah menggantikan posisi kasir lamanya dengan kasir yang lain dan kasir lama di posisikan di meja umum.
Cafe di buka tepat pukul sepuluh pagi dan seperti biasa langsung ramai, alana belum sampai dan membuat meta resah, karena saat ini pelamar sudah banyak tapi alana belum sampai, live musik sudah siap tinggal menunggu orang yang akan live nya.
''Permisi saya mau bertanya, alana sudah datang atau belum yah?? ''
ucap seorang pria yang menghampiri meta dan meta langsung kaget.
''Mas ini siapa, ada perlu apa mencari alana?? ''
''Saya raihan dan saya mau bertemu dengan alana, bisa panggilkan sebentar. ''
''Maaf mas raihan, alana belum datang kalau memang penting silahkan tunggu sajah. ''
ucap meta dan raihan langsung diam dan memikirkan sesuatu.
''Bagaimana kalau saya meminta nomer telphone alana, biar saya yang menghubunginya. ''
ucap raihan dan meta langsung terdiam karena dia juga bingung harus bagaiman.
''Gini mas, bukan saya gak mau memberikan nomernya alana, lebih baik mas sendiri yang meminta, silahkan mas tinggalkan nomer telphone mas ajah, biar nanti saya sampaikan ke alana. ''
ucap meta dan raihan langsung menuliskan nomernya dan dia menitipkan pada meta, raihan langsung pamit dan keluar dari cafe nya.
''Siapa laki laki itu yah, bukannya dia yang kemarin di buatkan makanan oleh alana yah, bodo amat deh. ''
gumam meta saat raihan sudah pergi dan meta kembali ke kerjaannya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
..............