Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 39


__ADS_3

Di ruang tamu saat ini......


Alana sudah tertidur pulas dan saat galuh dan ibunya keluar dari ruangan kerja, kaget melihat alana sudah pulas.


''Kamu harus dukung apapun kemauan alana, selagi masuk akal dan bisa kita kontrol. ''


ucap ibunya alana saat galuh menghampiri ke sofa untuk menggendong alana ke kamarnya.


''Iya ibu, galuh akan mendukungnya, kak alana seperti ibu kedua untuk galuh. ''


''Bagus lah, kamu pindahkan alana ke kamarnya yah, ibu mau istirahat dan kamu juga istirahat. ''


''siap bu, yaudah galuh ke kamar kakak dulu. ''


ucap galuh sambil menggendong alana menuju kamarnya dan ibu rani langsung menuju kamarnya.


Galuh dengan perlahan merebahkan tubuh alana dan menyelimutinya.


''Galuh sayang kakak, galuh akan menjaga kakak dari siapapun yang jahatin kakak, selamat tidur. ''


gumam galuh dalam hatinya setelah menyelimuti kakaknya dan segera keluar kamar untuk istirahat di kamarnya.


Galuh saat ini sudah di dalam kamarnya, membersihkan dirinya dan langsung merebahkan tubuhnya dan menatap langit langit kamarnya saat ini.


''Sebenarnya aku juga sama seperti kakak, masih belim bisa menerima kemewahan ini dengan segala fasilitas, tapi kalau aku mundur, kasihan ibu dan kakak nantinya, siapa yang akan melindungi mereka, semoga aku bisa melewati semuanya. ''


ucap galuh dan tak lama dia menutup matanya dan tertidur karena lelah dengan hari ini, galuh di paksa untuk dewasa dan melindungi kedua wanita nya saat ini, namun galuh menjalaninya dengan ikhlas dan akan sangat menikmati setiap prosesnya.


Pagi hari menjelang......


Alana mengerjapkan matanya dan masih belum sadar dimana dia saat ini.


''Ini kamar siapa dan aku lagi dimana?? ''


ucap alana dengan menatap langit langit kamarnya saat ini yang begitu asing untuknya.


Alana langsung duduk dan tersadar kalau dia sedang di rumah ibunya.


''Mending aku mandi terus pulang ke kosan deh, ini udah jam tujuh juga. ''


ucap alana sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi dan bersiap untuk mandi.


Di lantai satu saat ini.....


Ibu rani sedang menatap lukisan mendiang ayahnya dengan dirinya, ayahnya begitu gagah dengan jas di tubuhnya.


''Papah senangkan sekarang, rani sudah pulang dan akan mengelola perusahaan sebelum galuh siap dengan jabatannya, galuh cucunya papah yang tangguh dan sangat cerdas, sedangkan alana cucu papah yang manja dan rapuh, tenang di alam mu papah karena sekarang rani sudah pulang, rani janji akan menjaga kedua anak rani dengan sangat baik, mas jordi sudah meninggal papah, sekarang rani hanya memiliki alana dan galuh sebagai kekuatan rani. ''


ucap ibu rani dengan mata yang berkaca kaca dan menatap lukisan di hadapannya.


''Maaf nyonya, sarapan sudah siap. ''


ucap mba mus dan ibu rani langsung mengangguk dan segera menuju meja makan dan ternyata galuh sedang duduk dan sedang minum teh hangat.


''Alana belum turun juga, apa dia masih tidur yah?? ''


ucap ibu rani saat duduk di kursi meja makan dan hanya ada galuh yang duduk tenang, saat galuh akan menjawabnya, alana menuruni tangga dan menghampiri ke meja makan.

__ADS_1


''Mari kita sarapan, maaf jadi nunggu alana deh. ''


ucap alana dan membuat ibu rani hanya tersenyum dan galuh langsung memakan sarapannya, mereka bertiga seperti biasa makan tanpa berbicara dan fokus dengan makanannya.


''Kakak jadi kembali ke kosan?? ''


ucap galuh memecahkan keheningan karena alana membawa tas selempangnya dan berpakaian rapih.


''Iya galuh, hari ini kakak kerja siang jadi kakak harus ke kosan sekarang. ''


''Kenapa kakak gak berangkat dari sini ajah, jaraknya dekat hanya dua puluh menit loh, kenapa kakak malah mau nya kost?? ''


''Galuh sudah, biarkan kakak kamu menenangkan diri dulu, kakak kamu masih belum bisa menerima semua ini, kamu jangan khawatirkan alana, dia ada yang mengawasi ko, karena ibu gak akan biarkan alana gak ada yang mengawasi. ''


ucap ibu rani menjawab pertanyaan galuh, ibu rani khawatir alana akan ngambeeuk dan pergi dari rumah ini.


Galuh menghembuskan nafasnya dan menerima semua keputusan kakaknya.


''Galuh yang antarkan kakak ke kosan yah, motor galuh udah datang tadi malam, gimana kakak mau?? ''


ucap galuh dan alana langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya.


''Yaudah kalian cepat makannya kalau begitu, ibu akan menyiapkan pakaian kalian dan semua pasilitas untuk kalian, galuh dan alana harus bisa setir mobil yah biar gak kesusahan kalau mau kemana kemana?? ''


ucap ibu rani dan kedua anaknya langsung setuju, galuh dan alana langsung pamit dan ibu rani mengantarkan ke pintu, motor galuh sudah terparkir di depan pintu rumah.


''Ingat sayang, kamu hanya di beri waktu enam hari untuk kerja di cafe, setelah itu pulang dan kelola cafe kamu sendiri yah, kalau kamu masih ingin tinggal di kosan silahkan tapi untuk krja di cafe, ibu gak akan ijinkan lebih dari satu mingggu. ''


ucap ibu rani saat alana memasangkan helm nya dan bersiap untuk naik ke atas motor galuh.


''Iya ibu, alana janji hanya satu minggu ajah dan cafe alana kan akan segera jadi, nanti alana akan fokus ke cafe kok. ''


Ibu rani tidak langsung masuk kedalam rumah, dia menatap sampai galuh dan alana tak terlihat.


''Sepertinya harus segera ganti semua style alana dan galuh. ''


ucap ibu rani dan langsung menghubungi seseorang untuk mengirim semua kebutuhannya.


Ibu rani langsung masuk dan bersiap untuk menuju perusahaannya, karena saat ini akan mengenalkan galuh pada semua nya.


Galuh saat ini telah sampai di depan kosan alana dan galuh langsung ikut masuk kedalam kamar kosan alana.


''Alana.....''


teriak meta dan membuat alana langsung menutup telinganya.


''Kamu itu kak bisa gak lembut sedikit jadi cewek. ''


ucap galuh dan meta ga menghiraukannya, lebih memilih menghampiri alana.


''Kak alana, aku pulang yah dan ingat pesan ibu dan janji kakak yah. ''


ucap galuh dan alana menganggukan kepalanya, galuh langsung pergi.


''Mba rani sama asti belum bangun?? ''


tanya alana saat meta duduk di sebelahnya sambil menatap alana.

__ADS_1


''Mereka lagi beli makanan ke depan, kamu kenapa gak bisa di hubungi dari kemarin?? ''


''Aku lagi ada masalah meta. ''


jawab alana dan membuat meta mengerurkan keningnya dan gak mengerti dengan masalah alana.


''Masalah apa emangnya alana?? ''


''Aku sama mas teguh usah berahir meta. ''


jawab alana dan meta langsung melototkan matanya gak percaya.


''Mata kamu itu awas loncat meta. ''


''enak ajah lompat, mata aku kan punya tempat alana, udah bahas matanya, sekarang kamu jelaskan kenapa putus?? ''


''udah takdirnya dan gak bisa di jelaskan. ''


Saat alana akan menjawab, tiba tiba asti dan mba rani masuk dan ikut gabung dengan alana dan meta.


''Ayo kita makan sekarang, keburu dingin makanannya. ''


ucap asti sambil merapihkan makanannya dan meminjam piring dan sendok ke alana.


''Banyak amat belinya, itu satu buat siapa?? ''


ucap alana saat mba rani mengeluarkan makanannya dan memisahkan nya dengan cemilan.


''buat kamu lah alana, tadi kita papasan sama galuh dan pasti kamu ada, makanya kita belikan sekalian deh. ''


jawab asti dan alana kaget mendengarnya.


''kalian ini baik sekali yah, aku jadi terharu deh. ''


ucap alana terharu dan membuat semua nya kompak kaget.


''Lebaaaayy.....''


ucap kompak ketiga sahabatnya dan alana langsung memanyunkan bibirnya.


''Udah kita makan sekarang yah, biar lebih cepat selesai makannya. ''


ucap meta dan semua kompak makan, alana pun ikut makan dengan temannya.


.


.


.



.


.


.

__ADS_1


.............


__ADS_2