
''Alana, kamu mau kan tinggal di rumah omah, triyan akan menikah dan dia akan menempati rumah kedua dengan istrinya, mau kan kamu menemani omah?? ''
ucap omah ajeng saat alana menghampiri dan duduk dengan omah dan opah nya.
''Alana bukannya gak mau omah, tapi kasihan ibu sama galuh, mereka akan kesepian kalau gak ada alana di rumah, atau omah dan opah tinggal di rumah ibu ajah yah, gimana mau kan?? ''
ucap alana dan opah dan omahnya terdiam.
''Ibu kamu sudah memint kita tinggal dengan kalian di rumah kediaman prayoga, tapi opah gak setuju. ''
''Loh, kenapa gak setuju opah, dari pada opah dan omah berdua di rumahnya, mendingan tinggal dengan kita ajah yah. ''
''Nanti kita bicarakan dengan ibu kamu dan galuh. ''
ucap omah ajeng dan alana mengangguk.
''Makanannya enak banget sayang, pantas cafe nya ramai sekali setiap hari. ''
ucap opah noto dan alana langsung tersenyum senang.
''Betul opah, karena semua menu makanan disini kan alana yang menciptakannya, koki tinggal memasak mendupicate nya ajah. ''
''Ingat yah kamu jangan pelit memberikan upah sama karyawan kamu semuanya. ''
''Ya gak lah, alana memberi upah sesuai ketentuan pemerintah, jadi mereka juga betah kan. ''
''Itu baru cucu opah, kamu mengerti dengan karyawan kamu dan nanti karyawan kamu akan lebih menghargai kamu sebagai owner disini. ''
ucap opah noto dan alana tersenyum.
''Yaudah omah cuma mau makan siang enak ajah disini, kamu hati hati yah. ''
ucap omah dan alana mengiyakannya, alana ikut ke depan untuk mengantar opah dan omah nya.
''Saya mau bayar tagihan makanan ini, kamu list harganya yah. ''
ucap alana saat menghampiri kasir dan memberikan kertas catatan makanan dan minuman opah dan omahnya.
Alana membayarnya setelah mendapat total tagihannya dan alana langsung masuk kedalam ruangannya.
''Tumben kak raihan gak ada ngehubungi hari ini, apa dia sibuk di rumah yah?? ''
gumam alana saat menyadari raihan tidak menghubunginya.
Pintu ruangan alana di ketuk dan alana mempersilahkannya masuk, munculah meta dan asti.
''Ada apa kalian kemari?? ''
ucap alana sambil tersenyum dan membuat kedua temannya cemberut.
''Alana boleh gak kalau bantu kita buat pengajuan kredit motor ke dealer, biar kita bisa pakai dan gak jalan dari rumah kesini dan kalau pulang ke desa juga ada kendaraan juga kan. ''
ucap meta dan membuat alana tersenyum.
''Kenapa harus minta bantuan ke aku?? ''
jawab alana dan kedua temannya langsung terdiam.
''Kita kan butuh slip gaji dan yang lainnya, ribet kalau harus pulang ke desa, kan kalau kamu yang mengajukan bakal lancar, secara kamu kan pemilik cafe ini. ''
ucap asti dan alana tersenyum pada kedua sahabatnya.
''Oke, dalam dua jam akan ada motor yang datang untuk kalian, apa mau mobil ajah?? ''
ucap alana sambil mengetikan pesanan pada willi dan willi akan langsung mengirim ke cafe.
''Gak mau, kita gak sanggup nyicilnya dan juga gak ada tempat buat nyimpennya, aku juga gak bisa setirnya, cukup motor ajah. ''
__ADS_1
ucap meta dan asti langsung menyetujui ucapan meta.
''kalian ini bicaranya bikin nyesek ajah, siapa yang minta kalian menyicilnya, aku bakalan kasih buat kalian mobilnya. ''
ucap alan dan asti juga meta menolak tegas semuanya.
''Cukup motor ajah yah alana, kita udah senang kok dan makasih, nanti kita bakalan lancar kok mencicil angsurannya. ''
ucap meta dan alana menatap tajam pada keduanya.
''Udah udah kalian nyicil nyicil ajah, pokonya tunggu ajah nanti mas willi akan datang dan kalian terima motornya yah. ''
ucap alana dan kedua temannya mengangguk.
''Ini menu baru untuk cafe, kasihkan ke dapur dan buatkan daftar menu lalu daftar harganya juga. ''
ucap alana sambil menyerahkan kertas resep dan kedua temannya langsung pamit keluar ruangan untuk mengerjakan perintah alana.
Alana berkutat dengan komputer hingga tepat pukul empat sore dia baru selesai dan merapihkan meja kerjanya.
''Pulang ajah deh, sekalian mau bicarakan dengan ibu juga kan masalah opah dan omah. ''
ucap alana sambil mematikan komputer dan keluar ruangan.
Alana pamit pada meta dan mengobrol sebentar tentang motor yang datang berjumlah dua, alana gak menerima penolakan dan asti juga meta mau tidak mau menerima semuanya tanpa bisa menolak, alana setelah cukup mengobrol dia pamit dan langsung keluar cafe menuju pulang, alana terdiam saat melihat raihan sedang duduk di motornya menunggu alana.
Raihan tersenyum dan alana langsung menghampirinya dan bersandar pada motor raihan, tidak ada pembicaraan antara alana dan raihan hanya diam dan sura bising kendaraan.
''Kamu marah sama saya alana?? ''
tanya raihan dan alana langsung mengerutkan keningnya karena dia merasa heran dengan ucapan raihan.
''Kakak aneh, emangnya kak raihan melakukan kesalahan yah di belakang aku?? ''
jawab alana dan raihan langsung berbalik menghadap alana dan mengacak rambut alana.
ucap raihan dan alana langsung memukul lengan raihan.
''Udah jangan bahas lagi, kakak habis darimana?? ''
''Habis dari rumah sakit, kan kebagian praktek pagi dan kamu tahu kan kalau pagi saya di poli kandungan, memeriksa orang yang periksa kandungan. ''
Ucap raihan dan alana hanya menganggukan kepalanya.
''Aku kira kakak sibuk di rumah dan bukan di rumah sakit, kan aku tau nya kakak kerja siang. ''
''Kalau saya gak sibuk pasti udah recokin kamu loh, saya sibuk dan gak bisa pegang hanphone, harusnya kamu inisiatif hubungi saya buat kasih semangat, saya nunggu nunggu tapi gak ada. ''
''Aku malah takut ganggu kakak di rumah dan aku taunya kakak kerja siang dan sekarang pasti lagi sibuk. ''
''Makanya tanya dulu sibuk atau enggak, saya gak akan sibuk kalau untuk membalas pesan kamu. ''
''Gombal kakak receh. ''
ucap alana sambil tersenyum dan raihan mengelus pipi alana dan membuat alana jadi salah tingkah.
''Saya gak bisa berbicara gombal, yang saya ucapkan barusan kenyataan, saya mau kamu menghubungi duluan kalau saya tidak menghubungi kamu, bisa kan alana?? ''
ucap raihan dan alana langsung terdiam dan menatap wajah raihan.
''Buat apa aku ngabarin duluan, emang kakak siapanya aku, saudara bukan, tetangga juga bukan dan pacar juga bukan kan. ''
ucap alana dan raihan langsung menatap alana dan memegang bahu alana, alana hanya bisa diam dan menatap apa yang di lakukan raihan .
''Dengarkan semua ucapan saya alana, saya mau kamu menjadi wanita spesial di hati saya, saya mau kamu menjadi milik saya, saya mau kamu membalas rasa sayang saya, kamu mau kan menjadi wanita spesial saya dan saya gak mau berpacaran, saya mau langsung menikahi kamu, karena agama saya gak mengijinkan berpacaran, kamu bersedia kan alana?? ''
Alana langsung diam dan mencerna semua ucapan raihan kepadanya.
__ADS_1
''Apa dia melamar yah atau menyatakan cinta. ''
gumam alana dalam hatinya dan membuat raihan mengelus pipi alana karena alana hanya diam dan menatapnya.
''Alana jawab semua ucapan saya. ''
''Kakak ini melamar atau menyatakan cinta sih, aku gak ngerti soalnya. ''
ucap alana dan membuat raihan langsung tersentak kaget dengan jawaban alana.
''Saya melamar kamu, karena saya gak mau pacaran karena dosa besar pacaran sebelum menikah. ''
''Kak, kita baru saling kenal loh, kakak belum mengetahui semua yang ada di diri aku, kenapa kakak begitu yakin dengan semua yang kakak ucapkan, bagaimana kalau aku bukan yang terbaik untuk kakak?? ''
''Saya yakin alana dan sangat yakin, kamu wanita yang tuhan berikan untuk saya, setelah kita menikah baru kita berdua saling mengenal dan berpacaran setelah menikah itu gak dosa, malah akan sangat menyenangkan. ''
''Kakak ngajak menikah kaya ngajak jalan jalan ajah, pokonya aku mau kita saling mengenal dulu dan gak mau langsung menikah, kakak tau kan kalau aku juga belum mau menikah loh, aku maunya kita berpacaran dulu, maksud dari berpacaran itu, kita biar ada ikatan kekasih bukan ikatan teman, kita bisa saling mengetahui kelebihan dan kekurangan pasangan dengan bebas kan, kalau kita langsung menikah aku takut ada penyesalan suatu saat nanti kak, mengerti kan?? ''
Raihan terdiam dengan semua ucapan alana, dia sungguh merasa aneh dengan jalan fikiran wanita di hadapannya, wanita yang membuatnya jatuh hati dengan senyum cerianya.
''Baiklah kalau itu mau kamu, tapi janji yah jangan menikah dengan laki laki lain, saya mau kamu jadi milik saya alana, kamu yang sudah membuat saya jatuh cinta untuk pertama kalinya, tapi jangan macam macam yah alana karena saya gak mau kamu kenapa kenapa, kamu mengerti kan dengan ucapan saya?? ''
''Maksudnya apa, emang aku macam macam gimana kak, ngaco. ''
ucap alana dan membuat raihan menepuk jidatnya.
''Maksud saya itu, saya laki laki dewasa alana dan kamu jangan membuat saya terpancing untuk menyentuh kamu, seperti barusan contohnya, kamu langsung bersandar di punggung saya, saya takut nantinya malah berbuat yang lebih, kamu mengerti?? ''
''Oh maksudnya jangan membuat kakak terangsang yah, begitu kah?? ''
''Kamu yah baru juga di bicarakan udah ngawur, ayo saya antarkan kamu pulang yah. ''
ucap gemas raihan sambil mengacak rambut alana dan alana tertawa tawa melihat nya.
''Kak bukan aku menolak, tapi aku bawa mobil dan mobil udah dari kemarin menginap di parkiran cafe, besok ajah yah kakak antarkan nya, nanti aku minta adik aku untuk antar ke cafe. ''
''Yasudah kalau begitu, besok jangan bawa kendaraan nanti saya jemput yah. ''
ucap raihan dan alana mengangguk.
Alana ke parkiran cafe dan mengeluarkan mobilnya dan berhenti di belakang motor raihan, alana turun dan menghampiri raihan.
''Kakak pulang jangan kelayapan yah, aku pamit kak. ''
ucap alana dan raihan menganggukan kepalanya, raihan menutup pintu mobil saat alana sudah masuk dan menghidupkan mesin mobilnya.
Alana melajukan mobilnya dan raihan langsung bersiap dan menjalankan motornya menuju pulang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..............