Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu


__ADS_3

Raihan langsung merebahkan tubuh alana yang sudah tertidur di dalam dekapannya, raihan mencium kening alan dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sepuluh menit kemudian raihan keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian santai nya, raihan keluar kamar dan ikut gabung dengan keluarga lainnya.


''Bagaimana keadaan alana sekarang rey??


tanya ibu rani saat raihan menghampirinya.


''Alana saat ini sudah tenang dan tertidur ibu, jangan khawatir yah. ''


ucap raihan dan ibu rani mengangguk.


''Tadi di restoran saat makan baik baik ajah, kenapa saat pulang ke rumah malah muntah muntah sampai pucat gitu wajahnya alana?? ''


ucap opah noto dan raihan tersenyum.


''Gini opah sebenarnya, kehamilan alana sangat sulit dan akan mual muntah, tapi raihan memberikan obat untuk mengurangi mual dan muntah nya alana, tadi siang alana lupa meminum obat, jadinya seperti itu langsung mual muntah, kalau rutin minum obatnya, alana malah akan bernafsu untuk makan, tadi karena lupa makan jadinya langsung tumpah makanan semua yang di makan alana, tapi kondisi alana baik baik ajah, karena raihan kan yang merawatnya. ''


ucap raihan dan semua mengangguk.


''Dulu saat ibu hamil galuh sangat kesusahan, mual dan muntah setiap hari sampai usia kandungan tujuh bulan, tapi setelah delapan bulan normal dan gak terlalu sering mual muntahnya. ''


ucap ibu rani sambil terdiam menceritakannya saat dulu dia hamil galuh.


''Emang waktu hamil kak alana, ibu gak mual dan muntah gitu?? ''


ucap galuh dan ibu rani menggelengkan kepalanya.


''Omah juga saat hamil ayah kamu gak mual dan muntah, malah senangnya makan dan ngemil, sampai naik dua puluh kilo. ''


ucap omah ajeng dan membuat galuh kaget.


''Di kira galuh karena hamil anak laki laki jadi mual muntah, ternyata gak yah. ''


''Ya gak lah galuh, setiap kehamilan itu berbeda beda, mau anak yang di kandungnya laki laki atau perempuan, gak bisa di tebak. ''


ucap raihan dan galuh mengangguk.


''Ibu percaya pada kamu raihan, kamu dokter kandungan terbaik dan pasti bisa menjaga alana sampai alana melahirkan nanti. ''


ucap ibu rani dan raihan mengangguk.


''Ibu jangan khawatir, raihan memiliki semua alatnya sekarang, paling kalau mau USG baru ke rumah sakit, raihan akan memantau setiap harinya perkembangan janin di dalam kandungan alana dan alana nya juga akan terus di pantau. ''


ucap raihan dan ibu rani mengangguk.


Ibu rani dan galuh pamit pulang tanpa makan malam, karena ibu rani akan kedatangan tamu di rumahnya dan makan bersama dengan tamu nya, yang makan malam hanya raihan, omah ajeng dan opah noto, alana masih tertidur pulas dan tidak ikut makan malam.


''Rey, maafkan sikap galuh tadi yah, galuh sangat menyayangi alana makanya bersikap gak sopan sama kamu, maafkan yah. ''


ucap opah noto setelah selesai makan dan raihan mengangguk.

__ADS_1


''Raihan mengerti opah, santai saja dan raihan malah senang karena alana begitu di sayangi adiknya, padahal adiknya kan laki laki, biasanya suka jauh kalau dengan adik laki laki. ''


ucap raihan dan opah noto bernafas lega.


''Kak raihaaann...''


teriak alana dari dalam kamar dan raihan langsung berlari menuju kamarnya diikuti oleh omah dan opah.


''Ada apa sayang, apa ada yang terasa sakit?? ''


ucap raihan saat sampai di kamarnya dan alana menggelengkan kepalanya.


''Terus kenapa kamu berteriak sayang?? ''


''Lana mau makan tapi pengen makan telor yang dikocok dengan daging cincang, sayuran dan keju, pengen kakak yang buatkan tapi. ''


ucap alana dan raihan mengangguk.


Opah dan omah benafas lega karena alana sudah membaik dan sudah bisa berteriak, wajahnya juga sudah tidak sepucat tadi sore.


''Buatkan rey, kalau gak nanti anak kamu ngences loh, tapi alana nya mandikan dulu karena itu kan pakaian tadi siang soalnya. ''


ucap omah ajeng dan raihan mengangguk.


Omah dan opah keluar kamar alana dan bernafas lega, raihan langsung ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk alana berendam, setelahnya baru menggendong alana dan dengan telaten membuka seluruh pakaian alana.


''Kak main di bak rendam yu sekarang. ''


''Kalau nolak pasti marah, kalau di ikutin maunya nanti malah kedinginan lagi alananya. ''


gumam raihan dalam hatinya dan membuat alana langsung cemberut.


''Udah sana keluar ajah, aku mau mandi ajah dan anggap ajah tadi gak ngajakin kamu kak. ''


ucap alana dengan nada ketusnya dan masuk kedalam bak rendam nya, raihan langsung tersentak dan reflek memegang tangan Alana.


''Lepas kak, lana mau mandi dan kakak keluar sana. ''


ucap alana ketus dan menghempas tangan raihan.


Raihan langsung melepaskan semua pakaiannya dan ikut gabung berendam dengan alana dan memulai aksinya, alana langsung tersenyum senang karena raihan mau menuruti keinginannya.


Raihan melakukannya dengan lembut dan penuh perasaan, alana menikmatinya dan terus merancu berucap semaunya, hingga satu jam kemudian raihan dan alana mencapai puncaknya.


Raihan langsung terdiam dan mengatur nafasnya yang masih belum teratur sisa percintaannya, setelah teratur raihan langsung memandikan tubuh alana dan tubuhnya juga, setelah selesai raihan memakaikan handuk di tubuh alana dan menggendongnya.


Raihan mendudukan alana di sisi ranjang dan menyiapkan air minum hangat untuk di berikan pada alana agar tubuhnya hangat, alana menerima nya dan meminumnya sampai habis.


Alana memakai pakaiannya dan mengeringkan rambutnya, raihan langsung memeluk alana dari belakang setelah selesai berpakaian.


''Sayang, bukan kakak gak mau menyentuh kamu setiap hari, trisemester pertama tuh masih rawan kalau kakak harus menyentuh kamu, nanti kalau usia kandungan kamu memasuki enam belas minggu baru kakak bisa melakukannya setiap hari, kalau saat ini masih rentan, paling seminggu sekali kakak menyentuh kamu, pliis yah demi kebaikan dan demi anak kita yang ada di dalam perut kamu, bisa kan kamu mengerti sayang, ingatlah ada janin yang harus kamu jaga saat ini, semua demi kebaikan anak kita yah sayang. ''

__ADS_1


ucap raihan dan alana berbalik menghadap raihan.


Alana memeluk tubuh raihan dan raihan membalasnya, raihan mencium kening alana dengan kasih sayangnya.


''Lana baca sebuah article, katanya kalau suami akan selingkuh kalau istrinya sedang hamil, makanya lana mau kakak setiap hari menyentuh lana, lana takut kakak memiliki wanita lain. ''


ucap alana dan membuat raihan mengerutkan dahinya dan melepas pelukannya.


Raihan menatap alana dan menakup kedua pipi alana dengan tangannya,


''Gak semua laki laki seperti itu sayang, kakak bukan termasuk salah satunya, kakak hanya mencintai kamu dan gak akan ada wanita lain lagi walaupun kamu hamil, malah kakak bertambah sayang sama kamu dengan kehamilan kamu, hanya laki laki brengsek yang selingkuh disaat istrinya hamil dan itu bukan kakak, hilangkan fikiran kotor kamu itu yah dan jangan sampai anak kita jadi korban, sayang dengar yah, saat usia kandungan masih trisemester awal, itu sangat rentan keguguran kalau kita melakukan hubungan setiap hari, nanti setelah berbentuk sempurna baru bisa melakukan hubungan mau sehari dua kali juga kakak siap tapi tetap dengan kelembutan dan pelan pelan, jangan bermain kasar, bisa kamu fahami kan penjelasan kakak barusan?? ''


ucap raihan dan alana mengangguk dan memeluk raihan dengan erat dan sangat erat.


''Fikiran kamu terlalu sempit sayang, mana ada laki laki yang memiliki istri seperti kamu terus selingkuh, yang ada malah akan menjaganya biar gak di ambil orang kamu nya alana, kakak sayang kamu alana dan sangat menyayangi kamu, jangan tinggalkan kakak yah kecuali maut memisahkan kita. ''


ucap raihan dan alana menganggukan kepalanya.


''Ayo kita masak makanan yang aku mau kak, perutnya udah laper banget soalnya. ''


ucap alana saat melepaskan pelukannya dan raihan mengangguk.


.


.


.


.


.


.


.



..


.


.


.


..


.


.

__ADS_1


...........


__ADS_2