Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 63


__ADS_3

Beberapa menit kemudian alana sampai di rumahnya dan ternyata ibu dan galuh belum sampai di rumah.


''Mba mus, ibu sama galuh belum pulang?? ''


tanya alana saat mba mus menghampirinya.


''Belum nona, sepertinya telat. ''


jawab mba mus dan alana hanya mengangguk.


''Yaudah alana mau ke kamar ajah mba, nanti bilang kalau ibu dan galuh datang, kasih tau kalau alana udah pulang yah. ''


ucap alana dan mba mus mengangguk dan alana menuju kamarnya.


Alana langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Seperti biasa alana dan raihan melakukan obrolan di sambungan telphone nya dan alana sampai tertidur pulas dan membuat raihan hanya menggelengkan kepalanya.


Pagi hari menjelang........


Alana membuka matanya dan kaget saat melihat ke luar jendela sudah pagi dan alana melewatkan makan malamnya.


''Sampe lupa makan malam, pulas banget aku tidur semalam. ''


gumam alana sambil berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap turun ke lantai bawah menghampiri ibu dan adiknya.


Sepuluh menit kemudian alana selesai bersiap siap dan alana langsung membawa tas nya dan segera turun ke lantai satu.


''Pagi ibu.....''


sapa alana saat menghampiri ibunya yang sedang duduk santai di sofa.


''Pagi sayang, kamu kemarin kecapean yah tidur sampai pulas sekali. ''


jawab ibu rani dan alana menganggukan kepalanya.


''Galuh mana bu?? ''


''Lihat sekarang udah jam sembilan, galuh udah berangkat ke kantor, ada apa nanyain galuh?? ''


''Yaaah, galuh udah berangkat deh. ''


''Emang ada perlu apa ke galuh, mau ibu antar ke kantornya sekalian. ''


''Gak usah, lana cuma mau minta anterin ke cafe soalnya nanti pulangnya ada yang jemput. ''


ucap alana sambil menyiapkan sarapannya dan ibunya mengerutkan dahinya.


''Siapa yang jemput kamu emangnya?? ''


tanya ibu rani dengan penuh selidik dan alana hanya tersenyum.


Ibu rani menghampiri dan duduk di hadapan alana dan menatap alana dengan serius.


''Jawab ibu, siapa yang jemput kamu, apa laki laki yang anterin kamu waktu acara galuh?? ''


''Iya bu dia orangnya. ''

__ADS_1


jawab alana sambil melanjutkan makannya.


''Kamu ada hubungan dengan dia yah?? ''


''Baru kemarin kita resmi berpacaran bu. ''


jawab alana dan membuat ibunya tersentak kaget.


''Kamu udah berumur alana dua puluh lima tahun dan bukan masa untuk pacaran, kenapa gak langsung ngajakin nikah ajah. ''


''Ibu sama kaya kak raihan, nyuruh nikah kaya mau ngajak jalan jalan ajah, kemarin kak raihan ngajakin langsung menikah, katanya dosa kalau pacaran sebelum menikah dan lebih bagus pacaran setelah menikah, tapi lana takut di antara kita akan menyesalinya, makanya lana mau kita saling mengenal dulu, baru menikah. ''


Ibu rani geleng geleng melihat tungkah anaknya yang kurang dewasa di usia matangnya.


''Kamu tahu alana, jarang sekali laki laki ngajakin menikah dan gak mau berpacaran, kamu malah mau pacaran lagi, gimana kalau kamu dan dia melakukan sesuatu yang membuat kamu rugi, bawa laki laki itu ke ibu dan galuh segera. ''


ucap ibu rani dan alana langsung melototkan matanya karena kaget.


''Ibu kok gitu, lana gak mau menikah dulu dan tunggu lana dan kak raihan saling mengenal, saling memahami karena lana takut ada penyesalan, lana juga belum menaruh hati, lagian kak raihan udah ancang ancang kalau lana gak boleh memancing dia untuk melakukan hal yang lebih sebelum menikah, ibu sama kak raihan sangat kolot pemikirannya dan alana jadi males tau gak bu untuk menuju pernikahan, lana ingin merasakan hidup bebas sebelum kebebasan di batasi. ''


ucap alana dan ibu rani langsung menghembuskan nafasnya.


''Siapa nama laki laki itu dan dia kerjaannya apa?? ''


''Namanya raihandan dia seorang dokter spesialis bedah dan kandungan di rumah sakit kak triyan. ''


''Ajak dia untuk makan malam disini, dia laki laki yang jujur dan benar benar ingin menjadikan kamu miliknya seutuhnya, seorang dokter itu setia alana dan gak akan membuat pasangannya merasakan sakit hati, kamu mau kan membawa dia ke ibu dan galuh?? ''


ucap ibunya alana dan alana hanya mengangguk.


ucap ibunya alana dan beranjak menuju sofa namun alana memanggilnya kembali.


''Ibu duduk dulu ada yang mau alana bicarakan. ''


ucap alana dan ibu rani langsung duduk kembali dan menatap alana.


''Mau bicara apa lagi alana sayang?? ''


''Kemarin opah dan omah ke cafe dan dia meminta alana untuk tinggal di rumahnya, kak triyan sebentar lagi akan menikah dan akan menempati rumah kedua dan rumah utama jadi sepi katanya kalau omah dan opah yang tempati, lana udah meminta omah dan opah buat tinggal disini dengan kita tapi omah dan opah menolaknya, gimana bu baiknya?? ''


ucap alana dan ibunya terdiam sebentar dan memikirkan sesuatu.


''Ibu juga udah minta omah dan opah kamu tinggal disini tapi mereka bilang gak bisa, kalau kita pindah dari rumah ini gak mungkin karena ini rumah peninggalan orang tua ibu dan banyak sejarah nya, jalan satu satunya adalah kamu menikah dan tinggal di rumah opah dan omah dengan suami kamu, ibu dan galuh tetap di rumah ini tinggalnya sampai galuh menikah nanti. ''


ucap ibunya alana dan alana langsung melototkan kembali matanya.


''Ibu cari solusi yang logis dong, ini malah nyuruh aku buat nikah, pokonya gak mau menikah dulu, lana mau pacaran dulu biar saling kenal. ''


jawab alana dengan nada kesal dan ibunya hanya tersenyum.


''Udah habiskan makannya dan ibu akan antarkan kamu ke cafe. ''


''Berangkat sekarang ajah, lana udah gak bernafsu buat makannya. ''


''Loh kok gitu, pamali loh kalau makanan gak di habiskan, nanti makanannya nangis. ''


''Nanti di cafe ajah lana makannya, ayo berangkat sekarang ibu. ''

__ADS_1


ucap alana dan ibunya mengangguk langsung menuju keluar rumah dan diikuti alana.


Selama di perjalanan alana hanya diam dan fokus dengan jalanan di sampingnya menghadap ke jendela, sedangkan ibu rani sibuk dengan iped nya.


''Kemarin willi bilang kamu membeli dua motor dan dikirim ke cafe, baru pertama kali kamu pakai uang yang ibu berikan, harusnya sering sering pakai biar galuh gak ngomel terus karena uang yang dia kirimkan gak pernah kamu pakai. ''


ucap ibu rani memecahkan keheningan.


''Lana sengaja pakai uang yang ibu, beliin motor buat meta sama asti bu, lagian lana punya penghasilan sendiri dan kemarin mas willi salah kartu buat pembayaran, yasudah alana gak jadi ganti ajah uang ibunya. ''


Ucap alana dan ibu rani mengelus kepala alana dengan penuh kasih sayang.


''Kamu anak ibu yang benar benar dewasa kalau tentang uang dan penghasilan, selama ini kamu tetap sederhana dan gak mau ada kemewahan di kehidupan kamu, kamu tetap memakai penghasilan kamu dan membiarkan uang di rekening kamu yang di kirim galuh untuk uang bulanan kamu, ibu bangga sama kamu sayang. ''


ucap ibu rani dan alana langsung mengangguk dan tersenyum.


''Bagi alana, uang yang di hasilkan cafe sangat banyak dan cukup untuk kehidupan alana, makan kan tiap hari dari ibu dan alana gak usah membelinya, terus pakaian alana dan semua barang barang untuk lana gunakan, semua ibu yang sediakan dan lana gak usah membelinya, di cafe juga alana kalau mau makan tinggal ke dapur, makanya menurut lana sih uang nya di simpan ajah karena uang alana ajah jarang di pakai bu, nanti kalau alana butuh pasti akan di pakai juga uangnya, seperti kesalahan mas willi kemarin, salah mendebet kartu dan itu kan gak sengaja lana menggunakan uang yang di kasih ibu dan galuh. ''


jawab alana dan ibunya langsung tersenyum.


mobil sampai di cafenya alana dan alana langsung pamit mencium tangan ibunya, alana turun dari mobil dan langsung masuk menuju cafe.



Style alana yang begitu sederhana namun tetap cantik dan sangat cantik malah, saat alana memasuki cafe ternyata cafe terlihat sedikit ramai karena sudah pukul sepuluh pagi lewat dan alana melihat rido dan rangga sedang bekerja melayani pembeli, alana tersenyum dan menghampiri meja nya asti.


''Bu bos jam segini baru nongol, di tanyain sama rangga tadi pagi. ''


ucap asti saat alana menghampirinya.


''Mau apa kak rangga nanyain aku, aku kesiangan bangunnya asti, makanya datangnya siang, tapi cafe nya ramai juga yah padahal baru dua puluh menit dari jam sepuluh. ''


jawab alana sambil menatap sekeliling cafe yang terlihat ramai.


''Emang tiap hari ramai alana, mau pagi, siang, sore apalagi malam duuh, sangat ramai. ''


''Syukur lah kalau ramai kan jadinya omset nya naik terus kan. ''


''Iya benar sekali dan aku kecipratan juga hasilnya. ''


ucap asti sambil tersenyum dan alana hanya geleng geleng kepala melihatnya.


.


.


.



.


.


.


............

__ADS_1


__ADS_2