
Sekitar dua puluh menit perjalanan, alana dan raihan sampai di rumah sakit, raihan langsung membawa alana menuju poli kandungan dan poli kandungan masih sepi, hanya seorang suster yang sedang mengerjakan kerjaannya di ruangan poli kandungan.
''Selamat pagi dokter raihan. ''
ucap suster saat raihan masuk kedalam ruangan dengan membawa alana.
''Selamat pagi juga, Suster saya sudah memberitahukan kemarin harus bagaimana kan untuk pagi ini?? ''
ucap raihan dan suster mengangguk.
Suster langsung membawa alana menuju berangkar dan raihan menghidupkan mesin untuk melakukan USG pada alana.
''Semua sudah siap dokter. ''
ucap suster dan raihan mengangguk lalu menghampiri alana.
''Suster jangan canggung yah, dia ini istri saya dan saat ini sedang hamil muda, makanya saya meminta suster untuk menyiapkan semuanya, maaf karena sedikit memerintah dan memaksa. ''
ucap raihan sambil meneteskan cairan pada perut bawah alana.
''Gak apa apa dokter, saya juga emang bertugas kan di poli kandungan dan selamat yah dokter untuk kehamilan istrinya. ''
ucap suster sambil membatu memegang celana alana dan raihan tersenyum.
Raihan menggerakan alat USG nya di perut alana, raihan tersenyum karena menemukan janin di perut alana dan raihan memperbesarnya.
''Lihat sayang, ini adalah janin yang ada di perut kamu, hasil buah cinta kita. ''
ucap ardian dan bunga langsung tersenyum senang.
''Kak masih belum jadi dede yah dan masih belum terbentuk. ''
ucap alana dan raihan tersenyum.
''Usia janin nya enam minggu yah sayang dan masih berbentuk embrio, nanti di usia enam belas minggu baru berbentuk sempurna. ''
jawab raihan dengan senyumnya dan membersihkan cairan di perut alana dan suster hanya diam.
Raihan membantu alana untuk duduk dan suster memapahnya menuju kursi di depan meja raihan.
''Ini print USG nya sayang, kita akan beritahukan semua keluarga nanti setelah urusan kita di rumah sakit ini selesai yah. ''
ucap raihan sambil memberikan dua kertas hasil USG janin alana dan alana tersenyum melihatnya dan mencium kertas nya.
''Kamu baik baik yah dede, bunda akan menunggu kamu lahir di dunia ini, bunda dan ayah akan menjaga kamu juga sayang. ''
ucap alana dan membuat raihan gemas dan mengacak rambut alana.
''Terimakasih suster untuk bantuannya hari ini, maaf hari ini saya sedikit memaksa. ''
ucap raihan dan suster mengangguk.
Raihan langsung menggandeng alana menuju ruang kerja triyan karena triyan sedang menunggunya.
''Pagi kak triyan.....''
ucap alana menyapa dengan senyum bahagia di bibirnya dan triyan mngerutkan dahinya.
''Rey, ada apa dengan gadis manja ini, tumben senyum secerah mentari. ''
ucap triyan dan alana langsung cemberut.
''Kakak ini amnesia yah, lana bukan gadis sekarang tapi lana seorang istri dan calon ibu. ''
ucap alana dan membuat triyan mengerutkan keningnya dan raihaan langusng menjawab semua kebingungan triyan.
__ADS_1
''Alana sedang hamil sekarang dan usia kandungannya enam minggu, baru selesai USG ini juga. ''
ucap raihan dan triyan menghampiri dan mengacak rambut alana yang sedang cemberut dan terlihat menggemaskan.
''Ahirnya benih raihan kecantol juga yah, selamat alana untuk kehamilannya dan kamu harus menjaganya yah, ini keturunan pertama mas jordi. ''
ucap triyan dan alana langsung mengangguk.
''Opah udah memberitahukan ke kamu kan rey, alana akan menghampiri teguh sebelum teguh operasi dan kamu yang akan menjadi dokter yang menindak operasinya teguh, kamu gak keberatan kan rey?? ''
ucap triyan dan raihan menggelengkan kepalanya.
''Ini demi pasien kritis, aku aan bersikap profesional sebagai dokter yang akan menanganinya. ''
jawab raihan dengan tegas dan triyan langsung tersenyum lalu menepuk bahu raihan.
Triyan langsung membawa alana dan raihan menuju ruangan ICU, dimana teguh sedang terbaring lemah dan memanggil nama alana di alam bawah sadarnya.
Alana menghampiri opah dan omah lalu memeluk omahnya, opah noto hanya tersenyum dan mengelus kepala alana.
Triyan dan raihan masuk kedalam ruangan teguh, raihan langsung prihatin dengan keadaan teguh saat ini, kepalanya terbalut perban, kaki dua dua nya di gips dan tangan satu nya juga di gips.
''Malang sekali nasib kamu teguh, saya sebagai dokter akan berusaha memulihkan kamu dan istri saya akan memulihkan jiwa kamu. ''
gumam raihan dalam hatinya dan memeriksa laporan medis teguh.
''Rey, saya akan bawa alana masuk yah sekarang, ruang operasi sudah siap soalnya dan team sudah lengkap semuaya. ''
ucap triyan dan raihan mengangguk.
Raihan langsung bersiap memakai peralatan ountuk operasi, sedangkan di luar ruangan alana duduk dan sedang berbicara dengan orang tua teguh dan terlihat istrinya teguh hanya diam.
''Terimakasih alana untuk bantuannya, maaf karena mengganggu rumah tangga kamu dan raihan, hanya kamu yang bisa membantu teguh untuk sadar, karena hanya nama kamu yang di ucapkan oleh teguh. ''
''Istrinya teguh sudah setuju dan kamu jangan khawatir, saat ini kesembuhan teguh yang paling di utamakan alana. ''
ucap papahnya teguh dan alana mengangguk.
''Baiklah, alana akan membantu mas teguh untuk pulih, mudah mudahan dengan kehadiran alana, mas teguh akan sadar sepenuhnya dan langsung pulih. ''
ucap alana dan mamahnya teguh langsung memeluk alana dan berterimakasih.
Triyan keluar dari ruangan teguh dan menghampiri alana yang sedang duduk.
''Ayo centil kita masuk dan semua barang barang kamu titip omah ajah yah. ''
ucap triyan dan alana langsung protes.
''Nama aku alana bukan centil kakak. ''
protes alana dan membuat triyan mengacak rambut alana dan merangkul alana untuk masuk kedalam ruangan.
Omah dan opah hanya tersenyum melihat tingkah alana dan triyan, kedua orang tua teguh hanya bisa menatap tingkah alana, istrinya teguh pun hanya diam.
''Kamu gadis beruntung alana, di sayangi dan di cintai orang banyak termasuk suamiku, kamu emang patut di sayangi orang banyak, kamu baik hati, ceria dan sedikit manja, itu yang membuat mas teguh sangat mencintai kamu dan gak bisa melupakan kamu. ''
gumam istrinya teguh saat alana di rangkul oleh triyan.
Didalam ruangan saat ini, alana masuk dan menghampiri raihan yang sedang memeriksa teguh.
''Pak dokter nanti malam giliran aku yang di periksa yah dan harus. ''
ucap alana sambil membisikan ke telinga raihan dan raihan hanya mengacak rambut alana.
Raihan langsung membawa alana mendekat pada teguh dan alan menatap raihan, raihan mengangguk meyakinkan kalau dia baik baik ajah.
__ADS_1
''Alana.....''
ucap teguh di sela sela tidak sadarnya dan membuat alana langsung kaget.
Raihan menghampiri triyan untuk memberikan alana ruang agar lebih leluasa.
''Mas teguh sadarlah ini lana udah datang. ''
ucap alana dan teguh menggerakkan jarinya, alana menatap ke arah raihan dan triyan, triyan dan raihan mengangguk.
Di luar kaca ruangan teguh, semua sedang memperhatikan alana dan teguh.
Alana memberanikan diri menggenggam tangan teguh dan kembali memanggil teguh, entah keajaiban atau memang kontak batinnya teguh, teguh membuka matanya dan tersenyum saat melihat alana.
''Alana kamu alana kan?? ''
''Iya mas teguh ini lana, cepat pulih yah biar gak membuat orang bersedih lagi, lihat keadaan mas teguh saat ini, begitu memprihatinkan, kasihan orang tua dan istri mas teguh, bangkit dan pulih yah. ''
''Iya alana, demi kamu mas akan pulih, janji yah gak akan menghindar lagi, mas janji gak akan merusak dan mengacaukan rumah tangga kamu, mas hanya ingin kita berhubungan persaudaraan dan komunikasi seperti biasa, mas mohon sama kamu alana. ''
ucap teguh dan alana langsung menatap raihan dan raihan mengiyakannya, alana sedikit cemberut dan ahirnya megiyakan ucapan teguh, alana melepas genggaman tangannya dari teguh dan teguh mengangguk lalu tersenyum.
''Begitu besarnya cinta teguh untuk kamu sayang, sampai diaa bisa sadar cepat dengan di grnggam kamu dan mendengar suara kamu. ''
gumam raihan sambil memperhatikan alana dan teguh, triyan menepuk bahu raihan.
Triyan menghampiri dan langsung menyiapkan operasi kedua untuk teguh, raihan merangkul alana dan membaanya keluar ruangan, teguh di bawa menuju ruangan operasi..
''Kamu tunggu kakak sama omah dan opah yah, setelah selesai operasi, kakak akan membawa kamu pulang ke rumah. ''
ucap raihan sambil mendudukan alana di kursi samping omah dan mencium kening alana sebelum meninggalkan alana untuk menuju ruang operasi.
Aalana duduk di himpit omah dan opah, alana juga merebahkan kepalanya di bahu opah dan omah mengelus kepala alana.
Operasi teguh pun di mulai raihan tersenyum saat teguh tersenyum kepadanya sebelum kesadaran teguh menghilang, operasi pun di mulai.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
..
.
...................
__ADS_1