Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 75


__ADS_3

Pagi hari menjelang.......


Di kediaman opah noto saat ini sedang sibuk dengan aktivitas persiapan lamaran untuk alana, raihan akan tiba tepat pukul sepuluh pagi, meja sudah di susun rapih dan merapihkan makanan untuk menyambut keluarga yang datang.


Di dapur koki sedang memasak makanan untuk makan siang bersama, ada empat koki handal yang memasak.


''Kita disini ribut untuk acara lamaran alana, tapi alana sendiri belum terlihat batang hidungnya. ''


ucap opah noto dan omah ajeng tersenyum menanggapinya.


''Anak gadis satu itu selalu bangun terlambat, biarkan ajah nanti juga dia akan bangun dengan sendirinya mas dan biarkan alana tertidur biar gak panik. ''


jawab omah ajeng dan opah noto kembali melanjutkan memakan makanan yang semalam di buat oleh alana.


Galuh saat ini sedang menunggu meta dan asti, alana meminta galuh yang jemput karena alana di larang keluar rumah oleh opah noto.


''Galuh, alana beneran lamaran hari ini?? ''


tanya meta saat masuk kedalam mobil dan duduk di samping galuh.


''Benar kak, ini galuh di minta jemput kalian, kak lana ga boleh keluar rumah dan lebih tepatnya dia masih tidur di kamarnya. ''


jawab galuh sambil mengemudikan mobil menuju rumah opah noto.


''Alana kalau tidur seperti hibernasi, sangat lama dan waktunya panjang. ''


ucap asti sambil tersenyum.


''Alana akan lamaran dan sebentar lagi menikah, kita kapan meta. ''


ucap asti dan meta langsung menatap pada asti.


''Kamu itu nanya kita, kamu sana yang cepetan menikah, kalau aku masih banyak yang harus di urus dan di biayai soalnya asti. ''


jawab meta dan asti hanya mengangguk.


Galuh hanya menjadi pendengar setia kedua sahabat kakak nya dan dia gak mau berkomentar atau ikut berbicara.


Dua puluh menit kemudian mobil sampai di kediaman mewah opah noto, galuh memparkirkan mobil dan membawa kedua sahabat kakak nya untuk masuk.


''Ini rumah atau istana sih asti, gede banget dan sangat mewah sekali. ''


ucap meta saat keluar dari mobil dan menatap ke rumah yang terlihat saat ini.


Meta dan asti mengikuti galuh masuk kedalam rumah, meta dan asti mencium tangan opah dan omah.


''Meta sama asti sudah datang yah. ''


ucap ibu rani saat menuruni tangga dan menghampiri kedua sahabat alana.


''Sudah bu, mana alana nya?? ''


jawab meta sambil mencium tangan ibu rani.


''Alana masih tidur, padahal ini sudah jam sembilan, kalian bangunkan alana nya dan galuh yang akan mengantarkan kalian ke kamar alana. ''


jawab ibu rani dan kedua sahabat alana mengangguk dan mengikuti galuh.

__ADS_1


''Tuh lihat kelakuan kak alana, masih tidur seperti bayi dan gak sadar sudah jam sembilan, kalian bangunkan yah soalnya galuh mau bersiap siap. ''


ucap galuh saat membuka pintu kamar alana dan kedua sahabarnya alana langsung masuk.


''Alana kamu gak jadi lamarannya, ini sudah jam sembilan lebih tau. ''


ucap meta sambil mengguncang tubuh alana.


Alana langsung membuka matanya dan langsung duduk, asti memberikan air minum dan alana meminumnya.


''Ayo sana mandi dan bersiap siap, lamaran jam sepuluh dan kamu masih belum siap, ini sudah jam sembilan lebih sepuluh menit. ''


ucap meta dan alana langsung lari menuju kamar mandi.


''Kamar alana bagus banget dan luas, kasurnya empuk banget yah, dia itu kalau keluar rumah terlihat sederhana tapi aslinya sangat mewah. ''


ucap asti dan meta hanya mengangguk.


''Alana itu sahabat terbaik kita, dia gak pernah membedakan harta dan tahta, senang sekali mengenal alana. ''


ucap meta dan asti mengangguk.


Alana selesai mandi dan memakai pakaiannya, alana memoles wajahnya agar lebih terlihat pas dengan gaun yang di pakai nya.


Di lantai satu rumah alana sudah ramai dengan kedatangan keluarga raihan dan galuh langsung ke kamarnya alana untuk membawa alana menuju lantai satu.


Alana berjalan dengan memegang lengan galuh dan sangat erat pegangannya, membuat galuh hanya pasrah saat alana mencekal lengan nya galuh.


Alana duduk di himpit omah dan opahnya tepat di depan raihan, alana merasakan gugup dan senang bercampur menjadi tegang.


Lamaran di mulai dan raihan terus menatap alana yang ada di hadapannya, alana hanya bisa memalingkan wajahnya saat bertatapan dengan raihan, raihan langsung tersenyum melihat tingkah alana.


Saat ini keluarga sedang makan bersama dan ada juga yang memakan cemilan yang di buatkan alana semalam.


Raihan langsung membawa alana menuju teras di belakang rumahnya opah noto dan memberikan handphone milik alana.


''Kenapa di kembalikan, tadinya galuh mau belikan yang bagus loh handphone untuk Lana kak. ''


ucap alana saat menerima handphone nya.


''Jangan selalu meminta sesuatu pada galuh atau ibu, nanti kakak yang akan membelikannya untuk kamu kalau kamu mau handphone baru. ''


ucap raihan dan alana cemberut.


''Pernikahan kita akan berlangsung dua minggu lagi yah dan semua akan kakak siapkan, kamu siap kan jadi istrinya kakak?? ''


ucap raihan dan alana hanya mengangguk.


''Semua sudah di atur oleh opah dan Lana kan hanya mengikuti ajah deh, percuma di tentang juga, opah tetap memaksa dan akan melangsungkan acaranya. ''


jawab alana dan raihan hanya menghela nafasnya karena alana memang ingin melangsungkan pernikahannya setelah cafe nya launching.


''Yasudah kakak akan bicarakan sekarang, kalau pernikahan bulan depan ajah. ''


ucap raihan dan akan beranjak dari duduknya namun alana mencekalnya.


''Kakak mau mempermalukan Lana yah, udah lah biarkan ajah dan semua juga udah di rencanakan oleh opah dan omah, mereka baru ada acara pernikahan, makanya antusias sekali, Lana gak mau membuatnya kecewa karena Lana gak mau mengikuti kemauan nya. ''

__ADS_1


''Makasih kamu udah mengerti, kakak juga gak mau mengecewakan mamah, kakak adalah anak tunggal dan mamah sangat ingin memiliki menantu dan cucu, biar keluarga jadi ramai. ''


ucap raihan sambil memegang tangan alana dan alana hanya diam dan menatap taman yang ada di hadapannya.


''Janji yah kak, jangan posesif dan jangan cemburuan gak jelas, Lana gak mau di kekang soalnya kak. ''


ucap Alana dan Raiihan mengangguk.


''Besok Kakak praktek kerja siang, mau di jemput gak pergi ke cafe nya?? ''


''Gak usah kak, Lana mau bawa mobil sendiri ajah dari rumah. ''


''Yasudah kalau maunya begitu, kamu jaga diri baik baik yah dan jaga kesehatan, biar nanti saat kita menikah kondisi tubuh kamu fit. ''


''Iya kak jangan khawatir kalau soal kesehatan, ibu sangat disiplin soalnya. ''


''Yasudah kakak pulang yah, keluarga udah bersalam tuh, kayanya akan pulang. ''


ucap raihan karena melihat keluarganya sedang bersalaman dan raihan memegang tangan alana lalu menuntun alana menuju keluarganya.


Alana bersalaman dengan semua keluarga raihan dan ikut ke depan untuk mengantarkan keluarganya raihan.


''Ingat pesan kakak yah sayang. ''


ucap raihan sebelum masuk kedalam mobil dan alana mengangguk.


Setelah rombongan keluarga raihan tak terlihat, alana masuk kedalam rumahnya dan duduk di samping galuh yang sedang bermain dengan handphone nya.


''Kak lihat foto kontaknya kak raihan, foto kalian yang sedang memperlihatkan cincin di tangan, kakak juga ganti dong masa pakai fotonya kak raihan sih foto kontak nomer kakak. ''


ucap galuh dan alana langsung membuka handphone nya dan kaget melihat foto di nomer handphone nya.


''Ini kak raihan yang ganti dan bukan aku loh. ''


jawab alana sambil mengganti fotonya dengan foto alana sendiri.


Meta dan asti pamit pulang dan di bekali makanan dan cemilan oleh ibunya alana, supir yang mengntarkan sedangkn galuh dan alana langsung menuju taman belakang untuk memanen buah buahan yang sudah matang.


.


.


.


.



.


.


.


.


.

__ADS_1


.................


__ADS_2