
Alana saat ini sedang di perjalanan menuju tempat yang membuatnya tenang dan damai, alana sudah tahu kalau dia ada yang mengikuti, alana membiarkannya dan tidak mengusiknya.
Saat ini alana sedang duduk di kursi tunggu sebuah minimarket dan alana juga memesan kopi untuk menemaninya, alana jauh dari kota dan ini adalah perbatasan menuju desanya dahulu.
''Buat apa aku jauh jauh kesini cuma untuk minum kopi, di cafe juga bisa kan. ''
gumam alana sambil meminum kopinya dan pandangan alana tertuju pada sebuah mobil penguntit yang berhenti di belakang mobilnya.
Alana beranjak dan menghampiri mobil penguntit dan mengetuk kaca mobil nya.
''Kalian gak cape ngikutin saya terus seperti buronan tau kesannya. ''
ucap alana setelah kaca mobil penguntit di buka.
''Maaf nona, saya hanya menjalankan tugas dari tuan muda, saya mohon jangan mengganggu kerjaan saya nona, saya butuh kerjaan untuk biaya anak dan istri saya, jadi jangan laporkan tuan muda kalau nona sudah mengetahui kami penguntit. ''
ucap salah satu penguntit dan alana menghembuskan nafasnya.
''Sana beli kopi, pasti kalian haus kan dan ini uang untuk kalian beli kopi, saya gak akan ganggu kerjaan kalian dan lanjutkan kerjaannya. ''
ucap alana sambil berjalan kembali menuju kursinya.
Saat alana melamun menatap jalanan di hadapannya dia di kagetkan oleh riyan yang tiba tiba ada di hadapannya.
''Alana kamu lagi apa disini?? ''
tanya riyan dan alana menghela nafasnya.
''Lagi istirahat. ''
jawab alana dan meminum kopinya.
''Kebetulan sekali yah kita bertemu disini, saya sedang ada kerjaan di luar kota dan ini istirahat sebelum pulang ke rumah. ''
ucap riyan dan alana hanya diam.
''Alana, apa benar kamu sudah bertunangan dan akan segera menikah?? ''
tanya riyan dan alana tetap diam dan tidak memjawab ucapan riyan.
''Alana kenapa diam terus, jawab pertanyaan nya aku dong. ''
ucap riyan kembali karena alana gak menjawab pertanyaannya.
''Kamu ceret sekali sih tuan riyan, iya aku sudah bertunangan dan akan segera menikah, puas. ''
jawab alana dengan nada kesalnya.
''Biasa ajah jangan ngegas dong jawabnya. ''
''Serba salah deh bicara sama kamu, udah sana jangan ganggu say. ''
ucap alana dengan juteknya dan mengusir riyan.
''Ini kan tempat umum, aku bebas mau duduk dimanapun, lagian aku juga istirahat disini. ''
jawab riyan dengan santainya sambil meminum kopi yang ada di tangannya.
Alana hanya menghembuskan nafasnya dan membiarkan riyan tetap duduk dan alana kembali menatap lurus ke arah jalanan dengan fikirannya yang begitu rumit.
__ADS_1
Di cafe saat ini.....
Raihan datang ke cafe sebelum berangkat menuju rumah sakit.
''Permisi, alana nya ada di ruangannya ga?? ''
tanya raihan pada asti dan meta yang sedang duduk di meja nya.
''Alana lagi keluar dan belum datang lagi, mungkin alana pulang ke rumahnya. ''
jawab meta dan raihan mengangguk.
''Yasudah, saya permisi dan terimakasih. ''
ucap raihan sambil pamit dan keluar dari cafe.
''Masa kamu pulang sayang, tadi aku ke rumah tapi kata penjaga kamu belum pulang dari cafe, di cafe arla juga kamu gak ada, apa kamu di rumahnya opah?? ''
gumam raihan sambil duduk di dalam mobilnya dan menghidupkan mesin mobil.
Raihan langsung menuju rumah sakit, karena hari juga sudah semakin masuk ke jadwal dia di rumah sakit, dia akan bertanya pada triyan setelah sampai di rumah sakit.
Di perusahaan galuh saat ini....
Setelah menerima laporan dan foto alana yang sedang di perbatasan kota menuju desa galuh langsung khawatir dan berniat akan menyusul alana.
''Kamu kenapa kak, jauh banget kaburnya sampai ke perbatasan, apa kamu akan ke desa?? ''
gumam galuh saat melihat foto alana sedang duduk di sebuah mini market.
Pintu ruangan galuh di ketuk dan ibu nya yang masuk lalu duduk di sofa ruangan galuh.
''Ibu tahu tidak, kak alana saat ini ada di perbatasan menuju desa, lihat ini fotonya. ''
''Apa kakak kamu mau ke makam ayah, tapi kenapa mendadak sekali yah. ''
ucap ibu rani saat melihat foto alana.
''Apa galuh susul kakak ajah kesana bu, galuh khawatir loh dan dia menyetir mobil sendiri. ''
''Lebih baik biarkan kakak kamu sendiri dulu, lagian ada pengawal kan yang mengikutinya jadi akan aman dimanapun kakak kamu berada. ''
''Ada masalah dengan kak raihan gitu?? kak alana susah di tebak isi hatinya bu sekarang ini. ''
''Sudah jangan khawatir berlebih, biarkan alana menenangkan dirinya dan nanti juga dia kembali lagi, kalau kita mengusiknya saat ini, nantinya dia akan menentang, alana ingin pernikahan setelah cabang cafe nya launching, tapi opah, omah dan raihan malah setuju dua minggu lagi alana menikah, kamu tahu kan galuh alana sangat senang dengan bisnis cafe nya dan cafe yang saat ini sedang alana inginkan itu adalah cafe yang dulu tempat dia bekerja dan mencari uang untuk melunasi hutangnya ibu, makanya alana sangat antusia untuk membuka kembali cafe itu, dia ingin teman lamanya yang kerja di cafe itu tetap bekerja dan itu membuat alana senang, tapi opah dan raihan gak mengerti keinginan itu, ibu gak tau sih kenapa kakak kamu ngotot ingin cafenya launching, padahal sama sajah, menikah saat sudah launching dan sebelum launching. ''
ucap ibu rani dan galuh hanya mengangguk dan terdiam.
''Hanya kakak yang mengetahui alasan di balik launching cafe itu, willi juga bilang kalau minggu depan cafe akan launching, sesuai keinginan alana dan saat ini emang cafe nya sudah delapan puluh lima persen, willi sedang mengurus karyawan yang bekerjanya saat ini. ''
''itu aman sudah mau launching, tapi kenapa alana mesti pergi yah, ada masalah gitu dengan anak itu. ''
''Galuh juga gak tahu ibu. ''
ucap galuh dan ibu rani terdiam.
Di rumah sakit saat ini....
Raihan sudah mulai pekerjaannya dengan pasien pasiennya, raihan saat ini tidak fokus dan fikirannya saat ini hanya untuk alana.
''Siapa yang bisa tahu dimana alana saat ini, dokter triyan bilang kalau dia praktek pagi dan alana memang pagi pagi sudah pergi dengan adik dan ibunya, siapa yah yang mengetahui alana dimana. ''
__ADS_1
gumam raihan sambil duduk di kursi tunggu di depan ruangan vvip rumah sakit.
''Dokter Rey kamu sedang dalam masalah, kenapa malah melamun ajah?? ''
tanya triyan sambil duduk di samping raihan yang terlihat melamun.
''Alana tadi mengusir saya dok dan saat saya ke cafe lagi dia belum kembali dari cafe, siapa orang yang tahu dimana alana saat ini menurut dokter?? ''
Jawab raihan dan triyan tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
''Si centil itu lagi marahan sama kamu yah, orang yang mengetahui dimana alana saat ini yah pengawal yang di perintahkan galuh untuk mengikuti kemanapun alana pergi, jadi kamu tanya ke galuh ajah tapi saya sarankan bertanya nya pelan pelan yah, galuh sangat arogan dan dia akan marah kalau kamu salah mengucapkan pertanyaan yang menyangkut alana. ''
jawab triyan dan raihan mengangguk.
Raihan langsung menghubungi nomer galuh untuk bertanya alana saat ini dimana.
Dalam panggilan telphone setelah galuh mengangkat telphone dari raihan.
''Galuh, apa kamu sedang sibuk?? ''
''Gak kak lagi santai, ada apa yah kak raihan menghubungi galuh?? ''
''Galuh kakak tahu kamu pasti tau dimana alana saat ini, bisa beritahu kakak dimana alana sekarang, kakak cari kemana mana tapi alana gak ada. ''
''Emang kakak dan kak alana sedang ada masalah yab, sampai kak alana gak di temukan?? ''
''Tadi alana marah saat kakak menyinggung masa lalu nya dan kakak hanya cemburu karena alana terlihat senang sekali saat mengajak kakak ke cafe arla untuk melihat renovasi, tapi kakak gak serius saat bicara, alana malah marah dan mengusir kakak, saat ini kakak hubungi tapi gak angkat telphone nya. ''
Galuh terdengar menghembuskan nafasnya dan mengetahui alasan kakaknya pergi jauh ke perbatasan desa.
''Biarkan kak alana sendiri dengan semuannya, kalau kita mengusiknya kak, nantinya kak alana akan semakin marah, kalau sudah tenang dia akan kembali sadar lagi, kak alana saat ini baik baik ajah dan aman ko, maaf galuh gak bisa memberitahukan dimana kak alana saat ini, karena galuh ingin kak alana tenang dulu. ''
''Yasudah makasih galuh, yang penting alana saat ini baik baik ajah, kakak tutup telphone nya.
ucap raihan dan panggilan langsung di tutup.
''Galuh gak ngasih tahu dimana alana saat ini, sepertinya alana sedang menangkan diri. ''
ucap raihan saat panggilan berahir dan triyan langsung tersenyum.
''Alana gadis yang cantik, sederhana, baik hati, ceria dan membuat orang menyayanginya saat berada di samping alana, termasuk saya juga yang menyayangi alana, tapi alana juga punya kelemahan, dia gak suka di kekang dan dia ingin bebas gak mau ada pantangan, jalan satu satunya agar kamu dan alana langgeng, mengalah pada alana, jangan mengekang dia, alana gadis baik banget dan percayalah kalau alana gak akan pernah menodai kesetiaannya ke kamu rey, hubungan kalian akan baik baik ajah selama kamu gak terlalu cemburuan dan posesif pada alana, sudah kamu pulang ajah dan gak akan benar kalau kamu paraktek, nanti semua pasien malah jadi sakit karena kamu. ''
ucap triyan sambil menepuk bahu raihan dan raihan mengangguk dan bersiap untuk pulang, karena hari ini tidak ada jadwal operasi dan pemeriksaan pasien, raihan hanya jaga saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...............