Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 57


__ADS_3

Saat ini alana dan raihan duduk dan tidak ada sedikitpun obrolan, raihan gugup dengan wanita di hadapannya dan alana juga sibuk dengan lamunannya yang ntah dimana sekarang.


''alana, saya tunggu kamu menghubungi kok gak ada sih, hampir mau tiga minggu saya menunggu. ''


ucap raihan memecah keheningan dan alana tersentak kaget dan mengerutkan keningnya.


''Mau apa aku hubungi kamu, nomer ajah gak ada mau lewat angin atau udara?? ''


jawab alana sambil tersenyum dan sekarang raihan yang tidak mengerti dengan ucapan alana.


''Saya sehari setelah kejadian di rumah sakit datang ke cafe, tapi kamu gak ada dan saat saya minta nomer handphone kamu, malah nyaranin saya tinggalkan nomer nanti di kasihkan ke kamu, tapi saya nunggu sampe sekarang gak ada kamu menghubungi saya, tadinya mau saya susul lagi ke cafe tapi saya malu. ''


''Malu kenapa?? ''


''Takut di sangka ngejar ngejar kamu, mamah saya pengen makanan kesukaannya sampai di belikan orang lain, karena saya malu mau ke cafe nya. ''


ucap jujur raihan dan membuat alana tertawa, karena menurutnya laki laki seperti raihan begitu banyak malu padahal dia tampan dan seorang dokter.


''Kamu kan bisa minta ke kak triyan loh nomer aku, kenapa mempersulit diri. ''


ucap alana dengan tertawa nya yang belum menghilang.


''Stop, kenapa malah tertawa terus, emangnya ada yang salah dengan saya?? ''


ucap protes raihan dan alana langsung diam.


''Kalau saya minta ke dokter triyan, sungkan lah dia kan pemilik rumah sakit dan saya kalau bertemu juga hanya menyapa biasa dan gak lebih. ''


''Kak triyan orang baik, tinggal basa basi dikit dan tinggal ucapkan mau nya kamu, selesai deh. ''


ucap alana dengan entengnya dan gak mengerti dengan karakter raihan sebenarnya.


Raihan mengeluarkan handphone dan memberikannya pada alana, alana bingung dengan maksudnya raihan.


''Maaf saya sudah punya handphone dan gak butuh handphone itu. ''


tolak alana saat raihan memberikan handphone pada alana dan membuat raihan menepuk keningnya karena alana terlalu pede dengan semuanya.


''Kamu itu kepedean sekali, catat nomer kamu di handphone saya, biar saya gampang hubungi kamu nantinya. ''


ucap raihan dengan spontan dan dia langsung terdiam sedangkan alana mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti maksud dari raihan, alana memang menganggap raihan tidak lebih dari laki laki yang baru di kenal.


''Buat apa emangnya nomer aku dan mau apa hubungi aku nantinya?? ''


tanya alana penuh selidik dan membuat raihan kembali membawa handphone nya dan saat akan menyimpan kedalam saku jaketnya, alana langsung mencegah nya karena melihat wajah raihan jadi kecewa.


''Ambekan deh, sini aku bakalan catat nomer nya dan kamu harus janji yah, jangan publikasikan nomer saya ke siapapun, oke. ''


ucap alana sambil mencatat nomer handphone nya dan raihan mengangguk tersenyum.


''Tuhan, kenapa setiap melihat wanita ini tersenyum terasa sejuk dan teduh sekali, apa ini rasanya jatuh cinta dan aku harus bagaimana?? ''


gumam raihan dalam hatinya sambil tersenyum dan menatap alana yang sedang sibuk dengan handphone nya.

__ADS_1


''Selesai, ini makasih handphone nya. ''


ucap alana sambil memberikan handphone raihan dan raihan menerimanya.


''Saya yang harusnya bilang makasih, karena kamu mau memberikan nomer kamu, makasih yah. ''


''Lebay banget yah kamu itu pak dokter. ''


ucap alana sambil tertawa dan geleng geleng melihat kepolosan laki laki di hadapannya.


''Udah mau sore, aku pamit yah dan sampai ketemu lagi, kalau mau beli makanan di cafe jangan meminta orang lain yah, beli sama pak dokter langsung, kan bisa ketemu sama aku nantinya. ''


ucap alana sebelum masuk kedalam mobilnya dan raihan langsung tersenyum mengangguk.


Alana melajukan mobilnya menuju pulang dan raihan langsung menaiki motornya menuju rumahnya, sepanjang perjalanan menuju rumah, raihan begitu senang dan terus tersenyum senang karena dia berhasio memiliki nomernya alana.


''Apa dia jodohku, yang selalu aku lamunkan dalam impianku selama ini, mudah mudahan ini bukan impian dalam rindu. ''


gumam raihan dalam hatinya dan kembali fokus dengan motornya.


Alana saat ini sampai di rumahnya dan langsung di jegal oleh adiknya yang begitu khawatir pada alana.


''Apa maksudnya kamu menjegal jalan kakak?? ''


ucap alana saat galuh menghalangi langkah alana.


''Kakak darimana ajah, galuh, ibu, opah dan omah menghawatirkan kakak, kalau kaka begini terus, galuh akan siapkan supir dan pengawal untuk kakak, galuh gak mau kakak kenapa kenapa, setidaknya kabarin galuh dimana posisi kakak. ''


ucap galuh sambil memegang bahu alana dan alana langsung menunduk.


ucap galuh kembali sambil membawa alana kedalam pelukannya dan alana membalas pelukan galuh.


Galuh membawa alana masuk dan di dalam rumah sufah ada ibu, opah dan omah yang menunggunya dengan khawatir.


Alana pagi sekali pergi dari rumah dan gak membawa handphone nya, semua keluarga mencari cari alana dan tidak ada yang bisa menemukannya, alana baru tiba saat sore menuju malam dan membuat semua lega karena alana pulang dan tidak kabur.


''Maafkan alana, alana tadi pagi pagi sekali pergi tanpa pamit, alan udah mencoba melupakan dia tapi saat dia mau menikah, hati alana sakit makanya alana pengen menyendiri dulu dan menenangkan hati, sekali lagi maafkan alana. ''


ucap alana sambil terduduk dan membuat ibu rani menghampiri dan memeluk alana.


''Ibu mengerti sayang dengan sakit kamu, ibu yakin kamu bisa melewati semua ini, kamu alana yang tangguh dan kuat, kamu anak ayah jordi yang hebat dan penuh ambisi untuk mengejar keinginan, ada ibu yang siap menerima semua curahan hati kamu, agar hati kamu lebih lega dan gak sakit sendiri. ''


ucap ibu rani dan alana menganggukan kepalanya.


''Sini sayang duduk di samping omah dan opah. ''


ucap omah ajeng dan alana langsung menghampiri nya dan duduk di tengah tengah omah dan opah nya.


''Apa kita liburan ajah, biar kamu bisa lebih senang juga, kamu mau kan sayang?? ''


ucap opah noto sambil membelai rambut alana dengan kasih sayangnya.


''Alana udah empat hari gak ke cafe, besok alana mau ke cafe ajah, ada menu baru yang alana siapkan buat lauching mingguana. ''

__ADS_1


jawab alana dan opah noto menganggukan kepalanya.


''Mau hadiah apa dari omah dan opah??, kamu tinggal bilang kami akan menyiapkannya. ''


ucap omah ajeng dan membuat galuh protes.


''Stop omah, cucu omah bukan hanya kakak tapi galuh juga kan, kenapa kasih hadiah ke kakak ajah. ''


''Galuh kamu itu protes ajah, kakak tau kamu dapat mobil sport itu hadiah dari opah bukan beli sendiri, tapi kakak gak komen, sekarang omah baru mau nawarin hadiah ke kakak, malah komen dan protes. ''


ucap alana dan membuat opah noto dan semua diam karena alana bisa mengetahui semuanya.


''Kamu mau opah belikan mobil sport seperti punya galuh, opah akan belikan kalau begitu. ''


ucap opah noto tapi alana menolaknya.


''Alana gak mau mobil, hadiahnya cukup opah dan omah sehat ajah, ibu dan galuh juga harus sehat, agar alana menikah nanti, kalian akan menjadi saksi kebahagiaan alana, itu udah cukup. ''


ucap alamna dengan nada sendu dan membuat semua terdiam dan semua menghampiri alana lalu memeluk alana.


''Stop stop, alana kenapa di peluk sama kalian berempat, pengap tau. ''


ucap alana di sela pelukannya dan membuat semua tersenyum.


Alana anak yang gak suka kemewahan, alana ingin jadi diri sendiri, alana hanya ingin keluarga nya bahagia dan di beri kesehatan, itu cukup bagi alana.


''Kamu itu sederhana seperti ibu kamu sayang, kamu cantik dan periang, membuat semua orang yang ada di dekat kamu itu langsung sayang ke kamu, kamu gak membeda bedakan status dan derajat seseorang, opah bangga sama kamu sayang. ''


ucap opah noto dan alana tersenyum senang mendengarnya.


Ibu rani senang melihat kedua anaknya bahagia, apalagi melihat alana yang gak perlu kesusahan mencari uang untuk membantu kehidupan sehari harinya, kini semua berubah dan alana bisa menikamati semuanya dengan tanpa kerja keras lagi.


''Rani, kemarin fatma hubungi nomer ibu, karena ibu dan ayah sudah melarang keluarga fatma memasuki rumah utama, dia bilang mau ketemu kamu dan meminta maaf, apa kamu mau menemui fatma, kalau mau nanti ibu dan ayah juga kedua anak kamu akan ikut juga. ''


ucap omah ajeng dan membuat ibu rani diam dan bingung harus bagaimana.


''Ntah lah ibu, nanti kalau rani sudah siap bertemu, pasti rani akan langsung menghampirinya tanpa harus dia mencari rani. ''


ucap ibu rani dan omah ajeng menganggukan kepalanya.


.


.


.



.


.


.

__ADS_1


....................


__ADS_2