
Setelah semua selesai dengan bersiapnya, alana, meta dan asti sedang duduk menunggu galuh yang sedang menerima telphone.
''Si galuh nelphone pacarnya tuh kayanya, pake ngejauh segala gitu angkat telphone nya. '' ucap meta.
''Kamu semenjak putus jadi kepo yah dengan urusan orang lain. '' ucap asti dengan menyonor kepala meta dan membuat meta kesal.
''Stop jangan bahas laki laki penghianat itu, aku benci sekali tahu. '' jawab meta dan membuat alana juga asti tertawa.
''Udah jangan ribut deh, galuh lagi terima telphone dari sekolahnya. '' ucap alana menengahi pembicaraan kedua sahabatnya.
''Mba rani gak ikut yah, kan jadi gak seru. '' ucap meta.
''Di cafe lagi sibuk karena aku kan gak akan masuk, jadi mba rani gak bisa off. '' ucap alana dan meta hanya menganggukan kepalanya.
''kak kita pakai taksi online ajah yah, biar gak usah bingung nyari alamatnya. '' ucap galuh dan membuat semua senang.
''Kamu hebat galuh pemikiannya, kalau kita malah mikir mau pake angkot dan nyari alamatnya. '' ucap meta.
''Kita itu rakyat menengah kebawah jadi pikirannya hanya naik angkot, beda dengan rakyat menengah ke atas, pikirannya langsung tertuju dengan angkutan online aplikasi. '' ucap alan.
''Udah jangan ribut, kalian bertiga udah kunci kamarnya kalian kan?? '' ucap galuh karena ketiga wanita di hadapannya sangat berisik dan sangat merepotkan kalau sudah bersama dan membuat ulah.
''Udah dong....'' jawab kompak ketiga wanita dan galuh hanya geleng geleng kepala lalu pergi meninggalkan ketiga wanita dan reflek membuat ketiga anita itu berlari mengejar galuh.
''Kamu itu maen nyelonong pergi ajah, tunggu kita dong galuh. '' gerutu meta saat berhhasil menghampiiri galuh.
''Kalian lelet dan sangat bikin pusing, itu mobilnya udah sampai di gang depan. '' ucap galuh sambil mennjuk mobil online pesanannya yang sudah menunggu.
Alana, meta dan asti langsung berlari dan masuk kedalam mobilnya, mobil langsung berjalan menuju alamat tujuan, sepanjang perjalanan ketiga wanita begitu heboh dan galuh sibuk dengan menatap jalanan di hadapannya.
''Aku merasa kalau acara ini bukan acara sesungguhnya, apa ini jebakan untuk kakak, poonya aku harus melindungi kakak dari orang yang akan jahat. '' Gumam galuh saat menatap jalan dihadapannya.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di rumah yang sesuai dengan alamat yang di berikan teguh, alana membayar tagihannya dan mengajak semuanya untuk masuk.
''Katanya ada acara, kenapa sepi sekali yah?? '' ucap meta saat melihat rumah yang begitu mewah di hadapannya.
''Sebentar aku telphone kak triyan dulu yah. '' ucap alana.
Alana langsung menghubungi triyan dan tidak berselang lama, gerbang terbuka, alana menutup telphone nya dan segera masuk membawa adik dan kedua sahabatnya.
Triyan tersenyum saat meliht alana datang dengan galuh, opah noto dan omah ajeng masih di perjalanan menuju rumah yang akan di adakan acara.
''Maaf yah membuat kalian menunggu, tadinya mau saya jemput tapi om teguh bilang kalian akan datang kesini sendiri, makanya saya santai di dalam. '' ucap triyan dan alana hanya tersenyum membalasnya.
Alana dan yang lainnya langsung di persilahkan masuk dan tanpa di duga riyan datang dan menghampirinya.
__ADS_1
''Harusnya kamu datang lebih awal alana, emang waktunya cukup membuat cake ulang tahunnya?? '' ucap riyan dan membuat galuh langsung kesal karena riyan berbicara kasar pada alana.
''Kalau kamu takut alana tidak bisa mengerjakan tugasnya, cari orang lain sajah dan gak usah menunggunya, harusnya kamu berterimakasih karena alana bersedia datang kemari. '' ucap galuh dengan nada tinggi dan membuat riyan melototkan matanya.
''Berani kamu berbicara seperti itu anak kecil. '' ucap riyan dengan nada tak kalah tingginya.
''Riyan erlangga berani kamu......'' teriak opah noto yang mendengar riyan bernada tinggi pada galuh dan menatap galuh dengan nada marah.
Riyan langsung terdiam dan dia lupa kalau anak kecil di hadapannya adalah putra mahkota.
Galuh langsung menatap opah noto yang semakin menghampirinya dan omah ajeng begitu kaget melihat wajah galuh yang tampan dan mirip dengan putranya jordi.
''Kamu mau opah tarik investasinya, berani sekli kamu memarahinya. ' ucap opah noto.
''Maaf opah, riyan gak sengaja. '' ucap riyan tertunduk.
Omah ajeng berjalan menghampiri keributan di hadapannya dan merangkul alana.
''Alana terimakasih yah kamu bersedia untuk membuat cake nya dan omah sudah siapkan bahan bahannya, kalau makanan akan di antarkan dari cafe nya nanti jam sepuluh. '' uap omah ajeng.
''Sama sama omah, maaf kalau lana datangnya tellat, tapi omah jangan khawatir karena lana akan di bantu galuh untuk membuatnya. '' ucap alana dan omah mengangguk.
''lebih baik kita duduk dulu yah. '' ucap triyan dan semua langsung menuju ruang keluarga.
ALana di dapur dengan galuh, yang lainnya sedang sibuk mendekor tempatnya, meta dan asti pun ikut mendekor, opah noto senang menatap wajah galuh yang begitu mirip dengan mendiang putra nya.
''Cucuku begitu tampan, kamu hebat rani telah mendidik kedua cucuku menjadi tangguh dan begitu saling melindungi. '' gumam opah noto.
''kak mereka itu siapa sih?? '' ucap galuh.
''Mereka itu omah dan opahnya tuan riyan, mereka baik sekali loh galuh, udah kita lanjutkan yah membuat cake nya, takut gak keburu. '' ucap alana dan galuh mengangguk.
Dua jam kemudian cake ulang tahunnya selesai di buat, begitu bagus dan sangat unik, alana membuatnya dengan hati hati, galuh membawa cake nya ke ruang tempat acara sedangkan alana membuat cemilan untuk dimakan, karena sisa bahan masih banyak.
''Cake ulang tahunnya bagus sekali, jadii sayang kalau harus di potong dan di makan. '' ucap omah ajeng saat galuh membawanya dan menatanya di meja yang sudah di sediakan.
''Yaudah gak usah di potong ajah, di pajang omah sekalian. '' ucap riyan dan triyan langsung memukul lengan riyan.
''Kamu itu kalau bicara selalu ngasal ajah deh, ayo telphone pihak cafe, kenapa belum sampai makanannya, jangan sampai tamu undangan datang dan disini masih belum siap. '' ucap omah ajeng dan riyan langsung menghubungi pihak afe.
Galuh langsung duduk di samping meta dan asti untuk membantu membuat pernak perniknya.
Opah noto terus menatap galuh yang duduk di lantai tidak jauh darinya, omah ajeng hanya bisa mengelus lengan suaminya untuk memberikan kekuatan.
Alana menghampiri semuanya dengan membawa cemiln enak dan langsung di serbu karena mereka semua sudah sangat lapar.
__ADS_1
Galuh pun ikut makan dan duduk di samping alana, galuh sudah merasakan tatapan berbeda dari opah noto, namun dia tetap acuk agar tidak di ketahui opah noto.
''Sepertinya aku pernah melihat wajah opah noto, tapi dimana yah, seperti gak asing dan ini beneran acara pesta karena terlihat berbeda, aku kira jebakan untuk kak alana. '' gumam galuh dalam hatinya.
''Lana, galuh itu saudara kamu?? '' uap omah ajeng.
''Iya omah, galuh adik nya alana, kenapa emangnya omah?? '' jawab alana.
''Gak kok, omah kira galuh itu teman alana seperti meta dan asti. '' ucap omah ajeng.
Alana hanya tersenyum dan mengangguk sajah, karena dia bingung harus berbiara apa.
Triyan kedepan karena ada mobil memasuki pekarangan rumah utama, ternyata mobil yang membawa semua kebutuhan makanan yang datang, rangga dan mba rani masuk untuk membantu membawa makanannya.
''Mba rani.....'' ucap alana saat melihat mba rani menata makanannya.
''Alana, kamu ada di acara ini yah, berarti galuh, meta dan asti ada disini juga?? '' ucap mba rani dana alan mengangguk.
''Kalian jangan pulang dulu yah, ikut ajah acaranya disini biar ramai sedikit. '' ucap omah ajeng kepada rangga dan mba rani dan membuat mereka berdua mengangguk.
Acara di mulai dengan tiup lilin daan memotong kue, acara sedikit ramai karena kehadiran sahabat riyan, walaupun acara sederhana tapi riyan senang, karena sudah bisa membantu opah noto bertemu dengan cucunya.
Acara dilanjutkan dengan makan makan dan semua mengobrol dengan topik masing masing, alan saat ini duduk dengan galuh di sofa dan alana hanya memakan cemilan, sedangkan galuh memakan makanannya dengan lahap, meta dan asti ikut gabung dengan alana dan galuh, karena mba rani dan rangga juga sedang dengan alana.
''Cafe sibuk banget pagi pagi alana, kamu gak ada dan pesanan pesta begitu mendadak sekali loh, semua kelabakan, pak teguh gak ada ke luar kota, pak heru dan bu clara yang tersiksa. '' ucap mba rani dan alana hanya tesenyum senang.
''Kali kali mereka berdua susah jangan kita ajah kan yang susah mba. '' ucap alana dan semua langsung senyum.
Omah ajeng menghampiri dan meminta alana juga galuh untuk ikut bersamanya, alana langsung menyetujuinya dan mengikutinya.
.
.
.
.
.
.
...........................................
__ADS_1