
Moa memberontak keras hingga bekapan di mulutnya terlepas. Dua netra emerald itu berkobar amarah menatap seorang pria tampan yang sudah sedari tadi memancing amukannya.
"Kau mau apa, Haa??" Suara Moa meninggi seakan tak peduli jika akan ada yang mendengar bentakannya.
Zhen diam tapi matanya beradu amarah dengan Moa. Asisten Jio yang melihat dari kaca spion hanya bisa membisu bak patung belum menjalankan mobil.
Karena tak sedang dalam mood yang baik, Moa kembali ingin keluar dari mobil tapi pintu itu tertutup otomatis hanya menyisakan jendela mobil.
"Buka!" Titah Moa dengan pandangan semakin tak bersahabat.
Zhen tetap diam seakan benar-benar ingin melihat sampai dimana Moa akan memberontak padanya.
Namun, siapa sangka Moa akan menendang kursi kemudi sampai asisten Jio terhantam ke kaca depan.
"KAU GILA, HAAA???!" Maki asisten Jio mengelus dadanya yang nyeri akibat terbentur.
"B-U-K-A," Tekan Moa penuh emosi meledak-ledak.
Tapi, asisten Jio tak bisa berkutik. Jika ia buka maka Zhen akan melenyapkannya dan jika tidak, wanita iblis ini benar-benar membuatnya merinding.
"Tanya tuanku. Kau yang mencari masalah dengannya."
"Aku?" Syok Moa dengan tawa getir pada Zhen seakan tak percaya itu.
Sedetik kemudian Moa langsung mencengkram kerah kemeja Zhen yang masih diam tapi jelas ia menahan panas melihat pakaian Moa.
"Kau yang mencari masalah denganku!" Geram Moa tak main-main.
Kali ini Zhen bisa melihat jika Moa benar-benar marah bahkan, dia jadi semakin tak terkendali.
"Pakai jaketmu!"
"Cih, jangan mengaturku!" Decih Moa duduk merapat ke pintu mobil tanpa menghiraukan titahan Zhen.
Moa menjaga jarak bahkan ia terlihat enggan memandang Zhen seperti biasanya. Hanya ada emosi dan kemarahan kala sepasang mata indah itu menoleh padanya.
"Pakai JAKET-mu!" Tekan Zhen sangat muak mencium aroma bir di tubuh Moa.
Karena kehabisan kesabaran, Zhen langsung menarik seatbelt lalu membelitkan benda itu ke tubuh Moa hingga kedua tangan terikat dan tubuh tak bisa bergerak.
Moa yang memberontak benar-benar tak bisa melawan kekuatan pria kekar ini sampai-sampai terpojok ke pintu mobil.
"Lepas!!" Berontak Moa namun Zhen menuli.
Jaket yang jatuh ke bawah ia ambil dan di ikatkan ke kedua pergelangan kaki Moa agar wanita ini tak membuat kepalanya pusing lagi.
Walau kakinya masih belum stabil bergerak tapi itu tak jadi halangan bagi Zhen untuk melumpuhkan Moa.
"Rasakan!" Puas asisten Jio melihat Moa di ikat rapat oleh tuannya.
Saat Zhen melihat ke arah kursi yang Moa duduki, ada sebuah dompet yang terselip di bawah paha Moa.
"Dompet?"
"KEMBALIKAAN!!!" Pekik Moa saat Zhen mengambil benda itu.
Melihat ada banyak kartu disini sontak saja wajah Zhen semakin kelam beralih menatap Moa yang agak ciut namun tak memperlihatkannya.
"Uang yang-ku berikan padamu kurang?" Dingin Zhen benar-benar menakutkan.
"A..aku.."
Zhen membuang dompet itu keluar jendela. Asisten Jio menelan ludah berat segera melajukan mobil menjauh dari area club.
Sungguh, Zhen tampak benar-benar emosi melihat kelakuan Moa yang tak ada puas-puasnya sama sekali.
"Berapa yang kau mau?"
Moa diam membuang muka ke luar jendela. Seakan tak terima jika wanitanya masih mengharapkan uang dari pria lain. Tentu saja Zhen murka segera mencengkram dagu Moa memaksa wanita itu memandang wajah kelamnya.
__ADS_1
"Masih belum cukup?"
"Yah. Belum," Jawab Moa menantang.
Mendengar jawaban itu emosi Zhen benar-benar tak terkendali. Ia menyambar bibir Moa dengan ganas membuat asisten Jio segera menurunkan kaca spion agar tak melihat adegan itu.
"Ehmm!!!" Pekik Moa tertahan kala lidahnya di hisap buas oleh Zhen bahkan pria itu dengan sengaja mengigit bibir bawahnya sampai Moa terperanjat.
Merasa bibirnya kebas dan kaku di hisap kuat oleh babi jantan itu, Moa segera mengigit bibir Zhen hingga ciuman itu terlepas.
Nafas keduanya memburu dan Moa bisa melihat sudut bibir Zhen berdarah karena gigitannya.
"Jangan menyentuhku!" Tekan Moa membuat darah Zhen semakin mendidih. Aroma alkohol dan parfum asing yang menempel di tubuh Moa membuatnya tak bisa menahan kecemburuan.
"Hentikan mobil ini!!"
"T..tuan!" Gugup asisten Jio segera memberhentikan mobil di tepi jalan yang cukup sepi.
Pandangan Zhen masih belum teralihkan dari Moa bahkan, deru nafas pria itu seperti tengah menahan emosi yang meletup-letup.
Tahu akan keinginan tuannya, asisten Jio segera turun dari mobil dan berjaga di depan.
"Kau ingin apa?" Tanya Moa merasa kali ini Zhen begitu menakutkan.
"Kau masih ingat ucapanku?"
"K..kau.."
Zhen membuka jasnya dan mengendurkan dasi. Moa yang merasa Zhen tengah menginginkan sesuatu sontak meningkatkan kewaspadaan.
"Jangan menyentuhku."
"Lalu kau ingin di sentuh siapa?" Desis Zhen menaikan kedua lengan kemejanya ke atas siku hingga tangan kekar itu membuat Moa menelan ludah.
"Kau jangan macam-macam."
"K..kau.."
"Kau terlalu meremehkan aku," Geram Zhen segera menyambar kembali bibir Moa dan kali ini lebih brutal dan kasar.
Satu tangan Zhen menahan kepala Moa yang ingin menghindarinya dan satu lagi merobek paksa bra yang ada di dada Moa sampai dua gundukan sintal itu langsung ia remas kuat secara bergantian.
"Ehmm!!!" Geraman tertahan Moa tak bisa melawan karena kedua kaki dan tangannya di ikat.
Zhen tak peduli dengan pemberontakan yang Moa berikan padanya. Yang jelas, ia tak ingin ada bekas atau aroma asing apapun yang tercium dari tubuh sang istri.
Puas menghukum bibir Moa yang nyaris mati rasa, Zhen segera berpindah ke leher jenjang nan mulus itu. Gigitan halus dan jilatan mematikan yang mampu membuat Moa menggelinjang hebat.
"H..Hentikan!" Remang Moa terengah-engah kala Zhen mencumbu tai lalat di dekat telinganya.
Shitt!! Apa dia benar-benar sudah gila?? Biasanya tak seagrezif ini.
Jerit batin Moa merasa muak karena tubuhnya tak bisa menolak sentuhan Zhen. Lehernya terasa geli tapi juga menyukai ciuman dan gigitan sensual dari pria tampan menyebalkan ini.
"Sss..sudah!"
"Tubuhmu menginginkan lebih," Bisik Zhen menjadikan leher Moa sebagai media karya seninya.
Tak membiarkan sejengkal kulit pun kosong hingga membubuhi ciuman yang membekas. Tangan Zhen beralih menurunkan kursi agar lebih rendah memudahkannya untuk mencapai dua aset berharga wanita nakal ini.
"Z..Zheen emm!!" Geraman Moa merapatkan bibirnya saat Zhen meraup puncak ranum itu dengan lapar.
Sensasi nikmat tapi geli menjalar di sekujur tubuh Moa yang benar-benar tak sanggup. Tubuhnya memang belum pernah di cumbu seperti ini hingga terasa aneh namun sayang untuk di lepas.
"Sangat nikmat," Batin Zhen menyukai rasa manis dan kekenyalan dua squishi kembar itu.
Skill dewanya dalam memuaskan wanita di keluarkan sampai Moa tak berdaya.
"Kau suka?" Tanya Zhen menghisap puncak squishi ranum itu secara bergantian bahkan dengan sengaja menariknya gemas beberapa senti.
__ADS_1
"Sss...sssudah," Lemah Moa tak ingin lebih jauh.
Tapi, Zhen belum puas untuk memberi pelajaran pada belut pembangkang ini. Ia menaikan kedua tangan Moa ke atas kepala dalam kondisi masih terikat hingga dada sekang itu membusung indah.
Zhen diam dalam beberapa saat melihat pesona tubuh Moa yang semakin membuat jiwa posesifnya meruak.
Semuanya milikku.
Batin Zhen tak mau berbagi. Ia kembali mencumbu mesra dan tak khayal membenamkan wajahnya ke bantalan empuk ini.
Satu tangan Zhen menelusup ke dalam bawahan Moa yang langsung mengigit bibir dengan kepala mengadah di hantam sensasi yang luar biasa hebat.
"Enghhh!!" Lenguhan yang sangat memancing.
Mendengar suara lemah Moa, sudut bibir Zhen terangkat. Di rasa Moa tak akan memberontak lagi Zhen melepas ikatan jaket di pergelangan kaki wanita itu lalu menurunkan celana Moa sampai melorot ke bawah.
Glek..
Zhen menelan ludahnya susah payah melihat bagian bawah Moa sudah tak lagi ber penghalang. Benar-benar mulus dan seksi.
Tubuh Moa semakin di landa rasa panas yang hebat kala Zhen dengan penuh kagum mengusap pahanya sensual.
"K..kau jangan mempermainkan ku!!" Geram Moa bercampur frustasi karena bagian bawahnya ingin lebih sementara Zhen justru mengusap pahanya lalu naik ke perut bagian atas seakan menggodanya.
Nafas Moa naik turun tak beraturan. Ia ingin sekali menyerang Zhen lebih dulu tapi pria ini benar-benar menguasai tubuhnya.
"Siapa yang membuat tato ini?" Tanya Zhen membelai bagian bawah perut Moa yang di tato bunga mawar.
"Untuk apa kau tahu?!" Ketus Moa seraya menggeliat karena Zhen sengaja memancing hasratnya.
"Laki-laki?" Tanya Zhen terdengar dingin menaikan kedua kaki Moa ke atas kursi lalu membuka paha Moa agak lebar hingga bagian inti milik wanita itu tampak jelas terlihat.
Sudah basah dan sangat menggiurkan. Merekah bak kelopak mawar dan pink segar yang rapat tanpa di sentuh.
"Jawab!" Titah Zhen masih terpaku dengan panorama indah ini.
Saat Moa tak bersuara, Zhen dengan sengaja menyentuh bagian kelopak mawar itu sampai Moa mengeluarkan suara halus yang menggoda.
"Perempuan atau laki-laki?" Tanya Zhen lagi dan kali ini ia sangat serius.
"P..perempuan enghhh!!"
"Kau yakin?"
Moa mengangguk dengan nafas tak beraturan karena Zhen sengaja mempermainkan bagian bawahnya. Melihat wajah Moa merah padam dan bagian bawahnya juga ingin tentu saja Zhen tak akan melewatkan kesempatan ini.
"Cukup aku pria terakhir yang mencumbu tubuhmu!"
"A..aku.."
Zhen kembali mencium bibir Moa dan kali ini lebih lembut dan membuai. Moa yang tadi memberontak mulai hanyut dalam buaian Zhen dan membalas pangutan pria itu tak kalah menuntut.
Apalagi, jari kekar pria itu bergerak sangat nakal membelai lembut bagian inti mawar putih itu hingga mulai menekan jari tengahnya masuk ke liang kecil yang tengah mendambakannya.
Degg..
Zhen membuka mata lebar menatap Moa yang masih menciumnya dengan liar. Jantung Zhen memompa keras kala merasakan bagian bawah Moa masih bersegel bahkan sangat rapat dan ketat.
"D..dia.."
.....
Vote and like sayang.
Guyss.. ada info baik nih😁
Karena kemaren pada komplain soal novel author di sebelah itu pakek koin dan author udah minta ijin ama editornya untuk pindahin ke Fi**zo dan tenang aja itu gratis kok 😊
SUAMIKU ANAK MOMMY ..
__ADS_1