
Karena ulah Zhen yang tak mau ditinggal oleh Moa jadilah mereka mengurung diri di apartemen. Bergerak-pun Moa sangat susah karena malam ini Noah, baby Zoe dan Zhen tidur satu ranjang dengannya.
Untung ranjang itu besar hingga mereka nyaman berbaring di atasnya.
Posisinya Moa tepat berada di tengah-tengah sementara Noah berbaring di tepi menjaga baby Zoe yang berbaring di lengan Moa sementara Zhen masih memeluk posesif tubuh Moa.
"Kaki daddy turun!" Pinta baby Zoe duduk menurunkan kaki Zhen dari paha Moa dengan susah payah karena berat.
Saat sudah turun baby Zoe kembali memeluk Moa dengan satu kaki beralih ke atas paha sang singa tapi Zhen menepisnya dan gantian kakinya yang naik.
"Daddy!!" Pekik baby Zoe kembali duduk dengan bibir manyun dan wajah kesal menatap Zhen.
"Hm?" Masih memejamkan mata dengan malas.
"Daddy jangan peluk-peluk singa teyuus!!" Cadelnya ingin menurunkan satu kaki Zhen tapi pria itu justru mempererat pelukannya pada Moa yang mulai terganggu.
"Daddy!!"
"Zhen!" Tegur Moa menepuk bahu Zhen agar jangan menggoda baby Zoe lagi.
Tapi, Zhen masa bodoh. Wajah masam dan suara pekikan si kecil itu membuatnya terhibur senang.
"Daddy nakal, ya?"
"Ya. Singa punya daddy. Zoe punya kakak Noah!" Posesif Zhen membuat Moa membelo jengah.
Noah yang melihat bibir baby Zoe terus mengerucut segera menarik si kecil itu jatuh ke atas perutnya.
"Peluk kakak saja!"
" Zoe tak nakal tapi daddy nakal, kak!" Adu baby Zoe mendekap erat tubuh Noah yang sudah biasa akan sikap manja baby Zoe padanya.
Moa mengulum senyum. Noah sadar arti senyum mommynya hingga mendelik gerah.
"Jangan mulai lagi, mom!"
"Zoe sudah sedari kecil menyukaimu. Pasangan serasi!" Puji Moa tersenyum sumringah tapi Noah hanya diam mengabaikan itu.
Moa semakin senang membiarkan Noah mengurus baby Zoe. Menantunya memang sangat pandai menggoda laki-laki tampan sedari kecil? Pikir Moa bangga akan ajarannya selama ini.
"Kenapa senyum-senyum?" Suara tak suka Zhen yang menatap Moa jengkel.
"Kenapa? Tak boleh?"
"Lelaki mana yang kau pikirkan sekarang? Apa aku tak cukup?"
Moa mendengus. Ia memejamkan matanya membiarkan Zhen mengomel sementara satu tangan pria itu merayap ke dalam dress Moa mengusap perutnya dengan lembut.
"Kau sedang hamil. Masih berani memikirkan pria lain?"
"Hm."
"Perlu aku buat kau hamil ganda?"
"Hm."
"Moaaaa!!"
Moa cekikikan setelah berhasil membuat Zhen kesal. Mereka mengabaikan dua bocah malang yang seharusnya menyesal tidur di ruangan ini.
Drett..
Ponsel Zhen menyala. Moa tahu Zhen tak berniat mengangkatnya karena sedari siang Zhen benar-benar mengabaikan urusan luar.
"Sudah berulang kali ponselmu menyala. Coba periksa!"
"Tak penting."
"Zhen!" Panggil Moa penuh ketegasan.
Karena ponsel Zhen ada di nakas dekat Noah. Jadilah anak itu mengambilnya dan di sodorkan pada Zhen.
"Terimakasih, boy!"
Noah mengangguk kembali memeluk baby Zoe. Zhen duduk di pinggir ranjang tapi satu tangannya masih mengusap perut datar Moa.
"Katakan!"
"Zhen! Mobil Jio mengalami kecelakaan tadi siang. Dia tak ditemukan di sana dan hanya ada bekas darah."
Zhen terdiam dengan wajah berubah serius. Moa menyadari kegentingan itu hingga ikut duduk di samping Zhen.
"Kerusakan mobil ini cukup parah. Kemungkinan Jio mengalami luka serius di kepala dan dadanya. Setelah memeriksa cctv jalan tak ada siapapun yang menolong Jio tapi rekaman itu dimanipulasi."
"Ada jejak musuh di sana?" Tanya Zhen tak lagi terlihat kekanak-kanakan. Ia lebih cool dan sangat memimpin.
"Tidak ada sama sekali. Semuanya bersih! Datanglah ke tempat kecelakaan. Kau bisa simpulkan sendiri."
Zhen mematikan sambungan. Ia tak langsung bicara dan Moa-pun juga belum bertanya menunggu Zhen menjelaskan.
"Jio kecelakaan dan mobilnya rusak parah."
Moa terkejut. Tangan Zhen yang tadi ada di perut Moa berpindah mengusap kepala wanita itu.
"Rekaman cctv di jalan telah dimanipulasi," Imbuh Zhen sangat tenang tapi berpikir.
"Apa mungkin ini sama dengan kejadian di kapal? Apa ada yang ingin membunuh Jio?"
__ADS_1
"Mungkin. Jika orang di balik ini masih sama dengan pria itu maka kemungkinan besar dia akan merugikan ku. Tapi, sejauh ini tak ada kabar apapun kecuali kecelakaan Jio."
Moa diam sejenak. Sebenarnya ia penasaran dengan wanita yang asisten Jio cari?! Bisa-bisanya begitu liar dan sangat pandai menipu.
"Istirahatlah. Aku akan keluar memeriksa mereka!"
"Hati-hati," Peringat Moa membiarkan Zhen pergi ke walkcloset mengganti pakaian.
Noah mendengar perbincangan mereka tapi belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Bertanya-pun Moa tak akan memberitahu yang sebenarnya?! Lebih baik ia cari tahu sendiri.
Setelah beberapa lama Zhen keluar dengan memakai jaket dan jeans warna gelap.
"Tidurlah lebih dulu. Mungkin aku akan pulang terlambat!" Mengecup bibir Moa mesra lalu beralih ke kening baby Zoe dan mengusap kepala Noah.
"Uncle!" Panggilan Noah membuat langkah Zhen terhenti.
"Yah?"
"Boleh aku ikut?"
Mendengar itu Moa langsung berubah tegas.
"Jangan aneh-aneh. Ini sudah malam. Lagi pula uncle-mu keluar bukan pergi ke wahana permainan!" Tegas Moa memelototi Noah yang diam menunduk.
"Mom! Aku.."
"Ayo ikut!" Ajak Zhen membuat Moa menatapnya dengan penuh tanya.
Zhen paham kecemasan Moa yang tak pernah bisa membayangkan Noah dalam bahaya sekecil apapun.
"Aku akan melindunginya dengan nyawaku. Tenang saja!"
"Nyawa kalian itu berharga bagiku. Kalian pikir bisa mati salah satu, haa??" Keras Moa marah.
"Moa!"
"Tidak!" Tegas Moa tak mau tapi melihat Noah yang tampak ingin sekali pergi tentu saja hatinya jadi teriris.
"Tidak apa uncle! Aku disini saja."
"Moa!" Panggil Zhen lagi lebih lembut hingga beberapa lama kemudian barulah Moa melemah.
"Pergilah! Tapi ingat, jangan sampai aku melihat luka sedikitpun. PAHAM?"
Zhen dan Noah mengangguk. Bocah berumur 7 tahun itu tampak senang melepas baby Zoe yang berpindah ke pelukan Moa.
Zhen mengiring Moa keluar kamar. Keduanya berjalan beriringan sampai berjalan ke depan menuju lift.
"Uncle mencari pria bermasker di kapal kemaren?"
Zhen sedikit tersentak dengan pertanyaan Noah yang hebatnya tahu itu.
Noah mengangguk masuk ke lift yang membawanya turun membiarkan para penjaga menunduk.
"Aku mendengar pembicaraan kalian. Lagi pula, aku juga merasa ada yang aneh dengan pria itu."
"Yah. Dia berhubungan dengan penyerangan malam itu," Jawab Zhen tak lagi menutup-nutupinya. Noah memang sangat peka dan dewasa sebelum waktunya.
"Aku mendengar dan melihatnya. Mereka mencari ku!"
Zhen tak lagi menyahut. Bagaimana jika Noah sampai tahu jika Moa bukanlah mommy kandungnya?! Bocah ini memang sangat bijaksana dan bisa diandalkan.
"Tapi, aku bingung. Kenapa mereka mencari ku?!"
"Jangan terlalu banyak berpikir. Kau akan segera menemukan jawabannya dan harus siap untuk itu," Tegas Zhen menepuk bahu Noah jantan.
Mereka keluar dari apartemen ditengah penjagaan para bawahan Zhen di sekitar sini. Zhen masuk ke mobil bersama Noah yang menurut kemana-pun Zhen membawanya.
Ditengah-tengah perjalanan, Noah melihat jika ada dua mobil yang mengikuti mereka. Mata Noah melirik wajah Zhen yang sangat tenang mengemudi padahal ia tahu ada yang membuntuti.
"Jantung-mu aman? Boy!" Tanya Zhen melirik kaca spion.
"Aman untuk kejar-kejaran!"
Bibis Zhen menipis. Tak di sangka Noah tidak menunjukan rasa takut.
"Bukan kejar-kejaran tapi lebih seru dari itu."
"Aku hanya ikut saja," Jawab Noah mengencangkan seatbelt.
Zhen menambah kecepatan mobil di tengah keramaian jalan kota. Lampu-lampu yang terang dengan mobil-mobil lain yang melaju stabil tak dapat mencegah Zhen memimpin di jalanan.
"Mereka siapa?"
"Hanya penculik kecil," Jawab Zhen memutar kemudi cepat berbelok ke jalan lain.
Dua mobil itu tak bisa menyaingi keterampilan mengemudi Zhen yang bahkan lebih hebat dari asisten Jio. Sayangnya, Zhen tak suka ledakan seperti sang kaki tangan karena ia lebih suka *******.
Noah berdecah kagum dengan kelincahan tangan Zhen memutar kemudi dan memilih jalan cepat ke arah yang sulit di tebak.
"Mereka sudah tak ada di belakang, uncle!" Melihat ke kaca spion.
"Belum selesai."
"Maksudnya?" Tanya Noah tapi belum sempat Zhen menjawab dua mobil tadi muncul dari arah depan seperti memotong jalur mereka.
"Unceeel!!"
__ADS_1
"Hati-hati jantungmu!" Santai Zhen menambah kecepatan berlawanan dengan dua mobil itu.
Menepi-pun mereka tak bisa karena tidak ada cela jalan lagi.
"Uncle! Kau akan menabraknya."
"Memang."
Zhen terus menambah kecepatan hingga dua pengemudi di mobil itu saling pandang.
GILA..
Satu kata terjabar hingga mereka mundur cepat tak mau di tabrak mobil Zhen yang melaju kencang ke arahnya.
Keadaan benar-benar terlihat meneggangkan apalagi disini sepi dengan lampu jalan redup karena berada di belakang sebuah gedung besar menutupi dari jalan utama.
"Jika berani datang jangan setengah-setengah," Desis Zhen menambah kecepatan terus menerus hingga dua mobil itu ikut bergerak mundur.
Kala satu meter lagi mobil Zhen akan menabraknya Noah memejamkan mata sementara Zhen menghentikan mobil paksa.
Braakkk..
Kereta api menyambar dua mobil itu dengan sekali lintasan keras bahkan Noah mendengar suara hantaman baja dan besi sangat kuat menciptakan percikan api ke rel kereta api.
"Kau tak mau lihat?" Tanya Zhen hingga perlahan Noah membuka mata.
Ia terkejut bukan main melihat dua mobil yang mundur tadi sudah terlindas kereta hingga bagian tengahnya terpisah menjadi dua.
Kerusakan parah terdapat di area depan mobil yang sudah remuk dengan darah berlumuran dimana-mana.
"Jangan dilihat jika tak sanggup!"
"K..keren," Gumam Noah tak takut sama sekali.
Zhen diam. Pantas Noah begini karena Moa-lah yang sudah menghidupinya.
Drett..
Ponsel Zhen kembali menyala. Zhen mengemudikan mobil kembali ke jalan utama seraya mengangkat panggilan Yoshep.
"Zhen! Kau tak datang?"
"Dalam perjalanan," Jawab Zhen tenang.
"Cepatlah kemari. Tampaknya Jio di culik oleh musuhmu!"
Zhen mematikan sambungan. Ia melirik Noah di sampingnya dengan makna yang tak diketahui siapapun.
.....
Sementara di sebuah kamar asing tempat berbeda, terlihatlah seorang wanita cantik dengan telaten mengobati luka di wajah pria muda yang sekarang tak sadarkan diri di ranjangnya.
Kepala pria itu di perban sedangkan pakaiannya sudah di ganti dengan kaos lengan pendek berwarna putih.
"Seandainya kau tak mencari ku, pasti tak akan begini," Gumamnya agak menyesal setelah melihat betapa parahnya luka di tubuh sang korban.
Namun, melihat memar dan lebam di rahang pria itu ia jadi iba segera mendekatkan bibirnya dengan niat mencium.
"Menyingkir-lah dariku!" Desisan itu membuat matanya melebar tapi terlambat.
Tangan kekar itu sudah menarik tengkuknya yang segera di tekan ke atas ranjang sementara satu tangannya di pelintir kebelakang.
Yah, asisten Jio sudah sadar beberapa menit yang lalu tapi ia ingin melihat apa yang wanita ini lakukan selanjutnya.
"Apa yang kau mau?? Siapa yang menyuruhmu??" Geram asisten Jio mengunci pergerakan wanita gila ini.
Alih-alih takut, wanita itu justru tertawa kecil mendengar apa yang barusan ia katakan.
"Jangan galak-galak, sayang! Kau tak akan mampu menangkap ku!"
"Diaam!! Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?" Geram asisten Jio menekan kepala wanita itu kuat.
"Tak ada, sayang! Aku hanya suka mengganggumu."
"Wanita gilaa!!" Geram asisten Jio tapi sayangnya wanita itu tak cukup lemah.
Satu tangannya yang bebas segera memukul bagian dada asisten Jio yang terluka hingga pria itu langsung melepas kunciannya dan terbatuk.
"K..kau..."
"Jangan kasar. Aku sudah baik menyelamatkanmu," Gumam wanita itu melenturkan lehernya yang pegal berdiri di samping ranjang.
"Apa maumu? Kau pasti telah bekerja untuk seseorang!! Katakaan!!"
"Yah. Tapi, aku tak ingin ikut campur dengan urusan mereka," Jawab wanita itu santai duduk di dekat asisten Jio tanpa ada rasa takut.
Tangannya terangkat ingin menyentuh rahang asisten Jio tapi di tepis kasar pria itu.
"Menjauh darikuu!!"
"Susst!! Aku aku tak ingin kau terlibat dengan urusan mereka. Berterima kasihlah padaku," Gumamnya tersenyum dengan kilat mencuri satu kecupan di bibir asisten Jio yang syok tapi wanita itu sudah beranjak pergi keluar.
Asisten Jio ingin marah dan emosi tapi mengingat apa yang wanita itu katakan sudah pasti ada seseorang yang mau menyerang tuannya dan dia terlibat.
"Aku harus segera memberitahu tuan!"
"Jangan haraap, sayang! Kau sekarang tawananku!!" Suara dari luar membuat asisten Jio mengumpat.
__ADS_1
....
Vote and like sayang