Impoten Husband

Impoten Husband
Gelandangan?


__ADS_3

Pagi ini Zhen sudah pergi ke perusahaan sementara Moa tetap di kamar menjaga baby Zoe. Awalnya Zhen ingin membawa Moa, tapi belut betina itu sedang dalam kondisi kurang mood hingga hanya berbaring di atas ranjang menemani calon menantunya.


"Bosan?" Tanya Moa pada baby Zoe.


Keduanya sudah mandi bersama Zhen tadi, namun masih belum mau beranjak dari tempat tidur yang empuk dan besar ini.


"Singa!"


"Hm? Kau bosan, bukan? Bagaimana kalau kita susul daddymu?" Tawar Moa karena penasaran juga akan keadaan Ming Yue.


Apa dia kembali menganggu Zhen atau tak lagi punya kekuatan untuk itu?!


"Baiklah. Kita ganti baju!!" Sorak Moa turun dari ranjang di ikuti baby Zoe hingga mereka berganti pakaian.


Setelah beberapa lama, ibu dan anak tak sedarah itu keluar dengan outfit kece masing-masing.


Karena ingin ke perusahaan besar jadilah Moa memilih dress musim semi selutut lengan panjang dengan pita di area leher. Ada cela diantara belahan dada Moa hingga gundukan sekang itu menonjol seksi tapi masih bisa di selamatkan.


Sementara baby Zoe tampak anggun dengan dress kembar seperti Moa. Apalagi, gayanya mulai mengikuti belut betina itu.


"Kau memang calon menantuku yang terbaik!!" Decah Moa mendandani putri Zhen itu dengan kacamata sama sepertinya.


Dirasa sudah perfect. Moa segera berjalan dengan lenggokan sempurnanya di ikuti baby Zoe yang tak mau kalah.


Di bekali pesona dan kemolekan paras masing-masing, keduanya sukses membuat para pengawal di luar terperangah antara syok dan terpana.


"N..Nona.."


"Susst!! Jangan puji. Aku sudah bosan mendengarnya," Jawab Moa dengan angkuhnya melenggang ke arah lift.


Para pengawal di depan pintu itu saling pandang antara gemas dengan tingkah baby Zoe yang mengikuti langkah Moa ke dalam lift dan kecantikan istri baru tuannya itu.


"Nona kecil jika lebih lama lagi bergaul dengan Nona Moa pasti akan jadi duplikat."


"Satu saja sudah sangat merepotkan apalagi dua."


Gumam mereka berbisik memandangi pintu lift yang tertutup. Moa membuka tas kecil yang tadi ia bawa.


"Mau hubungi daddy dulu atau beri kejutan?" Tanya Moa menurunkan kacamatanya menatap baby Zoe yang berpikir.


"Kejutan? Mau?"


"Mau." Jawabnya mengangguk.


Moa kembali menutup tasnya. Ia rasa Zhen akan kesal saat ia membawa Zoe ke perusahaan dengan dandanan seperti ini.


"Lihat saja. Aku akan membentuk karakter putrimu seperti aku hingga kau akan stres setiap hari," Batin Moa tertawa jahat.


Ia mengajari baby Zoe bagaimana bersikap ketus dan angkuh. Jika berjalan jangan menunduk tapi pandangan lurus seakan tak ada yang mampu mengalahkan mu.

__ADS_1


"Ingat. Jika ada yang menyapa kau cukup beri anggukan kecil atau tidak sama sekali."


Baby Zoe mengangguk. Ia menerima semua ajaran sesat Moa padahal sudah jelas sikap angkuh dan arogan Moa membuat siapapun pusing termasuk daddynya.


Di perusahaan Group Ming.


Zhen kembali dan membuat pertemuan besar agar tak ada yang bergerak dalam diam tanpa sepengetahuannya. Seluruh dewan direksi di kumpulkan dalam ruang meeting yang besar bersama berbagai direktur divisi perusahaan.


Awalnya mereka terkejut saat Zhen kembali dengan keadaan lumpuh tapi, saat melihat pria itu bicara tegas tanpa ampun seperti biasa, jadilah perasaan rendah itu berganti dengan kehormatan seperti biasa.


"Selama aku tak ada di perusahaan, sudah banyak laporan yang datang dan itu benar-benar sangat menganggu. Apa kalian tak ingin bekerja disini lagi?" Tanya Zhen menukik pada direktur divisi yang terdiam pucat.


Selama Zhen tak ada di perusahaan, mereka memang sudah bekerja sama dengan tuan Hupent dengan iming-iming bagian besar. Tapi, saat melihat kedatangan Zhen secara tiba-tiba langsung membuat kepercayaan diri dan keberanian sebelumnya ciut.


"P...presdir! Kami hanya khilaf. Kami terpaksa karena rumor beredar jika anda tak bisa lagi memimpin perusahaan," Gugup Direktur Bei mewakili ketakutan para rekannya.


Mr Rulstof yang sedari tadi melihat banyak dari pejabat perusahaan terseret hanya bisa menghela nafas. Untung saat itu ia tak menuruti ajakan tuan Hupent dan jika tidak, Zhen akan memutus saham di perusahaan ini.


"Presdir! Saya mewakili dewan direksi meminta maaf atas ketidaksabaran kami menunggu anda." Mr Rulstof mencari aman.


Zhen hanya memandang datar. Asisten Jio sudah menjabarkan banyak bukti penyalahgunaan kekuasaan dari para direktur yang akhirnya hanya bisa membisu.


"Selama kalian tak merugikan perusahaan, aku tak ada masalah akan itu. Tapi, pekerjaan kalian sangat buruk!!"


"Maafkan kami, presdir!" Pinta mereka benar-benar menyesal.


Zhen tak bicara lagi. Bukti-bukti penggelapan dana dan pemalsuan berkas perusahaan sudah terpampang di layar depan.


"Pr..presdir!"


"Perusahaan ku tak membutuhkan tikus penjilat seperti kalian!" Tajam Zhen melempar lembaran surat pemberhentian pada empat pria dan satu wanita itu.


Asisten Jio memandang dengan dingin. Hari ini sudah banyak yang di keluarkan dan tentunya di blacklist hingga mereka tak akan di terima di perusahaan lain.


"Ini akibat kalian meremehkan aturan perusahaan. Jangan harap mendapatkan pekerjaan layak setelah ini," Tegas asisten Jio membiarkan aparat kepolisian masuk ke ruangan.


"P..presdir!" Semuanya gemetar ingin memohon pada Zhen.


Jangankan memandang, Zhen tampak sangat tak peduli karena tujuannya melakukan ini agar orang-orang perusahaan tak bermain-main dengannya.


"Presdir!! Presdir ampuni kami!!"


"Kami melakukannya atas perintah tuan Hupent!"


Zhen menyeringai. Itulah tujuannya sekarang. Hupent akan terseret walau akan banyak pengalihan yang di buat pria itu nanti.


"Presdir! Kami akan membawa mereka ke dapartemen kepolisian!"


"Buat mereka mengakui semuanya!" Titah Zhen hingga para tersangka itu di bawa pergi walau suara teriakan ingin kembali masih menggema.

__ADS_1


Melihat itu para dewan direksi hanya saling pandang. Mereka diam tapi berkeringat dingin.


"Ada yang ingin menyusul?" Tanya asisten Jio memecah keheningan.


"Anda sangat suka bercanda. Kami masih ingin ada di perusahaan ini," Jawab mereka tertawa getir.


Asisten Jio sama sekali tak menanggapi hal itu karena menurutnya tak ada yang bisa di percaya sama sekali.


"Pertemuan ini selesai. Jika suatu saat kalian mengikuti jejak mereka. Tuanku tak akan segan mendepak kalian keluar dari sini."


"Baik!"


Jawab mereka menelan ludah. Masing-masing keluar dari ruang pertemuan meninggalkan Zhen dan asisten Jio yang tampak menghela nafas.


"Tiga jam pertemuan, pasti tuan lelah! Ini waktunya minum obat, tuan!"


"Bawa saja ke ruanganku!" Pinta Zhen dan diangguki asisten Jio.


Wajah pria berkumis tipis itu tampak lebih berbinar kala Zhen menyuruhnya.


"Untung Moa tak ada, jadi tuan mengandalkan ku lagi," Batin asisten Jio keluar ruangan bergegas menyiapkan obat Zhen.


Biasanya asisten Jio selalu merawat tuannya dari segi menyiapkan air mandi, makanan sampai pijat memijat. Bertahun-tahun ia bekerja mengabdi pada Zhen dan ia suka saat tuannya menyuruhnya melakukan hal pribadi.


Bukan suka dalam bentuk negatif tapi asisten Jio merasa di butuhkan dan di anggap oleh tuannya.


...


Sementara di bawah sana. Ming Yue datang dan ingin menerobos masuk tapi di tahan para penjaga yang menjalankan perintah tuannya.


"Biarkan aku masuk!! Aku ingin bertemu pria bajingan ituu!!"


"Maaf, nona! Presdir melarang anda untuk masuk ke perusahaan," Jawab mereka menjaga pintu hingga membuat Ming Yue naik darah.


Wajahnya tampak lebih baik dari kemaren tapi bekas kemerahan itu masih tampak jelas walau di tutupi riasan.


"Panggil dia atau akan-ku buat kekacauan!!"


"Nona! Kami tak bisa."


Penolakan para penjaga itu membuat darah Ming Yue mendidih. Bagaimana tidak? Tiba-tiba saja tuan Hupent menelfon jika polisi tengah mencarinya atas perintah Zhen.


"Kenapa kau sangat menjijikan, haa?? Aku ingin kau cabut tuntutan pada daddykuu!!"


Teriak Ming Yue melempar heelsnya ke pintu kaca itu tapi tetap tak bisa masuk.


"BIARKAN AKU MASUUUK!!!"


"Gelandangan dari mana ini?" Suara sarkas seseorang yang datang dari arah loby mengejutkan semua orang terutama Ming Yue.

__ADS_1


....


Vote and like sayang


__ADS_2