Impoten Husband

Impoten Husband
Wanita misterius


__ADS_3

Malam ini kapal pesiar yang tengah berlayar stabil di perairan sudah terkoordinasi itu terlihat sangat ramai di penuhi lampu-lampu dan kedatangan para tamu undangan pesta.


Helikopter satu persatu turun di atas kapal membawa para tamu satu persatu keluar memasuki arena utama kapal.


Bawahan Zhen siap berjaga disetiap penjuru kapal bahkan untuk memuaskan hati para tamu, mereka menyiapkan Jet sky yang mengiring kapal itu berlayar.


"Luar biasa! Presdir memang tak main-main dalam membuat pesta ulang tahun putrinya!"


"Yah. Setelah isu lumpuh kemaren, presdir bangkit sangat cepat. Aku dengar dia juga punya wanita baru yang menemaninya."


Desas-desus para tamu masuk seraya mengagumi dekorasi mewah dan indahnya rangkaian bunga di dinding serta balon disepanjang lantai.


Media yang ada di dalam sana mengabadikan momen itu tapi tidak siaran langsung mencegah adanya konflik eskternal.


"Selamat datang di acara penting dan utama kita malam ini. Silahkan para tamu yang terhormat segera memasuki lantai utama!!" Suara MC yang bicara mengarahkan semua tamu yang sudah datang ke lantai utama perayaan.


Di sana sudah tersedia kursi, meja bahkan arena dansa yang luas. Lampu besar berbentuk kristal salju menggantung di langit-langit dengan tema frozen kesukaan baby Zoe yang meminati ala negeri dongeng.


"Dimana keluarga Ming?"


"Yah. Aku tak melihat satupun dari mereka sedari tadi."


Gumam mereka berbisik seraya menikmati suguhan makanan lezat dan minuman yang beredar rapi oleh para pelayan.


Salah satu pria berjas lengkap yang masuk dari arah pintu sana diam berdiri di tempat paling sudut. Ia memakai masker agar tak ada yang mengenalinya ditengah isu panas beredar.


"Semuanya sudah hadir! Acara akan kita mulai 10 menit lagi. Mohon bersabar tuan-tuan dan nyonya-nyonya!!!" Seru MC yang mengendalikan suasana.


Asisten Jio tak ambil pusing soal itu. Melihat keamanan begitu ketat dan banyaknya tamu yang hadir, pasti akan ada kejutan di akhir acara. Pikirnya begitu.


Setelah beberapa lama kemudian, barulah acara di mulai. Mereka bersorak kala satu persatu orang penting di negara ini keluar menampakan dirinya menuruni tangga.


"Hati-hati, sayang!" Ucap Zhen merangkul mesra pinggang Moa yang tampak sangat cantik dengan balutan gaun berwarna biru laut tanpa lengan senada dengan gaun milik baby Zoe yang berjalan dituntun Noah turun lebih dulu.


"Itu siapa?"


"Dia sangat cantik. Cocok dengan presdir Zhen kita!!"


"Presdir terlihat sangat tampan dan lembut padanya!"


Desas-desus mereka tak berkedip menatap Zhen yang mengiring keluarga kecilnya ke tengah ramainya tamu disini.


Moa hanya diam setia dengan wajah tegas tapi sesekali ia membalas senyuman para tamu yang tampak menyukainya tapi sebagian juga terlihat memendam cemburu pada Moa.


"Kau akan membuat tidurku tak nyenyak lagi," Lirih Moa dapat di dengar Zhen yang tak peduli.


"Mereka tak akan berani mengganggumu secara terang-terangan. Sebelum bertindak, akan-ku bereskan lebih dulu."


"Cih, awas saja sampai merusak moodku," Rutuk Moa membuat sudut bibir Zhen tertarik tipis akan kegalakkan wanita ini.


Tapi, fokus para tamu mulai tertarik akan keberadaan Noah. Bahkan, Mr Rulsthof yang hadir juga ikut bingung dengan anak itu.


"Aku tak pernah melihat anak itu sebelumnya," Gumam tuan Garender salah satu konglomerat di China.


"Mungkin kerabat presdir. Selama ini dia tak pernah mempublish urusan keluarganya selain perceraian itu," Jawab Mr Rulsthof mencari aman.


"Wanita itu juga sama. Terakhir aku mendengar isu jika dia adalah wanitanya presdir Zhen tapi, kenapa aku sangat familiar dengan wajahnya."


Mr Rulsthof hanya menggeleng halus tak ingin ikut campur akan ucapan tuan Garender.


Tapi, pembicaraan mereka dapat di dengar oleh nyonya Syui dan nona-nona muda lain di area belakang.


"Aku rasa aku pernah melihat wanita itu di club kemaren."


"Yah. Dia yang melempar botol ke lantai dan mematahkan beberapa tangan di club saat itu," Timpal salah satu temannya ikut mengingat kejadian itu.

__ADS_1


Nyonya Syui saling pandang dengan putrinya Wenxi. Mereka adalah ibu dan anak dari keluarga Deyujin yang cukup berpengaruh di negara ini.


"Mom! Setelah perceraian presdir kemaren aku sudah sangat berharap bisa menggantikan Cellien. Tapi, ternyata wanita itu punya keberuntungan lebih baik dariku," Bisik Wenxi merutuki Moa yang terlihat diratukan oleh Zhen.


"Kita lihat saja dulu. Jangan sembarangan bertindak. Presdir Zhen tak akan mentolerir kesalahan apapun," Bisik nyonya Syui mengendalikan emosi anaknya.


Tanpa mereka sadari, asisten Jio berdiri tepat di belakang mereka. Pria bermasker hitam itu menyorot seram sampai bulu kuduk mereka berdiri sendiri.


"10 menit sudah berakhir. Acaranya akan kita mulai hari ini tapi, sebelum itu saya menyampaikan permintaan maaf dari nyonya besar Ming yang tak bisa hadir karena ada urusan. Beliau sudah mengirim banyak kado untuk cucunya dan lihatlah ke sudut sanaa!!!"


Mata mereka digiring ke tumpukan kado yang menggunung di area samping.


"Gilaa!! Itu banyak sekali!!"


"Tak heran menjadi konglomerat China!" Puji mereka bertepuk tangan.


Baby Zoe terlihat sangat senang sampai memeluk Noah yang ikut bahagia akan pesta adiknya.


"Langsung saja. Acaranya akan kita mulai denga presdir Zhen ingin menyampaikan sesuatu. Silahkan, presdir!"


Zhen mengambil pengeras suara yang diberikan salah satu staf padanya. Marco dan Yoshep yang baru muncul dari pintu samping hanya menyaksikan proses acara berlangsung.


"Terimakasih sudah hadir di acara ulang tahun putriku!" Tegas Zhen dan diangguki para tamu yang fokus mendengarnya.


Kamera para media juga menyorot Zhen yang tak melepas rangkulannya ke pinggang Moa seakan ia benar-benar mengumumkan hubungan mereka.


"Tak hanya pesta ulang tahun tapi malam ini aku akan memperkenalkan keluargaku pada kalian. Terutama.." Zhen menoleh pada Moa dengan pandangan lembut.


"Istriku!"


Degg..


Mereka semua syok bukan main kecuali orang-orang Zhen yang sudah tahu sebelumnya.


"Aku sudah menikahinya satu bulan yang lalu. Memang tak dipublis untuk menjaga keamanan dan sekaligus putranya Noah yang sekarang juga telah menjadi anakku!"


Mereka benar-benar tak bisa berkata-kata. Hanya saling pandang dengan keterkejutan tapi tak berani membantah karena di sekeliling mereka adalah lautan tanpa tepi.


"Setuju atau tidak ini adalah keputusanku. Jika ada yang berani menyinggung mereka, aku tak akan segan bertindak kejam pada kalian!!" Tegas Zhen dengan intonasi tak main-main.


Mereka hanya bisa diam segera memberi tepuk tangan atas pernyataan mengejutkan itu. Jika Zhen mengumumkan soal kehamilan Moa pasti semuanya akan lebih syok tapi, Zhen tak mau Moa dalam bahaya dan akan mengancam perkembangan janin itu.


Zhen kembali memberikan pengeras suaranya hingga acara diambil alih MC yang tadi sempat mematung.


"Pernyataan presdir Zhen malam ini tentunya membuat kita terkejut tapi kami ikut senang dengan kabar ini. Terlepas dari itu, mari kita sambut nona kecil kebanggaan keluarga Ming, ZOE XIVENG MING!!!"


Prokkk..Prokkk...


Baby Zoe berjingkrak kegirangan melihat banyaknya orang yang memberinya tepuk tangan. Moa tanpa sadar tersenyum melihat tingkah menggemaskan calon menantunya itu.


Marco dan Yoshep tak ikut campur. Selama proses acara berlangsung meriah, mata Yoshep berkeliaran melihat gadi-gadis disini dengan nakal tapi netranya menangkap keberadaan seseorang.


"Lihat itu!" Menyikut lengan kekar Marco yang menatap datar ke arah pandangan Yoshep.


Ntah sejak kapan mereka dekat itu patut di pertanyakan.


"Itu bukannya istri kedua Zhen?"


"Hm," Gumam Marco tak peduli kembali menyorot Moa yang ikut menyanyikan lagu ulang tahun berbahasa China untuk baby Zoe di hadapan kue besar yang sudah di bawa masuk.


"Akhirnya dia datang juga!" Yoshep justru gencar mengusik asisten Jio di sudut sana.


Ia memberi pesan pada satu pelayan pria di dekatnya untuk memanggil sosok pria misterius itu.


Setelah beberapa lama asisten Jio datang mendekatinya dengan tatapan malas.

__ADS_1


"Kau datang juga rupanya. Bagaimana? Sudah ketemu?" Menepuk bahu kokoh asisten Jio yang berdiri di dekatnya.


Asisten Jio hanya diam memandang ke arah keluarga kecil Zhen. Ia ikut senang melihat kebahagiaan pria itu walau masih banyak orang yang ingin menghancurkannya.


"Hati-hati. Orang buangan di keluarga Deyujin ingin mengusik tuan!"


"Mereka berani?" Tanya Yoshep serius.


"Modal nekat."


Marco mendengar percakapan mereka tapi tak menunjukan respon apapun. Wajah tampan datar tak bersahabat itu benar-benar menepis semua pandangan kagum para wanita padanya dan lebih tak peduli.


"Baiklah. Aku ingin mencari mangsa dulu!" Ysohep masuk ke area para gadis yang tadi curi-curi pandang padanya dan tinggallah mereka berdua.


Tak ada perbincangan karena asisten Jio juga tak seakrab itu dengan Marco.


"Kau mencariku?"


Asisten Jio terkejut mendengar bisikan wanita di telinganya tapi tak ada siapapun di dekatnya kecuali Marco yang bukan wanita.


"Siapa itu?" Batin asisten Jio mencari-cari asal suara dengan memandang ke seluruh penjuru ruangan sampai ia melihat siluet bayangan wanita bergaun merah tua yang berjalan di antara keramaian.


"Sialan!!" Umpat asisten Jio segera masuk ke area para tamu undangan mencari sosok itu.


Langkahnya terhambat karena meja dan kursi disini apalagi semua orang tengah mengabadikan momen keluarga kecil Zhen jadi terlihat sangat tergganggu akan lewatnya asisten Jio.


Kala sudah berkeliling tak menemukan apapun asisten Jio kebingungan.


"Dia.."


"Aku disini," Bisikan itu lagi dan asisten Jio mencari-cari asal suaranya sampai mata mereka bertemu.


Yah, sosok wanita berambut hitam sebahu dengan mata predator yang layak di sebut pencuri benih.


"Kauuu!!" Geram asisten Jio buru-buru mengejar wanita itu tapi tiba-tiba ada pelayan berjalan di depannya.


Brakk..


Suara gelas berjatuhan mengundang perhatian semua orang. Bahkan, Zhen dan Moa juga memandang ke arah asisten Jio yang tampak mengumpat.


"Pria itu sedari tadi mengganggu!"


"Siapa dia??"


Yoshep yang tengah merangkul seorang gadis-pun diam dengan dahi mengernyit melihat asisten Jio seperti mengejar buronan.


"Itu Jio?" Gumam Moa ikut tersadar.


"Abaikan saja!" Acuh Zhen padahal ia sudah tahu sedari tadi.


Asisten Jio tam peduli dengan kekacauan yang ia buat. Darahnya semakin mendidih kala tak menemukan wanita itu lagi disini.


"Siall!! Kemana kau sialan??!" Umpatnya berjalan pergi ke luar ruangan.


Moa dan Zhen saling pandang tapi MC kembali menenangkan semua orang yang tadi kesal dengan asisten Jio.


Alhasil acara berjalan sukses. Tapi, nyonya Syui memanfaatkan kesibukan semua orang disini untuk keluar dari ruangan.


Ia berdiri di area yang sepi menelfon seseorang yang bisa ia andalkan.


"Kau bisa lakukan sekarang. Kami akan keluar dari kapal ini setelah itu kau bisa menyerang mereka!"


...


Vote and like sayang

__ADS_1


__ADS_2