Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Supermarket


__ADS_3

Hari ini Bastian berencana mengunjungi rumah raynand untuk melihat keadaan kanaya. namun ia merasa canggung jika pergi sendiri. ia mengajak arka dan agas untuk pergi kesana.


setelah beberapa menit merekapun


sampai dan langsung menemui raynand.


mereka seperti biasa duduk di taman belakang rumah sambil bercebgkerama dan meminum teh ataupun kopi.


"ray istri lo gimana" Bastian yang sedari tadi tidak sabar langsung menanyakan keadaan kanaya.


"gimana apanya?" raynand mengerutkan dahinya.


"ya keadaannyalah ray, dia baik-aja atau enggak?"ucap bastian


"santai aja bas, tuh yang lo cariin lagi kesini bawain kita camilan" sahut agas.


Arka yang sedari tadi hanya diam, ia tidak hentinya memperhatikan kanaya.


hal itu di sadari oleh bastian.


"woy awas aja ya kalo lo berani macam-macam. kanaya itu my future wife lo ka" bastian memperingatkan arka dengan sedikit candaannya.


"apaan si bas jangan gila, lo tau gue kan?" ucap arka


"iya gimana sekarang itu banyak yang gak bisa di percaya, jadi gue jaga-jaga aja" tutur bastian.


"stop-stop, yang kalian omongin itu istri sahabat kalian. jadi gak usah ribet" sahut agas


kanaya mulai menyajikan makanan ringan untuk sahabat-sahabat suaminya.


"hai nay.." bastian menyapa kanaya.


"hai bas... silahkan di nikmati,semoga kalian suka" kanaya mengedarkan pandangannya dan berhenti tepat kepada Arka. " aku juga mau terimakasih sama kamu ka, kalau gak ada kamu mungkin malam itu akan jadi malam terburukku"


"santai nay yang penting kamu sekarang dalam keadaan baik, kalau aku punya istri nanti, aku gak akan biarin istriku di goda oleh pria lain." ucap arka dan menatap raynand dingin.


*resek banget si arka, pakek nyindir gue lagi* batin raynand.


"emmm nay lebih baik kamu ikut duduk bareng kita disini biar gak bosen" ucap agas


"iya nay agas bener" timpal bastian.


"naya harus istrihat dia gak ada waktu buat ladenin kalian" ucap raynand

__ADS_1


"gak papa kok ray aku udah baikan lagian jarang-jarang kita bisa berkumpul, sekalian aku bisa menambah teman dengan aku saling mengenal teman-temanmu" sahut kanaya membungkam ucapan raynand yang sebenarnya ingin menjauhkan naya dari bastian yang notabannya seorang playboy.


"tu kan ray naya aja gak keberatan kok" ucap bastian.


"oh ya nay kamu kenapa si gak coba ubah penampilan kamu seperti waktu itu. kecuali pakaiannya ya" ucap agas


"bisa diem gak gas" ucap arka


"gak papa kok arka, mereka bisa ungkapin apapun pendapat mereka." naya lalu menuangkan teh kembali ke dalam cangkir milik agas yang sudah kosong. "untuk masalah penampilan saat ini aku masih nyaman dengan penampilanku seperti ini gas" tambah kanaya.


"udah mending kalian pada pulang sana gue sama naya mau pergi"


*pergi, pergi kemana* naya merasa tidak memiliki rencana untuk pergi.


"oh oke-oke kita akan pergi" sahut agas. mereka bertigapun akhirnya meninggalkan rumah raynand.


-


kanaya berjalan menaiki tangga untuk pergi ke kamar raynand.


tok tok..


"siapa..?" sahut raynand dari balik pintu.


"naya ray.."


raynand memperhatikan kedatangan naya yang sambil menenteng sebuah kantong belanja kosong.


"kamu kenapa bawa-bawa itu ke kamarku?"


"ya aku mau belanjalah menurut kamu?" ucap kanaya.


"ya terus kenapa kamu masuk ke kamarku, kamu pikir ini supermarket?"


"kamu harus anterin aku, karna biasanya bi asih yang belanja dan kali ini aku yang gantiin karna bi asih ga ada."


"kamu kam bisa bawa mobil di depan gak perlu aku antar kan?"


"tapi sayangnya aku gak bisa bawa mobil ray"


mendengar ucapan kanaya raynand malah menertawakannya.


"aku sempet bingung deh, kamu itu anak orang kaya nomor satu di wilayah kita tapi kamu ga bisa bawa mobil"

__ADS_1


" kenapa kalau aku ga bisa bawa mobil, lagian ayahku gak ngizinin aku belajar bawa mobil itu karna ayah khawatir sama aku?"


"khawatir si khawatir tapi kan jadinya kamu nyusahin orang" tukas raynand


"ah ribet ngomong sama kamu, yaudah aku cari taksi aja"


"gak perlu aku aja yang anter"


merekapun pergi supermarket terdekat hingga saat kanaya memilih bahan makanan tiba-tiba seorang perempuan memeluk raynand dalam keadaan menangis.


"ray tolongin aku ray"


Raynand mendorong perempuan itu hingga perempuan itu terjatuh ke lantai.


"ray kamu jangan kasar sama cewe dong. kamu ga papakan mba" kanaya membantu perempuan itu untuk bangkit.


"aku reflek aja nay"


"oh ya kalian kenal?" tanya kanaya.


"kenal dia temen aku" sahut raynand.


"i i ya kita temen"


"kenalin aku naya"


"aku siska temen deket raynand" ucap siska sambil mengusap airmatanya.


"tunggu sebentar nay aku mau bicara dengan siska dulu." raynand menarik siska sedikit menjauh.


"kamu kenapa cari-cari aku, bukannya kamu yang pergi gitu aja tepat di acara pernikahan kita"


"aku terpaksa ray, waktu itu seseorang mengancamku dan aku terpaksa meninggalkan kamu. dan asal kamu tau mereka saat ini mengejar-ngejar ingin membunuhku"


mendengar ucapan siska raynand menjadi luluh.


raynand lalu kembali mendekati kanaya yang tengah memilih sayuran.


"nay, sepertinya siska harus tinggal di tempat kita sementara ini karena nyawanya terancam" ucap raynand


mendengar hal itu kanaya langsung menyetujuinya, karena ia juga tidak tega mendengar apa yang menimpa siska.


.

__ADS_1


bersambung


.


__ADS_2