
Bryan menghubungi seseorang untuk menyelidiki tentang Raynand. ia ingin tau apa benar dengan dugaannya.
Setelah memerintahkan seseorang untuk menyelidiki Raynand,
Setelah memerintahkan seseorang untuk menyelidiki Raynand, saat itu Bryan mengambil sebuah kotak obat untuk mengobati dahi Kanaya. namun ia teringat tentang Naura sehingga mengurungkan niatnya dan justru melempar kotak obat tersebut hingga mengenai tangan Kanaya dan membuat Kanaya terbangun dari tidurnya.
"sudah puas tidur?" tanya Bryan dengan lembut.
"apa kau pikir aku membayarmu untuk menyuruhmu tidur?" pekik Bryan membuat Kanaya tersentak.
"aku hanya istirahat apa itu salah? "
"sangat salah karena kau belum menyelesaikan pemotretan hati ini. apa kau pikir kami hanya mengurusi dirimu? kami punya banyak kegiatan yang tertunda karena kau! aku pikir kau terkenal karena kemampuanmu, tapi ternyata kau hanya menggunakan wajahmu tanpa memiliki skill"
ucapan Bryan kali ini benar-benar membuat Kanaya terluka, namun ia harus menahannya demi Raynand. Kanaya tau betul siapa Bryan, ia tidak akan main-main jika mengancam seseorang, hingga ia harus menuruti ucapan bossnya itu.
Saat itu Kanaya hendak kembali melanjutkan pemotretan, namun Bryan menahannya. "ada apa tuan Bryan? apa sekarang aku tidak beh pemotretan? "
"tidak, kau harus melihat mengobati dahimu. tapi kau jangan GR karena aku memperhatikan lukamu. aku hanya ingin kau tidak merusak produkku dengan dahimu yang jelek itu".
Dengan perasaan kesal Kanaya lalu mengobati dahinya yang membiru. setelah itu ia kembali melakukan pemotretan dalam sekali take. hal itu terjadi karena Bryan sudah menyuruh anak buahnya untuk menghentikan mengerjai Kanaya dan melakukan pekerjaan yang sebenarnya. karena bagaimanapun itu benar-benar produknya yang harus segera di luncurkan.
Sekitar pukul sepuluh Dimas kembali masuk untuk lihat keadaan bosnya yang sudah menghapus make up tebal yang sempat menutupi kulitnya yang masih selembut kulit bayi.
"apa kita sudah akan pulang bu Kesya? "
"iya Dimas, tapi sebelum itu aku ingin kamu mengantarku ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumahtangga"
"baiklah"
_
Usai membeli keperluan rumah tangganya, Kanaya kini sudah kembali ke rumahnya. namun saat itu ia belum menemukan Ratna d berada di rumahnya. ia juga sudah menghubungi rumah Rayhan, namun Raynand juga tidak ada disana.
"emm Dimas, itu kamarmu. jika kau memerlukan makanan atau kau harus, kau bisa kedapur. dan dapurnya ada disana" Kanaya menunjuk ruang dapur yang tak jauh dari ruang tengah.
dan benar saja saat itu perut diman berbunyi dan seketika mata Kanaya melirik yang. ia tau jika saat ini Dimas kelaparan karena ia belum makan sama halnya seperti Kanaya.
Akhirnya Kanaya memutuskan untuk memasak nasi goreng. Kanaya membawa dia porsi nasi goreng untuknya dan juga Dimas yang tengah duduk di teras rumahnya.
__ADS_1
Kanaya lalu meletakkan sepiring nasi goreng di depan Dimas.
Dimas menatapnya dan ingin mengatakan sesuatu, namun Kanaya segera menyuruh Dimas untuk segera memakannya.
setelah beberapa saat Dimas sudah menghabiskan sepiring nasi goreng buatan Kanaya, dan setelah itu Kanaya pergi meninggalkannya sendiri di teras rumah.
Setelah beberapa saat Raynand kembali, Dimas yang melihat kedatangan Raynand, ia segera meminta kunci mobil untuk membawanya ke dalam Garasi rumah nya.
"Sayang.. aku pulang" ucap Raynand yang kemudian menjatuhkan dirinya di atas sofa ruang tengah.
Kanaya yang mendengar suara Rayand segera turun dan menghampiri Raynand. Kanaya lalu membuatkan secangkit teh untuk Raynand. ia tau saat ini suaminya sangat letih, hingga ia pun sudah menyiapkan air hangat untuk Raynand.
srruuupp
Raynand menyesap tehnya hingga habis. dan hal itu membuat Kanaya tersenyum. "mandilah, aku akan merasakan makanan kesukaanmu Ray"
Tanpa protes Raynand segera pergi untuk membersihkan dirinya. sesaat setelah itu Raynand turun dengan keadaan yang lebih segar. ia lalu menyantap habis makanan yang di buatkan oleh Kanaya.
"bagaimana dengan kak Han, Ray? "
"Dia masih sangat marah dengan Arka, Nay. dan aku harap kak Han tidak akan berubah menjadi seperti aku ketika kehilangan kamu"
"nanti dulu Nay, aku harus berbicara dengan Dimas"
"baiklah, kalau begitu akau akan ke kamar lebih dulu. aku sangat letih hari ini"
Rayannd mengecup Puncak kepala Kanaya dan melihat Kanaya yang masuk kedlam kamarnya dari bawah.
Raynand bergegas untuk menemui Dimas yanga ada di teras rumahnya.
"Dimas apa yang kamu dapatkan hari ini tentang bos Istriku? "
"begini pa Ray, sepertinya dia tidak terlalu suka dengan bu Kanaya. yang aku lihat dia seperti ingin mengerjai bu Kanaya. namun ketika aku ingin memberinya pelajaran, bu Kanaya melarangku. yang aku lihat sepertinya ada sesuatu yang membuat bu Kanaya menurut seperti itu pak Ray." jelas Dimas panjang lebar.
"tapi apa dia melakukan sesuatu yang lainnya terhadap Naya, Dimas?"
"tidak pak Ray hanya itu yang bisa ku laporkan hari ini"
"ya sudahlah kembalilah ketempatmu"
__ADS_1
Dimas pun segera kembali ke kamarnya. ia mengeluarkan satu ponsel dari saku celananya dan satunya lagi di saku jaketnya.
Drrrtttt Drrrtttt
sebuah panggilan masuk kedalamnya, namun Dimas tidak memberi nama hingga tidak ada satupun yang tau siapa yang menghubunginya.
"bagaimana disitu apa ada yang curiga dengan Dimas? "
"tidak ada tuan, semuanya aman terkendali"
"baguslah, tolong jaga Kanaya. jangan sampai seseorang menyakitinya"
"baiklah kalau begitu. oh ya Dimas jangan lupa kau harus membuat Bryan tidak berani mendekatinya apalagi menyakitinya" seseorang diseberang sana terdengar begitu mencemaskan Kanaya.
"oh ya Dimas, aku ingatkan sekali lagi. jangan sampai ada orang yang tau jika aku yang menyuruhmu untuk bekerja di tempat Raynand hanya untuk menjaga Kanaya."
"baik tuan"
sementara didalam kamar Raynand memeluk Kanaya dengan erat dari samping dan berbaring di atas ranjang. ia begitu merindukan saat ia bermanja dengan istrinya.
"emm sayang, apa kamu sudah tidur? tanya Raynand tanpa melihat Kanaya yang memang sudah memejamkan matanya.
" walaupun kamu sudah tidur, aku akan berbicara tentang apa yang ingin aku lakukan denganmu nanti."
Raynand kemudian membenarkan posisinya, ia meletakkan kepala Kanaya dia atas lengannya. Malam itu Raynand menyampaikan apa yang ia inginkan termasuk ingin segera memiliki seorang anak.
"apa kau tau Nay, ketika aku melihat Lona dan baby Carel, aku ingin kita segera memiliki anak. tapi melihat keadaan yang masih seperti ini, aku khawatir jika kamu mengandung. aku takut semua yang terjadi membuatmu stres dan akan menganggu anak kita nantinya. jadi aku ingin setelah kita menyelesaikan masalah kak Han, kita pergi bulan madu untuk program anak sayang"
Raynand terkekeh dengan dirinya sendiri "bukankah aku sangat aneh Nay? aku tau kau tidur, tapi aku tetap mengatakan semuanya"
cup
Kanaya mengecup bibir Raynand sekilas dan kini ia tidur berhadapan dengan Raynand "aku mendengarnya Ray. dan aku setuju" ucap Kanaya kemudian memeluk Raynand erat. mendapati istrinya yang hanya berpura-pura tidur membuat Raynand menarik kedua sudut bibirnya.
.
.
. bersambung
__ADS_1