
drrtt drrttt
"siapa?" ucap agas yang mendampingi bastian berada di sebelahnya.
"kanaya!" lirih bastian.
setelah mengetahui kanaya yang menghubungi bastian, agas mengangkat kedua alisnya seakan bertanya kepada bastian. dengan cepat bastian mengangkat bahunya menandakan ia belum mengetahui apa tujuan kanaya menelfonnya.
"ingat kau harus memanggilnya arza bas!" agas mengingatkan.
"emm iya arza, apa yang membuatmu menghubungiku di tengah malam seperti ini?"
"emm, aku cuma mau tau berapa lama kau mengenalku bas?" ucap kanaya to the poin
"cukup lama, memang ada apa?"
"jadi, apa aku pernah menjalin hubungan selain dengan Arka?"
tut tut tut
setelah bunyi beep dari ponselnya tiba-tiba pesan masuk yang berasal dari Bastian.
sorry arza, cewe aku lagi ribet ni. kita sambung besok ya.
membaca pesan dari Bastian, kanaya semakin merasa curiga dengan Arka dan juga para sahabatnya yang terkesan menyembunyikan sesuatu.
Kini kanaya menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan fikiran yang masih sangat terganggu akibat perkataan dari bosnya.
▪▪▪▪
Semua tim dari perusahaan Raynand bersiap untuk pemotretan. kanaya pun sudah bersiap dengan persiapan yang maksimum.
"maaf pak ray, model pria kita sepertinya tidak bisa pemotretan." ucap millie yang sempat ragu-ragu mengatakannya.
__ADS_1
sontak hal itu membuat raynand meradang "apa kau sudah tidak ingin bekerja di perusahaan ini millie? bagaiaman bisa modelnya tidak bisa hadir."
"tapi ini di luar kendali saya pak ray, saya minta maaf." kemudian millie memberanikan diri untuk sedikit mendekat "pak, tapi pemotretan harus segera di lakukan karena produk akan segera diluncurkan"
"sekarang kau cari penggantinya sekarang"
"maaf ray, ini bagaimana, bisa di lanjutkan?" tanya seorang fotografer kepercayaan sekaligus andalan dari perusahaan raynand. selain itu ia juga teman dari raynand yaitu Irfan.
"kita harus mencari model baru!" tulas raynand.
"waktunya tidak akan cukup pak ray!" ucap millie sedikit takut.
"gimana kalau kamu yang jadi modelnya ray, kau sangat cocok untuk produk ini"
di sisi lain kanaya masih duduk di temani oleh arka yang ada di sampingnya. sejak tadi pagi kanaya tidak terlalu banyak bicara dengan arka. ia malah sibuk berkutat dengan ponselnya.
"za, kamu diemin aku?" akhirnya arka yang mulai jengah, ia berinisiatif mengajak kanaya berbicara lebih dulu.
"enggak kok, aku cuman lagi sibuk" sahut kanaya tanpa menatap arka. hal iyupun sesimit banyak membuat hati arka bergemuruh. namun ia berusaha menahan sesuatu di dalam saba dengan menghela nafas panjang.
"mana model prianya?" kanaya mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu, namun ia tidak menemukan siapapun.
"modelnya adalah bosmu nona arza!"
"apa? gimana bisa?"
"model prianya tidak bisa hadir, dan karena ini harus cepat, jadi aku rasa ray lah yang cocok untuk menjadi model prianya.
"apa tidak bisa modelnya di ganti, aku tidak mau harus berpose dengan orang yang tidak profesional."
"kalau kau tidak setuju kita batalkan saja biar kita terkena pinalty sama-sama" ucap raynand dengan sarkas.
"baiklah kita batalkan saja, aku yang akan membayar pinaltynya" sahut arka yang bangkiy dari tempat duduknya.
__ADS_1
"tidak perlu, aku akan pemotretan dengan tuan ray"
"arza!"
"ini adalah perkarjaanku arka, aku akan mengtakan jika aku butuh bantuan!"
sontak arka terdiam mendengar ucapan dari kanaya. dan senyum miring pun tersungging dari bibir Raynand.
Kini Raynand duduk di sebuah kursi yang sudah di siapkan untuk pemotretan. kanaya duduk di atas pangkuan raynand dengan pose yang sedikit sensual.
"bagus arza tetap seperti itu, 1 2 "
cekrek cekrek
pose sudah berganti-ganti dan itu semakin menyulut emosi di hati arka.
hingga selesai pemotretan, arka masih menahannya hingga..
brakkk
Arka memukul mja di hadapannya, sontak orang-orang yang ada di tempat itu tersentak atas perilaku Arka.
"tuan arka apa yang kau lakukan, kau bisa membuat kacau tempat ini!"
"aku mengacau? kaulah pengacau di hubungan aku dan arza." akhirnya Arka tidak bisa menahan emosinya lagi dan kini ia meradang terhadap raynand yang sengaja memanas-manasi.
"aku pengacau? huh, bukannya kau yang sudah merebut istri seseorang dengan memanfaatkan amnesianya?"
"tunggu, siapa istri orang dan siapa yang amnesia?" kanaya mendistraksi pandangan arka dan juga raynand yang seperti tatapan membunuh, kini berubah menjadi kepanikan di hati Arka.
.
.
__ADS_1
.bersambung