Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Serangan Jantung


__ADS_3

Saat di kantor raunand tak henti memikirkan kanaya, apalagi setelah kejadian semalam. raynand ingin cepat-cepat bertemu dengan kanaya.


raynand memutuskan untuk pulang terlebih dulu hanya untuk menemui kanaya. namun sebelum ia pulang ia menyempatkan datang ke tempat biasa ia nongkrong. dan benar saja di temoat ada clara dengan teman-temannya.


"ra gue mau ngomong sama lo" raynand menarik clara ke ruangan lain.


"ada apa ray?"


"ada apa lo bilang? kenapa lo masukin obat itu ke minuman gue?" raynand terlihat sangat marah.


"gue lakuin itu supaya lo jadi milik gue ray, lovtau kan gue suka sama lo dari dulu. dan gue gak rela lo nikah sama naya!"


"dan lo pikir kalo kita lakuin itu, gue bakal jatih cinta sama lo?"


" itu pasti ray, karna obat itu sangat ampuh bahkan membuat pasangan kita saat itu adalah candu selamanya bagi kita. bahkan jika lo melihat wanita lain tanpa busana sekalipun lo ga akan teratik selain orang itu ray!"


raynand terdiam sejenak saat ia mengibgat kejadian malam itu dengan kanaya.


"tapi kenapa hal itu tidak terjadi dengan minuman milik lo ra?"


"karna gue ga perlu minuman seperti itu untuk memcintai lo selamanya ray, yang gue perlu hanya tenaga yang sama. tapi untung aja lo ga lakuin itu sama cewe antik itu"


Raynand yang marah langsung meninggalkan tempat itu.


"ada apa sama ray kelihatannya dia marah banget?" ucap agas


bahkan semuanya melihat kedatangan clara dengan penuh tanya di wajah mereka.


"gue udah nyampurin sesuatu di minuman ray makanya dia marah" clara menunduk


"lo gila ra, kalo ray lakuin itu kenaya gimana? naya kan calon istri gue masa depan" ucap bastian


mendengar ucapan bastian tersirat kekecewaan di wajah arka. entah kenapa arka begitu kecewa saat mendengar raynand akan memiliki naya sepenuhnya walaupun iti belum pasti.


"wah lo gila ra.. terus dia lakuon itu sama siapa"tanya agas memastikan


"untung aja dia gak lakuin sama siapapun. karna kalau sampai ray lakuin itu ke si cewe antik, otomatis ray ga bakal bisa move on dari cewe itu bahkan dia gak bakal tertarik sama cewe lain. dan itu akan rugiin gue"

__ADS_1


suasana menjadi hening bahkan ada kekhawatiran di wajah bastian seotang playboy kelas kakap.


☆☆☆☆☆


raynand memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya. ia mencari keberadaan kanaya di seluruh ruangan namun ia tidak menemukannya.


"kamu cari naya?" ucap siska yang memeluk raynand dari belakang.


"apa yang lo lakuin siska, lo gak bisa lakuin ini" raynand berusaha melepas pelukan siska namun siska semakin mengeratkan pelukannya.


"aku harap kita bisa seperti dulu ray, aku tau kamu ga cinta kan sama naya cewe jelek itu"


ceklek..


pintu rumah terbuka, dan orang itu adalah kanaya yang pulang dari minimarket.


melihat ledatangan kanaya, siska langsung menjauhkan tubuhnya dari raynand.


"kanaya..." ucap siska


"maaf aku ga bermaksud mengganggu kalian" kanaya langsung pergi ke dapur untuk meletakkan barang belanjaan yang kebetulan saat itu di dapur sudah ada bi asih.


"nay aku mau ngomong sama kamu"


tanpa di perintah bi asih langsung pergi karna memahami situasi yang terjadi pada majikannya.


"plis jangan marah nay.. aku udah ga ada apa-apa sama siska"raynand memegang kedua tangan kanaya.


"aku tau malam itu kamu lakuin itu karna pengaruh obat, jadi kamu ga perlu bersikap seperti ini ray. kalau kamu ingin bersama siska aku akan ceraikan kamu secepatnya."


raynand langsung menarik kanaya kedalam pelukannya. 'kenapa rasa ini begitu nyaman sekarang? apa ini pengaruh obet itu? entah ini pengaruh obat atau bukan yang jelas aku tidak ingin kehilangan kamu nay'


walaupun dengan perasaan seperti itu raynand belum berani mengatakan petasaannya terhadap kanaya.


kanayamenagis di dalam pelukan raynand tanpa ia sadari airmatanya membasahi pakaian raynand.


"jangan nangis nay, aku janji aku gak akan bikin kamu sedih lagi" raynand mengusap airmata yang ada di pipi kanaya dengan lembut.

__ADS_1


sedangkan siska bertanya-tanya dengan keadaan kanaya yang tidak seperti biasanya.


"aku ga akam biarin kamu jatuh ke rangan naya ray, aku akan rebut kamu balik" ucap siska lalu pergi meninggalkan naya bersama raynand.


Raynand membawa kanaya duduk di ruang tengah. ia mulai mengajak bicara kanaya dari hati ke hati.


" aku tau kita udah bikin perjanjian, aku harap kita lupain itu nay" saat ini raynand sangat mencintai kanaya bukan karna efek dari obat itu melainkan memang perasaanya kini sepenuhnya milik kanaya.


"apa ini benar-benar kamu ray?"


bukannya menjawab raynand kembali memeluk kanaya namun saat itu juga tiba-tiba saja orang tua kanaya datang.


"mama papa kalian kesini"ucap kanaya


"iya sayang mama sama papa kangen sama kalian, eh tapi maaf ya mama ganggu kalian"


"enggak kok ma, oh iya silahkan duduk ma pa" ucap raynand.


saat hendak duduk tidak sengaja pak malik melihat kertas perjanjian milik raynand dan kanaya fan langsung membacanya.


"jadi ini yang kalian lakukan selama ini? papa tidak habis fikir"


"ada apa pa?"ucap bu safira


raynand dan juga kanaya kini panik saat orang tua kanaya mengetahui perjanjian itu.


"kita bisa jelasin itu ma pa" ucap kanaya


"iya pa ma kita akan jelasin itu semua jawab raynand"


"gak perlu di jelasin semua itu benar tante om, karna wanita yang ray cinta itu hanya saya siska calon istri ray sebelum menikahi anak kalian" hal itu di jadikan kesempatan siska untu menyingkirkan kanaya dari hidup raynand.


"apa.." saat itu juga pak malik mengalami serangan jantung dan harus segera di larikan ke rumah sakit.


kanaya terlihat sangat rapuh, dan saag itu pula raynand sangat menyesal pernah menyianyiakan kanaya.


.

__ADS_1


bersambung.


.


__ADS_2