
Setelah melakukan pertolongan pertama untuk Bryan, Kanaya dan Dimas membantu Bryan untuk terus berjalan sesuai arah yang ditunjukkan oleh Bryan. mereka berjalan cukup lama menyusuri hutan hingga akhirnya mereka berada di tepi jalan, yang artinya mereka berhasil untuk keluar hutan.
"bu Kanaya, aku menemukan jaringan"
"ya sudah kamu hubungi Ray atau siapapun yang bisa menolong kita Dimas"
"baik bu"
cukup lama Dimas berbicara di dalam telefon. dan saat itu Kanaya berulang kali memeriksa suhu badan Bryan.
"syukurlah, demamnya sudah turun"
Kanaya hendak menghampiri Dimas, namun saat itu langkahnya terhenti ketika tubuhnya mendadak terasa lemas dan pusing. Kanaya kehilangan keseimbangan dan tumbang begitu saja.
"Arza?"pekik Bryan dan segera memanggil Dimas untuk membantunya.
"Dimas, bantu aku. Arza mendadak jatuh pingsan" tambahnya dan membuat Dimas berlari untuk membantu Bryan yang kesusahan mengangkat Kanaya dengan sebelah tangannya.
Bryan dan Dimas semakin cemas ketika mengingat apa yang dilakukan Kanaya terhadap Bryan. saat itu bayangan ketika Kanaya menghisap bisa ular yang ada di tangan Bryan muncul begitu saja. Keduanya saling beradu pandang dengan maksud yang sama.
Deru mesin mobil terdengar dan membuat Dimas segera berlari untuk menghentikan mobil tersebut. namun karena jalanan ini berada di dekat hutan dan sepi, mobil yang melintas justru menambah kecepatannya. tidak heran hal itu acap kali terjadi dengan alasan takut jika seseorang yang menghadangnya adlah orang jahat yang berpura-pura terluka.
"kenapa mereka tidak mau berhenti, ini benar-benar membuatku kesal" pekik Dimas
"kau tau ini jalanan dekat hutan Dimas. jika kau yang berada diposisi mereka, kau pasti juga akan melakukan hal itu" ujar Bryan.
"tapi apa mereka tidak melihat jika bu Naya tergeletak dan tubuhnya semakin pucat"
Saat itu keduanya kembali mendengar deru suara mobil yang masih lumayan jauh. hingga akhirnya Dimas memutuskan untuk berbaring agar pengendara menghentikan mobilnya.
dan Benar saja, mobil tersebut berhenti dan membuat Dimas segera bangkit dan menghampiri mobil tersebut.
"tuan tolong bantu kami, seseorang ter-" belum sempat Dimas menyelesaikan ucapannya pengendara yang keluar dari dalam mobil justru berlari menghampiri Bryan dan juga Kanaya.
__ADS_1
Dimas mengerutkan dahinya heran dengan sikap dari pengendara tersebut. namun Dimas tidak ingin membuang waktu untuk memikirkan semua itu.
Dan Dimas di buat lebih terheran ketika orang tersebut langsung menggendong Kanaya kedalam mobilnya.
Ketika semuanya sudah berada didalam mobil, Dimas baru bertanya kepada sang pengemudi.
"maaf tuan, apa. anda mengenal Bu Kanaya atau pak Bryan? "
"aku adalah teman Kanaya sejak Ama, dan aku suami dari sepupu Bryan"
Ya, orang yang memberi tumpangan saat ini adalah Valdo. Valdo begitu perduli dengan Kanaya, hingga ia mengikuti mereka karena mendengar rencananya dari Bryan yang ingin mengerjai Kanaya. Namun rencana Bryan tidak. berjalan lancar karena mendapat serangan dari pesaingnya.
"tapi bagaimana kamu tau aku di pantai ini Valdo? " tanya Bryan
"aku tidak perlu menjawabnya sekarang. yang terpenting aku harus membawa Naya ke rumah. ah sakit secepatnya" tukas Valdo.
"itu benar tuan Valdo, karena bu Naya terkena bisa ular karena menolong pak Bryan" sahut Dimas yang semakin panik karena melihat tubuh Kanaya yang sudah membiru.
"dokter selamatkan temanku, dia keracuban bisa ular" ucap Valdo yang terlihat sangat cemas.
Cukup lama Kanaya di tangani oleh dokter sehingga membuat yang menunggunya diluar semakin cemas. bahkan Bryan langsung keluar dan menunggu di depan ruang penanganan setelah ia di obati oleh dokter.
tap tap tap
langkah kaki yang tegas terdengar dan membuat semua yang menunggu Kanaya menoleh ke arah suara langakh kaki tersebut.
"Dimas, bagaimana keadaan Naya sekarang? "
"bu Kanaya sedang di tangani oleh dokter tuan Ray"
"kau tidak perlu memanggilku tuan Dimas, panggil aku seperti biasa. dan kenapa Naya sampai bisa keracunan bisa ular? apa dia di gigit oleh ular? "
"baik kak, tadi bu Naya menyelamatkan pak Bryan yang digigit oleh ular kak. dan bu Naya justru yang terkena racun karena menghisap racun dari tangan apk Bryan kak"
__ADS_1
Damn
Raynand memukul tembok hingga beberapa kali. ia merasa kesal karena nyawa istrinya terancam karena menyelamatkan Bryan yang sering membuat Kanaya susah. dan Raynand mengetahui hal itu ketika ia meminta informasi dari Dimas.
Dokter keluar dari ruang penanganan, saat itu Raynand langsung mencecar dokter dengan banyak pertanyaan tentang istrinya.
"Ray, tenangkan dirimu. buat dokter berbicara" ucap Rayhan menenangkan Raynand.
"begini tuan, saat ini istri anda sudah melewati masa kritisnya. untung saja tadi pasien sampai tepat waktu, jika terlambat sedikit saja nyawa pasien bisa tidak selamat" ujar sang dokter sehingga membuat Bryan tercekat.
'seseorang yang ingin aku hancurkan justru menyelamatkan nyawaku dengan mempertaruhkan nyawanya. apa aku bisa melanjutkan rencanaku? Tuhan, apa yang harus aku lakukan' batin Bryan yang terlihat sangat bersalah.
"tapi pasien harus di rawat beberapa hari agar cepat pulih tuan"
"lakukan yang terbaik dok"
Kini duanya masuk dan melihat keadaan Kanaya yang masih belum sadarkan diri. Raynand mengecup kening Kanaya dengan lembut.
"tapi aku heran, kenapa ada seseorang yang ingin menyerang kalian? " ujar Rayhan.
"ini semua karena musuhku ingin menyapkanku" tempat Bryan.
"apa dia Aron dari PT xxx ? " sahut Valdo.
"hemm" Bryan mengangguki ucapan Valdo.
"Aron? mana mungkin dia sejahat itu. aku mengenalnya. dan dia sangat baik"sahut Rayhan.
" jika itu benar, aku tidak akan memaafkannya dan aku akan memberinya perhitungan karena menyebabkan istriku seperti ini! " tatapan kebencian terlihat jelas di mata Raynand
.
. bersambung
__ADS_1