Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Apa Ini Rencananya?


__ADS_3

Bryan yang sudah kembali dengan kesadarannya segera pergi dari Klub. didalam mobil Bryan memikirkan apa yang di katakan oleh beberapa orang didalam klub.


"apa hubungan mereka? tapi yang aku dengar tadi mereka mengatakan seseorang yang mampu mengubah mereka adalah Kanaya. dan nama suaminya adalah Ray. sudah pasti itu adalah Kanaya Arza Malik dan juga Raynand suaminya."


Bryan yang tidak fokus mengemudi tidak sengaja menabrak seseorang. ia lalu turun dan melihat orang yang kita ia tabrak.


"serahin harta lo"


"jadi kau ingin sesuatu dariku? lawan aku dulu baru kau bisa mengambilnya"


fiuwit


orang tersebut memberikan kode untuk teman-teman nya yang tengah bersembunyi dibalik pepohonan disekitaran jalan yang dilewati oleh Bryan. tanpa aba-aba semuanya mengeroyok Bryan hingga tergeletak dijalanan yang sepi.


_


"jadi kita akan keluar kota pagi ini Millie? kenapa kau tidak mengatakannya sejak kemarin?"


"..."


"yasudahlan persiapkan semuanya! " Rayannd sedikit menggerutu karena sekertarisnya tidak mengatakan tentang projeknya di luar kota dari sebelumnya.


'hari ini aku tidak bisa menyelediki apa penyebabnya dan siapa yang mencengkeram Naya seperti itu. dan lebih baik aku menyuruh seseorang untuk mengawasi Naya, aku takut seseorang melukainya'


Kanaya yang melihat Raynand terus menggerutu dan sesekali terdiam mendadak khawatir. "ada apa Ray, kamu terlihat stres hari ini. apa tidak lebih baik kamu istirahat aja hari ini?"


"justru itu Nay, aku kesal karna Millie tiba-tiba memberitahuku kalau hati ini aku harus keluar kota hingga beberapa hati kedepan. dan aku tidak bisa meninggalkanmu Naya!


" Ray, menjadi seseorang pemimpin memang tidak mudah di sebuah perusahaan. tapi kamu harus mengajar kan kepada semuanya bahwa kamu adalah panutan dan harus menjadi profesional."


"aku tau itu, tapi kamu? bagaimana jika kamu sakit dan aku tidak disini hmm?"


Kanaya mengulas senyum di wajahnya, ia kemudian memegang kedua tangan Raynand dan menatapnya lekat. "aku akan jaga diri baik-baik Ray, dan nanti saat kamu keluar kita aku akan kembali ke rumah kita. karena tidak pantas jika aku tinggal bersama dengan kakak iparku tanpa adanya kamu disini"


"baiklah, aku akan menjadi pemimpin yang profesional. tapi aku mau kamu jaga diri dengan baik" Ryanand lalu memeluk Kanaya erat. sesekali ia mencium puncak kepala Kanaya.


" ya sudah, biar aku siapkan pakaian yang akan kamu bawa ya Ray"

__ADS_1


selang beberapa saat Kanaya sudah selesai mengepak barang bawaan Raynand. saat itu Raynand begitu tidak rela meninggalkan Kanaya.


dan saat itu Kanaya tau jika suaminya sangat mencemaskannya.


"Raynand, aku akan jaga diri dengan baik. kau tidak perlu mengkhawatirkanku seperti itu okey? " Kanaya berusaha meyakinkan Raynand untuk tidak terlalu mengkhawatirkan nya.


setelah Raynand yang berangkat menuju luar kota, kini Kanaya bergegas untuk pergi ke perusahaan milik Bryan dengan menggunakan mobil miliknya.


ditengah perjalanannya, Kanaya melihat seseorang yang tergeletak ditepi jalan. melihat hal itu Kanaya memutuskan untuk memeriksanya.


"huh, Bryan? "


akhirnya Kanaya membawa Bryan ke perusahaannya. sesampainya di depan gedung Kanaya meminta satpam untuk membantunya membawa Bryan kedalam ruangannya, dimana ruangan tersebut hanya bisa di akses oleh Bryan.


"aduh gimana dong pak, oh iya aku lupa pakek sidik jarinya aja pak"


Kanaya lalu menempelkan jari Bryan untuk memasuki ruangannya. dan ketika Kanaya memasuki ruangan milik Bryan, ia benar-benar tertegun karena mendapati ruangan yang begitu mewah. bisa dikatakan ruangan tersebut bukan seperti ruang kantor melainkan sebuah unit apartemen lengkap dengan segala isinya.


"pak baringkan saja beliau disini" Kanaya menunjuk sofa yang ada diruangan tersebut.


"siapa yang melakukan ini kepadanya? ah mungkin saja orang yang pernah dia tindas seperti menindasku kemarin."


Kanaya dulu mang sangat ceria dan berani seperti saat ini. dan tanpa Kanaya sadari ketika dia mengomel seperti itu, ternyata diam-diam Bryan sudah sadar dan mendengar semua ucapan Kanaya.


Kanaya lalu memegang pipi Bryan dengan satu tangannya memeriksa separah apa luka yang ada diwajahnya.


dan saat itu Kanaya terkekeh.


'kurang ajar kenapa dia menertawakanku? apa ini rencananya? ' batin Bryan.


"mungkin ini karma buat orang spertimu Bryan, kau ini benar-benar pantas mendapatkannya karena kemarin kau juga menyiksaku. tapi siapa yang melakukan ini?"


Kanaya lalu mengedarkan pandangannya dan tertuju ke sebuah kotak yanga ada di etalase kaca diruangan itu. Kanaya meraihnya dan meletakkannya di atas meja.


"baiklah karena aku orang baik, aku akan mengobatinya"


perlahan Kanaya membersihkan wajah Bryan dan mulai mengoleskan obat dan beberapa plaster. saat itu Bryan yang tidak tahan karena rasa perih memegang tangan Kanaya yang hampir mengoleskan obat di sudut bibirnya. karena terkejut, Kanaya menjadi tidak seimbang hingga membuat posisinya sangat dekat dengan Bryan.

__ADS_1


deru nafas dari Kanaya terasa hangat diwajahnya. pandangan mereka bertemu dan terjadilah saling menatap beberapa detik.


Kanaya yang reflek segera mendorong Bryan hingga Bryan merasa sakit diwajahnya.


"berani-beraninya kau melakukan ini? aku akan memberimu pelajaran Arza! " ancam Bryan yang kini tangannya sudah mencengkeram wajah Kanaya.


"auh lepaskan sakit"


"tapi aku suka melakukannya, jadi jangan harap aku akan melepaskannya! "


"dasar kau" Kanaya hendak menamp*r wajah Bryan, namun tangannya dicekal oleh Bryan dan kini justru menariknya hingga jarak diantara mereka hanya tersisa beberapa senti saja.


Kanaya yang hendak bangkit justru punggungnya ditahan oleh Bryan.


"jangan kurang ajar ya, aku bisa melaporkan ke polisi karena bertindak asusila! " pelik Kanaya.


"kalau begitu kau yang akan dipenjara karena aku akan melaporkannya sebagai penganiaya diriku. dengan bukti luka yang ada di tubuhku, pasti mereka akan langsung menjebloskanmu kepenjara! "


Kanaya terdiam, ia juga memirkan perkataan dari Bryan, ia merutukki dirinya yang tidak menyadari bahwa orang yang ia hadapi saat ini sangatlah licik.


"lepaskan! " Kanyaa kembali berusaha bangkit dan kini ia berhasil melepas rengkuhan dari Bryan.


"dengar, seharusnya kau berterimakasih denganku karna aku enolongmu! " pekik Kanaya.


tring


telfon yang ada diruangan Bryan berdering, dimana saat itu staf kantornya meminta untuk Area segera melakukan pemotretan. dan akhirnya Kanaya sudah memakai pakaian yang disiapkan oleh pihak wardrobe.


tanpa disadari Bryan pun mengakui kecantikan yang dimiliki oleh Kanaya adalah salah satu kelebihannya sehingga membuat beberapa lelaki yang mengejarnya.


ting


seseorang mengirim pesan untuk Bryan. dimana dilihat sebuah peringatan untuknya.


'ingat Bryan, jangan lupakan tujuanmu. siksa dia brikan dia pelajaran. aku tidak mau membuatnya bersenang-senang diatas penderitaanku'


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2