
Arka dengan Bastian akhirnya bertemu. mereka memutuskan untuk menyelidiki apakah benar seseorang yang Arka tabrak adalah Siska, istri dari Rayhan.
"dari mana kita akan menyelidiknya Arka? "
"sebaiknya kita kerumah sakit yang kemarin belum kita datangi, dan dengan kita tau siapa korbannya, kita bisa meminta alamatnya kepada pihak rumah sakit Bas"
"tapi apa pihak rumah sakit akan memberitahu alamat korban sama kita Ka? "
"pinter-pinter nya kita ajalah Bas"
"tapi apa lo yakin gak mau kasih tau hal ini sama Agas Ka? "
"lebih sedikit orang yang tau akan lebih baik Bastian"
akhirnya Bastian mengangguki ucapan Arka. mereka berdua bergegas mendatangi satu rumah sakit yang terdekat dan belum mereka datangi.
Arka mulai melakukan mobilnya bersama dengan Bastian. setelah menempuh waktu beberapa menit, mereka telah sampai. Bastian dan Arka pun segera menanyakan apa yang mereka ingin ketahui dari reseptionis.
"permisi, kami mau tanya Sus. apa dua hari lalu ada korban tbrak lari seorang perempuan hamil yang dibawa ke rumah sakit ini Sus? "
"oh sebentar ya bapak, biar saya cek dulu apakah ada atau tidak"
"baik Sus"
setelah suster memeriksanya Suster tersebut lalu memanggil Arka dan juga Bastian. ia mulai mengatakan apa yang ia tau. dan benar saja bahwa dia hari lalu memang ada perempuan hamil yang mengalami tabrak lari dan dilarikan ke rumah sakit tersebut.
"maaf Sus, kalo boleh kita tau siapa nama perempuan itu ya Sus? " kini Bastian yang menanyakan langsung kepada suter tersebut.
"baik bapak, korban tersebut bernama Siska. istri dari bapak Rayhan Abdi Agara."
perasaan Arka mencelos setelah apa yang ia takutkan benar terjadi. yaitu perempuan yang ia tabrak adalah Siska.
"baik Terima kasih Sus, kalau begitu kita permisi"
Bastian segera mengajak Arka untuk duduk. ia tau saat ini Arka begitu syok mendengar pernyataan dari suster yang mengatakan bahwa korban yang ia tabrak adalah Siska.
"Pa, aku mau ikut tanta cantik. Aku kangen cama tante cantik pa" Rengek Ilona sembari menarik-narik ujung jas Rayhan yang berjalan di Koridor rumah sakit.
Arka dan Bastian pun segera mencari temoatbyang tidak terlihat dari Rayhan dan juga Ilona.
"iya sayang, nanti malam kan tante kamu datang ke rumah, jadi kamu sabar ya. dan sekarang kita jenguk adik kamu" ucap Rayhan yang saat ini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Ilona meskipun Ilona masih sangat jauh jaraknya dari Rayhan yang terlalu tinggi.
"adik? Lona punya adik pah? " tanya polos.
__ADS_1
"iya sayang, kamu punya adik laki-laki yang bernama Carel"
"yaudah ayok kita temuin Carel pah"
Rayhan mengangguki Ilona dan lalu menggendongnya menuju ruangan dimana adiknya di masukkan kedalam incubator.
Arka dan Bastian pun segera mengikuti Rayhan dan bersembunyi dibalik dinding untuk melihat baby Carel.
"pah, kenapa Carel di masukin kedalam kotak kaca? nanti kalo gak bica nafas gimana? "
"dengar sayang, adikmu memang membutuhkan kotak kaca itu, dan itu namnya incubator"
Ilona begitu antusias memandangi adiknya dari balik kaca. ia sangat senang melihat adiknya itu.
"ayok pah, Carel diajak puyang. nanti pasti Carel cenang ketemu cama tante cantik"
"Carel belum bisa kita ajak pulang Lona, nanti kalo adik kamu sudah membaik, baru kita ajak Carel pulang okey? "
Ilona mengangguki mengerti apa yang dikatakan oleh ayahnya.
"ya udah, karena Carel sedang tidur lebih baik. kita segera pulang ya sayang" pagi lagi Ilona mengangguki ucapan ayahnya.
sesampainya di rumah, Rayhan mendekati mobil Raynand yang terparkir di halaman rumah.
"tante... " Ilona menghambur kedalam pelukan Kanaya.
sementara itu Arkan dan Bastian tetap memantau dari dalam mobil yang cukup dekat.
saat itu Arka juga melihat kedatangan Agas.
"Lona, kamu darimana sayanya? " tanya Kanaya sembari menggendong Ilona.
" tadi Lona jengukin Carel tante"
"Carel? siapa Carel sayang? "
"itu tante, adiknya Lona. lucu banget lo tante, tapi adik Lona macih didalm kotak kaca tante! "
Kanaya melihat Raynand yang ada disebelahnya. ia menanyakan hal tersebut dengan tatapan matanya. dan seketika Raynand menggeleng karena ia juga tidak tau tentang Carel.
"kak Han, apa yang dimaksud sama Lona? kenapa dia bilang adik? apa itu berarti nak kalian yang masih didalam kandungan Siska waktu dia kecelakaan,selamat? "
Rayhan mengangguki ucapan dari Raynand. sontak mata Kanaya menjadi berkaca-kaca. ia lalu mencium lembut Ilona yang ada digendongannya.
__ADS_1
"tapi kenapa Carel belum dibawa pulang kak Han? " tanya Agas
"kondisinya belum memungkinkan untuk dibawa pulang Agas, karena dia masih prematur"
"yang penting kita doakan yang terbaik aja buat Carel. kita harap semoga Carel bisa segera dibawa pulang kak Han" sahut Raynand.
Arka yang mendengarnya dari dalam mobil segera melakukan mobilnya dalam kecepatan tinggi dan berhenti di sebuah jalanan sepi yang ditemani oleh Bastian. Arka kemudian keluar dari dalam mobil dan berteriak.
Bastian yang melihat hal itu segera mnyusul Arka. ia melihat kekacauan di diri Arka yang tidak pernah ia tau.
"tenangkan diri lo Arka" Bastian menepuk-nepuk punggung Arka berusaha menenangkannya.
"gue udah renggut seorang ibu dari anak-anaknya Bas. padahal anak-anak nya masih sangat membutuhkan ibunya Bastian. gue bener-bener bodoh kenapa waktu itu gue gak langsung bawa Siska ke rumah sakit Bastian? mungkin aja kalau waktu itu gue langsung bawa dia, dia masih bersama keluarganya saat ini"Arka begitu menggebu-gebu dengan mata yang memerah. penyesalan begitu terlihat jelas dimata Arka.
"udah Arka, yang penting untuk saat ini lebih baik jangan sampai keluarga Siska tau kalo lo yang nabrak"
ucapan Bastian membuat Arka seketika menatapnya penuh tanya.
"kenapa Bas, seharusnya gue katakan yang sejujurnya kan? "
"inget Arka, hubungan lo sama Ray lagi gak baik-baik aja. gue gak mau lo dituduh melakukan ini sengaja gara-gara lo sama Ray berselisih"
Arka memikirkan dengan apa yang dikatakan oleh Bastian. ia kembali mengingat saat terakhir dirinya bertemu dengan Raynand yang berdebat tentang Kanaya.
"lo bener Bas, gue sama Ray lagi gak baik. dan gue juga gak mau ada masalah sama kak Han. biar masalah ini gue selesaiin dengan perlahan."
sementara Arka yang tengah berbincang dengan Bastian, tanpa mereka sadari Naura mengikuti mereka ditemani oleh Valdo.
"dengan rekaman ini gue bisa dapetin Arka. dan gue akan jadi pengganti Kanaya di hati Arka."
"tapi dengan cara lo kayak gini, yang ada Arka bakal benci sama lo Nau" ucap Valdo memperingatkan Naura.
"tapi ini cara satu-satunya biar Arka jadi milik gue Val"
"kenapa lo keras kepala banget si Nau? kenapa lo jadi berubah gak kayak dulu? "
"ini semua karna gue perjuangin cinta gue Valdo! "
'apa itu yang terbaik Naura. gue sampek gak kenal Naura yang gue cinta. lo bener-bener berubah nau'
.
. bersambung
__ADS_1