
Deru mesin mobil ambulance menemani kesendirian kanaya yang memilih menyendiri di depan rumah sakit tempat ayahnya di rawat.
"nay.." raynand memanggil kanaya yang tengah larut dalam kesedihan.
kanaya yang tak mampu berkata hanya menitikan air mata yang semakin deras.
"aku akan perbaiki semuanya, aku akan menjelaskan segalanya di hadapan semua anggota keluarga setelah keadaan papa malik membaik" raynand menangkup wajah mungil kanaya yang tertutupi air mata.
kanaya menatap sendu wajah raynand yang saat ini mungkin sedang merasa resah dengan beban yang ia rasakan.
"kali ini aku akan buktikan kalau aku akan serius dengan pernikahan kita tanpa surat perjanjian" tambahnya dengan mengusap lembut air mata di pipi kanaya.
kanaya tersentak mendengar ucapan raynand yang terlihat sangat dewasa. bukan seperti raynand yang egois, kali ini raynand berhasil merebut simpatik dari kanaya.
"apa maksud dari perkataanmu ray?"
"aku akan belajar menjadi suami yang baik buat kamu nay, apa kamu mau?"
binar mata kanaya sudah menjelaskan persetujuannya dengan sedikit senyum di wajahnya.
"kita lupakan semua isi surat perjanjian yang aku buat ya nay"
tercetak senyuman di wajah kanaya dengan sebuah anggukan yang membuat raynand lega.
"sebaiknya kita kembali ke ruangan papa malik. dan tadi mama papa agara sedang dalam perjalanan untuk datang kesini. aku sudah menjelaskan semuanya lewat tefon."
"bagaimana dengan reaksi mereka ray?"
"awalnya mereka marah, tapi setelah aku menjelaskan semuanya dan mengatakan tujuanku sekarang, mereka perlahan bisa menerimanya nay"
saat itu sudah ada rayhan dan juga siska di depan ruang icu menemani bu safira yang tengah menangis.
"ma.. " kanaya memeluk erat bu safira begitupun sebaliknya.
"sayang.. kenapa kamu ga bilang sama mama kalau kamu sebenarnya menderita dengan pernikahan ini?"
"kita bahas itu nanti ya ma, setelah papa baikan"
"iya sayang, dan karna mama tau seperti apa pernikahan kamu, mulai sekarang kamu tinggal sama mama"
"ma.." raynand bersimpu di hadapan bu safira.
"sebelumnya ray minta maaf,raynand udah bikin kesalahan besar. ray janji akan perbaiki semua ma. dan ray mohon jangan ambil naya dari ray ma"
bu safira menatap lekat raynand yang terlihat sungguh-sungguh dengan ucapannya, perlahan pandangannya bergantian menatap kanaya.
kanaya seolah tau ia langsung mengangguki ibunya tanda untuk menyetujui ucapan raynand.
"tante aku harap tante bisa realistis setelah tau semuanya" sahut siska.
"siska jangan memperkeruh suasana. lebih baik sekarang kamu pulang, dan besok aku akan carikan kamu tempat tinggal" ucap rayhan yang mulai angkat bicara.
__ADS_1
"kak han.." belum selesai dengan ucapannya rayhan memberi isyarat kepada siska untuk berhenti bicara.
"lebih baik kalian semua pulang biar mama yang menemani papa" ucap bu safira
"biar naya temani ya ma"
"ga papa sayang kamu pulang, biar suasana hati papamu membaik setelah ia sadar."
"okey ma.. mama baik-baik ya disini jangan capek-capek."kanaya memeluk ibunya cukup lama seakan tidak mau pisah dari ibunya.
☆☆☆☆☆
"guys, menurut kalian apa yang terjadi sama ray malam itu. apa bener ray ga lakuin itu sama siapa-siapa, sedangkan waktu itu dia langsung membawa naya pulangkan?!" ucapan agas membuat arka dan juga bastian menghentikan aktifitas mereka.
"bener apa kata lo gas, gue harus pastiin ini sama ke raynand" bastian segera bergegas untuk menemui raynand.
"lo ga usah bertingkah konyol bas, kalaupun mereka melakukan itu, itu bukan urusan lo. mereka itu udah sah suami istri jadi hal itu memang yang seharusnya terjadi." jelas arka
"mereka itu ga saling cinta ka, lagian ray bilang mau cerai sama naya." bastian sedikit meninggikan suaranya.
"jadi lo mau ngerusak hubungan mereka?" dan tak kalah tinggi suara arka saat itu.
"udah-udah kalian ini apaan si pakek berantem segala kaya bocil aja kalian"
bersamaan arka dan bastian menatap tajam ke arah agas.
"oke-oke ga ikut-ikut gue" agas mengangkat dua jari dan kembali dengan aktivitasnya.
setelah mendengar perkataan agas, arka tak henti teringat dengan kanaya malam itu.
"malam itukan naya pakai pakaian seperti itu, dan dengan pengaruh obat mustahil ray bisa mengendalikan dirinya"
dari awalnya yang tiduran di kamar hingga duduk di sofa, arka tetap gelisah saat memikirkan raynand dan juga kanaya.
"tapi kenapa gue terus mikirin mereka? ini bener-bener aneh!"
arka semakin gusar saat menyadari sikapnya yang berlebihan untuk kanaya, malam itu ia memutuskan untuk membuka ponselnya.
saat itu yang muncul pertama di layar ponselnya adalah foto kanaya yang di jadikan story whatsApp milik bastian dengan caption yang absurd.
'apapun yang dia lakukan kamu tetap my future wife'
"ngaco ni anak, ini kan waktu naya di pesta reuni saat itu!"
saat itu arka memilih untuk menutup ponselnya, namun fikirannya terus teringat kanaya.
"apa bener ray ga lakuin itu sama naya?" arka kembali melihat foto naya yang ia simpan dari status whatsApp milik bastian
arka terus bertanya-tanya dalam hati memikirkan hubungan kanaya dan juga raynand. entah karena apa fikirannya terus tertuju kepada kanaya.
__ADS_1
☆☆☆☆☆
Sepulang dari rumah sakit raynand dan kanaya memilih langsung masuk kedalam kamarnya untuk menghindari siska yang terus mencari masalah.
"apa-apaan ini, ini ga bisa di biarin. ni anak harus gue kasih pelajaran."
"kenapa ray, ada masalah?" kanaya mendekat ke arah raynand yang sedang marah-marah.
raynand lalu menyodorkan ponselnya, dan saat itu kanaya merasa terkejut dengan caption yang ada di status itu terlebih bastian yang membuatnya.
"kamu gak perlu semarah ini ray, karna memang kamu yang mengizinkan bastian untuk itu"
bagai sebuah tamparan ucapan dari kanaya membuat raynand menyesali perkataannya saat itu.
"maaf nay aku yang salah" raynand
tertunduk di hadapan kanaya.
"kit lupain itu sekarang, lebih baik kita istirahat."
raynand yang tadinya marah perlahan luruh dengan senyuman naya yang teduh dan membuatnya nyaman.
"astaga nay, aku lupa. tadi kan mama papa mau datang kerumah sakit, kenapa kita pulang"
"kamu hubungin mama papa untuk kerumah kita, ga mungkin kan mereka kesana tanpa adanya kita"
Raynand segera menghungungi orang tuanya untuk datang kerumah mereka. namun saat itu pula raynand bimbang dengan keberadaan siska.
"lalu siska?" raynand menatap lekat kanaya.
"aku nanti yang akan jelasin itu semua ke mama sama papa, mereka pasti bisa ngerti"
"makasih nay, kenapa aku baru sadar memang kamu istri yang tepat buat aku. walaupun kamu sedikit antik, tapi cantik"
"alah gombal, males ah aku mau tidur ngantuk. nanti bangunin aku setelah mama papa sampai"
"siap bu boss"
akhirnya raynand memilih untuk menyibukkan diri dengan membuka laptopnya supaya tidak ketiduran saat orang tuanya sampai.
.
.bersambung.
.
maaf kalo banyak typo ya readers.. jaangan pelit-pelit sama like nya + di vote okey.
.
__ADS_1