Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Menginap


__ADS_3

suara tangisan terdengar dari kamar atas. sudah dipastikan itu adalah suara Ilona yang terbangun. dengan segera semuanya berlari ke arah kamar.


Ketika Kanaya membuka pintu kamar Ilona, Ilona segera menghambur kedalam pelukan Kanaya. Ilona terisak dalam tangisnya dan tidak ingin melepas pelukannya terhadap Kanaya.


Kanaya perlahan merenggangkan pelukan Ilona dan menggoendongnya. ia lalu mengajak Ilona menikmati udara dari balkon kamarnya. perlahan Ilona memejamkan kembali matanya.


Kanaya kembali mengajaknya duduk namun masih dengan posisi di dalam gendongannya.


"Nay, lebih baik kamu tidurkan Ilona di tempat tidur. jika seperti itu bisa membuat tanganmu pegal" ucao Rayhan


Rayhan terlihat begitu merasa tidak enak terhadap Kanaya. ia tau jika Kanaya menggendong Ilona dalam keadaan tidur, ia pasti akan merasa pegal.


"enggak kok kak Han, aku tidak apa-apa. dengan menggendongnya sedikit lebih lama, Ilona akan tidur nyenyak kak"


"apa kamu yakin Nay? " sahut Raynand.


"oh ya kak Han, kapan baby Carel kita bawa pulang?"


"sepertinya besok sudah diperbolehkan pulang Ray. karena dokter sudah memeriksanya dan kini semuanya sudah normal"


"syukurlah.. tapi kita memerlukan babysitter untuk Baby Carel juga Ilona kak. karena kak Han pasti akan sangat sibuk di kantor. sedangkan Naya, dia tidak bisa mengurus mereka duapuluh empat jam karena ada beberapa jadwal pemotretan kak"


"aku tau itu Ray, aku sudah meminta asistenku untuk mencari babysitter untuk anak-anakku."


"sebenarnya aku tidak ingin Kanaya bekerja sebagai model lagi kak. tapi dia sudah terikat kontrak. dan Kanaya tidak ingin aku bayarkan pinalti saat aku ingin membatalkan kontraknya"


"karena orang tidak akan mempercayai kita lagi setelah kita sudah tidak bisa profesional dalam pekerjaan Ray. aku berjanji aku akan langsung meninggalkan pekerjaan itu setelah semua kontrak selesai Ray" sahut Kanaya.


Raynand lalu menatap Kanaya dan mengulas senyum diwajahnya.


"baiklah ini sudah terlalu malam, lebih baik kamu dan Naya menginao disini Ray"


"iya kak, aku juga sudah sangat letih. aku ingin segera berbaring"


"kalau begitu tidurlah Ray, aku akan menemani Ilona tidur"

__ADS_1


"ya, baiklah" Raynand dan Rayhan pun pergi meninggalkan kamar Ilona.


saat itu Kanaya terus memeluk Ilona yang sudah lelap dalam tidurnya. dan ia pun ingin segera tidur, karena jujur saja ia pun juga merasa letih. namun saat ia ingin memejamkan matanya, Kanaya menerima panggilan telefon.


"halo"


"Naya, kenapa kamu meninggalkan Arka dan memilih hidup bersama Raynand sayang? apa kamu tidak takut hmm? jujur saja bunda takut sayang, bunda takut kamu kenapa-kenapa, karena saat kamu hidup bersama dengan Raynand hidupmu selalu dalam bahaya sayang"


terdengar suara yang sangat cemas. da Kanaya tidak menyangka bahwa ibundanya berpikiran seperti itu. karena pasalnya selama ini ibundanya lah yang selalu membuatnya tenang. justru saat ini begitu mencemaskan keadaannya ketika dia tengah bersama dengan suaminya.


"tapi bunda, kenapa bunda berpikir seperti itu?


" itu yang terus terjadi sayang.. tolong kembali dan lanjutkan pertunanganmu dengan Arka sayang "


"maaf bunda, Naya tidak bisa. karena saat ini Arka juga akan bertunangan dengan Naura bun, dia seorang gadis yang baik. dan Naya yakin Arka akan bahagia dengan Naura"


ibunda Kanaya sangat terkejut ngelakuin Arka akan bertunangan dengan gadis lain dalam waktu secepat ini. pasalnya yang ia tau Arka adalah laki-laki yang sangat mencintai Kanaya. bahkan ia rela mengurus Kanaya yang saat itu koma hingga amnesia.


"itu hanya alasanmu saja kan Naya? kamu mengatakan hal itu karena kamu tidak ingin melanjutkan hubunganmu dengan Arka! "


"enggak bun, kalau memang bunda ingin tau, besok lusa bunda datang ke rumah Naura. disana akan diadakan pertunangannya"


ibunda Kanaya mematikan sambungannya


begitu saja tanpa mengatakan apa-apa lagi terhadap Kanaya. dan saat itu Kanaya segera memejamkan matanya dan kembali memeluk Ilona.


keesokan paginya Rayhan bangun karena mencium bau harum masakan yang tidak pernah ia kenal. karena baunya sangat berbeda dengan masakan Siska semasa dia hidup.


Rayhan berdiri di ambang pintu dapur dengan memasukkan tangannya disaku celananya. saat itu Kanaya begitu sibuk menyiapkan sarapan sehingga tidak menyadari kehadiran Rayhan.


setelah cukup lama akhirnya Kanaya menyelesaikan semua masakannya. hingga Rayhan datang dan mengambil air minum yang ada di dalam kulkas. ia tidak mengambilmya untuk ia minum, Rayhan justru memberikannya kepada Kanaya.


"ini untukmu Nay, dulu kau sangat suka dengan meminum air dingin setiap pagi kan? "


"kak Han masih ingat? dan hingga detik ini aku juga masih tetap suka dengan air dingin di pagi hari kak" Kanaya lalu meraih minuman tersebut dan menenggaknya.

__ADS_1


"wihh kamu masak banyak sayang? " ucap Raynand yang turun dan sudah bersiap dengan pakaian kantornya. ia lalu mendekat ke arah istrinya dan mencium bau masakan. namun bukan hanya mencium aroma masakan Kanaya, Raynand pun menyasar di pipi sebelah kanan Kanaya sehingga membuat Kanaya tersipu karena Raynand melakukannya dihadapan Rayhan.


"Ray, aku harus mandi. dan setelah itu kita sarapan bersama" Kanaya lalu meninggalkan kedua kakak beradik itu didapur..


seulas senyum tercetak di wajah Raynand, ia tau jika istrinya sedang merasa malu karena ia melakukan hal romantis dihadapan Rayhan.


selang beberapa saat kini semuanya sudah duduk di meja makan termasuk Ilona yang sudah rapi didandani oleh Kanaya.


"Ilona sayang, kamu harus banyak makn sayuran ya.. biar jadi anak yang pintar dan kuat. okey? "


"apa tante benelan? emangnya kayok malam cayulan Lona bica pinter bica kuat? "


"iya dong sayang.. makanya kamu harus nurut ya sayang jadi anak yang pinter. nanti kalo udah gede kan kamu harus bisa masakin papa kamu"


"kenapa Lona yang macak tante? kan udah ada tante cantik yang masakin papa, iyakan om lay? "


"Lona.. "


saat itu Rayhan yang merasa tidak enak segera memanggil Ilona agar tidak berbicara sembarangan mengenai Kanaya.


"iya sayang, pasti nanti dimasakin tante Naya ya sayang" ucap Raynand hingga membuat Ilona senang kegirangan.


"sayang Aaaa" Raynand tiba-tiba menyiapkan makanan untuk Kanaya.


"Ray, nanti aku bisa makan sendiri"


"kapan? nanti setelah kita semua selesai makan? iya? sudah buka mukutmu sayang. aku akan makan sembari menyukaimu sayang, dan kau bisa menyuapi Ilona. iya kan lona? "


"iya om Lay.. om Lay emang pintel deh. pasti om Lay cuka mamam cayulan ya"


"oh iya dong sayang.. "


saat itu tanpa Kanaya dan Raynand perhatikan, seseorang menahan air matanya dipelupuk matanya. Rayahan terharu karena adik dan adik iparnya begitu menyayangi anaknya.


'kamu memang beruntung Ray, tidak banyak ipar yang menyayangi anak dari iparnya setulus Naya.'

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2