Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Menyukai gadis lain


__ADS_3

Raynand tertawa di hadapan arka yang saat itu sedang marah karena tuduhan yang raynand lemparkan terhadapnya.


"bisa-bisanya lo ketawa ray, lo gak mikir gimana perasaan naya saat ini ha??" ucap arka.


"lo bersikap kaya gini karna lo suka kan sama naya?!"


mendengar ucapan raynand, kini arka kembali meradang. ia tak habis pikir dengan raynand yang bersikap tidak dewasa.


"oke, kalo lo gak mau dengerin ucapan gue. dan lo kekeh nganggep kita selingkuh, itu keputusan lo ray! tapi jangan salahin gue kalo gue bisa bikin naya nyaman dan lupain lo." arka menatap raynand dan berganti ke rayhan dan agas yang baru datang. "dan untuk kalian jangan coba halangin gue untuk membuat hidup kanaya lebih baik. gue akan temui orang tua naya dan mengatakan semuanya!" arka berlalu pergi meninggalkan kediaman raynand.


"lo dengar itu kan ray, arka gak pernah main-main dengan ucapannya. gue harap lo bisa berpikir dengan jernih dan singkirin ego lo. gue cuma takut lo akan menyesali keputusan lo yang tidak ingin mendengarkan orang lain." agas memutuskan untuk pergi dari rumah raynand setelah arka.


rayhan duduk di samping raynand tertunduk dengan tangan yang menangkul wajahnya.


"apa kamu benar-benar ingin kehilangan kanayamu itu ray?"


raynand lalu berbalik menatap rayhan yang ada di sebelanya dengan mata sayunya, entah kemana keberanian raynand yang sejak tadi menguasai dirinya. kini raynand terlihat seperti seorang pria yang tidak berdaya.


"apa kak han tau?" raynand menghentikan ucapannya sejenak,sedangkan rayhan masih menunggu kelanjutan dari ucapan raynand.


"aku benar-benar mencintai kanaya! tapi aku tidak siap jika orang yang sangat aku cintai itu mengkhianatiku kak"


"aku sedikit heran denganmu ray, kau tau seperti apa istrimu itu. tapi kau masih menuduhnya selingkuh dengan arka. kau tau saat iniy1 kanaya benar-benar rapuh"a


seketika raynand menatap rayhan dalam-dalam.


"kau tau, kanaya saat ini ada di rumah naura dan saat ini ia benar-benar seperti layang-layang yang putus dari talinya."


"apa maksud kata-kata kak han?"


"apa kau tau apa yang hampir ia alami?" rayhan menghela nafas kasar "kanaya tadi hampir saja tertabrak, dan untung saja naura menyelamatkannya"

__ADS_1


setelah rayhan menceritakan apa yang di alami oleh kanaya, raynand hanya terdiam dan suasanapun menjadi hening.


▪▪▪▪▪


Naura masih setia menemani kanaya yang tertidur, namun ia di kejutkan dengan wajah kanaya yang berubah pucat dan berkeringat dingin.


naura memeriksa kanaya, dan benar dugaannya kanaya saat ino sedang demam tinggi.


"lebih baik aku hubungi arka untuk membantuku membawa naya ke rumah sakit. karna jika aku mengajak pak bejo siapa yang akan menunggu rumah?"


akhirnya naura menghubungi arka, dan dalam waktu setengah jam arka tengah sampai di rumahnya.


"apa yang terjadi dengan naya naura?"


"sepertinya dia demam ka, dan aku khawatir dengan kesehatannya"


"ya sudah tunggu apa lagi, kita harus segera bawa naya ke rumah sakit."


arka lalu mengangkat tubuh naya yang saat ini begitu lemah di bantu dengan naura yang menyiapkan mobilnya.


#


"pagi pak"


"iya selamat pagi, ada yang bisa saya bantu den?" tanya pak bejo.


"begini pak saya ini suami dari kanaya yang saat ini menginap di rumah naura, dan saya ingin menemuinya"


"oh non kanaya, maaf den mereka tidak ada dirumah den"


"lalu dimana mereka saat ini pak?"

__ADS_1


"semalam non naura dan den arka membawa non kanaya ke rumah sakit sejak semalam den" mendengar ucapan bejo, raynand terkejut bahwa istrinya saat ini di rumah sakit dan tidak ada yang memberi tahunya.


"bapak tau dimana istri saya di bawa ke rumah sakit mana?"


"maaf den saya tidak tau soal itu"


"ya sudah terimakasih pak, permisi" raynand kembali kedalam mobilnya dan akhirnya ia memutuskan untuk mencari kanaya kerumah sakit terdekat dari rumah itu dan untuk bertanya kepada arka itu tidak memungkinkan, karna hubungan mereka memang sedang tidak baik untuk saat ini.


setelah sampai di rumah sakit terdekat raynand mulai bertanya kepada resepsionis, dan benar saja kanaya saat ini memang di rawat di rumah sakit tersebut.


ketika raynand ingin membuka pintu ruangan kanaya iya menghentikan langkahnya. "aku tidak ingin kembali kesana arka, kau jangan memaksaku!" ucap kanaya.


"tapi nay apa yang di ucapkan arka itu benar, semarah apapun kamu dengan raynand dia itu tetap suamimu" timpal naura.


"aku memang sangat marah dengan tuduhannya terhadap kita nay, tapi ray juga sahabatku. dan aku tidak ingin melihat rumah tangga kalian hancur" sahut arka, dan hal itu membuat raynand akhirnya menyadari bahwa tuduhannya memang salah terhadap arka dan kanaya.


ceklek...


semua mata tertuju kepada seseorang yang kini berada di ambang pintu, siapa lagi kalau bukan raynand.


"aku ingin dia pergi dari sini naura arka, aku sedang tidak ingin berbicara" kanaya memejamkan matanya sejenak hingga sebuah bulir air mengalir dari mata indahnya.


"nay .." raynand mendekat ke arah kanaya.


"aku akan membiarkanmu menemui kanaya. tapi ingat ray, aku tidak akan membiarkanmu melukainya lagi" raynand mengangguki ucapan arka.


dan kini arka berada di luar ruangan bersama dengan naura. arka terlihat dingin tanpa sepatah katapun.


'apa sedalam itu perasaan arka terhadapa kanaya' naura terpaku memikirkan tentang arka, seseorang yang ia sukai sejak lama. dan kini ia harus melihat arka menyukai gadis lain yang sudah mempunyai seorang suami.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2