Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Bukan mereka


__ADS_3

Kanaya memilih memejamkan matanya saat raynand mendekat ke ranjang tidurnya.


dengan infus yang masih menempel di tangannya, kanaya berusaha kuat di hadapan raynand.


"naya.." raynand berulang kali memanggil kanaya, namun tidak sekalipun kanaya menjawab panggilan raynand.


"aku tau aku salah menuduhmu yang tidak-tidak." kanaya masih belum menjawab ucapan raynand, hal itu membuat raynand sedih.


"kau tau aku kan naya, aku bukan seseorang yang pandai merayu ataupun bersikap romantis. tapi aku benar-benar menyesal dengan ucapanku yang sangat menyakitimu."


Kini raynand meraih tangan kanaya dan seketika kanaya membuka matanya dan bangkit dari tidurnya.


kanaya perlahan melepas genggaman dari raynand.


"apa kau benar-benar tidak bisa memafkaanku kanaya?" karena tidak mendalat balasan akhirnya raynand memilih untuk pergi


"baik kanaya, kesalahanku memang ssangat besar. aku tau jika kau tidak bisa memaafkanku, tapi aku tulus meminta maaf padamu. dan satu hal yang harus kamu tau, hingga detik ini aku masih sangat mencintaimu. entah kau mengizinkanki atu tidak!" perlahan raynand keluar dari kamar kanaya.


Ketika raynand keluar dari ruang rawat kanaya, arka terus memperhatikan kepergian dari raynand.


naura dan arka pun menemui kanaya yang kini masih terduduk dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"ada apa nay, apa yang raynand katakan?" tanya naura.


"tadi ray datang minta maaf dan dia bilang menyesal" arka dan naura masih intens menatap kanaya "tapi aku belum bisa semudah itu maafin dia nau, aku kecewa dia menuduhku seperti itu."

__ADS_1


"tapi nay apa gak sebaiknya kamu pikirkan lagi?" tutur arka.


'aku heran dengan arka. sepertinya dia sangat menyukai kanaya, tapi kenapa dia selalu membujuk kanaya untuk berbaikan dengan raynand? apa dugaanku selama ini salah!' begitu banyak pertanyaan di benak naura hingga ia sendiri bingung mencari jawabannya.


"apa yang sudah tergores dengan di sengaja dan begitu dalam, tidak akan semudah itu sembuh. dan meskipun goresan itu sudah hilang, tapi akan tetap membekas" tutur kanaya.


"baiklah kanaya, lebih baik kamu istirahat. aku akan mengantar naura pulang, nanti aku akan kembali"


arka berlalu pergi sembari mengusap kepala kanaya dengan lembut.


▪▪▪▪▪


Hari ini kanaya di izinkan pulang dari rumah sakit, namun saat naura ingin mengajak kanaya pulang kerumahnya, orangtua dari kanaya datang dengan raut wajah cemas.


"sayang.." bu safira begitu khawatir melihat keadaan anak semata wayangnya yang kini terlihat sedikit kurus.


mengetahui maksud dari nada penekanan dan tatapan kanaya, arka sedikit menggeleng "bukan aku nay"


"ma, mama sama papa siapa yang memberi tahu soal kanaya ada disini?"


"dasar anak kurang ajar.." bu safira mengomeli kanaya sembari menciumi putrinya itu. "kamu kenapa menutupi semua ini dari mama papa sayang.."


"iya kanaya, kenapa kamu tidak mengatakan kalo raynand bersikap buruk terhadapmu?" tambah pak malik.


kanaya lalu melepas pelukan dari ibunya, lalu ia pun mendekat ke arah arka dan naura. "kalian, kalian kenapa memeberi tau orang tua ku?"

__ADS_1


"aku bahkan tidak pernah bertemu tante sama om nay, mana mungkin aku yang memberi tau" jawab naura.


"lalu.." kanaua lalu menatap arka.


"bukan nay, bukan aku.."


"bukan mereka sayang yang memberi tau kami" mendengar ucapan bu safira kanaya mengerutkan dahinya. ia berfikir siapa yang telah memberi tau orang tuanya.


"raynand sendirilah yang memberi tau kami, awalnya kami marah dengannya. tapi..." pak malik menjeda ucapannya dan mengisyaratkan seseorang untuk mendekat.


kanaya pun terkejut saat ia mengetahui bahwa orang itu adalah raynand yang di temani oleh rayhan.


"tapi papa tau nak raynand seperti itubkarna dia takut kehilangan kamu sayang.."


kanaya lalu menghampiri raynand dan juga rayhan. "apa yang kamu katakan kepada orang tuaku ray?"


"aku mengatakan semuanya nay, dan aku menyesal atas perlakuanku yang telah menyakitimu"ucap raynand.


"iya nay, raynand kini sadar kalo dia bersalah karena menuduhmu dengan arka. aku harap kamu bisa memaafkan dia nay!"


"kak han, kak han taukan aku udah berusaha bertahan. tapi ray benar-benar keterlaluan! saat ini aku belum bisa memaafkannya."


"kanaya papa kecewa dengan kamu nak, ayo ma kita pergi" ucap pak malik dan bu safira pun megikuti suaminya dan meninggalkan kanaya.


.

__ADS_1


.bersambung.


__ADS_2