
Arka menyusuri jalanan dengan melajukan pelan mobilnya.
arka kembali teringat saat ia hampir menjadi suami dari kanaya yang akhir-ikhir ini selalu mengisi pikirannya.
"apa gue bener-bener jatuh cinta sama naya" arka menghentikan mobilnya dan memukul setir mobilnya dengan keras.
kini arka melanjutkan perjalanannya, niat pulang kini ia urungkan. arka memilih untuk pergi ke suatu tempat.
namun di tengah perjalanan ia melihat seseorang yang tidak asing sedang memeriksa mobilnya.
"naura ada apa?" arka membuka kaca mobilnya.
"arka, emm ini sepertinya mogok gak tau karna apa. aku gak ngerti masalah mesin"
akhirnya arka menawarkan untuk mengantar naura, karena jalanan yang terlihat sepi dan mustahil ada taksi yang melintas, akhirnya naura menerima tawaran arka.
"mau kemana?"
"mau pulang" ucap naura.
setelah perjalanan cukup lama akhirnya mereka sampai di kediaman naura.
"kalo gitu aku balik" arka kembali melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang.
☆☆☆☆☆
siska berjalan menyusuri rumah raynand, saat itu hanya ada dia dan kanaya di rumah itu. kanaya sibuk berkutat di dapurnya karena menyiapkan makan malam mengingat rayhan dan raynand akan segera kembali dari kantor.
tingtung..
mendengar bel rumahnya kanaya hendak membukakan pintu, namun siska lebih dulu membukanya.
clara agas dan bastian datang kerumah raynand bersamaan.
"kalian? ada apa kalian kesini?" ucap siska yang bertingkah seperti pemilik rumah.
"kita gak cari kamu, yang kita cari pemilik rumah ini" ucap bastian dan agas bersamaan.
"sombong banget kalian, kalian gak tau kalo aku mengandung anak ray?"
"kita tau kamu hamil, tapi belum tentu itu anak ray!" ucap agas.
saat siska ingin membalas perkataan agas, bastian langsung menyelonong menghampiri kanaya yang tengah menyaksikan perdebatan kecilnya dengan siska.
"hai nay apa kabar?" bastian mendatangi kanaya dan memberikan sebuah bingkisan.
dan di susul oleh agas yang meninggalkan siska dengan clara.
"baik, ini apa?"
__ADS_1
"itu hadian buat kamu sama ray karna kalian rujuk" sahut agas.
"thanks ya kalian repot-repot segala. dan aku juga terimakasih karena kalian ikut bahagia karna aku dan ray rujuk. gak sperti orang itu" mata kanaya melirik ke arah siska sedikit menyindir.
menyadari hal itu siska merasa kesal. "ra, ikut aku ke kamar ada sesuatu yang mau aku obrolin ke kamu" seru siska dan menarik clara kedalam kamarnya.
kanaya, agas, dan juga bastian memicingkan mata melihat tingkah siska yang tiba-tiba membawa clara ke dalam kamarnya.
"aku bantu ya nay ucap bastian"
kanaya menggeleng melihat agas dan bastian seperti anak kecil. bukannya membantu malah menambah isi dapur berantakan.
kanaya membantu bastian dan tidak sengaja menatap bastian.
"tuhan kenapa kau beri ujuian kelada diriku seberat ini. kenapa orang secantik kanaya sudah menikah dengan sahabatku sendiri."
agas menoyor kepala bastian dan tertawa mendengar ucapannya.
"resek lo gas.."
"udah-udah.. mau selesai kapan, bentar lagi kak han sama ray sampai lo" ucap kanaya menengahi agas dan bastain.
untuk menyelesaikam masakannya kanaya menyuruh bastian dan agas menunggu di ruang tengah.
setelah berkutat cukup lama di dapur akhirnya semua makanan tersaji dan saat itu pula raynand dan rayhan telah kembali dari kantor.
"ray, kak han kalian sudah pulang? cepat mandi dan kita makan bersama" ucap kanaya.
"nay, kamu gak di godain kan sama ni dua buaya"
"enggak ray, udah sana mandi.."
akhirnya raynand menuruti ucapan kanaya. saat semuanya yengah menikmati makanan siska dan clara pun ikut bergabung. dan sejenak menghentikan aktifitas makan semuanya.
"nay apa makanan untukku tidak ada"
kanaya pun mengambilkan sup yang siska minta.
"sebentar ya aku mau ke toilet" ucap clara.
serelah cukup lama kanaya menaruh sup di hadapan siska.
siska mulai menyantapnya dengan cukup lahap. dan saat itu pula clata pun bergabung dengan makan malam bersama keluarga raynand.
"uhuk.. uhuk..."
brughh...
siska jatuh pingsan seusai menyantap makanannya dan membuat semuanya panik.
__ADS_1
"ah ini pasti drama.." ucap bastian.
"ray kita bawa siska ke rumah sakit."
kini siska sudah memasuki ruang ugd, cukup lama dokter menangani siska.
"keluarga pasien?" ucap dokter yang baru keluar.
"bagaimana keadaan siska dok?" tanya kanaya.
"untung saja pasien segera di bawa ke rumah sakit sehingga dokter tidak terlambat menanganinya."
"memangnya siska kenapa dok" tambah clara.
"pasien keracunan makanan" ucap dokter dan berlalu pergi.
tanpa melewati kesempatan clara langsung menuduh kanaya yang telah meracuni siska.
"ini semua pasti perbuatanmu. kamu pasti iri dengannya karena siska mengandung anak ray dan kamu ingin dia mati kan?"
"kaga ucapanmu clara!" bentak raynand.
"semenjak kamu berteman dengan siska kamu sperti siska ya ra" sahut bastian.
"tapi benarkan yang ku ucapkan kan ray istri kamu itu iri dengan siska dan ingin melenyapkannya."
plak...
kanaya menampar pipi clara dengan penuh amarah.
"hentikan omong kosongmu clara"
"kamu bisa menamparku, tapi lihatlah disana" ucap clara tersenyum menyeringai menunjuk polisi yang mendatangi mereka.
"saudara kanaya, anda harus ikut kami ke polisi."
tanpa menunggu persetujuan polisi memvawa kanaya ke kantor polisi. dan hal itu membuat raynand tidak terima dan mengikuti kanaya.
"kak han kamu tau kan apa yang harus di lakukan. dan kalian taukan?" ucapan raynand di angguki rayhan, agas dan bastia.
sedangkan clara tersenyum girang melihat kanaya di bawa oleh polisi.
.
.bersambung.
.
.
__ADS_1