Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Temperament


__ADS_3

Rayhan dengan tatapan tajamnya tak henti mengawasi Arka yang di bawa oleh polisi. sementara itu Moana terus memperhTika Rayhan yang terlihat sangat tegas dengan wajah yang penuh amarah.


"kak Han, ini sebenarnya ada apa?" Bastian menghampiri Rayhan yang saat itu ditemani oleh Raynand.


"kak Han tau jika Arka yang menabrak Siska Bas"


'astaga, jadi kak Han sudah tau? '


"dan aku tidak akan memaafkan siapapun yang sudah tau tentang ini dan tetap menyembunyikannya dariku! " sarkas Rayhan dan berlalu pergi.


Sementara itu Agas hanya terdiam sembari memikirkan sesuatu. saat itu ia justru merasa ikut bersalah karena ia sudah ikut menutupi fakta tentang Arka yang menabrak Siska.


"oke, kalo gitu gue cabut. gue harus dampingin kak Han di kantor polisi, gue takut kak Han kalap kayak gue dulu!" ujar Raynand yang menyusul Rayhan yang sudah pergi.


Bastian berjalan mendekati Agas yang masih terdiam. saat itu Bastian merasa takut jika Rayhan mengetahui dirinya juga tau jika tentang hal itu.


"gue takut kalo kak Han bakal marah besar sama gue Gas, lo denger sendiri kan tadi kak Han marah banget. dia juga bilang kalo gak bakal maafin siapapun yang nutupin hal ini dari dia"


"itulah yang gue takutin selama ini Bas. kak Han selama ini udah anggep kita kayak dia nganggep Raynand. dan gue gak tau sebenci apa kak Han kalo dia tau kita juga tau kalo Arka yang udah nabrak Siska, dan kita justru nyembunyiin hal itu Bas"


"yang penting jangan sampek kak Han tau Gas. gue bakal kehilangan banget sosok kak Han kalo kak Han sampek ngebenci gue! " timpal Bastian yang terduduk dan meraup wajahnya kasar.


Tanpa. mereka sadari disana masih ada Moana yang memperhatikan perbincangan mereka. seketika Moana tau jika Rayhan. marah karena seseorang melakukan sesuatu kepada seseorang yang bernama Siska.


"Bastian" panggil Moana sembari menyentuh pundak Bastian, dan seketika membuat Bastian mendongak melihat siapa yang memanggilnya.


"lo ada hubungan apa sama laki-laki yang tadi? Dan kenapa lo manggil dia kak, padahal lo itu gak punya kakak kan Bas? "


"oh dia itu abangnya temen gue, dan gue udah nganggep kak Han itu kayak abang gue sendiri Moa"


"jadi kalian deket? "


Bastian mengangguki ucapan Moana.

__ADS_1


"tapi gue denger tadi, lo itu takut kalo siapa tadi? oiya kak Han itu benci sama lo karena nutupin keslahan temen lo. emang temen lo Arka bikin salah apa si Bas, sampe kak Han harus benci sama lo?


Bak seorang wartawan Moana mengecam Bastian dengan beberapa pertanyaan yang tentunya membuat Moana penasaran sehingga ia menanyakan itu semua.


"Arka udah nabrak Siska sampe Siska meninggal" jelas Bastian.


"dan itu Siska bisa meninggal karena telat penanganan, karena Arka tidak langsung membawa Siska ke rumah sakit. Arka justru pergi meninggalkan Siska tergeletak dijalanan" timpal Agas yang menyambungi ucapan Bastian.


"astaga, jadi Arka itu sejahat itu? segak tanggung jawab itu? kalo aja gue jadi cewek yang dia suka, gue gak bakal Terima cowok kayak dia!"


"ye.. itu mah lo aja yang ngarep" celetukan Bastian berhasil membuat Moana memicingkan matanya.


"membuat Arka jatuh cinta itu ibarat mencari jarum di sebuah tumpukan jerami. sangat kecil kemungkinan jarum itu ditemukan dan cenderung mengarah ke mustahil" sambung Agas.


"kecuali Kanaya! " sahut Bastian.


"siapa Kanaya? " tanya Moana yang terlihat sangat penasaran.


Ketika mendengar hal itu, Moana tanpa sadar membuka mulutnya hingga tidak bisa berkata-kata lagi.


"lo kenapa Moana? " tanya Agas


Moana bertepuk tangan dengan raut wajah yang tidak percaya hingga ia menggeleng beberapa kali.


"apa bener seorang Bastian bisa insaf? "


"itu dulu, waktu gue berniat jadiin Naya istri gue kalo Raynand ceraiin Naya. eh malah Ray jatuh cinta beneran, ya udah gue gaada kesempatan buat dapetin Naya."


"wah gue jadi penasaran sama yang namanya Naya, kayak apa si dia kok bisa bikin cowok-cowok bucinin dia"


"eh tapi tunggu, lo bilang tadi Raynand. Raynand adeknya kak Han? " tambahnya lagi.


"itu berarti perempuan cantik yang ikut ngejar kak Han itu istrinya Raynand yang bernama Kanaya! "

__ADS_1


"jadi lo taukan alasan gue, selain dia cantik Kanaya juga sangat baik" saat itu tanpa menyadari kehadiran Agas dan Moana yang masih bersamanya, Bastian justru membayangkan ketika dirinya bersama dengan Kanaya.


pletak


"aduh.. " Bastian mengusap kepalanya yang di sentil oleh Agas. "lu ngapain si Gas, sakit pala gue"


"makanya lu gak usah banyak halu. sekarang ada yang lebih penting. gimana nasib Arka sekarang? "


_


Kanaya menjalani pemotretan sangat lama, hingga beberapa kali ia belum bisa menyelesaikannya.


karena terlalu letih akhirnya Kanaya beristirahat dengan duduk di sebuah kursi.


"kamu buat Arza tidak mudah untuk pemotretan hari ini. jika kamu melakukan itu, aku akan memberimu tambahan uang dua puluh juta" ucap Bryan memerintahkan sang fotografer.


"sekarang waktunya makan siang, lebih baik kamu cari makan dulu" sambung Bryan


"baik Pak" balas sang fotografer.


Ketika Bryan mencari keberadaan Kanaya, ia mendapati Kanaya yang tertidur di sebuah sofa. wajahnya terlihat sangat lelah hingga membuat Bryan tanpa sadar mengusap wajah Kanaya.


'astaga, barusan aku ngapain?'


mata Bryan memicing melirik dahi Kanaya yang tertutup rambutnya.


"ini sangat biru, aku yakin ini sangat sakit. tapi kenapa dia memar seperti ini? apa diam-diam tanpa sepengetahuan ku Raynand adalah orang temperament? "


.


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2