
"aku tidak menyangka jika orang tuaku akan kecewa seperti ini! apa memang aku yang salah, yang belum bisa memafkan ray!"
"ini salahku nay"
kedatangan raynand yang saat ini berdiri di belakang kanaya, membuat kanaya sedikit terkejut. pasalnya kanaya pergi ke tempat itu ingin mencari sebuah jawaban, namun ia tidak menyangka raynand akan mengetahui dirinya saat itu berada disana.
raynand lalu duduk di sebelah kanaya yang baru saja menyeka air mata yang mengalir di wajahnya.
"ada apa ray, kenapa kau kesini? aku sedang tidak ingin berdebat!" saat itu kanaya seseorang yang tangguh mendadak menjadi rapuh, dan hal itu membuat raynand bersedih. raynand merasa semua itu dia yang menyebabkannya.
"aku minta maaf atas semuanya nay. tapi jujur, aku sudah mengatakan sejujurnya dengan mama dan papa. tapi aku tidak tau kenapa papa bersikap seperti itu nay."
"lalu kenapa orang tuaku malah bersikap seperti itu ray"
raynand berusaha menengkan kanaya yang tak habis pikir dengan apa yang ia alami.
▪▪▪▪▪▪
Agas, bastian dan juga arka saat ini berada di basecam mereka. seperti biasa ahas dan bastian yang asik memainkan billiard, sedangkan arka masih duduk dengan sebuah ponsel di tangannya.
"ka, lo kenapa si bengong terus dari tadi?" tanya agas.
"pasti ada hubungannya sama naya lah gas, siapa lagi yang bisa bikin arka kaya gitu kalo bukan naya." sahut bastian.
"gue cuman heran sama bokap nyokapnya kanaya!" balas arka sembari meletakkan ponselnya di atas meja.
"maksud lo gimana ka?" agas kembali bertanya kepada arka. karena penasaran, agas dan bastian pun duduk di sofa dekat arka duduk.
"orang tua naya malah kecewa sama naya, setelah tau apa yang ray lakuin ke naya. itu anehkan?"
"iya lah aneh banget, harusnya mereka marah sama raynand kan? tapi kenapa ini malah mereka marahnya sama naya?" sahut bastian.
"entahlah, jalan pikir manusia emang beda-beda. mending kita jangan bahas itu dulu, ikut mumet gue lama-lama!" ucap agas.
tring....
__ADS_1
tiba-tiba ponsel arka berdering. melihat nama yang tertera di layar ponselnya, arka mengisharatkan untuk teman-temannya agar tidak berisik.
"iya halo om, ada apa?"
"nak arka, tolong kamu datang ke rumah om dengan teman-temanmu. om mau minta bantuan"
"baik om kita akan kesana!"
setelah menerima telfon, tanpa penjelasan apapun agas dan bastian pun di tarik oleh arka untuk ikut dengannya ke kediaman pak malik. selang beberapa menit, akhirnya mereka tengah sampai.
"oh iya om, om mau minta bantuan apa sama kami?" tanya arka.
"om mau kalian bantu raynand berbaikan dengan kanaya!"
mendengar ucapan dari pak malik membuat dahi ketiga pria tampan itu berkerut.
"tapi om bukannya selama ini raynand salah, kenapa om malah pengen naya baikan sama ray" celetukan bastian pun membuat pak malik menyunggingkan senyumnya.
"aku tau kalian pasti penasaran kenapa aku memebela menantuku di banding dengan anakku. biar aku jelaskan"
"nak ray sudah menceritakan semuanya, bahkan dia mengakui kesalahannya. dari situlah aku tau kalau nak raynand memang lelaki yang tepat untuk kanaya. maka dari itu kita harus membuat mereka berbaikan!"
"baik om, kita akan berusaha. kalau begitu kami permisi" ucap arka yang sedikit merasa kecewa dengan ucapan pak malik yang terkesan sangat mengagumi raynand, padahal raynand sudah sering menyakiti kanaya.
"kalau gitu kita juga ikut pamit om" ucap agas dan bastian.
di lain tempat kanaya lebih memilih meninggalkan raynand. namun saat ia sedang berjalan tiba-tiba pengendara motor yang melaju sangat cepat menabraknya.
brak...
"kanaya.." raynand berlari ke arah kanaya. saat itu raynand sangat panik melihat darah segar mengalir dari kepala kanaya.
namun karna tidak ingin terlalu lama dalam kepanikannya, raynand segera membawa kanaya ke rumah sakit tanpa menghiraukan seorang yang menabrak kanaya.
#
__ADS_1
"boss, gua udah abisin tu cewe"
"kerja bagus, gue udah kirim bayaran lo"
tut..tut..tut..
seseorang tersenyum puas dengan kecelakanaan kanaya, karna memang kecelakaan ini sudah di rencanakan.
"gue pastiin lo bakal abis nay, gue tau lo baru keluar dari rumah sakit. pasti lo saat ini sedang lemah, dan serangan gue tepat untuk melenyapkan lo!"
clara terus mengamati raynand yang panik di depan ruang penanganan kanaya. saat itu clara benar-benar yakin jika kanaya akan kehilangan nyawanya.
sedangkan raynand saat itu menghubungi kakaknya dan dalam waktu beberapa menit rayhan sudah sampai.
"bagaimana ini bisa terjadi ray, kenapa naya bisa seperti ini?" tanya rayhan.
"tadi aku bertemu dengan naya kak han, tapi saat naya pergi tiba-tiba di tengah jalan seorang pengendara motor menabrak naya dengan sangat kencang kak. darah ada di kepala naya kak.."
raynand menangis sejadinya, sekuat-kuatnya raynand ia tetap takut kehilangan kanaya. dan hal itu yang akhirnya benar-benar membuatnya rapuh.
"tenanglah ray, naya akan baik-baik saja!" rayhan merengkuh raynand yang saat ini begitu lemah.
"kak han tau kan, naya baru aja keluar dari rumah sakit. dan liatlah sekarang, naya kembali masuk rumah sakit. itu semua karna kesalahanku kak han, aku tidak becus menjaganya!"
"iya ray kau memang tidak becus menjaga kanaya" seru arka yang baru datang.
seketika rayhan meradang mendengar ucapan dari arka, bukannya menenangkan raynand arka sengaja menjatuhkan mental adiknya.
.
.
.bersambung
.
__ADS_1