
Kanaya membuka kedua matanya. saat itu ia melihat ke arah jarum jam dimana jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. ia lalu bangkit dan membaringkan Ilona diatas tempat tidur.
Kanaya berjalan keluar untuk memeriksa apakah sudah ada yang pulang atau belum. dan ia tidak menemukan siapapun.
"ini sudah malam, kenapa Ray belum pulang? kak Han juga tidak ada di rumah! "
Kanaya mencoba menghubungi Raynand, telfonnya tersambung tetapi tidak mendapat jawaban. hati Kanaya menjadi gelisah, ia tidak tau saat ini suaminya dan kakak iparnya ada dimana sementara hari sudah semakin larut.
"ah iya lebih baik aku menghubungi millie sekertaris Raynand"
Kanaya segera mengambil ponselnya, namun ketika ia sudah mendapatkan ponselnya ia sadar bahwa dirinya tidak memiliki nomor kontak Millie. dan saat ini dirinya masih di rumah Rayhan, ia tidak bisa mencari nomor orang didalam buku catatan nomor telefon.
"lebih baik aku periksa di ponselku apakah ada nomor seseorang yang bisa aku hubungi."
Di sana tercatat nama Bastian dan juga Agas, bahkan Kanaya belum mengubah nama kontak milik Arka yang dimana ia menamainya tuan es Aka dengan stiker lambang hati. dahinya berkerut, seketika kilas balik ketika ia mengalami amnesia menguasai ingatannya. mendadak Kanaya merasakan sakit teramat di kepalanya.
"kepalaku sangat sakit"
Kanaya berjalan menyusuri tangga untuk kembali ke kamar Ilona, namun karena rasa sakit itu ia kehilangan keseimbangannya hingga terpeleset.
"Hati-hati Nay" Rayhan menangkap Kanaya di dalam pelukannya. dan saat itu Raynand yang baru masuk setelah memarkirkan mobilnya di garasi rumah segera berlari menghampiri Kanaya yang saat ini ada di dalam pelukannya Rayhan.
"Lain kali hati-hati Nay" ucap Rayhan yang menyerahkan Kanaya kepada Raynand.
"ada apa kak, kenapa Kanaya bisa seperti ini?"
"aku juga tidak tau Ray, tadi Naya hampir jatuh dari tangga dan aku hanya membantunya agar tidak terjatuh"
"aku sangat pusing Ray" lirih Kanaya.
Raynand lalu membawa istrinya kedalam kamar. di sana ia membaringkan Kanaya dan menyelimutinya. Raynand memeriksa suhu badan Kanaya, namun suhu badannyaasih normal. dan saat itu kemudian Raynand membawakan Kanaya Obat untuk pereda rasa pusing nya.
Setelah Kanaya meminum obat, Raynand menyuruh Kanaya untuk beristirahat, namun Kanaya mencekal pergelangan tangan Raynand dan menariknya hingga Raynand memeluk Kanaya.
"maaf Ray maaf.. " Kanaya menangis di dalam pelukannya Raynand. Raynand menjadi bingung, kenapa istrinya tiba-tiba meminta maaf dan manengis. Raynand lalu merenggangkan pelukannya dan menatap lekat Kanaya.
"ada apa Nay? kenapa kamu meminta maaf? dan tolong, jangan menangis seperti ini! " Raynand mengusap air mata di wajah Kanaya. pandangan mata mereka bertemu.
"aku sudah mengingat semuanya saat aku amnesia Ray.. "
"lalu apa yang membuat mu menangis seperti ini? "
__ADS_1
"aku, aku sangat bersalah karena aku menjadi tunangan Arka, Ray. dan sikapku terhadapmu dulu sangat buruk!"
"sssttt" Raynand meletakkan jari tangannya di bibir Kanaya yang sedang menangis.
"itu bukan salah Nay, itu semua karna orang-orang disekitarmu yang tidak memberitahu tentang aku. dan justru menjodohkanmu dengan Arka. jadi tolong jangan menyalahkan dirimu okey? "
Kanaya kembali memeluk Raynand begitupun dengan Raynand. Raynand merasa lega karena Kanaya sudah mengingatnya. dengan begitu Kanaya sudah tidak merasa bingung dan berusaha keras mengingatnya.
"Ray, kau pulang sangat larut? "
"sebenarnya aku sudah pulang di jam biasanya Nay. hanya saja saat itu kamu tertidur saat menggendong Ilona. dan kebetulan saat itu Agas memberitahu kak Han mengenai penbrak Siska, dan kami sedang menyelidikinya saat ini."
"lalu kenapa kalian tidak minta bantuan kepada polisi? "
"itu tidak diperlukan Nay, karena kami sudah hampir mengetahui siapa pelakunya! "
"bagaimana caranya Ray? "
"tadi aku dan kak Han sudah memeriksa CCTV yang ada dirumah sakit, dan orang itu menjatuhkan sesuatu. sayangnya kami tidak bisa melihat wajahnya"
_Flashback On
dengan alasan untuk mencari penbrak lari, akhirnya petugas yang menjaga ruang CCTV mengizinkan mereka untuk melihatnya.
"tunggu Gas, orang itu seperti menjatuhkan jam tangan yang tadi ingin dia kantongi. coba mundurkan durasinya" ujar Raynand.
Dan saat itu sesuai permintaan Raynand, Agas segera menggerakkan video rekaman CCTV munduk beberapa detik. dan benar saja apa yang dikatakan oleh Raynand, salah satu orang dari mereka menjatuhkan sebuah jam tangan.
"lebih baik aku cari diluar, siapa tau dengan itu kita tau pelakunya." sahut Raynand bergegas memeriksa daerah dimana jam tersebut terjatuh.
selang beberapa saat Raynand berhasil menemukannya. Raynand membawa jam tersebut dan menunjukkan nya kepada kakaknya.
"kak Han, aku menemukannya. dan sepertinya orang yang menabrak Siska adalah orang kaya. kita bisa melihat dari koleksi jam yang dia pakai."
Rayhan memperhatikan jam tersebut dan ia menjadi bingung siapa sebenarnya yang menabrak istrinya.
_Flasback On
"apa kamu membawa jam itu Ray? "
"ya, kebetulan aku yang membawanya" Raynand mengeluarkan jam tersebut dari saku jas yang ia kenakan.
__ADS_1
Kan ya lalu meraihnya dan memperhatikannya dengan lekat. "aku seperti pernah melihatnya"
"apa kamu yakin Nay? tidak byak yang memiliki jam tangan ini Nay, jika kamu ingat siapa pemiliknya, kita akan lebih mudah mengetahui siapa yang menabrak Siska"
"ssshhh" Lagi-lagi Kanaya memegangi kepalanya yang sakit. dan hal itu akan terjadi jika Kanaya berusaha keras mengingat sesuatu.
"jangan dipaksakan Nay, labih baik kamu istirahat okey"
"kau juga Ray"
"aku akan istirahat selalu aku membersihkan diriku Nay."
"baiklah aku akan beristirahat setelah kamu mandi Ray" Raynand mengecup dahi Kanaya dan bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Raynand mendatangi istrinya. dan saat itu Kanaya sudah terlelap lebih dulu.
Raynand mengulas senyum tipisnya, perlahan tangannya menyusuri wajah istrinya dan mengusapnya lembut.
"kau ini benar-benar lucu Nay. tadi aku menyuruhmu untuk istirahat lebih dulu, kau bilang ingin menungguku. tapi setelah aku kembali kau sudah tidur, istriku benar-benar menggemaskan"
Raynand ikut berbaring disebelahnya, tangannya yang tak bisa diam menyentuh tiap bagian wajah Kanaya. perlahan Raynand menyentuh bibir mungil istrinya dan sesekali mengecupnya. dan Raynand kemudian memindahkan bantal yang digunakan Kanaya dengan tangannya. kini keduanya tidur dalam posisi saling memeluk.
pyar
ditempat lain saat ini Naura begitu marah. ia kesal dengan pertunangannya yang gagal.
"tenang Nau, jangan seperti ini! " Valdo berusaha menenangkan Naura, namun Naura terus membanting barang-barang yang ada di dalam kamarnya.
"aku tidak Terima pertunangan batal Valdo! " rasanya dengan membanting beberapa barang. dan hal itu lama-lama membuat Valdo kesal.
"tapi semua itu bukan salah Arka Naura, itu semua salahmu sendiri. aku sudah memperingatkanmu, tapi kau bersikeras untuk pergi ke tempat itu kan? "
"tidak Valdo, ini semua salah Kanaya. gara-gara dia Arka tidak berusaha mempertahankan"
"stop Naura, berhenti menyalahkan Kanaya. aku benar-benar tidak habis pikir denganmu. aku kehilangan dirimu yang dulu. bahkan kau dulu begitu baik seperti Kanaya. tapi sekarang? sekarang kau sudah menjadi orang lain, orang yang egois" Valdo pergi dengan membanting pintu kamar meninggalkan Naura sendiri di dalam kamarnya. saat itu Naura tertegun dengan sikap Valdo.
"Valdo, kau bahkan menyalahkanku? hiks.. hikss.. kau benar-benar jahat Kanaya! kau merenggut cintaku, dan sekarang kau juga mengambil sahabatku! hiks.. hiks.. "
.
. bersambung
__ADS_1