
Kanaya sampai dirumah Rayhan dengan luka di pelipisnya akibat apa yang dilakukan Oleh Bryan.
"andai saja ancaman itu untukku, aku akan tetap melaporkannya. tapi ini? dia justru mengancamku dengan keselamatan Raynand.dan aku tidak bisa melakukan hal itu"
"papa, lihat tante cantik keningnya beldalah" ucap Ilona yang tengah menghampiri Kanaya.
Sontak pandangan Rayhan tertuju sesuai arahan jari anaknya yang menuju ke arah Kanaya. saat itu Rayhan segera menuruni tangga dan menghampiri Kanaya.
"Kanaya, kenapa pelipismu terluka? "
"emm ini aku tadi kurang berhati-hati sehingga aku terbentur ketika hendak memasuki gedung kak Han."
"lebih baik kali obati lukamu itu Nay" ucap Rayhan.
Rayhan lalu memanggil Millie yang tengah menggendong Carel. "nona Millie, tolong bantu adik iparku untuk mengobati lukanya. dan Carel biar aku yang menggendongnya" lanjut Rayhan sembari mengambil alih menggendong baby Carel.
"baik Pak Rayhan. emm tapi boleh saya tau letak kotak obatnya dimana ya pak Rayhan?"
"ada di laci situ nona Millie"
setelah Rayhan menunjukkan letak kitak obat, Millie segera mengambilnya dan mulai mengobati pelipis Kanaya yang terluka.
"Terima kasih Millie, kamu juga sudah boleh pulang. nanti biar aku yang membantu kak Han"
"apa bu Arza yakin? maaf bu maksudku bu Kanaya."
"tidak apa Millie, Arza juga namaku! dan ini sudah jam Lima lebih, kamu sudah boleh pulang" balas Kanaya dengan senyum tipis di wajahnya.
"baiklah bu, kalau begitu saya permisi" ucap Millie dan kemudian melihat Rayhan yang masih fokus dengan kedua anaknya.
"pak Rayhan saya juga permisi"
"iya hati-hati Millie, terimakasih kau sudah membantuku" sahut Rayhan tanpa melihat ke arah Millie yang kini sudah meninggalkan rumah Rayhan.
"Lona sayang, apa kamu sudah makan? "
"belum tante, Lona pengen dimacakin cama tante cantik"
"ya udah, tante ganti pakaian, abis itu tante masakin kamu ya"
"hole.. hole.. dimacakin lagi cama tante cantik"
__ADS_1
Didalam kamar ketika Kanaya selesai mengganti pakaiannya, ia kembali mengingat sikap kurang ajar yang dilakukan oleh Bryan. Kanaya masih belum tau apa motif dari sikap kasar Bryan yang tidak Segan-segan membenturkan Kanaya dengan dinding Kolam renang.
"sebenarnya siapa Bryan, kenapa dia bersikap seperti itu kepadaku? "
"huh" Kanaya membuang nafasnya kasar. ia berbaring di atas ranjangnya dan kedua netranya mulai terpejam beberapa detik lalu terbuka kembali. "ah iya kenapa aku justru berbaring disini? keponakan ku yang lucu pasti akan marah jika aku tidak segera memasakkan?" Kanaya kemudian menyunggingkan senyumnya dan segera menuju ke dapur.
Ketika Kanaya samoai di dapur, seseorang memeluknya dari belakang. dan seketika Kanaya mendorongnya. "jangan sentuh aku" ucapnya sedikit histeris.
"Nay, ini aku. suami kamu" Raynand melihat Kanaya yang terlihat ketakutan segers menangkup wajah Kanaya. "ada apa, apa ada yang mengganggu pikiranmu Nay? "
"Eh tidak Ray, aku hanya terkejut karena kau datang tiba-tiba" ucap Kanaya yang berusaha terlihat tenang dihadapan Raynand.
"kau yakin? " pandangan Raynand tertuju di sebuah perban yang menempel di pelipis kiri Kanaya.
"kamu terluka? siapa yang melakukannya? "
Raynand terlihat meradang melihat Kanaya dalam keadaan terluka.
"Ray.. ini hanya terbentur, bukan karena siapa-siapa! ya sudah aku harus segera memasak untuk Ilona, aku tidak mau keponakanku yang lucu itu nanti akan menerkamku karena lapar"
"biar aku membantumu. biar cepat selesai, dan setelah itu aku akn memeriksa lukamu itu"
Kini Kanaya mulai memasak dengan bantuan Raynand. Kanaya menyiapkan beberapa makanan yang mungkin akan menambah selesai makan untuk Ilona.
"tante, Lona udah kenyang. Ilona mau tante dongengin Lona dikamal"
"iya sayang, nanti setelah tante membereskannya, tante akan langsung membacakan dongeng buat kamu ya sayang"
mendadak kepala Kanaya berputar dan membuat dirinya terhuyung. mendapati Kanaya seperti itu, Raynand segera menangkap istrinya agar tidak terjatuh.
"Hati-hati sayang, apa kepalamu pusing? "
"sedikit Ray"
saat itu Ilona berjalan dan menyentuh dari Kanaya. "ah panas! tante cakit? tante gak ucah dongengin Lona ya.. tante istilahat ya."
Raynand lalu berjalan menuju Ilona dan berjongkok dengan bertumpu dengan satu lututnya. ia menatap Ilona dengan penuh kasih sayang.
tangannya mengudap lembut puncak kepala Ilona.
"gadis pintar om pinjam tante Kanaya dulu ya, om Ray akan membuat tantemu sembuh dan nanti bisa bermain lagi denganmu okey? "
__ADS_1
Ilona langsung mengangguk ucapan Raynand. dan kini Raynand membawa Kanaya kedalam kamarnya.
Didalam sana Raynand begitu memperhatikan dan merawat Kanaya dengan baik. saat itu Kanaya yang sudah terlelap tanpa terlewat diamati oleh Raynand. pandangannya tersita oleh warna biru yang ada di lengan Kanaya sebelah kiri.
"apa ini, kenapa aku baru menyadarinya? ini seperti bekas cengkeraman! sebenarnya apa yang terjadi hari ini dengan Naya? apa dia menutupi sesuatu dariku? "
Raynand terlihat memikirkan sesuatu. ia merasa tidak rela jika seseorang benar-benar membuat istrinya seperti saat ini.
'baiklah besok aku akan memastikannya bahwa kecurigaan ini benar. dan siapapun yang melakukannya, aku pastikan hidupmu tidak akan tenang!'
_
Bryan terkekeh melihat video yang ia rekam ketika membuat Kanaya ketakutan. bahkan disaat dirinya membenturkan Kanaya ketepian kolam.
"kau sangat cantik, tapi.." Bryan tersenyum menyeringai dan kembali menyesap minuman kesukaannya.
Bryan menghabiskan malam dengan banyak minuman di sebuah klub malam. dimana club tersebut adalah milik Bastian. Bastian yang melihat Bryan masih tertidur di sofa yang ada didalam bar, ia mulai berpikir untuk membangunkannya.
"permisi tuan, kau akan menginap di klub milikku?" tanyanya sembari menggoyangkan tubuh Bryan.
"biarlah Bastian, mungkin saja orang itu sedang mengalami apa yang aku rasakan saat ini" sahut Arka.
"iya bener apa yang dibilang sama Arka Bas."
"okey, kalo gitu gue mau tidur ngantuk gue abis ngurusin-"Bastian segera menghentikan ucapannya. ia hour saja mengatakan telah mengurus urusan Arka tentang penabrakan waktu itu.
"ngurusin apa Bas? tumben lo gak minta bantuan gue? "
"lah lo mana mau gue mintain bantuan kalo urusan cewek hmm? "
"astaga, gue kira lo itu insaf. eh ini malah lo tambah parah. inget, udah waktunya lo buat dewasa Bas"
"gue emang sempet insaf, itupun gara-gara istri orang. mana temen lo juga naksir tu" ucao Bastian sembari melirik Arka. Arka yang saat itu mendengar ucapan Bastiam menjadi teringat dengan Kanaya.
"lo bener Bas, dia itu emang paling bisa ngerubah orang. termasuk gue! gue yang biasa gak perduli smaa cewek, bahkan demi dia gue rela musuhan sama Ray"
"lo si Bas, Arka jadi inget sama Naya kan? "
'mereka ngomongin siapa? Ray? Naya? apa yang mereka omongin ini Kanaya Arza Malik dan Raynand Prisma Agara? dan apa hubungan mereka? '
saat itu Bryan yang mulai kembali dalam kesadarannya mendengar semua yang di ucapkan oleh Bastian dengan Arka dan juga Agas.
__ADS_1
.
. bersambung