
Kanaya akhirnya menyetujui untuk berpisah dari raynand. sudah dua minggu ia tidak pernah bertemu dengan raynand semenjak sidang perceraiannya.
"aku gak ngebayangin deh ma kalo aku bakal jadi janda di usia pernikahanku yang baru beberapa bulan" kanaya memeluk erat bu safira.
"iya sayang, tapi mungkin ini memang yang terbaik buay kamu sayang" kanaya menatap dalam ibunya, begitupun sebaliknya.
"oh iya sayang besok kita harus menghadiri acara ulang tahun pernikahan pak wilan dan bu rani agara sayang, dan kami harus ikut"
"iya ma, lagian naya juga kangen sama mama rani. walaupun naya cuma bertemu mama rani beberapa kali, tapi naya bisa rasain kalo mama rani itu bener-bener sayang sama naya ma"
bu safira membelai rambut kanaya dan sesekali mencium puncuk kepalanya.
-
"lo kenapa si ray jadi kaya gini.. lihat gue ray" clara menarik-narik tangan raynand yang tengah bermain bilyard dengan teman-temannya.
"ray.." clara semakin marah karena di acuhkan oleh raynand.
sedangkan arka agas dan juga bastian menatap clara dengan tatapan kasihan.
setelah puas dengan permainannya raynand segera pergi.
"ada apa si sama si ray, kenapa dia tiba-tiba kaya gitu? apa ada hubungannya dengan mertuanya yang nyuruh dia cerai?" ucap bastian.
"itu bukan rencana lagi bas, karna ray memang sudah bercerai sama naya" tukas arka.
"seriusan mereka udah cerai?"
pertanyaan clara di angguki oleh arka, dan saat itu pula clara tertawa kegirangan karena perceraian raynand dan juga kanaya.
__ADS_1
"itu berarti ini kesempatan gue buat deketin naya" bastian tersenyum miring.
"kalian ini aneh ya, sahabatnya lagi menderita malah kesenengan"sahut agas. "oh ya ka, lo tau darimana mereka cerai?" tanya agas.
"karna bokap gue itu sahabatan sama bokapnya naya dan gue baru tau ternyata naya itu gadis kecil yang gue ceritain sama lo dulu"
"jadi naya yang pernah ngerawat lo waktu bokap lo sakti dulu ka?" agas tidak hentinya terkejut.
"gadis kecil?"bastian mengerutkan dahinya.
"hemm"
____flashback on____
"kamu siapa? kenapa kamu di rumahku?" ucap arka kecil.
"aku aya, tadi papah yang ngajak aku kesini. tapi katanya papah harus anter om fahmi ke rumah sakit"ucap naya kecil
kanaya kecil memandangi arka yang sesari tadi memegangi perutnya.
"kamu lapar?"
"engga, kayanya penyakit lambung aku kambuh"
"oh iya kata mamah kalo sakit perutnya minum ini sembuh deh" kanaya kecil mengambil satu tablet obat untuk arka.
setelah meminum obat tersebut akhirnya asa sakit arka mulai reda. arka memandangi wajah kanaya yang tertidur karna menunggunya.
\_\_\_\_flashback off\_\_\_\_
__ADS_1
"semenjak itu gue gak pernah ketemu lagi sama naya, karna keluarganya sempat pindah keluar negeri. saat itu usiaku baru 9 tahun dan naya 7 tahun"
"gue gak nyangka kalo lo lebih dulu kenal sama naya ka" sahut bastian.
"gue juga baru tau kalo gadis kecil itu naya." jelas arka.
"oh iya ka, apa menurut lo raynand itu cinta sama naya. buktinya dia kelihatannya terpuruk banget akhir-akhir ini." ucapan agas membuat bastian dan arka bertanya-tanya, apakah raynand memiliki perasaan terhadap kanaya.
☆☆☆☆☆
Raynand pulang dalam keadaan seperti biasa yang selalu merasa kacau. rayhan merasa kasihan dengan keadaan raynand saat itu.
"ray, besok ulang tahun pernikahan mama papa. kamu jangan sampai seperti ini"
" kak han gak tau kan rasanya di tinggalin sama orang yang kita sayang. lagi pula aku gak habis pikir, kenapa naya menyetujui permintaan papa malik? padahal sebelum itu naya mau perbaiki semuanya sama aku kak han" raynand menatap dalam-dalam rayhan.
"jadi sebelum itu naya mau perbaiki hububgannya dengan kamu?"
raynand hanya mengangguki ucapan rayhan.
"itu berarti ada sesuatu yang membuat naya setuju, dan kita harus selidiki itu ray"
"kak han benar"
saat itu mereka mulai menyusun rencana untuk menyelidiki apa penyebab kanaya menyetujui perceraiannya dengan raynand.
.
.bersambung.
__ADS_1
.