
Dalam keadaan yang belum sadar penuh karena masih pukul 3 pagi, kanaya berusaha meraih benda pipih yang sedari tadi terus berdering.
"akhirnya aku dapat" itulah yang di ucapkan oleh kanaya setelah ia berhasil meraih ponselnya yang terletak di atas nakas.
kanaya mengerjap-erjapkan matanya melihat nama yang ada di layar ponselnya yang tertera boss playboy siapa lagi kalau bukan raynand. dengan malas ia lalu menekan tombol hijau yang bergerak ke atas dan ke bawah.
"iya halo, ada apa anda menghubungi saya sepagi ini tuan raynand? aku masih sangat mengantuk."
"aku hanya ingin memberi taumu besok pagi kita akan mengadakan pemotretan di luar kota, kau harus bersiap!"
"apa?" kanaya berhasil membuat telinga di seberang sana mendenging akibat teriakannya yang sangat kencang. dan saat itu pula ia langsung munutup mulutnya sendiri.
"tapi kenapa asisten anda tidak memberitau ku tuan ray, anda tidak bisa seenaknya begini dong"
"keputusan ini di ambil secara mendadak nona arza, karena ini permintaan dari klien. jadi kita harus menuruti"
apa yang di ucapkan oleh raynand sebenarnya hanya alasan semata. itu hanya agar ia bisa lebih dekat dengan kanaya, hal itu juga ia lakukan agar kanaya tidak bisa sering bertemu oleh arka. sehinga dalam waktu bebarapa menit saja raynand membuat keputusan seperti itu.
"dan masalah milie, mungkin dia lupa tidak memberi taumu karna saat ini dia sibuk menyiapkan berkas dari kantor." raynand mengatakan hal itu supaya kanaya tidak curiga.
merekapun akhirnya menutup percakapan. sedangkan kanaya masih sedikit kesal karena secara mendadak raynand menyuruh untuk keluar kota tanpa persiapan yang maksimal.
-
pukul 07:00 pagi seorang supir suruhan sudah menunggu kanaya di depan gerbang rumahnya. dan ketika itu, karena milie sudah memberi tau akan mengirim supir ke rumah kanaya, kanaya langsung memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil.
"pak, tolong jangan ngebut dong. apa milie tidak memberitaumu untuk berhati-hati?" kanaya merasa sangat kesal, dan saat itu pula ia memutuskan untuk menghubungi arka. karena belum sempat memberi tahukan jadwal pemotretannya yang di majukan, jadi baru sekarang kanaya menelfonnya.
"iya halo arza ada apa? aku harus meeting pagi ini!"
"jadi menurutmu aku mengganggu?" kanaya langsung bertambah kesal dengan jawaban yang arka lontarkan. "baiklah aku akan mematikan telfonnya, dengan begitu kau bisa langsung mengadakan meeting dengan klien-klienmu. terlebih dengan klien barumu yang sangat cantik dan tidak pernah mengganggumu sepertiku!"
"bukan seperti itu-"
tut..tut..tut..
belum selesai dengan ucapannya, kanaya lebih dulu mematikan telfonnya. arka menggela nafas panjang, karena ia tau jika sudah begini kanaya pasti sedang marah kepadanya.
"biar ku urus nanti saja, karna ini meeting yang sangat penting." akhirnya arka memutuskan untuk segera memulai meetingnya hari ini.
sementara di seberang sana kanaya masih sangat kesal. ia memeriksa ponselnya beberapa kali, namun arka tidak sekalipun berbalik menelfonnya.
"baik, biar ku silent saja ponselku. dengan begitu aku tidak bisa mendengar jika kau nanti menelfonku tuan kulkas!! dan aku pastikan kau juga akan merasa kesal"
kanaya memasukkan ponselnya kedalam tasnya dan setelah dua jam arka ternyata benar menelfonnya. namun seperti yang dikatakan oleh kanaya, dia tidak mendengar panggilan tersebut. kanaya begitu menikmati perjalanannya hingga ia menyadari akan sesuatu.
"pak supir ini bukan jalan yang harus kita lewati, apa kau supir baru hingga kau tak hafal rute yang harus kita lalui?"
hingga beberapa kali supir tersebut tidak pernah menjawab apa yang di katakan oleh kanaya sehingga kanaya merasa ada yang aneh.
"lebih baik aku telfon milie saja.." dan ketika ia membuka ponselnya, panggilan masuk begitu banyak, dan salah satunya adalah dari milie.
"ada apa milie menelfonku terus dari tadi.? belum sempat ia menelfon milie kembali, seseorang sudah membekapnya dengan obat bius sehingga kanaya kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
sedangkan di seberang sana milie begitu khawatir karena kanaya tidak kunjung datang dan ketika menghubungi managernya ia mengatakan bahwa kanaya sudah berangkat satu jam yang lalu.
"bagaimana milie, apa nona arza belum mengangkat telfonmu?" ucap raynand yang mulai angkat bicara.
"begini tuan ray, managernya bilang kalau nona arza sudah berangkat 3 jam yang lalu dengan supir yang kita kirim"
"kalau begitu hubungi supirmu, kenapa dia belum sampai? seharusnya sekarang dia sudah sampai!"
milie lalu menuruti ucapan atasannya itu dengan segera menghubungi supir suruhannya. namun seketika wajah milie mendadak berkeringat.
"tuan.. ada masalah!"
" masalah? katakan!"
"supir suruhanku tidak menjemputnya. dia bilang mengalami pecah ban sehingga dia datang agak terlambat. dan ketika sampai nona arza sudah pergi tuan."
"ini pasti kerjaan dari pacarnya!"
"hubungi pacar dari nona arza milie!" kini air muka dari raynand terlihat begitu kesal sehingga membuat milie semakin gusar dan takut.
"tapi saya tidak punya tuan, oh tapi biar saya minta ke managernya"
"ya sudah lakukan, untuk apa melihatku " bentak raynand.
milie pun segera menghubungi managernya, namun sayang. hanya kanayalah yang mempunyai nomor telefon dari arka.
"bagaimana?" hanya sebuah gelengan kepala yang lakukan oleh milie.
dan akhirnya raynand memutuskan untuk menghubungi agas dan selang beberapa saat sesorang menjawab telfonnya.
karena bingung agas tidak langsung menjawabnya. dan sebuah percakapanpun terjadi.
"katakan orang itu siapa ray?" agas sebenarnya tau orang yang di maksud oleh raynand, namun agas berusaha membuat raynand untuk tidak menyebut arka sebagai orang itu.
"arka!"
"untuk apa ray, bukannya kalian sudah lama tidak berkomunikasi?"
"siapa..?" seseorang di sebelah agas pun bertanya, orang itu tak lain adalah bastian yang saat ini tengah duduk bersama dua gadis.
"ray.." lirih agas.
"ada apa?"
"dia meminta nomor telfon arka!" mendengar ucapan itu, bastian lalu meninggalkan kedua gadis itu untuk mendekat kepada agas.
bastian lalu mengambil alih telfon tersebut. "kenapa kau meminta nomor arka ray? "
"kalian berdua ini, apa tidak bisa langsung memberiku nomornya. ini masalah pacarnya!"
"maksudmu kanaya?" celetukan bastian membuat agas melebarkan pandangannya.
"jadi kau tau sekarang kanaya dengan arka? sudahlah itu kita bicarakan nanti. sekarang mana nomornya cepat kirim"
__ADS_1
tut
raynand pun langsung mematikan tefonnya
ting..
sebuah pesan dari nomor agas pun masuk.
raynand ingin langsung menghubunginya, namun ia memutuskan untuk milie yang menghubungi arka.
"halo dengan pak arka?"
"iya saya, dengan siapa saya bicara?"
"saya milie dari RK group pak, saya ingin menanyakan apa bapak yang menyuruh supir untuk menjemput nona arza?"
"apa yang kau bicarakan, aku tidak menyuruh siapapun untuk menjemputnya!"
"tapi pak, tadi supir suruhan kami bilang nona arza sudah di jemput oleh orang lain untuk keluar kota, namun hingga detik ini nona arza belum sampai"
"apa katamu?"
arka langsung memutus telfon tersebut dan langsung menghubungi kanaya. namun seperti sebelumnya, kanaya tidak mengangkatnya sama sekali.
dengan raut kecemasan arka memutuskan untuk pergi ke kantor raynand, untuk mengeceknya sendiri. apa benar saat ini kanaya tidak ada di sana. namun belum sempat ia pergi, ia mendapatkan sebuah pesan yang bertuliskan kirimkan uang 2m atau nyawa arza menjadi taruhannya.
"syit.. ternyata arza di culik? dan siapa orang ini, kenapa dia menculik arza?"
▪▪▪▪
"hei wanita cantik, diamlah. aku sudah meminta tebusan pada kekasihmu. kau akan segera bebas"
"lepaskan aku..." kanaya terus memberontak
"kau tidak perlu berontak seperti itu, aku tau kau ini model yang masih naik daun dan kekasihmu pun orang kaya raya. jadi dia pasti membebaskanmu" beberapa orang yang menculik kanaya pun membuat isyarat dengan saling tersenyum.
"apa kau mau bersenang-senang dulu sayang.." ucap salah satu orang yang mendekat ke arah kanaya. orang itu ingin menyentuh kanaya namun kanaya segera menggerakkan tubuhnya.
"kau cukup menarik rupanya.. kau mau main kucing-kucingan dengan kami cantik.."
"lepaskan aku atau kalian akan tau akibatnya."
krrekkkzzz...
seseorang menarik lengan baju yang dikenakan kanaya hingga bajunya pun sobek dan melihatkan sebagian kulit mulus milik kanaya. dan orang itu semakin mendekatkan dirinya dengan menyentuh pah* kanaya. orang itupun hendak menarik rok yang dikenakan oleh kanaya dan..
brak...
bugh..bugh...
.
.
__ADS_1
bersambung
.