Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Benar-benar jatuh cinta?


__ADS_3

Hari itu arka dan dua sahabatnya agas dan bastian berada di sebuah cafe dimana mereka telah membuat janji makan siang bersama dengan naura.


kedatangan naura membuat bastian terhipnotis "sumpah naura gak kalah cantik dari naya"


pluk..


agas menutup mulut bastian dengan buku menu yang ia bawa, dan hal itu membuat naura terkekeh.


"kalian ini sejak dulu gak berubah ya, masih kaya anal kecil" ucap naura yang duduk di hadapan arka.



"mana ada gue kaya anak kecil, agas tu yang masih kaya bocil kalo bahasa anak sekarang" seru bastian


"lo gak denger kata naura, naura bilang kita berdua bukan cuma gue" sahut agas tak terima.



sementara agaa dan bastian terus berdebat, naura memperhatikan arka yang terus melamun. enatah apa ya g ada di pikiran arka saat ini, bahkan arka tak menyapa naura sama sekali. hal iti membuat naura merasa penasaran, masalah apa yang saat ini membuat arka terlulihat murung.


naura memang sudah tau arka bukanlah orang yanh super aktif dengan lawan jenia seperti bastian dan agas. namun kali ini arka benar-benar terlihat bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. arka terus menunduk tanpa melihat naura sekali saja.



"arka..." naura berusaha memanggil arka, namun arka tak kunjung mendengarnya hingga bastian menyenggol lengan arka dan membuat arka sedikit tersentak.


"lo gak ada kerjaan bas, pakek nyenggol-nyenggol gue segala" ucap arka dengan sedikit meninggikan nada bicaranya.


"naura itu manggil lo, lo nya malah gak denger. makanya gue senggol lo!" tukas bastian


Arka lalu mengedarkan pandamgannya mencari keberadaan naura yang saat itu memang sudah berada di hadapannya cukup lama. "kamu udah disini, silahkan pesen apa yang kamu mau biar aku yang traktir" arka menyodorkan buku menu untuk naura.


"itu bisa kita pesan nanti, tapi apa yang sedang kamu pikirkan sehingga kamu terlihat sangat tidak fokus ka?"


"hanya masalah pelerjaan!" balas singkat arka.

__ADS_1


'Aku yakin ada sesuatu' batin naura.


dan ketika naura memandang keluar cafe ia tak sengaja melihat kanaya yang bejalan dengan pikiran kosong.


saat itu arka, agas dan bastian kaget melihat naura yang tiba-tiba berlari keluar.


"ada apa sama naura" ucap bastian.


"kalian lihat, naura menyelamatkan seorang perempuan yang hampir tertabrak." saat itu pula arka melihat ke arah luar. "kanaya.." arka pun segeta lari keluar cafe. arka terlihat sangat cemas melihat kanaya yang sepertinya terlihat lemah.


"nay, kamu ada apa lagi dengan raynand" mendengar ucapan arka naura engernyitkan dahinya.


"kanaya..." panggil rayhan yang datang dengan nafas terengah-engah.


"sebenarnya apa yang terjadi kak han? tanya arka yang sangat ingin tau apa yang di alami oleh kanaya.


" kita bicarakan itu nanti saja, sekarang kuta bawa kanaya ke suatu tempat"


-


"kak han, tolong ceritakan apa yang terjadi" ucap arka.


akhirnya rayhan menceritakan semua yang terjadi pagi itu yang membuat kanaya pergi dengan berlari tanpa perduli dengan kondisinya saat ini yang memang belum terlalu fit.


brak...


saat itu semua terkejut dengan tindakan arka, pasalnya mereka tidal pernah melihat aroa semarah ini. arka lalu mendekat ke arah kanaya yang masih terlelap. arka lalu menoleh ke arah rayhan yang saat itu juga tengah memperhatikannya.


"aku akan menemui raynand" seru arka lalu meninggalkan tempat itu.


"kak han sepertinya kita harus menyusul arka, aku takut akan terjadi hal yang tidak kita inginkan"ucap agas.


"kau benar lebih baik kita susul dia. dan kau bastian, kau tetap disini. jaga adik iparku." dengan segera rayhan dan agas menyusul arka yang saat itu sedang di kuasi oleh emosinya.


☆☆☆☆☆

__ADS_1


"raynand, keluar lo sekarang!"


raynand yang mendengar namanya di panggil, ia segera keluar menemui arka. "ada apa lo datang kesini, kanay tidak ada dirumah"


bugh..


tanpa aba-aba arka langsung memukul raynand, raynand yang tidak terima pun membalas pukulan dari arka.


"beraninya lo bikin hati kanaya terluka. dan lo, lo dengan enaknya menuduh kanaya berselingkuh denganku. apa kau gila ray?" arka menarik kaos milik raynand.


"oh jadi naya ngadu sama lo, itu bukti kalu kalian berselingkuh"


bugh..


arka terus menghujani raynand dengan pukulannya. hingga raynand terkapar, untung saja saat itu rayhan dan agas datang tepat waktu dan melerai perkelahian itu.


"hentikan arka, kontrol emosimu. walaupun raynand salah dia itu sahabatmu bukan?!" selorohan rayhan membuat arka segera sadar. saat ini tindakannya memang salah.


rayhan mendudukan arka dan raynand di ruang tamu. saat itu mereka hanya terdiam dengan luka yang menghiasi wajah mereka terlebih raynand yang saat itu banyak srkali bekas pukulan dari arka.


tidak ada satuoun yang berucap apa-apa. suasana mendadak hening dan bukan itu yang di harapkan oleh rayhan.


_


naura tak lena memperhatikan kanaya yang masih terlelap di hadapannya. dengan perasaan gusar, naura bertanya-tanya dalam hati. sebenarnya apa hubungan arka dengan kanaya kenapa arka begitu mengkhawatirkan kanaya.


naura memang tau arka sempat ingin menikah dengan kanaya namun batal. tapi pernikahan itu bukan atas keinginan arka.


"apa mungkin arka kini benar-benar jatuh cinta dengan kanaya"


.


.bersambung


.--------

__ADS_1


__ADS_2