Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Teman SMA


__ADS_3

"apa-apaan ini, kenapa seenaknya kamu masuk rumah orang lain tanpa menunggu pemiliknya." ucap rayhan


"untuk apa, rumah ini juga akan menjadi tempat tinggalku setelah ray menikahiku" ucap siska penuh percaya diri. bahkan ia berani tersenyum sinis di hadapan kanaya.


"tolong jaga sikap kamu siska!" bentak raynand yang mulai emosi. namun kanaya segera menahan raynand.


siska bahkan melepas genggaman kanaya kepada rayhan. "gak usab sok mesra, aku tau pasti hati kamu saat ini sedang terbakar karna ulah suami kamu yang sudah mebghamiliku kan?!"


ucapan siska di balas dengan senyum smirk kanaya sehingga membuat siska begitu kesal. dan hal itu membuat raynand dan juga rayhan menjadi bingung.


"aku tau sekarang kami hamil siska, tapi apa benar itu darah daging dari suamiku, apa benar kamu tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain?" kanaya mulai mencecar siska dengan pertanyaan-pertanyaannya.


"jaga ucapan kamu ya cewe cupu, jelas-jelas ini anak ray. dan kamu sendiri sudah menyaksikan ketika dokter memeriksa kandunganku kan?" kilah siska


"aku akan percaya kalau itu anak dari ray" kanaya menghentikan ucapannya.


"baguslah kalau begitu. aku harap kamu sadar diri" tukas siska.


"nay, apa kamu tidak salah bicara?" ucap rayhan. sedangkan raynand terus menatap istrinya yang terlihat sangat tenang.


"aku belum selesai bicara kak han, dan untuk kamu siska. kamu jangan senang dulu, aku bisa percaya itu anak ray setelah hal itu terbukti dengan tes dna"


hardik kanaya menatap tajam siska.


raut kecemasan telah muncul dari wajah siska, entah kenapa dia berkeringat dingin mendengar kata-kata dari kanaya.


"tapi itu tidak mungkin di lakukan sekarang, kalian harus menunggu sampai anakku lahir. dan selama itu aku harus tinggal di rumah ini!"seru siska.


wajah raynand memerah kini raynand mulai meradang dengan tingkah siska yang semakin melewati batas.


"tentu kamu boleh tinggal disini aku tidak keberatan" ucap enteng kanaya yang membuat raynand dan rayhan tak habis pikir dengan kanaya.

__ADS_1


'rencana apa yang naya akan lakukan?' rayhan menduga kanaya tengah merencanakan sesuatu.


kini siska sudah berada di kamarnya dan begitupun dengan kanaya. namun raynand dan rayhan bersamaan masuk saat kanaya sedang bersiap untuk tidur.


kanaya lalu bangkit dan duduk di karpet bersama suami dan kakak iparnya.


"nay, apa yang kamu lakukan? kita tidak perlu tunduk dengan siska. percaya denganku nay, aku tidak melakukan apapun" ucap raynand


"kita tidak tunduk ray.." sahut kanaya lembut.


"rencana apa yang sebenarnya kau jalani sekarang naya?" seru rayhan.


"tu.. kak han aja tau ray"


raynand me gerutkan dahinya menatap heran kepada kanaya.


kanaya lalu membuka laptopnya dan memastikan bahwa siska tidak mendengar ucapannya melalui cctv yang ada di rumahnya.


"terus sekarang rencana apa yang kamu miliki nay?" tanya raynand.


raynand dan rayhan pun setuju dengan rencana yang kanaya buat.


Dan kini hanya kanaya dan raynand yang berada di dalam kamar. raynand mulai mendekat kepada kanaya.


"nay, aku berterimakasih banget karna kamu mempercayaiku" raynand menggenggam tangan kanaya.


"hemm tapi aku belum percaya sepenuhnya kalau belum tes dna. ya mana tau kalian waktu itu ngapain!"


"tapi nay aku bener-bener gak ngapa-ngapain siska. dan tapi sejak tadi kamu bersikeras membelaku. aku kira kamu sudah percaya sepenuhnya nay"


"udah ah gak usah bahas itu lagi, lagian kamu si ray kenapa di dalam kamar gak kamu pasang cctv" kanya terkekeh dengan ucapannya.

__ADS_1


"nay.. kamu masih bisa bercanda?" raynand lalu menggelitiki kanaya hingga kanaya menyerah karna raaa geli.


☆☆☆☆☆


arka mengerjapkan matanya, saat ia membuka mata sudah ada bastian dan agas di hadapannya.


"udah bangun ka, ni minum biar lo segeran" bastian menyodorkan air mineral untuk arka.


"thanks bas" arka meneguk habis minumannya.


arka memandang sekeliling seperti mencari keberadaan seseorang.


"cari naura?" tanya agas


"apa benar tadi itu naura teman sma kita?"


"iya itu naura, mana cakep malah pergi cepet" seru bastian.


"tadi itu naura yang tolongin lo pingsan ka!" ucap agas.


Arka terdiam dan seakali mengingat naura saat di depan cafe


.


.bersambung.


.like


.coment


.vote

__ADS_1


.and favorite


.terus baca ya guys...😁 tinggalkan jejak kalian 👍


__ADS_2