
Suasana masih bersitegang, di tambah dengan Kanaya yang ikut bergabung dengan percakapan mereka berdua.
"katakan Arka, apa yang kalian bicarakan itu aku?" tanya Kanaya sembari mendekat ke arah Arka dan juga Raynand.
"bukan Arza, ini tentang orang lain"
"dan orang yang di maksud adalah istriku" sahut Raynand yang seraya pergi meninggalakan Kanaya bersama dengan Arka.
"jadi kau mengenal istri dari tuan Ray Arka?"
Arka masih memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Kanaya.
▪▪▪▪▪
"Naura, jangan bersikap bodoh. jangan melukai dirimu sendiri"
"dengar Valdo, jangan mengaturku. aku akan tetap menunggu Arka!" ucap Naura yang bersandar di jendela apartemennya yang di temani oleh sahabatnya sejak dulu.
"ingat Naura, Arka sudah mempunyai calon istri. bahkan kau mengenalnya!"
"tapi Kanaya tidak mencintai Arka Val, dia itu mau bertunangan karna dia amnesia. kau tau itu kan!" Naura mencengkeram lengan Valdo dengan sangat kencang
"dan kenapa anak buahmu itu bodoh, hanya untuk membuat Kanaya pergi dari hidup Arka kenapa mereka tidak becus ha?"
__ADS_1
sambung Naura dan mulai histeris.
"tenang Naura tenang" Valdo membawa Naura masuk kedalam dekapannya dan membenamkan kepala Naura tepat di dada bidangnya.
'kau seperti bukan Naura yang ku kenal Ra, kenapa kau tega ingin menghancurkan kehidupan perempuan lain? apa sedalam itukah cintamu untuk Arka, sehingga wanita yang Arka pilih menjadi sasaranmu sekarang!'
'sebenarnya aku tidak ingin melakukannya kepada Kanaya, orang yang bahkan sangat baik denganku tempo dulu'
____Flashback on____
bug bug bug
beberapa siswa memukuli Valdo bergantian hingga wajah Valdo penuh dengan luka. dan orang terakhir ingin memukulnya lagi, namun.
"heh cewe cupu ngapain lo ikut campur, gua gibeng tau rasa lu!" ucap salah satu siswa.
"heh kalo kalian berani mukul Valdo lagi, gua bakal bikin kalian di keluarin dari sekolah ini. kalian tau kan orang tua gua pemilik dari sekolahan ini" saat Kanaya mengancam, beberapa siswa yang memukuli Valdo segera pergi.
"awas aja lo, gua bakal bikin perhitungan sama lo" ancam salah satu siswa sebelum pergi.
Kanaya berjalan mendekat ke arah Valdo yang masih terkapar di lantai belakang sekolah. ia membantu Valdo untuk bangun dan membawanya kebawah pohon rindang dan menyandarkannya disana.
"lo tunggu disini, bentar lagi gue balik."
__ADS_1
selang beberapa saat Kanaya kembali dengan menenteng kotak obat. ia lalu duduk di samping Valdo. ia lalu memegang wajah Valdo dengan perlahan ia mengusapkan tisu untuk membersihkan dari darah yang masih mengalir.
setelah itu ia mulai mengobati luka-luka yang ada di wajah Valdo. seperti sebuah sihir, Valdo tidak merasakan sakit saat di obati. justru perhatiaannya teralihkan oleh wajah cantik Kanaya meski ia mengenakan kacamata besar yang menutupi sebagian wajahnya.
"selesai" celetukan Kanaya berhasil membuat Valdo tersadar dari perhatiannya.
"makasih ya nay, lo udah nolongin gue. padahal lo orang kaya tapi lo gak pilih-pilih kalo berteman!"
"ah santai aja kali Val. nanti kalo lo udah lulus, pasti lo juga jadi orang sukses kaya bokap gue. dan lo bisa bahagiain orang tua dan anak istri lo nantinya"
"bisa aja lo nay" Valdo menggaruk kepalanya yang tak gatal.
____Flashback off____
Valdo mengukir senyum di wajahnya ketika mengingat kejadian di masa SMA nya dengan Kanaya.
'bahkan gue sempet naksir sama kanaya sebelum dia pindah sekolah dan sebelum gue kenal sama kamu Naura. kamu berhasil gantiin posisi Kanaya di hati aku!'
.
.bersambung
.
__ADS_1