
"kita sebenernya mau kemana si ray, aku ga nyaman tau pakek kaya ginian. ini bukan aku banget" kanaya merasa risih dengan pakaiannya yang sedikit terbuka.
"mau makan sama temen-temen"
selang beberapa menit akhirnya ereka sampai di sebuah restoran tempat biasa raynand dan teman-temannya berkumpul.
raynand dan kanaya memasuki tempat tersebut, dan di dalam sudah ada teman-temannya termasuk clara yang sudah tampil seseksi mungkin untuk menarik perhatian raynand.
"mau lo pakek seseksi mungkin, lo ga bisa tu kalahin my future wife" ucap bastian dengan melihat kedatangan kanaya bersama raynand.
"hiiihhhh ga usah nyebelin ngerti!" clara mencubit pinggang bastian dengan kencang sambil menghentakkan kakinya.
clara tidak menyangka kini raynand mulai jauh darinya. dan kini fikirannya mulai bergerilya mencari-cari ide untuk merusak pernikahan raynand dan juga kanaya.
clara mulai mendekati raynand dan nemplok seperti cicak membuat kanaya sedikit risih.
"ray.. kenapa si lo pakek bawa ni orang" clara bertingkah seperti anak kecil yang manja kepada orang tuanya dengan mengimutkan suaranya saat berbicara.
"ya gimana lagi ra dari pada nanti di rumah dia godain kakak gue, dia kan ga laku." raynand dan clara tertawa bersamaan.
bersamaan dengan itu arka datang dengan membawa minuman untuk kanaya. " kamu pasti haus. ni di minum"
dengan senang hati kanaya menerimanya dan langsung meminumnya.
"makasih ka, kamu ga ikut mereka?" kanaya menunjuk raynand dan teman-temannya yang asik memainkan sebuah game.
"aku ga tertarik nay"
arka memperhatikan gerak gerik kanaya yang sedari tadi membetulkan pakaiannya.
"ini apa ka?" kanaya mendongak menatap arka yang yamg menyodorkan jaketnya.
"buat kamu pakai, pasti kamu pakai ini atas permintaan raynand kan?"
"hemm.. thanks ka" kanaya lalu mengenakan jaket milik arka. bastian yang melihat arka dekay dengan kanaya ia memutuskan untuk bergabung.
"gas lo gantiin gue" bastian menyuruh agas untuk menggantikannya. sedangkan raynand langsung memperhatikan bastian yang berjalan menuju meja kanaya.
"hai nay lama kita ga ketemu"
"hai bas"
"emm.. gue denger siska tinggal di ruamah kalian?"
kanaya hanya membalas dengan sekilas senyuman.
"kamu ga papa dia tinggal bareng kalian?"
"iya ga papa mereka kan udah temenan lama,lagi pula kalian taukan hubungan kami seperti apa?"
"temen? kamu ga tau siska itu calon istrinya ray sebelum dia nikah sama kamu!" bastian menekankan ucapannya.
kanaya tidak habis pikir, selama ini ia tinggal dengan mantan calon istri suaminya sendiri.
__ADS_1
'kenapa hati aku sakit, padahal aku sama raynand ga pernah ada hubungan apa-apa walaupun status kami suami istri'
melihat kanaya melamun arka dan bastian saling beradu pandang seakan menanyakan sesuatu satu sama lain.
"naya kamu ga papa?" bastian menepuk pundak kanaya dan seketika kanaya tersadar dari lamunannya.
arka hanya memperhatikan kanaya tanpa sepatah katapun.
"emm aku harus ke toilet sebentar."
clara yang melihat kepergian kanaya ia mencoba melancarkan rencananya dengan mencampurkan sebuah obat kedalam minumannya sendiri dan juga raynand.
"ray ini buat kamu, kamu pasti hauskan?"
"thanks ra" dengan segera raynand meminumnya dengan sekali teguk.
dengan tidak sabar clara juga ingin segera meneguk minumannya namun tiba-tiba agas memanggilnya. "ra ikut gue bentar" agas menariknya dan clara meletakkan minumannya di meja yang kebetulan minuman kanaya di letakkan.
saat itu kanaya yang habis dari kamar mandi langsung meneguk habis minumannya. namun tanpa ia sadari minuman itu adalah minuman milik clara.
saat asik bermain dengan teman-temannya tiba-tiba saja raynand merasakan hal yang aneh. ia mulai merasa gerah bahkan sangat panas. dan kini ia mulai gelisah.
'Ada apa sama gue, ini seperti.. ah tapi mana mungkin gue bahkan gak pernah mengkonsumsi obat itu' tanpa sengaja ia melihat ke arah kanaya yang seperti mengalami hal yang sama.
"nay dansa yuk sama gue" kanaya langsung meraih tangan bastian, hal itu membuat arka dan yang lainnya terkejut melihat tingkah naya yang tidak pemalu lagi.
bahkan bastian dengan berani memeluk tubuh kanaya di depan suaminya. dengan sigap raynand meraih tangan kanaya dan langsung mengajak kanaya pulang.
"eh ray lo mau bawa naya kemana.. ga asik lo" teriak bastian.
"loh mana ray?"
"mereka pulang" tukas arka
Clara gelisah saat melihat minuman yang seharusnya ia minum kini sudah kosong tinggal gelasnya. "siapa yang meminumnya"
☆☆☆☆☆
Dengan keadaan yang cukup kacau, raynand mengangkat tubuh kanaya yang sudah tak terkendali kedalam kamarnya.
" naya.. nay.. sadar " dengan badannya sendiri yang kepanasan ia masih berusaha menyadarkan kanaya.
"aku kenapa ray kenapa tubuhku panas banget"kanaya teruw meracau membuat raynand semakin panas
Raynand yang berusaha mengendalikan dirinya akhirnya runtuh saat kanaya tiba-tiba..
aku skip ya guys kalian bayangin aja sendiri okey tugas author segini dulu..
keesokan harinya kanaya tiba-tiba menjerit..
"apa yang udah kamu lakuin ray?"
mendengar suara kanaya, raynand langsung membuka matanya ia mulai mengingat kejadian yang mereka alami semalam.
__ADS_1
"sepertinya ada yang mengerjai kita nay, dan akhirnya kita lakuin itu" jelas raynand yang memang lebih sadar di banding dengan keadaan kanaya yang sangat kacau.
"aku benci sama kamu ray, aku benci teman-temanmu" kanaya berlari kedalam kamar mandi dengan selimut yang membalutnya.
sedangkan raynand mengacak rambutnya frustasi. "brengs*k siapa yang ngerjain gue semalem? gue bakal beri pelajaran kalo sampe gue tau siapa orangnya."
triing.... suara ponsel milik raynand berdering.
"clara, kenapa lo telfon gue sepagi ini?"
"gue udah berusaha telfon lo dari semalem ray."
"kenapa lo ngotot hubungin gue?"
"emm sebenernya gue udah masukin obat di minuman lo, dan kalo lo sampe berhubungan sama seseorang lo ga bakal bisa lupain orang itu ray, bahkan lo ga bisa cinta sama otang lain selain otang yang berhubungan dengan lo srmalem. dan kalaupun orang itu yang meminum minuman gue orang itu ga akan sebucin lo sama dia karna itu hanya sebagai penyeimbang supaya bisa layanin lo. tapi lo ga lakuin itu sama siapa-siapa kan ray?"
"gak" raynand langsung menutup telfonnya. sebenarnya ia ingin sekali memaki clara namun ia lebih syok dangan kenyataan ia melakukan hal itu dengan kanaya dan ia tidak akan bisa melupakannya bahkan tidak bisa jatuh cinta selain kanaya.
setelah beberapa saat kanaya keluar dari kamar mandi dengan penampilannya seperti biasa. kanaya bersikap seperti tidak terjadi apa-apa dengannya. bahkan kali ini kanaya lebih acuh dengan raynand.
Raynand berjalan mendekati kanaya dengan perasaan bersalahnya yang tidak bisa mengendalikan dirinya.
"nay aku mau bicara sama kamu"
"ga ada yang harus kita bicarakan" kanaya ingin pergi namun di tahan oleh raynand.
"tapi ini bukan sepenuhnya kesalahan aku kan nay, kamu ga bisa menyalahkanku"
"aku tau, tapi aku juga tidak suka di bohongi"
"bohong?" raynand mengerutkan dahinya.
"kalau kamu mau menyimpan kekasih di rumah kamu, sebaiknya kamu ceraikan aku lebih dulu" tukas kanaya.
"apa maksud kamu nay?"
kanaya mengembangkan senyum smirknya dan langsung meninggalkan raynand di dalam kamar tanpa menjawab pertanyaan raynand.
Rayhan menatap kanaya yang menuruni tangga. di tengah perjalannya kanaya terpeleset dan dengan sigap rayhan menangkapnya. melihat kejadian itu raynand langsung melepaskan kanaya dari rayhan.
"lepasin istri aku kak"
'ada apa sama gue, kenapa gue ga suka lihat naya di sentuh laki-laki lain?'
melihat kejadian itu membuat siska mengepalkan tangannya.
.
.bersambung.
ayo guys jangan pelit-pelit sama like nya ya...
.
__ADS_1
.