Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Egois


__ADS_3

"nay.."


siska memecah keheningan di kamar kanaya.


"iya siska ada apa?"


"apa kamu tidak ingin menanyakan sesuatu tentang aku dan raynand nay?"


"emm aku lelah siska, tolong tinggalkan aku. aku akan istirahat sekarang!"


"aku harap kamu tidak akan salah paham denganku nay. dan semoga kakimu cepat membaik" siska meninggalkan kanaya sendiri di kamarnya.


sedangkan di luar raynand termangu karena mengingat kedatangan kanaya dalam gendongan arka yang menyulut kecemburuannya.


ceklek...


seseorang masuk, siapa lagi kalau bukan rayhan. rayhan melihat keadaan raynand yang cukup kacau saat itu.


"ada apa ray, apa ada masalah?" tanya rayhan membuyarkan lamunan raynand.


"tidak aku hanya lelah" tukas raynand.


"kalau kamu lelah beriatirahatlah di kamarmu. dan dimana istrimu ray?" raynand menatap kesekeliling mencari keberadaan kanaya namun tidak ia temukan.


"emm kalau gitu aku harus ke kamar kak han, selamat malam" raynand meninggalkan rayhan di ruang tamunya.

__ADS_1


Raynand perlahan membuka pintu kamarnya, saat itu ia melihat kanaya yang sudah tertidur dengan posisi membelakanginya. raynand melihatkeadaan kaki kanaya. saat itu kakinya sudah terbalut perban dengan rapi. saat raynand ingin membelai wajah kanaya tiba-tiba ingatannya tentang naya dan arka kembali muncul, dan hal itu membuat raynand mengurungkan niatnya untuk menyentuh kanaya.


Raynand mengepalkan tangannya seakan siap membodem siapapun yang ada di hadapannya.


-


Kanaya bangun di pagi hari menyiapkan sarapan seperti biasa di bantu oleh siska. tidak ada perbincangan sesikitpun antara siska dan kanaya.


setelah semuanya siapa, raynand dan rayhan turun dan langsung duduk di meja makan bersiap untuk sarapan. saat itu kanaya ingin mengambilkan sarapan untuk suaminya namun raynand sudah lebih dulu meminta kepada siska.


"ray, kanaya sudah menyiapkam sarapan untukmu!" siska merasa tidak enak terhadap kanaya sudah menyiapkan makanan untuk raynand, namun raynand memintanya untuk menyiapkan makanannya.


Kanaya memilih untuk menarik kembali piring yang sudah ia siapkan. melihat hal itu membuat rayhan tidak tinggal diam.


"kalian masih bertengkar?" rayhan menatap raynand dan berganti menatap kanaya "lebih baik kalian segera selesaikan masalah kalian!" seusai menyantap makanannya rayhan pergi ke kantor lebih dulu .


Kanaya bangkit dari duduknya dan mulai membereskan piring yang sudah kotor, dengan jalan terpincang kanaya membawa beberapa piring ke dapur. raynand yang melihat itu segera membantu kanaya membawa beberapa piring.


"terima kasih atas bantuannya" ucap kanaya lalu kembali mencuci piring-piring kotor. sedangkan raynand hanya melirik kanaya sekilas lalu pergi meninggalakan kanaya.


☆☆☆☆☆


Sudah beberapa hari ini hubungan raynand dan kanaya belum kunjung membaik. raynand semakin hari semakin cuek dengan keadaan kanaya, sedangkan kanaya memilih untuk mencari kesibukan dengan mulai membuat taman di belakang rumahnya yang semula hanya terdapat gazebo dan beberapa tanaman saja disana.


Raynand memperhatikan kanaya dari dalam dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"ray..."


"emm kak han, ada apa?"


"kamu belum juga baikan dengan kanaya"


"entahlah" jawab singkat raynand dan kembali memperhatikan kanaya..


"sebenarnya apa yang membuatmu keras kepala seperti ini ray, kanaya masih mencarimu walaupun saat iti kakinya terluka. tapi apa balasanmu, kamu menuduhnya selingkuh dengan arka!"


"kalau memang kanaya tidak berselingkuh, lalu kenapa dia menolak untuk ku obati? dan kenapa dia tidak menanyakan kepergianku dengan siska waktu itu. itu tandanya dia tidak perduli dengan apa yang ku lakukan, dan memilih menyibukan diri seperti perempuan yang tak ingin memperdulikan suaminya lagi"


"apa kamu lupa ray, waktu itu siapa yang mengacuhkan kanaya saat dia menyiapkan makanan untukmu. kamu dengan mudah melukai perasaan kanaya dengan meminta makanan dari wanita lain di hadapannya." rayhan begitu tidak habis pilir dengan raynand yang terus menyalahkan kanaya.


"apa kakak terima melihat perempuan yang kakak cintai bersama mantan calon suaminya" raynand lalu tertawa kecil "oh iya aku lupa, kak han bahkan tidak pernah memiliki kekasih. jadi mana kak han tau soal ini selain aku sendiri"


bugh...


rayhan memukul raynand begitu saja, dan raynand mengusap darah yang ada di sudut bibirnya. "apa kamu sadar dengan ucapanmu ray, kamu menuduh kanaya berselingkuh dengan mantan calon suaminya. tapi apa bedanya dengan dirimu yang pergi dengan siska, dia juga mantan calon istrimu bukan?! aku tidak habis pikir denganmu ray" saat itu rayhan ingin pergi dari hadapan rayhan, namun keberadaan kanaya membuat rayhan dan raynand tersentak.


"kak han, kakak tidak perlu membelaku seperti itu. sekeras apapun kak han membelaku, jika orang itu tidak ingin mendengar apapun dari orang lain itu akan terbuang sia-sia" kanaya lalu pergi meninggalkan rayhan dan raynand keluar rumah.


"ini semu karna kamu yang terlalu egois ray" Rayhan berlari mengejar kanaya yang pergi dari rumah itu, sedangkan rayhan malah memukul-mukul tembok karena emosinya yang terus menguasai dirinya.


.

__ADS_1


...


.bersambung


__ADS_2