Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Sah


__ADS_3

sah


Kini Naura dan juga Valdo resmi menjadi pasangan suami istri. niat hati ingin merayakan, Naura justru harus menikah dengan pria lain.


Naura menangis disepanjang perjalanan pulang, sementara Valdo hanya fokus mengemudikan mobilnya.


ketika Naura dan Valdo memasuki rumah Naura, disana sudah ada Arka yang menunggunya. dengan segera Naura berlari dan menghambur kedalam pelukan Arka.


seketika Arka mendorong Naura agar lepas dari pelukannya.


"emm maaf Valdo, aku tidak bermaksud. istrimu yang memelukku barusan" ucap Arka sembari menatap Valdo yang berdiri di ambang pintu ruang tamu.


"tidak Apa, harusnya aku yang meminta maaf padamu. seharusnya Naura bertunangan denganmu malam ini, tapi justru kami harus menikah karena keadaan." ucap Valdo dengan merasa bersalah.


"aku sudah tidak mempermasalahkan itu Valdo. aku datang kesini hanya ingin meminta tanda tangan dari istrimu"


"tanda tangan apa itu?"


"hanya sebuah kesepakatan antara" Arka lalu mengulurkan kertas perjanjian kepada Naura. dengan segera Naura membaca isi perjanjian.


"tidak bisa seperti ini Arka. kita harus bertunangan, karena aku menikah dengan Valdo hanya paksaan. kami akan bercerai Arka! "


"kamu benar-benar sudah berubah ya Naura. kau dulu sangat menghargai sebuah hubungan. tapi kali ini, kali ini kau bahkan mengucapkan kata berpisah begitu mudahnya."


"tapi aku tetap ingin bertunangan dengan mu Arka! "


"maaf Naura, aku tidak bisa menikahi istri orang lain. dan semoga kalian langgeng dan bahagia. dan tolong cepat tanda tangani ini Naura"


Arka lalu membisikkan sesuatu di telinga yang hingga ia langsung menandatanganinya.


setelah Arkan mendapat tanda tangan, ia langsung meninggalkan rumah Naura, diamana disaat ia sedang keluar dari ruang tamu, disana Arka berpapasan dengan orang tua Naura.


namun tanpa mengucapkan apapun, Arka pergi begitu saja dan membiarkan Naura menanggung apa yang harus ia rasakan.


disepanjang jalan Arka hanya memikirkan Kanaya. ia begitu senang karena tidak jadi menikahi Naura.


"Naya, suatu saat kamu akan tau siapa yang benar-benar mencintaimu"


-


Ilona kembali tertidur didalam gendongan Kanaya. saat itu Kanaya benar-benar merasa kantuk, hingga tanpa sadar ia pun tertidur bersama Ilona dalam posisi duduk.


Rayhan mengeluarkan ponsel yang ada didalam sakunya, kemudian ia mengambil foto ketika Kanaya tertidur bersama dengan Ilona. rasa tenang muncul ketika melihat putrinya terlelap.

__ADS_1


"Naya aku pulang"


"sstt " Rayhan meletakkan telunjuknya untuk memberitahu Raynand bahwa Kanaya tengah tertidur bersama dengan Ilona.


"kenapa ini kak? "


"Ilona tidak enak badan, dan Naya yang mengurusnya Ray."


Raynand membulatkan bibirnya sembari mengangguk. saat itu Rayhan membawa Raynand ke ruang tengah agar mereka bisa berbicara tanpa berbisik.


"ada apa kak Han, kenapa kakak membawaku kesini? "


"begini Ray, aku sangat minta maaf karena aku merepotkan dan juga istrimu. dia harus mengurus Ilona yang sakit. padahal kau sedang merindukannya bukan? kau bahkan baru kembali bersama setelah dua tahun kalian berpisah"


"aku memang sangat merindukannya kak. tapi, keponakanku juga sangat penting. terlebih dia harus kehilangan ibunya di usianya yang masih sangat muda, bahkan masih kecil kak"


drrttt drrttt


ponsel Rayhan berdering, dan saat itu ternyata Agas lah yang menghubunginya. Rayhan mengernyitkan dahinya, pasalnya Agas jarang sekali menghubunginya jika tidak benar-benar penting.


"iya halo, ada apa Gas? "


"begini kak Han, kemarin Raynand bilang meminta bantuanku untuk mencari tau siapa pelaku penabrakan itu kak, dan aku menemukan sebuah petunjuk" ucap Agas diseberang telefon.


"petunjuk apa yang kau temukan Agas? "


"begini kak, aku mendatangi pedagang yang ada di sekitar tempat itu. aku bertanya padanya apakah dia mengetahui pelakunya. dan dia bilang pelaku nya sempat kembali mencari tau kak, lebih baik kak Han kesini sekarang dan langsung tanyakan"


"baiklah aku akan kesana"


"Ray, aku harus datang kesana"


"aku ikut kak"


"lalu Kanaya? "


"biarkan dia istirahat bersama Lona kak"


Rayhan dan Raynand bergegas menuju lokasi dimana Siska menjadi korban tabrak lari. dan ketika itu Agas sudah menunggunya di depan warung yang lokasinya tepat disebelah Siska mengalami kecelakaan.


"dimana orangnya Gas? "


"itu kak, orangnya sedang melayani pelanggannya"

__ADS_1


sesaat setelah menunggu pedagang tersebut melayani pembelinya, Rayhan yang ditemani Agas dan Raynand menghampiri pedangang tersebut.


"maaf Pak ini kak Han, orang yang ingin menemui bapak"


Rayhan menjabat tangan orang tersebut dan mengajaknya duduk sembari berbincang.


"sebelum nya perkenalkan nama saya Rayhan, saya suami dari seseorang yang mengalami kecelakaan beberapa hari lalu pak. kedatangan saya kemari sayang ingin menanyakan, apa benar orang yang menanbrak istri saya kemarin datang ke tempat bapak?"


"iya benar, awalnya saya tidak menyangka jika orang itu adalah pelaku tabrakan. namun saat itu saya tidak sengaja mendengar tannya berkata bahwa dia harus segera menemukan siapa korban yang ia tabrak pak"


"apa bapak bisa menyebutkan Ciri-ciri orangnya seperti apa?"


"yang satu tampan, tinggi dan terlihat sangat pendiam pak dia juga memiliki alis yang sedikit tebal dan kulit yang sangat cerah dan yang satunya lagi lebih pendek dan juga tampan pak, mereka seperti orang kaya karena mengenakan jas dan juga mobil sedan berwarna coklat."


"emm.. lalu apa bapak tau mereka pergi kemana setelah ini? "


"oh itu pak, kemarin temannya bilang mereka akan memeriksa rumah sakit yang dekat dari sini untuk menanyakan keadaan dari korban yang sudah dia tabrak pak"


"baik Terima kasih ya pak" ucao Rayhan sembari memberikan uang untuk pedsgang tersebut karena sudah memberitahunya.


saat itu Rayhan hanya saling menatap satu sama lain terhadap Raynand. mereka seakan tau pikiran Masing-masing pun tanpa berkata apapun langsung bergegas ke rumah sakit yang diduga didatangi oleh Pelaku tabrakan.


mereka menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit. saat itu Mereka langsung bertanya kepada resepsionis mereka memastikan apa ada yang mencari tau biodata seseorang yang tertabrak.


"begini suster, apakah kemarin ada dua orang yang bertanya tentang istri saya? "


suster tersebut merasa bingung, sebenarnya siapa istri yang di maksud oleh Rayhan. saat itu kemudian Raynand mengambil alih.


"begini suster, suster ingatkan beberapa hari lalu ada korban tabrak lari seorang perempuan hamil? "


"oh itu.. iya tuan, kemarin ada dua orang yang menanyakan tentang istri tuan, mereka meminta kami memberitahu siapa yang menjadi korban tabrak lari, dan setelah mendapatkannya mereka langsung pergi begitu saja tuan. "


"gimana ini bagaimana agar kita bisa menangkap pelakunya." saat itu pandangan mata Raynand tertuju ke beberapa CCTV yang ada di tempat itu..


"suster, bisakah kami melihat CCTV di rumah sakit ini? "


"oh maaf tuan lebih baik kalian meminta izin terlebih dulu. Dan untuk ruangan CCTV nya ada disana" suster tersebut meminta izin.


"ayo kak kita kesana"


Raynand dan Rayhan meminta izin kepada penjaga cctv agar dia bisa melihat siapa yang bertanya tentang Siska.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2