Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
kambing hitam


__ADS_3

di ruang yang penerangannya hanya samar-samar menemani keheningan malam. rayhan menatap langit-langit kamarnya.


rayhan masih mengingat tingkah kanaya saat memenangkan naik ke rooftop, rayhan tersenyum-senyum sendiri. namun ia segera mengendalikan dirinya.


"inget han dia itu mantan istri adik kamu han, terlebih saat ini dia sedang amnesia" rayhan merutuki perasaan yang timbul terhadap kanaya.


karena merasa suntuk rayhan segera keluar dari kamar bertujuan untuk melupakan bayangan kanaya. namun saat ia sampai di lantai bawah, ia melihat kanaya yang tengah tertidur di kursi riasnya yang kebetulan pintu kamarnya terbuka.


awalnya dia ingin mengabaikan hal itu, namun melihat kanaya yang hampir terjatuh rayhan memutuskan untuk merebahkan kanaya di tempat tidurnya.


rayhan tak henti menatap wajah kanaya yang sedang tertidur pulas. namu dalam sekejap kanaya telah membuka matanya dan ia tersentak mengetahui rayhan berada di hadapannya.


"kak han.." hup rayhan menutup mulut kanaya.


"jangan teriak naya, ini aku rayhan."


"kak han kenapa ada di kamar aku?" kanaya menarik selimut menutupi tubuhnya yang sebenarnya tidak merasa dingin.


"kamu jangan salah paham nay, aku hanya merebahkan kamu di tempat tidur supaya kamu tidak terjatuh dari kursi itu.


kanaya menautkan alisnya dan sedikit mengingat kejadian sebelum ia tertidur. dan benar saja saat itu ia sedang memakai skincare namun karena letih akibat aktifitas tadi siang ia langsung tertidur.


"eh iya naya lupa kak" kanaya menyengir kuda dan sebenarnya ia merasa sangat konyol. karena tidak mungkin rayhan yang sangat dingin dengan semua orang akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadapnya.


rayhan pun keluar dari kamar kanaya dan memilih kembali kekamarnya.


"niat mau ngelupain malah ketemublangsung sama orangnya" rayhan mengacak rambutnya kasar.


rayhan tiba-tiba tersenyum saat kanaya merasa malu karena belum mengingat kejadian sebelum ia tertidur. untuk menenangkan pikirannya yang terus tertuju kepada kanaya rayhan memutuskan pergi ke dapur untuk minum.


__ADS_1


dengan rambut yang acak-acakan rayhan tak perduli karena ia semakin merasa konyol dengan perasaanya yang ia rasa hal yang tidak seharusnya muncul di kehidupannya.


haripun sudah pagi, kanaya menyiapkan sarapan dan saat itu raynand turun menyusulnya kedapur.


raynand berusaha mencari perhatian mulai dengan menjatuhkan botol minum, pura-pura menabrak kursi hingga akhirnya ia membenturkan kepalanya di sebuah lemari es. namun kanaya masih fokus dengan masakannya.


"kanaya.." kanaya terkejut mendengar suara raynand yang cukup keras dan tak sengaja ia menyenggol panci yang sangat panas dan membuat tangannya melepuh.


"naya kamu terluka!" raynand membawa kanaya untuk menyiram tangannya di bawah air yang mengalir supaya mengurangi rasa panas dari luka bakar yang ia derita.


denga sangat telaten raynand mengobati luka kanaya saat itu.


"aku minta maaf nay, karena sikapku yang seperti anak-anak akhirnya kamu terluka" raynand menatap dalam mata kanaya. "aku cemburu nay, aku cemburu melihat kamu dekat dengan arka. aku marah tapi kamu tidak menyadari itu, akhirnya aku berusaha menarik perhatianmu. tapi malah ini yang terjadi, aku nyesel nay"


kanaya tersenyum dan berganti menatap raynand yang terlihat dangat cemas. kanya menangkup kedua tangannya pada pipi raynand. "aku maafin ray, tapi jangan di ulangi ya. aku juga minta maaf karena aku tidak sadar kalau kamu cemburu."


kanaya memeluk raynand dan bersandar di dada bidangnya.


"ikut kakak sebentar"


"bentar ya nay, kamu duduk disini dulu" raynand dan rayhan menuju ruang kerja yang ada di rumahnya.


"kenapa kak han harus ajak aku kesini? apa kantor bermasalah" tanya raynand.


"bukan itu ray, kamu taukan kamu sudah bercerai dengan kanya. lebih baik kamu harus sedikit menjaga jarak" tukas rayhan.


raynand tersenyum sekilas "kak han tenang aja, ray gak akam melampaui batas sebelum kami rujuk" pungkas raynand.


"kamu sadar dengan ucapanmu barusan! kanaya sudah di jodohkan. dan ketika kanaya sembuh dia akan segera bertunangan dengan arka"


"kak han gak usah khawatir, karna cinta pasti tau kemana dia akan berlabuh" dengan senyum yang mengembang raynand meninggalkan ruang kerja dan kembali menemani kanaya .

__ADS_1


☆☆☆☆☆


"ampun kita gak akan macam-macam lagi tolong lepasin kami berdua" clara dan siska berlutut kepda orang suruhan ayah kanaya.


"atas suruhan siapa kalian berani mencelakai nona kanaya"


beberapa orang suruhan pak malik mulai mengintrogasi siska dan juga clara.


"ka ka kami di suruh raynand supaya arka dan kanaya gagal bertunangan, tolong sekarang lepaskan kami karna kami sudah mengatakan segalanya." ucap siska


clara merasa terkejut secepat itu siska mengkabing hitamkan orang lain dan orang lain itu adalah orang yang clara cintai.


'beraninya dia mengkambing hitamkan calon pacar gue. lihat aja setelah gue bebas' batin clara yang merasa kesal.


cukup lama orang suruhan pak malik mengintrogasi mereka berdu dan terkadang mereka menghubungi pak malik.


"kalian bisa bebas karna non kanaya baik-baik saja sekarang. tapi lihat saja jika kalian berbuat yang aneh-aneh kami tidak segan-segan menghab*si kalian." akhirnya siska dan clara di lepaskan. dan di perjalanan pulang clara tiba-tiba menampar siska.


"hei lo gila tiba-tiba aja lo yampar gue!"


"gue gak trima ya lo jelekin ray di depan mereka"clara menatap tajam siska.


"heh lo itu bodoh ya nampar gue. lo ga sadar, dengab kita membuat ray jadi pelakunya otomatis orangtua kanaya semakin membenci ray ngerti" siska menekankan ucapannya.


"lo bener juga siska, kenapa gue gak sadar?"


siska dan clara saling memandang dan bersamaa tertawa jahat karena mereka yakin orangtua kanaya akan membenci raynand.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2